cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PRODUKSI BERAS PADA UNIT USAHA PENGGILINGAN PADI Lilik Sumaryanti; Chusnul Chotimah
MUSTEK Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1734

Abstract

Usaha penggilingan padi dikategorikan sebagai bisnis produksi, yang menghasilkan beras yang siap untuk dipasarkan. Penggilingan Padi Karya Jaya melayani jasa penggilingan padi dari para petani. Persediaan beras pada gudang penyimpanan diperoleh dari jasa hasil penggilingan dan pembelian beras dari petani. Permasalahan yang timbul dari sistem persediaan beras saat ini yaitu kesulitan dalam menentukan jumlah persediaan beras yang berada di gudang penyimpanan jika dibutuhkan, karena pendataan beras masuk dan keluar dari gudang penyimpanan masih dilakukan dalam buku yang berbeda, sehingga mengharuskan petugas pengelola gudang untuk merekap data beras masuk dan keluar setiap harinya, dan memeriksa gudang penyimpanan secara langsung untuk megetahui jumlah ketersediaan beras. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi persediaan produksi beras yang dapat menyajikan informasi jumlah ketersediaan beras berdasarkan jenis beras dan membantu dalam mencatat transaksi kegiatan operasional harian pada penggilingan padi. Pemanfaatan teknologi komputer dalam dunia bisnis antara lain dalam hal transaksi-transaksi, pencatatan hasil keuangan, dan pendataan arus keluar masuk barang produksi atau dagang. Penerapan Sistem informasi persediaan produksi beras digunakan untuk meningkatkan kinerja organisasi yang lebih baik. Teknologi informasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kinerja, tetapi juga menjadi senjata utama dalam bersaing serta meminimalisasi resiko keamanan transaksi. Sistem akan menyajikan informasi jumlah ketersediaan beras berdasarkan jenis beras dan membantu dalam mencatat transaksi kegiatan operasional harian pada unit usaha penggilingan padi. Kata kunci : Penggilingan Padi, Beras, Sistem Informasi, CBIS
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO Rachmat Rachmat; Teddy Istanto
MUSTEK Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1735

Abstract

Sagu (Metroxylon sagu) merupakan jenis tanaman dengan sumber karbohidrat yang cukup potensial, dan merupakan salah satu sumber daya hayati yang lestari (renewable) serta mempunyai prospek yang cukup besar dalam membantu memecahkan masalah ketersediaan pangan nasional dalam bentuk diversifikasi pangan non beras. Keberadaanya di kabupatem Merauke sebagai salah satu sumbermakanan pokok dan sekaligus tanaman endemik di daerah ini sangat berpotensi sebagai salah satu komoditi pangan domestik amaupun export. Namun demikian, menilik proses pongolahanya yang masih tradisional berdampak pada kualitas tepung sagu yang dihasilkan khususnya terkait kadar air yang terkandung pada tepung sagu tersebut, kadar air yang terlalu tinggi menyebabkan tepung sagu mudah ditumbuhi oleh jamur pada rentan waktu tertentu, dengan demikian konsumen tidak tau kapan batas maksimal sagu dapat disimpan. Dalam penelitian ini, kami menawarkan sebuah solusi untuk menentukan batas maksimum waktu simpan tepung sagu yang ada dikabupaten merauke dengan menggunakan rangkaian alat mikro kontroler arduino. Alat ini akan bekerja dengan melakukan deteksi kadar air pada tepung sagu. Tepung sagu yang telah diketahui nilai kadar airnya selanjutnya akan di simpan sampai terjadi pertumbuhan jamur pada sagu tersebut. Dengan demikian maka akan dapat diketahui batas waktu maksimum penyimpanan tepung sagu sampai timbulnya jamur pada tepung sagu. Kata Kunci : Tepung Sagu, Micro controler, Arduino Uno.
PERKIRAAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK JANGKA PANJANG PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT AREA MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER Paulus Mangera
MUSTEK Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1736

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu komponen terpenting dalam perkembangan suatu daerah. Perkembangan pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan taraf hidup dapat menyebabkan konsumsi energi listrik terus meningkat tinggi, tidak terkecuali untuk Kabupaten Merauke. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pada masa yang akan datang perlu dilakukan pembangunan dan pengembangan sistem kelistrikan sehingga mampu melayani kebutuhan energi listrik pada masa yang akan datang. Salah satu cara adalah dengan melakukan prediksi atau perkiraan kebutuhan energi listrik. Perkiraan Kebutuhan energi listrik diperlukan untuk menjawab tingginya permintaan listrik yang dari waktu ke waktu terus meningkat. Melihat perkembangan pemakaian listrik Kabupaten Merauke yang bersifat linier maka dalam perhhitungan kebutuhan listrik ini digunakan Metode Regresi Linier. Hasil Perkiraan kebutuhan energi listrik pada tahun 2018 kebutuhan energi listrik sebesar 127.035.341 KWh, sedangkan pada tahun 2022 sebesar 172.139.908 KWh dengan rata-rata peningkatan per tahun sebesar 8.747.989 KWh atau sebesar 5,84%. Dari hasil perhitungan Sektor rumah tangga menjadi yang paling tinggi kebutuhan energi listriknya sampai dengan tahun 2022 sebesar 114.294.938 KWh dengan persentase rata-rata kenaikan per tahun sebesar 5,82 %. Kata Kunci: Regresi Linier, Perkiraan, Energi Listrik
UJI KARAKTERISTIK MESIN BENSIN DUA LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR CAMPUR MINYAK ATSIRI DAN ACETON Adityo Adityo; Ahmad Robiul Awal Udin
MUSTEK Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari efektivitas campuran bahan bakar dengan minyak atsiri dan aceton guna menunjang unjuk kerja mesin dua langkah. Minyak atsiri dapat berfungsi sebagai pelumas campur yang diharapkan ramah lingkungan dan bersifat renewable. Hal yang dirasa kurang dalam perbaikan mutu pembakaran dapat diperbaiki dengan penggunaan zat aditif. Pengujian dilakukan secara nyata. Dengan mengamati kinerja motor bensin dua langkah tipe KW6-R berbahan bakar campur minyak atsiri dan aceton pada mesin uji dynotest. Luaran berupa data yang terekam dari alat uji. Berupa nilai daya (aktual dan koreksi), torsi, kerugian daya, putaran mesin, serta kecepatan (berdasar putaran roda penggerak motor). Hasil pengujian a. Pada pengujian keadaan standart ( menggunakan sistem lumas injeksi dengan pelumas semi sintetis) diperoleh daya maksimal 26,4 HP (pengulangan 3), kerugian daya 9,7 HP @ 121 km/h / 5460 (1/min) (pengulangan 2), serta torsi 40 kgm (wheel) @ 66 (km/h) / 2946 (1/min)(pengulangan 3); b. Pada pengujian berbahan bakar campur pelumas sintetis diperoleh daya maksimal 27,4 HP (pengulangan 2), kerugian daya 6,4 HP @ 121 km/h / 5424 (1/min) (pengulangan 2), serta torsi 39 kgm (wheel) @ 33 (km/h) / 1500 (1/min)(pengulangan 1); c. Pada pengujian berbahan bakar campur minyak atsiri 5ml dan aceton 5 ml diperoleh daya maksimal 28,4 HP (pengulangan 2), kerugian daya 4,4 HP @ 106 km/h / 4742 (1/min) (pengulangan 2), serta torsi 47 kgm (wheel) @ 47 (km/h) / 2119 (1/min)(pengulangan 3); d. Pada pengujian berbahan bakar campur minyak atsiri 10ml dan aceton 5 ml diperoleh daya maksimal 27,8 HP (pengulangan 3), kerugian daya 4,3 HP @ 73 km/h / 3296 (1/min) (pengulangan 3), serta torsi 76 kgm (wheel) @ 20 (km/h) / 907 (1/min)(pengulangan 3); e. Pada pengujian berbahan bakar campur minyak atsiri 15ml dan aceton 5 ml diperoleh daya maksimal 27,8 HP (pengulangan 1), kerugian daya 5,6 HP @ 115 km/h / 5182 (1/min) (pengulangan 1), serta torsi 71 kgm (wheel) @ 20 (km/h) / 907 (1/min)(pengulangan 1). Dari hasil pengujian nampak bahwa daya terbesar dapat diraih pada campuran bahan bakar minyak atsiri 5ml dan aceton 5ml sebesar 28,4 HP dengan torsi 47 kgm @ 47 (km/h) 2119 (1/min). Sedangkan torsi maksimum dapat diraih pada campuran bahan bakar minyak atsiri 10 ml dan aceton 5ml dengan 76 kgm (wheel) @ 20 (km/h) / 907 (1/min). Kata kunci: minyak jarak, aseton, uji bahan bakar
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL MENGGUNAKAN APLIKASI KAJI (Studi Kasus : Simpang Seringgu di Kabupaten Merauke) Herbin F. Betaubun; Agustan Agustan; Adetes Lisa Leploy
MUSTEK Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1738

Abstract

Simpang merupakan tempat terjadinya konflik antara kendaraan dari dua atau lebih ruas jalan. Perilaku pengemudi dan tata guna lahan pun turut mempengaruhi simpang. Hal itu menjadi penyebab perlunya kajian untuk pengaturan simpang. Salah satu kajian untuk simpang adalah perhitungan kapasitas simpang itu sendiri. Kapasitas yang akan dikaji tentu saja memerlukan data volume kendaraan yang lewat pada simpang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpang seringgu yang berada di Kabupaten Merauke dengan menggunakan program KAJI. Hasil analisis data volume kendaraan yang lewat selama satu minggu, volume kendaraan terbesar dapat dilihat pada pukul 17.00 – 18.00 di hari minggu yaitu sebesar 2038 kend/jam atau 1153 smp/jam. Perhitungan kapasitas simpang dengan menggunakan aplikasi KAJI didapatkan kapasitas simpang seringgu sebesar 2451 smp/jam. Derajat jenuh pada simpang seringgu adalah sebesar 0,47. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pelayanan simpang empat tak bersinyal seringgu berada pada level C yaitu arus stabil tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan dan pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Kata kunci: Volume Kendaraan, Kapasitas Simpang, Derajat Jenuh
IMPLEMENTASI KRIPTOGRAFI MENGGUNAKAN METODE ADVANCED ENCRYPTION STANDAR (AES) UNTUK PENGAMANAN DATA TEKS Agustan Latif
MUSTEK Vol 4 No 2 (2015): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pekembangan teknologi komputer dan telekomunikasi makin pesat membuat kegiatan manusia makin mudah, salah satunya mengirim informasi dengan cepat dari satu tempat ketempat lain. Proses pengiriman informasi antara satu pihak kepada pihak lain  perlu memperhatikan kerahasiaan data dan informasi agar terjamin kerahasiaannya. Untuk mengatasi permasalahan kerahasiaan data dan informasi maka dianggap perlu memanfaatkan kriptografi sebagai pengamanan data dan informasi Menggunakan Metode Advanced Encryption Standar (AES) untuk pengamanan data teks.            Tool yang digunakan dalam mengimplementasikan enkripsi dan dekripsi file teks ini menggunakan software visual basic dan metode metode yang digunakan dalam kriptografi yaitu AES 128.Berdasarkan hasil yang di peroleh setelah melakukan  beberapa percobaan dan Penerapan enkripsi dan dekripsi menggunakan AES 128, maka diperoleh hasil bahwa pesan asli (plainteks) yang dienkripsi menggunakan Rijndael (AES) 128 dapat terenkripsi dengan baik, hal ini terbukti dari pesan yang dihasilkan tidak dapat di baca oleh pengguna, kemudian setelah pesan tersebut di dekripsi, maka akan kembali seperti plainteks dan dapat di baca pesan tersebut. Selain itu untuk kapasitas dan waktu proses enkripsi dan dekripsi dimana diperoleh hasil bahwa pesan setelah dilakukan enkripsi akan lebih besar dari segi kapasitas file sedangkan untuk kecepatan
PEMETAAN DAYA DUKUNG TANAH DAN PEMILIHAN JENIS FONDASI KONSTRUKSI BANGUNAN DI DISTRIK MERAUKE Budi Doloksaribu; Dewi Sriastuti Nababan
MUSTEK Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1733

Abstract

Pemilihan jenis fondasi pada bangunan gedung dipengaruhi oleh nilai daya dukung tanah. Daya dukung tanah berpengaruh terhadap kekuatan bangunan diatasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan nilai daya dukung tanah di Distrik Merauke berdasarkan hasil sondir. Penelitian dilakukan dengan pengujian langsung di lapangan pada titik-titik koordinat yang sudah ditetapkan pada peta berdasarkan skala gambar dengan jarak antar titik yang sama. Uji kohesi dan sudut geser tanah dilakukan di laboratorium. Daya dukung tanah yang diperoleh berdasarkan penelitian sampai dengan kedalaman 20 meter adalah sangat rendah dan nilai daya dukung tertinggi tanah pada kedalaman 1 meter 2,05 kg/cm2 dengan ketebalan ≤ 20 cm sehingga jenis fondasi yang cocok untuk digunakan pada pembangunan gedung bertingkat di Merauke adalah fondasi dalam. Kata kunci: Daya dukung tanah, Fondasi bangunan, dan Sondir
KAJIAN POLA RESAPAN AIR TAWAR DALAM TANAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK SEBARAN SUMUR GALI & PERBANDINGAN KONTRIBBUSINYA DENGAN DEBIT PDAM Agustan Agustan; Biatma Syanjayanta
MUSTEK Vol 8 No 1 (2019): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v8i1.2058

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan pola distribusi resapan air tawar yang ada pada resapan tanah dengan mengamati karakteristik sumur gali dimaksud. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan metode pemetaan karakteristik sumur gali. Caranya harus dilakukan sensus sumur gali disetiap zona yang ditinjau sehingga terjadi pengamatan langsung kondisi sumur sebenarnya. Pengambilan data dilengkapi dengan peralatan GPS dan lembar kuesioner. Terdapat 2 sumur kedalaman 1 meter dan keadaan dasarnya kering saat kemarau. Sumur terdalam sedalam 5,5 meter. Kedalaman sumur 2,5 meter mendominasi sebanyak 22 unit. Muka air tanah rata-rata sedalam 1 meter dari permukaan lantai dasar bangunan. Jika dikurangi dengan hasil kenaikan timbunan lantai bangunan dan jalanan setinggi 1 meter, maka akan diperoleh muka air tanah sejajar dengan dasar rawa asli. Begitu juga dengan muka air pasang surut sekitar 1 meter dari permukaan tanah asli. Berdasarkan karakteristik data sumur yang terkumpul dan penilaian geografis memberikan dua potensi kecenderungan. Potensi tawar yang tercampur dalam sumur berasal dari endapan air hujan yang tersimpan dalam rongga dan pori lapisan tanah. Kadar garam pada lapisan tanah akan selalu ada karena setiap hari permukaan tanah ampera terhubung langsung dengan laut. Potensi kecenderungan ini memberikan efek payau/slobar yang hampir seragam disemua sumur yang ditinjau. Kontribusi PDAM = 1.573 m3 atau (25,98%) , Suplai dari mobil tangki air= 730 m3 atau (12%), Suplai Sumur Gali = 3.750 m3 atau (61,95%) dari total penggunaan seluruhnya sebesar 6.053 m3.
TINJAUAN KEMAMPUAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALSINTAN (ALAT DAN MESIN PERTANIAN) MASYARAKAT PETANI Andriyono Andriyono; Andi Azizah; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 8 No 1 (2019): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v8i1.2059

Abstract

Beberapa permasalahan perawatan dan perbaikan Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) di Kampung Matara adalah minimnya pengetahuan petani dalam ketrampilan dan penguasaan perawatan alsintan. Jauhnya jarak yang harus ditempuh petani apabila ada kerusakan pada Alsintan menyebabkan mahalnya biaya perbaikan. Tujuan kegiatan penelitian adalah ingin mengetahui seberapa besar kemapuan petani dalam memperbaiki Alsintan yang rusak dan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi petani di Kampung Matara tentang cara perawatan Alsintan. Sehingga petani dapat melakukan perawatan pada Alsintan yang mereka miliki. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan tahapan dari observasi, wawancara (petani dan ketua kelompok tani), pelatihan secara teori serta langsung mempraktekkan teknik perawatan dan perbaikan pada Alsintan milik petani yang ada. Hasil penelitian di Kampung Matara terdapat oleh 2 kelompok Tani, antara lain; 1). Kelompok Tani Mayo 1, dan 2). Kelompok Tani Mayo 2 dengan jumlah peserta sebanyak 8 orang operator Alsintan (4 orang Kelompok Tani Mayo 1 dan 4 orang Kelompok Tani Mayo 2), 1 teknisi, 1 teknisi merangkap mahasiswa dan dalam penelitian melibatkan 3 orang mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Musamus. Dari hasil observasi dan wawancara diketahui hampir semua peserta belum terlalu mengetaui masalah perawatan dan perbaikan Alsintan, setelah yang pelatihan penguasaan materi oleh peserta pelatihan meningkat. Sedangkan Alsintan dari kelompok tani yang rusak dapat diperbaiki dan dioperasikannya. Alat-alat yang rusak baik rusak ringan, rusak sedang maupun yang rusak berat serta dapat digunakan secara langsung untuk menggarap sawah pada musim gaduhan.
RANCANG BANGUN ANTENA YAGI 2.4 GHZ UNTUK MEMPERKUAT SINYAL WIFI (WIRELESS FIDELITY) Rapha Nichita Kaikatui; Roberto Corputty
MUSTEK Vol 8 No 1 (2019): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v8i1.2060

Abstract

Wireless Local Area Network (WLAN) adalah suatu jaringan area lokal tanpa kabel yang menggunakan frekuensi radio sebagai media transmisinya. Namun, keterbatasan jarak merupakan sebuah masalah yang dihadapi oleh perangkat WLAN ini. Jarak jangkauan sinyalnya yang terbatas sehingga memerlukan suatu solusi untuk memperluas jarak jangkauan sinyal tersebut. Pemanfaatan antena yagi sebagai penguat merupakan solusi dalam menjawab masalah keterbatasan jarak jangkauan WLAN. Proses perancangan, perhitungan dan perakitan antena, untuk panjang setiap elemen antena director 5.62 cm, reflector 6.535 cm dan driven yang dipisahkan masing-masing 2.968 cm. Pengujian dilakukan pada kondisi cuaca cerah dan kondisi cuaca hujan serta untuk kondisi LOS dan Non LOS, dengan lokasi penelitian Gang Kasmin Jalan Raya Mandala Kabupaten Merauke. Antena Yagi sebagai penguat yang beroperasi pada frekuensi kerja WLAN yaitu 2400 MHz sebagai penguat dapat meningkatkan sinyal wifi dengan perolehan gain sebesar 3dB.