cover
Contact Name
Eka Damayanti
Contact Email
sipakalebbi@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255104606
Journal Mail Official
eka.damayanti@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan HM Yasin Linpo No 36 Romang Polong Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SIPAKALEBBI
ISSN : 23554337     EISSN : 27162559     DOI : 10.24252/sipakalebbi
JURNAL SIPAKALEBBI is a scholarly journal published and funded by Pusat Studi Gender dan Anak (Center for Gender and Child Studies) LP2M Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The journal publishes 2 issues each year regarding current issues in gender or child regionally or globally.
Articles 98 Documents
KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER PERSPEKTIF AL-QUR’AN Noer Huda Noor
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.711 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v1i1.288

Abstract

  Women in the prophet era were difficult to be leaders in public spheres as they were left behind, dependent on men, sexual objects. However, there is hadis that states women can be leaders in the household, so Islam acknowledges women‟s leadership roles at least for their family. If women‟s capacities in terms of their skills, knowlegde, and leaderships exist, women can become public leaders, more than family leaders. It is, therefore, women are encouraged to study and improve their skills which can lead people around them (particularly men) and provide logical and systematic arguments. If they can achieve these, they have two powerful “guns”, 1. Emotional capacities that leads to hearth, 2. Logical and analytical reasons. These contribute to healthy and stable on women‟s leaderships. Perempuan pada masa Nabi saw. sangat sulit diharapkan untuk tampil sebagai public figur pemimpin, karena pada umumnya mereka masih tertinggal, dipingit, bahkan dijadikan penghibur dan pemuas nafsu. Namun dengan hadis Nabi saw. yang menyatakan bahwa “…..Perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya…… maka Islam mengakui adanya potensi kepemimpinan yang dimiliki oleh perempuan paling tidak dimulai dari rumah tangga. Pada saat seorang perempuan sudah lebih maju pengetahuannya dan kemampuan leadershipnya serta cukup berwawasan, maka ia dapat saja tampil sebagai pemimpin publik, lebih dari skala rumah tangga. Dari sini perempuan dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, sehingga dapat mempengaruhi manusia sekitarnya (terutama kaum lelaki) dengan argumentasi-argumentasi yang logis dan ilmiah. Kalau hal tersebut dapat diraihnya, maka ketika itu perempuan memiliki dua “senjata” yang sangat ampuh, yaitu :1) perasaan halus yang dapat menyentuh qalbu dan 2) argumentasi kuat yang menyentuh nalar. Memiliki kedua hal tersebut secara mantap, maka seorang perempuan dapat mewujudkan kepemimpinan yang sehat dan langgeng
FAKTOR DETERMINAN DEPRESI POSTPARTUM DI WILAYAH KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH Murwati Murwati; Suroso Suroso; Sri Wahyuni
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.148 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v5i1.21074

Abstract

Ibu yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan peran barunya setelah melahirkan dapat mengalami gangguan psikologis seperti depresi postpartum. Prevalensi depresi postpartum diperkirakan berjumlah 1,9% - 82,1% di negara berkembang dan sekitar 5,2% - 74,0% di negara maju. Di Indonesia khususnya di Klaten Jawa Tengah ditemukan sebanyak 36% kejadian depresi postpartum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan depresi postpartum di wilayah Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Sampel penelitian dengan menggunakan purposive consequtive sampling, yaitu ibu nifas hari ke-3 s.d ke-7 dan tidak ada riwayat penyakit menular serta gangguan jiwa. Jumlah sampel kasus yaitu 35 orang dan 70 sampel kontrol (1 : 2). Data diambil dengan menggunakan kuesioner biodata dan EPDS atau Edinburg postnatal Depression Scale dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian depresi postpartum (umur <20 dan >35 tahun) saat melahirkan. Sedangkan pekerjaan, paritas, rencana mempunyai anak, riwayat persalinan, keberadaan orang yang membantu aktifitas sehari-hari, dan kelancaran ASI tidak berhubungan dengan kejadian depresi postpartum.
GENDER DALAM KELUARGA BERENCANA (STUDI KASUS PARTISIPASI SUAMI DALAM MELAKUKAN KONTRASEPSI DI KELURAHAN MACANRE KECAMATAN LILIRILAU KABUPATEN SOPPENG) Nadyah; Ahmad Afiif
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.653 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v4i1.14651

Abstract

Family planning (KB) is one of the government programs to reach a prosperous family by organizing or planning a pregnancy. KB is a means for families to plan the creation of an ideal family, a small, happy and prosperous family. Until now, family planning program in Indonesia has not paid attention to gender equality because in general the target of family planning services is dominated by women. Because of this condition, the purpose of this study is to describe the participation of husbands in the family planning program in this village of Macanre and know what affects the participation of husbands in the family planning program.This type of study uses a descriptive method whereby data collection techniques are conducted with observations, documentation, and a deep interview to the community using sampling techniques with purposive sampling methods. The results were obtained indicating that in contraceptives the involvement of husbands in the village of Macanre very low. This condition is because it is based on the public belief that all responsibility in reproductive health is borne by women (wives), roles and reproductive functions related to the female body (wife) is the responsibility of women without human involvement (husband). People who are still closed and the taboo reproductive health problems are also a factor that causes the low role of husband to the reproductive health of the wife. Based on this, the need for guidance and education on reproductive health to the public is essential to increase knowledge and participation in family planning.
POLA PEMBINAAN AGAMA KOMUNITAS PEREMPUAN NELAYAN DI KABUPATEN SINJAI Syamsuddin Syamsuddin
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.206 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v3i2.11900

Abstract

Penelitian tentang ”Pola Pembinaan Agama Komunitas Perempuan Nelayan Di Kabupaten Sinjai” bertujuan untuk  menganalisis dan mendeskripsikan pola penataan agama pada usia bayi yang dilakukan perempuan nelayan  dan pola sosialisasi agama pada usia anak sekolah yang dilakukan perempuan nelayan di Kabupaten Sinjai. Sedangkan jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan strukutural fungsionalisme, adapun sumber data primer perempuan nelayan berstatus ibu rumah tangga, tokoh masyarakat dan  pemuka agama, teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan teori Miles and Hubermen.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Pola penataan agama pada usia bayi di lakukan pada masa kelahiran dengan penyambutan suara adzan dan qamat, memberikan ASI eksklusif dengan tenang santai, dan sabar, sembari menyanyikan ya belale dan salawat badar, pelaksanaan aqiqah sambil pemberian nama, 2). Pola sosialisasi agama pada usia anak sekolah yaitu mendidik melaksanakan  sholat, mengaji bahkan puasa, melakukan khitaman dan Upacara khatam al-Qur’an. Dengan demikian Pola penataan agama yang dilakukan perempuan nelayan agar berkualitas berlandaskan iman dan dakwah.
PERAN SOSIAL POLITIK PEREMPUAN DALAM PANDANGAN ISLAM Rahmi Damis
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.237 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v1i1.284

Abstract

  According to chapter 65 (1) of Indonesian regulation, the proportion of women’s representatives for political parties must be about 30% from the total candidates of2004-2009 general election. However, community is still reluctant to appoint women if there is man. This article describes social roles for women particularly their strategic participation in politic based on Islam. Keterwakilan perempuan sesuai pasal 65 ayat 1 dalam Undang-Undang tersebut mewajibkan setiap partai politik untuk mengajukan calon sebesar 30 % dari jumlah calon yang akan dipilih dari kaum perempuan pada pemilihan umum tahun 2004 dan 2009. Akan tetapi, dalam masyarakat masih terdapat golongan yang tidak menghendaki perempuan tampil di depan umum di mana terdapat laki. Karena itu, tulisan ini akan membahas peran social perempuan menurut Islam dalam arti ketelibatan perempuan dalam meraih jabatan strategi di bidang politik
PERAN IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI PENGRAJIN TALI JANGKAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAN KELUARGA Abd Gappar Yusuf; Abd. Wahid Al Mubarraq Hamka
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.863 KB) | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v5i2.25518

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dan kendala yang dihadapi ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini menggunakan penilitian kualitatif deskriptif dengan sumber data yaitu 15 ibu rumah tangga di Desa Karama serta menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa pemerintah desa mengeluarkan kebijakan program pemberdayaan ibu rumah tangga dalam profesi sebagai pengrajin tali jangkar. Program pemberdayaan ibu rumah tangga ini terealisasikan melalui beberapa tahap yaitu: 1) Perisapan, 2) Pengkajian, 3) Pelaksanaan, 4) Evaluasi. Adapun beberapa kendala yang dihadapi para ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pengrajin tali jangkar yaitu: 1) Musim, 2) Bahan baku, 3) Pemasaran
FEMINISME DALAM NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL” (TINJAUAN ANALISIS FEMINIS SOSIALIS) Jumharia Djameren; Nuraeni Nuraeni
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.406 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v4i2.18551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah dan melihat kontruksi sosial yang diturunkan oleh sistem patriarki dan kapitalisme terhapap ketertindasan perempuan di dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Saadawi yang diterjemahkan oleh Amir Sutarga. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelititan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori kritik sastra “feminisme sosialis” dalam analisis data. Hasil dari penelitian ini menemukan bentuk bentuk ketidak adilan gender dan ketertindasan perempuan dengan perspektif feminisme sosialis yang terangkum dalam 3 yaitu : Firdauz dalam pusaran kekerasan dan pelecehan sexual, Firdauz wajah kesengsaraan Subordinasi, Marginalisasi dan pertukaran tubuh atas ekonomi keluarga.
DEVELOPING GENDER CURRICULUM IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION Rosita Tandos
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.824 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v4i1.14489

Abstract

Gender equality and justice are among the important topics to discuss not only at the practical level, but also in academic circumstances aiming to enlarge the framework and analysis of the issue. Integrating an Islamic perspective with other disciplines of study is a part of making it more applicable and down to the earth. Using a qualitative method and grounded theory approach, this study explored the point of developing a gender curriculum at Islamic Higher Education interconnected with an Islamic studies’ discussion. The participants of the study were lecturers and students from different faculties (Tarbiyah, Syariah, Ushuluddin, Adab, and Dakwah). The total participants were 50 people (n=50) consisting of 30 lecturers (n=30) and 20 students (n=20). They invited to complete a short list of close-ended questions and answer some open-ended questions covering points related to their knowledge, thoughts, and experiences, as well as topics related to designing a curriculum on gender and how to apply the gender issue. Three theoretical frameworks were used to analyze the topic and findings (Islamic perspective, gender curriculum, and community development theories). The community development approach was mainly used to explore principles and strategies that could be applied for community development to improve the implementation of the functions of Higher Education (conducting education, research, and community empowerment) and a strategic way to turn theories into practice.
PERNIKAHAN ISLAM BERKESETARAAN GENDER Abdillah Mustari
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.685 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v1i1.289

Abstract

  Kedudukan perempuan dan laki-laki dalam perjalanan sejarah mungkin dianggap selesai setelah berlangsung periode demi periode dengan berbagai corak pemikiran yang lebih menempatkan kaum perempuan di bawah superioritas laki-laki, namun pada perkembangannya pikiran yang dianggap selesai tersebut ditemukan sisi yang seharusnya bukanlah merupakan landasan pemikiran, tetapi lebih pada penafsiran yang diakibatkan oleh kultur yang berkembang dalam masyarakat mujtahid terutama imam mazhab yang masyhur. Hingga saat ini otoritas hukum Islam di sejumlah negara muslim tampak belum tergoyahkan oleh gagasan berhaluan analisis gender. Resistensi ini tidak lain disebabkan oleh perbedaan asumsi yang mendasari keduanya. Tidak seperti analisis gender, hukum Islam justru lebih menekankan pada "pembedaan gender" dalam menetapkan posisi ideal laki-laki dan perempuan. Pembedaan ini bahkan boleh dikatakan telah menjadi karakter sosial hukum Islam, yang mejadikan peran dan status gender laki-laki menempati posisi relatif lebih "tinggi" dibandingkan dengan peran dan status yang ditempati perempuan.
POTRET PERAN GENDER KOMUNITAS SUATU MADRASAH TSANAWIYAH DI KAB. GOWA, SULAWESI SELATAN Siti Azisah; Nuryamin Nuryamin
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.351 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v5i1.21083

Abstract

Gender sebagai konstruksi sosial telah disosialisasikan sejak manusia lahir. Laki-laki dan perempuan dibedakan dari berbagai aspek termasuk sifat, peran, tanggung jawab. Perbedaan gender telah menyumbangkan ketidakadilan (inequalities) dalam masyarakat dan bernegara, termasuk sector pendidikan. Sektor Pendidikan merupakan sektor penting untuk pencapaian kesetaraan dan keadilan gender. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran peran gender di suatu madrasah tsanawiah swasta di Kab Gowa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan kerangka analisa penelitian kualitatif dari Taylor and Bogdan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran peran gender pada madrasah ini umumnya adil gender. Pembagian peran warga madrasah nampak adil. Pembagian peran didasarkan pada kompetensi masing-masing. Peserta didik juga memiliki cita-cita pekerjaan yang progressif. Gambaran peran yang adil ini tentunya berbeda dengan penelitian terdahulu yang menggambarkan peran gender secara tidak adil.

Page 4 of 10 | Total Record : 98