cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
PENENTUAN RUTE PENGAMBILAN SAMPAH DI KOTA MERAUKE DENGAN KOMBINASI METODE EKSAK DAN METODE HEURISTIC Perwitasari, Endah Wulan
MUSTEK ANIM HA Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan distribusi sampah mempunyai karakteristik diantaranya tidak ada penjadwalan ataupun pemilihan rute yang tepat untuk pengambilan sampah pada Tempat Pengumpulan Sampah(TPS). Permasalahan distribusi sampah melibatkan beberapa pertimbangan utama meliputi rutekendaraan, kendaraan sampai dengan minimasi ongkos distribusi. Permasalahan tersebut di modelkandengan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP adalah masalah penentuan rute yang digunakan oleharmada untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. Dimana VRP mempunyai tujuan untukminimasi waktu tempuh, jarak tempuh kendaraan dan minimasi ongkos distribusi. Terdapat duamacam metode untuk penyelesaian permasalahan VRP, yaitu metode eksak dan metode heuristic,dimana metode eksak lebih ditekankan pada hasil yang optimal, sedangkan pada metode heuristichasil yang dicapai mendekati optimal namun mempunyai waktu komputasi yang cepat. Hasil yangdiperoleh dalam penelitian ini adalah kombinasi antara metode eksak dan metode heuristic berhasildiimplementasikan dengan baik dan dapat membentuk rute yang memenuhi karakteristikpermasalahan distribusi sampah.
ALGORITMA SIMULATED ANNEALING UNTUK PENJADWALAN PENGGUNAAN LABORATORIUM KOMPUTER Susanto, Susanto
MUSTEK ANIM HA Vol 2 No 2 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  melakukan penjadwalan penggunaan  laboratorium komputer dengan algoritma Simulated Annealing. Dalam penjadwalan akan disusun kombinasi penggunan laboratorium berdasarkan waktu yang tersedia.Tahapan dalam penelitian ini diawali dengan melakukan analisis permasalahan dan kebutuhan yang diperlukan dalam pembuatan jadwal penggunaan laboratorium. Proses penjadwalan dibuat dengan menggunakan Borland Delphi 7.0 dan  MySQL Server 5.1.Algoritma Simulated Annealing dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan penggunaan  kaboratorium komputer  dengan menyusun kombinasi waktu, ruang laboratorium, kelas dan instruktur praktikum. Program ini dapat mengurangi jumlah pelanggaran batasan sehingga jadwal yang dihasilkan dengan berkurangnya jumlah instruktur  dan kelas praktikum yang melaksanakan kegiatan praktikum pada jam yang sama.
PERENCANAAN PENEMPATAN FACTS OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Hardiantono, Damis
MUSTEK ANIM HA Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) menentukan bagian sistem tenaga yang membutuhkan penempatanperalatan FACTS  (Flexible Alternating Current Transmission System) dengan menggunakanAlgoritma Genetika (AG) dan 2) menganalisis pengaruh pemasangan FACTS devices berdasarkanhasil aliran daya terhadap rugi-rugi daya dan profil tegangan sistem. Penempatan FACTS optimal dalam sistem tenaga dilakukan dengan metode optimasimenggunakan Algoritma Genetika. Paramater yang dioptimalkan yaitu meminimumkan rugi-rugidaya total sistem.Hasil analisis yang diperoleh yaitu : 1) lokasi optimal SVC ditempatkan pada bus 26 (GI Barawaja) dengan rating sebesar 20 MVAr dan TCSC ditempatkan pada saluran 26 (GI Soppeng – GI Sidrap)dengan rating sebesar -0,7Xline. 2) penempatan peralatan FACTS pada lokasi tersebut dapatmengoreksi tegangan yang collapse di bus 24 (GI Tello B 30 kV) sebesar 0,805 pu terkoreksi menjadi1,047 pu dan bus 26 (GI Barawaja) sebesar 0,690 pu terkoreksi menjadi 0,985 pu serta bus yangtegangannya kritis yaitu pada bus 29 (GI Bontoala) sebesar 0,945 pu terkoreksi menjadi 0,994 pu. 3)rugi-rugi daya total saluran sebelum penempatan FACTS optimal diperoleh sebesar 20,487 MW danberkurang menjadi sebesar 17,394 MW setelah penempatan FACTS optimal.
ANALISIS PENGARUH PANAS PADA DAERAH PENYEKATAN DALAM PROSES KARBURISING TERHADAP NILAI KEKERASAN BAJA KARBON Yono, Andri
MUSTEK ANIM HA Vol 2 No 2 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekerasan dan jarak yang masih bisa terjadinya karburasi dalam proses karburasi setempat ketika sebagian material dibungkus dengan tanah liat (clay). Pada proses ini tidak sepenuhnya material dikarburasi, namun hanya sebagian dan material yang lainnya di bungkus dengan tanah liat tahan api. Beberapa material dalam penggunaannya tidak harus dikeraskan seluruhnya, namun hanya sebagian saja. Proses karburasi padat ini sendiri menggunakan karbon aktif dari batok kelapa yang sudah diperhalus sebesar 0.2 mm dan ditambahkan energizer yaitu Barium Carbonat (CaCo3) dengan perbandingan antara bubuk batok kelapa dengan Barium Carbonat sebesar 85% : 15%. Untuk waktu tahan dalam pelaksanaan  karburasi adalah 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Raw material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah (0.20% C) dan baja karbon menengah (0.42% C).  Penelitian ini  dilaksanakan di Bengkel Mesin Fakultas Teknik Universitas Musamus Merauke, Laboratorium PT. Sucofindo Indonesia, Bekasi  dan Laboratorium Metallurgi Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar . Metode pengujian yang digunakan adalah pengujian eksperimen. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil sejumlah data pengujian langsung pada alat uji. Data dianalisis secara teoritis berdasarkan data pengujian eksperimen dilapangan. Hasil penelitian diperoleh Nilai Kekerasan untuk baja karbon rendah berturut-turut untuk waktu tahan 1, 2 dan 3 jam adalah 80 HRC, 100 HRC dan 115 HRC. Sedangkan untuk baja karbon menengah adalah 82 HRC, 98 HRC dan 110 HRC. Untuk jarak yang masih bisa terjadi karburasi dari batas penyekatan adalah 0.5. mm, 2 mm, dan 3.5mm pada baja karbon rendah. Untuk baja karbon menengah 0.5 mm, 1.0 mm dan 1.5 mm.
ANALISA SPASIAL DAN KEPENDUDUKAN BWK V, KOTA KENDARI Agustan, Agustan
MUSTEK ANIM HA Vol 2 No 2 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik kependudukan dan fisik spasial dalam kota. Penelitian dilakukan dalam lingkup  Bagian Wilayah Kota  V (BWK V), Kota Kendari Sulawesi Tenggara.            Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan survey langsung ke instansi seperti Kantor  PBB Cabang Kendari, Kantor Kelurahan dan kecamatan masing-masing dalam zona penelitian, (BPS, BAPPEDA, Dispenda, dan Dinas Tata Kota Kendari), dan lain-lain instansi terkait serta observasi lapangan.   Hasil penelitian ini menunjukkan ; 1) laju pertumbuhan penduduk 2007-2008 sebesar 10,37%, 2) rasio distribusi penduduk terbesar di Kelurahan Lalolara sebesar 24,8%, 3) estimasi proyeksi penduduk tahun 2019 sebesar 60.317 jiwa, 4) tingkat kepadatan penduduk BWK V sebesar 6 jiwa/Ha, 5) estimasi kepadatan penduduk berdasarkan hasil proyeksi 2019 sebesar 9 jiwa/Ha, 6) pertumbuhan penduduk Tahun 2007 BWK V berjumlah 33.740 jiwa, tahun 2008 penduduk berjumlah 37.241 jiwa dan tahun 2009 penduduk berjumlah 38.068 jiwa. Terkait spasial hasilnya menunjukkan ; a) perkembangan jumlah bangunan 2007-2008 sebesar 8,63%, 2008-2009 sebesar 3,59%, b) perkembangan luas kepemilikan tanah 2007-2008 sebesar 5,65%, 2008-2009 sebesar 2,40%, c) perkembangan luas bangunan 2007-2008 sebesar 14,91%, 2008-2009 sebesar 6,24%.Kesimpulannya terbukti bahwa a) perkembangan fisik kota mengikuti irama pertumbuhan penduduk. b) Tingkat kepadatan penduduk dalam BWK V sampai pada tahun 2019 masih dalam kategori rendah. c) Perkembangan penduduk dan pemanfaatan lahan tidak dapat ditekan atau dikendalikan tetapi hanya dapat di arahkan.
SISTEM KEANDALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI WAMENA KABUPATEN JAYAWIJAYA PROPINSI PAPUA Laupatty, Martha
MUSTEK ANIM HA Vol 2 No 2 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis kinerja operasi sistem berdasarkan tingkat keandalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Wamena Kab. Jayawijaya Provinsi Papua dan (2) menganalisis tingkat keandalan pembangkit listrik khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Wamena dengan menggunakan metode System Average Interruption Frequency Index (SAIFI), System Average Interruption Duration Index (SAIDI), Loss Of Load Probability (LOLP) berdasarkan Force Outage Rate (FOR).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kinerja operasi sistem pembangkitan PLTMH di Wamena adalah andal karena indeks keandalan yang diperoleh Iebih besar daripada nilai indek keandalan minimum yaitu 95%. Kedua, indeks keandalan sistem pembangkitan di PLN Wamena dengan Metode SAIDI sebesar 98.63% metode SAIFI sebesar 99.204%, metode FOR (Forced Outages Rate) diperoleh nilai probabilitas ketidaktersedian saat mengoperasikan PLTM tanpa mengoperasikan PLTD, metode LOLP, diperoleh probabilitas kehilangan beban berdasarkan kombinasi unti pembangkit diperoleh sebesar 4.9572 x 10-06 dalam setahun.
ANALISIS PENGGUNAAN INCENERATOR PADA PENGOLAHAN SAMPAH DI KOTA MERAUKE Lolo, Dina Pasa
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 3 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji: 1) karakteristik sampah di wilayah KotaMerauke dan 2) pengolahan sampah dengan menggunakan incenerator di Kota Merauke.  Analisis penggunaan incenerator ini menggunakan metode statistik untukmemperkirakan laju timbulan sampah dan biaya operasional penanganan sampah daritahun 2011 sampai tahun 2026. Hasil analisis tersebut selanjutnya di evaluasi denganmenggunakan metode pengolahan sampah saat ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa : 1) Karakteristik sampah di Kota Meraukesebagian besar terdiri dari sampah yang dapat dibakar dengan menggunakan incenerator.Komposisi sampah yang ada di Kota Merauke terdiri dari sampah organik sebesar75,73%, kertas 10,13%, plastik 8,14%, kayu 0,83%, kain 0,57%, karet 0,36% dan lainlain2,11%. Sementara sampah logam dan kaca yang tidak dapat dibakar sebesar 2,3%.Sebagian sampah organik tidak dibakar melainkan dijadikan kompos, yakni sebesar 20%.Sampah plastik yang bisa didaur ulang sebesar 2%. Dengan demikian total sampah yangtidak dibakar di incenerator sebesar 24,3%; 2) Pembuangan akhir sampah denganmenggunakan teknologi incenerator dapat mengatasi kendala penggunaan metodekonvensional. Kendala lahan dapat diatasi dengan penggunaan incenerator yang hanyamembutuhkan lahan tiap unit sebesar 60 m2 dengan kebutuhan incenerator sebanyak 2 unit pada tahun 2011 sampai tahun 2023 dan hanya dibutuhkan penambahan 1 unit incenerator pada tahun 2024. Penerapan teknologi incenerator secara signifikan dapatmenekan pembebanan anggaran pemerintah Kabupaten Merauke rata-rata sebesar 2,5milyar rupiah per-tahun.
PEMANFAATAN LIMBAH BETON SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH EKSPANSIF TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS GUNA PERKUATAN JALAN LINGKUNGAN DI KAMPUNG SOTA DISTRIK SOTA PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA-PAPUA NEW GIINEA Hairullla, Hairulla; Paresa, Jeni; Cahyanti, Theresia Widi Asih
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 3 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan kebutuhan hidup hajat orang bayak, perkerasan jalan merupakan sistem yang memiliki jangka waktu dimana sering kali kerusakan terjadi sebelum umur rencana. Umumnya kerusakan tanah dasar diliputi oleh tanah lempung dengan pengembangan yang cukup besar (plastisitas tinggi), yaitu akan berubah volumenya (mengembang) bila bertambah kadar airnya. Tanah lempung ekspansif adalah tanah yang mempunyai potensi kembang yang besar. ASTM memberi batasan bahwa secara fisik ukuran lempung adalah lolos saringan No. 200. Untuk menentukan jenis lempung tidak cukup hanya dilihat dari ukuran butirannya saja tetapi perlu diketahui mineral pembentuknya. Mineral lempung terdiri dari tiga komponen penting, yaitu; montmorillonite, illite dan kaolinite. Mineral montmorillonite mempunyai luas permukaan lebih besar dan sangat mudah menyerap air dalam jumlah banyak bila dibandingkan dengan mineral lainnya, sehingga tanah yang mempunyai kepekaan terhadap pengaruh air ini sangat mudah mengembang. Beton merupakan bahan bangunan yang dihasilkan dari campuran semen, pasir, kerikil, dan air. Semen merupakan bubuk halus yang bila dicampur dengan air akan menjadi ikatan yang akan mengeras, karena terjadi reaksi kimia sehingga membentuk suatu massa yang kuat dan keras yang disebut hydraulic cement. Nilai UCS / kuat tekan bebas mengalami peningkatan sebesar 85,18% berdasarkan dengan bertambahnya kadar limbah beton yang digunakan sebagai bahan stabilisasi. Nilai UCS tertinggi diperoleh pada penambahan 40% limbah beton.Peningkatan nilai UCS tanah ekspansif yang terstabilisasi dengan limbah beton sangat dipengaruhi oleh lamanya masa curing (perawatan/pemeraman) yang diberikan. Nilai UCS tertinggi diperoleh pada masa curing 28 hari dengan kadar limbah beton 40%.Nilai Modulus Elastisitas dari hasil pengujian kuat tekan juga mengalami peningkatan sesuai dengan perbaikan nilai qu pada tanah lempung ekspansif yang terstabilisasi dengan limbah beton.
ALGORITMA KRUSKAL UNTUK MENENTUKAN RUTE TERPENDEK PADA JARINGAN KOMPUTER Loppies, Stanly Hence Dolfi; Manggau, Fransiskus Xaverius
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 3 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan komputer sangat dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan sebagai sarana untuk bertukar dan memperbaharui informasi pada era modern seperti sekarang ini. Perencanaan, perancangan, dan pembangunan topologi yang baik, akan menunjang kinerja jaringan komputer itu sendiri serta pihak-pihak yang menggunakannya. Cisco Packet Tracer adalah simulator yang digunakan untuk mendesain model topologi jaringan komputer yang akan dibangun maupun yang akan dikembangkan. Penentuan rute terpendek untuk mengirim paket data pada jaringan komputer dapat membantu memelihara kinerja jaringan. Algoritma Kruskal adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pohon perentang minimum dalam sebuah topologi jaringan. Aturan dasar dari algoritma Kruskal dalam mencari pohon perentang minimum adalah total bobot minimum dari setiap sisi yang dipilih secara berurutan. Routing adalah proses menentukan rute yang diterapkan pada router dalam jaringan komputer untuk menghasilkan rute-rute terpendek yang dikumpulkan dalam sebuah tabel routing. Routing dinamis OSPF adalah salah satu jenis routing yang paling banyak digunakan pada jaringan komputer berskala besar dan yang berada pada satu wilayah atau area yang sama. Routing dinamis OSPF sangat efektif dan efisien dalam menentukan rute terpendek berdasarkan total biaya terkecil untuk menghemat pemakaian bandwidth pada jaringan komputer. Melalui simulasi Cisco Packet Tracer dapat dibuktikan bahwa algoritma Kruskal dapat diimplementasikan untuk menentukan rute terpendek pada jaringan komputer yang menerapkan routing dinamis OSPF dengan jenis topologi jaringan tertentu.
RANCANGAN PEMETAAN POTENSI KETERSEDIAAN ENERGI TERBARUKAN DAN PERMINTAAN ENERGI PER SEKTOR PEMAKAI PADA WILAYAH KABUPATEN MERAUKE MENGGUNAKAN LEAP Sumbung, Frederik H.; Letsoin, Yohanes; Betaubun, Philipus
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat luas wilayah di Kabupaten Merauke  yang sangat luas dan kebutuhan akan permintaan energi yang semakin meningkat, sehingga diharapkan adanya ketersediaan energi yang memadai pada masing-masing sektor pemakai, dan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Kabupaten Merauke. Agar adanya referensi yang merekomendasikan pemenuhan ketersediaan energi sesuai dengan kebutuhan pelanggan persektor pada saat sekarang maupun dimasa yang akan datang. Untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan sebagai salah satu referensi yang ilmiah, maka perlu dilakukan kajian ilmiah untuk menentukan perancangan kebutuhan dan ketersediaan sumber energi listrik di Kabupaten Merauke dalam kurun waktu sesuai proyeksi yang diinginkan.Analisa prakiraan kebutuhan beban dilakukan melalui perhitungan intensitas energi listrik, laju pertumbuhan penduduk dengan data minimal 5 tahun yang lalu dan penentuan potensi ketersediaan energi dilakukan melalui pengukuran khususnya pada sumber energi matahari dan sumber energi angin. Untuk melihat besarnya kebutuhan permintaan energi listrik dimasa yang akan datang digunakan peralatan bantu aplikasi program LEAP dan untuk menentukan besarnya potensi ketersediaan energi terbarukan menggunakan perhitungan besarnya daya yang dibangkitkan untuk menentukan apakah sumber energi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang potensi energi yang dapat dimanfaatkan secara maksimal..Berdasarkan metode yang digunakan dalam melakukan perancangan terhadap potensi ketersediaan daya pada sumber energi  matahari melalui perhitungan potensi tertinggi pada Panel PV 50 Wp sebesar 468 watt-jam perhari dan daya pada sumber energi angin maksimal 5,17 m/s menghasilkan potensi energi angin 1280 watt-hari/bulan. pada bulan desember 2013. Sedangkan besarnya permintaan   kebutuhan energi listrik di Kabupaten Merauke  persektor  pemakai sampai dengan tahun 2028 pada sektor rumah tangga 60.500 MVA; 86%, sektor bisnis 7.530 MVA; 11%, sektor publik 1.860 MVA; 3%, sektor sosial 170 MVA; 0.24%, sektor industri 30 MVA; 0.04%, dan sector multiguna 20 MVA; 0.03%, dengan permintaan tertinggi masih di dominasi pada sector rumah tangga.