cover
Contact Name
Eka Damayanti
Contact Email
sipakalebbi@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255104606
Journal Mail Official
eka.damayanti@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan HM Yasin Linpo No 36 Romang Polong Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SIPAKALEBBI
ISSN : 23554337     EISSN : 27162559     DOI : 10.24252/sipakalebbi
JURNAL SIPAKALEBBI is a scholarly journal published and funded by Pusat Studi Gender dan Anak (Center for Gender and Child Studies) LP2M Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The journal publishes 2 issues each year regarding current issues in gender or child regionally or globally.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2024): Desember" : 4 Documents clear
MICROORGANISMS AS RISK FACTORS AND PROTECTION OF WOMEN'S REPRODUCTIVE HEALTH: AN ANALYSIS OF THE CURRENT LITERATURE Hafsan, Hafsan; Febriyanti, Ayu; Nur Hanisa, Andi; Suryaning Amanda, Sabilla
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 8 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v8i2.52053

Abstract

Women’s reproductive health is significantly influenced by the intricate relationship between microorganisms and the body, where both pathogenic and beneficial microorganisms play critical roles. Pathogenic microorganisms, such as Chlamydiatrachomatis, Neisseria gonorrhoeae, and Gardnerella vaginalis, are often associated with reproductive tract infections, leading to conditions such as bacterial vaginosis (BV) and sexually transmitted infections (STIs). These conditions increase risks for serious complications, including infertility and pregnancy-related issues. On the other hand, beneficial microorganisms, especially Lactobacillus species, contribute to vaginal health by maintaining an acidic pH and producing antimicrobial substances that protect against pathogenic invasions. This review discusses the role of microorganisms as both risk factors and protective agents in women’s reproductive health. Addressing the impact of hormonal variations, hygiene practices, contraception, and lifestyle factors on vaginal microbiota composition. Furthermore, the potential of probiotic therapy to restore microbiota balance and prevent infections is explored. Understanding these dynamics may inform more targeted and effective therapeutic strategies to promote reproductive health. Additional research is needed to optimize probiotic therapies, develop personalized interventions, and leverage advancements in multi-omics technologies to further elucidate microbiota-health interactions.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG INTERNALISASI NILAI DALAM PENGASUHAN ANAK PADA KELUARGA BUGIS DI SULAWESI SELATAN Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 8 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v8i2.52984

Abstract

Problematika maraknya perilaku tawuran dan perilaku kriminal remaja di Kota Makassar, menjadi alasan untuk menelusuri sejauh mana internalisasi nilai dalam keluarga Bugis diterapkan dalam pengasuhan anak. Gambaran penerapan internalisasi nilai akan dihadapkan pada berbagai faktor yang memengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan mendukung proses internalisasi nilai dalam pengasuhan anak pada keluarga Bugis yang berdomisili di wilayah Sulawesi Selatan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 31 keluarga yang terdiri dari responden ayah (n=31), ibu (n=31), dan anak remaja (n=31). Pemilihan responden penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan untuk mengidentifikasi keluarga yang benar-benar merupakan suku Bugis. Selain itu penambahan responden keluarga dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi bagi keluarga yang dapat dijangkau secara langsung dan penyebaran survey terbuka bagi keluarga yang tidak terjangkau. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi MAXQDA versi 2018. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pendukung dan penghambat dalam proses internalisasi nilai. Adapun faktor pendukung diantaranya melibatkan kualitas dan kuantitas interaksi orang tua-anak, penggunaan bahasa daerah, adanya dasar agama pada anak, teknologi informasi, dan visi orang tua. Sementara faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan, perkembangan teknologi, kualitas hubungan orang tua-anak, jarak antara orang tua dengan anak, dan pengetahuan orang tua tentang budaya.
POTRET KETIDAKHARMONISAN KELUARGA TERHADAP SIKAP SOSIAL REMAJA DI KELURAHAN PEKKABATA KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG Muis, Satriani
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 8 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v8i2.43932

Abstract

Pada umumnya keluarga harmonis akan membentuk sikap sosial yang baik pada remaja. Namun realitanya berbeda dengan apa yang terjadi di daerah Pekkkabata dimana terdapat remaja yang mempunyai sikap sosial remaja yang baik namun berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor penyebab sikap sosial remaja yang baik pada keluarga non harmonis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah remaja dan orang tua di Pekkabata Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua narasumber memiliki sikap sosial yang baik dalam kesehariannya meskipun berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi sikap sosial yang baik pada remaja tersebut yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun dari hasil wawancara faktor yang didapatkan yaitu faktor konsep diri, peran Agama, dan faktor lingkungan luar keluarga.Pada umumnya keluarga harmonis akan membentuk sikap sosial yang baik pada remaja. Namun realitanya berbeda dengan apa yang terjadi di daerah Pekkkabata dimana terdapat remaja yang mempunyai sikap sosial remaja yang baik namun berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor penyebab sikap sosial remaja yang baik pada keluarga non harmonis.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah remaja dan orang tua di Pekkabata Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua narasumber memiliki sikap sosial yang baik dalam kesehariannya meskipun berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi sikap sosial yang baik pada remaja tersebut yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun dari hasil wawancara faktor yang didapatkan yaitu faktor konsep diri, peran Agama, dan faktor lingkungan luar keluarga.
pola asuh POLA ASUH ORANG TUA PEKERJA TETAP DAN ORANG TUA FREELANCE UNTUK MENGATASI ANAK SPEECH DELAY nur khalisa ltc; Khumaerah, Nur Zahra; Kusyairy, Umi; Halimah, Andi; Patiung, Dahlia
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 8 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v8i2.51549

Abstract

Banyak orang tua khawatir ketika mereka mengetahui bahwa anak mereka yang telah memasuki usia 3 tahun memiliki kendala dalam hal kemampuan bicara. Keterlambatan perkembangan bicara anak dapat disebabkan oleh kondisi oleh fisik dan faktor lingkungan anak. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Bagaimana gambaran speech delay pada anak usia dini dengan orang tua pekerja tetap dan orang tua freelance, 2) Bagaimana pola asuh orang tua pekerja tetap dan orang tua freelance dengan anak speech delay, 3) Apakah faktor penghambat dan faktor pendukung speech delay pada anak usia dini dengan orang tua pekerja tetap dan orang tua freelance. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara terbuka. Teknik analisis data menggunakan reduksi data dan penyajian data. Orang tua hendaknya harus memperhatikan setiap kebutuhan untuk perkembangan anaknya, diantaranya makanan, kesehatan, kasih sayang, nutrisi, stimulasi dan rasa nyaman yang konsisten, serta permainan yang memungkinkan anak untuk berimajinasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua agar dapat mencegah anak terjadinya keterlambatan berbicara yaitu dengan cara rajin mengajak anak berbicara dan berkomunikasi, batasi bermain gawai dan menonton televisi, berikan nutrisi yang cukup pada anak, kenalkan anak nama-nama benda, dan ajak anak dari kecil mendengarkan cerita karena salah satu cara untuk meningkatkan kosa kata anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 4