cover
Contact Name
Rachma Wikandari
Contact Email
rachma_wikandari@mail.ugm.ac.id
Phone
+6285712601130
Journal Mail Official
agritech@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
agriTECH
ISSN : 02160455     EISSN : 25273825     DOI : 10.22146/agritech
Core Subject : Agriculture,
Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies (PATPI).
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 4 (2014)" : 18 Documents clear
Pengaruh Perendaman Biji Kakao Kering dan Bahan Alat Sangrai terhadap Sifat Fisik dan Profil Senyawa Volatil Kakao Sangrai serta Sifat Sensoris Cokelat Batang yang Dihasilkan Yulius Gae Lada; Supriyanto Supriyanto; Purnama Darmadji
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.335 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9439

Abstract

This research aimed at evaluating the effect of dry cocoa bean soaking and roasting using various type of materials  roaster instrument on the physical properties and profile of volatile compounds of roasted beans as well as sensorial attributes of chocolate bar resulted. Dry beans were soaked into water for 2 h to reduce acidity. Roasting was carried out using several instruments that were made from aluminum, iron and clay to obtain bean moisture content of 2 – 3.5%. Texture, color, and volatile compounds profile of roasted beans as well as sensorial attributes of chocolate bar were studied. Results showed that roasting cooking period (50 minutes) using clay roasting instrument was faster and had highest rate of temperature increase, followed by iron (70 minutes) and aluminum (90 minutes). Dry beans soaking significantly affected beans color (L* and λE value), chocolate bar attributes particularly aroma, acid taste and bitterness, however the instrument material differences had no significant effect on those parameters. The texture of cocoa beans roasted using a roaster of aluminum was the hardest, but it was not affected by the soaking treatment. Roasting of the cocoa beans using a roaster of aluminum, iron and clay produced different profiles on volatile compounds. A roaster of clay produced groups of compounds with the total area of SPME-GC-MS chromatogram was smaller than the roaster of aluminum and iron. The produced chocolate bars through the soaking treatment and roasting using a roaster of clay was preferred by the panelists.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman biji kakao kering dan penyangraian menggunakan berbagai jenis bahan alat sangrai terhadap sifat fisik dan profil senyawa volatil kakao sangrai serta sifat sensoris cokelat batang yang dihasilkan. Biji kakao kering direndam menggunakan air selama 2 jam untuk mengurangi keasaman, kemudian disangrai menggunakan berbagai jenis bahan alat sangrai (alumunium, besi dan tanah liat) hingga kadar air biji kakao sangrai mencapai 2 – 3,5%. Biji kakao kering diamati dan dianalisis sifat fisik dan profil senyawa volatil biji kakao sangrai serta sifat sensoris cokelat batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat sangrai dari tanah liat lebih cepat dalam mematangkan biji kakao kering menjadi biji sangrai (50 menit) dengan laju peningkatan suhu yang cepat dan tinggi, selanjutnya diikuti dengan alat sangrai yang terbuat dari besi (70 menit) dan alumunium (90 menit). Perlakuan perendaman biji kakao kering berpengaruh nyata terhadap warna biji sangrai (nilai L* dan λE) dan sifat sensoris cokelat batang yang dihasilkan terutama aroma cokelat, rasa asam dan pahit, sedangkan perlakuan bahan alat sangrai tidak berpengaruh nyata. Tekstur biji kakao dari hasil penyangraian menggunakan alat sangrai dari alumunium adalah paling keras, tetapi tidak dipengaruhi oleh perlakuan perendaman. Penyangraian biji kakao menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis.
Kajian Teknis-Ekonomis Alat Pengering Pati Sagu Model Cross Flow Vibro Fluidized Bed Abadi Jading; Paulus Payung; Reniana Reniana
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.958 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9440

Abstract

The purpose of this research was to evaluate performance of vibro cross flow fluidized bed dryer using biomass fuel for drying sago starch. The phase of research were evaluation of dryer heated by a biomass stove using coconut shell as a fuel and observation of the drying temperature, moisture content, drying time, energy analysis, and drying effiviency, as well as calculation of its economic analysis. The dryer has dimension of 200x50x1500 cm for length, width, hight, respectively, and working capacity of 35kg/process. The results showed that biomass fuel consumption for drying sago starch for 7 hours was 12740,00 MJ (70 kg/process) and electricity consumption for blower and vibrator was 37,80 MJ. Furthermore, the dryer reduced moisture content of sago starch from 42% (wb) to 12% (wb) with temperature in the vibrator chamber of 40-60 oC and relative humidity of 50%, as well as ambient temperature of 30 3C and drying efficiency of 46,02%. Economic analysis showed that the dryer had NPV of Rp. 16.002.858, BCR of 1,53, IRR of 35%, and PBP of 3,51 years.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah melakukan pengujian terhadap alat pengering pati berbasis sagu model cross flow vibrofluidized bed bertenaga biomassa. Tahapan penelitian meliputi pengujian alat pengering menggunakan tungku biomassa berbahan bakar tempurung kelapa dengan melakukan pengamatan suhu selama pengeringan, penurunan kadar air, waktu pengeringan, kebutuhan energi, efisiensi pengering, dan analisis finansial. Konstruksi alat pengering pati sagu model vibro fluidized bed bertenaga biomassa berukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing (200x50x1500) cm, serta memiliki daya tampung atau kapasitas maksimum pati sagu basah 35 kg/proses. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat pengering ini mampu mengeringkan pati sagu selama 7 jam, dengan konsumsi bahan bakar tempurung kelapa sebanyak 70 kg/proses (1274MJ), kebutuhan daya listrik untuk tenaga blower dan vibrator(37,80 MJ), serta mampu menurunkan kadar air pati sagu dari 42%bb menjadi 12%bb dengan suhu dalam ruang vibrator adalah 40-60 oC, RH 50%, suhu lingkungan 30C dan efisiensi pemanasan (pengeringan) 46,02%.Hasil analisis finansial menunjukan bahwa investasi alat pengering vibro fluidized bedsangat layak dilaksanakan berdasarkan kriteria NPV = Rp. 16.002.858, BCR= 1,53, IRR= 35%, dan PBP tertutupi setelah 3,51 tahun.
Rancang Bangun Fermentor Yogurt dengan Sistem Kontrol Logika Fuzzy Menggunakan Mikrokontroler ATMega32 Dimas Firmanda Al Riza; Retno Damayanti; Yusuf Hendrawan
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.041 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9441

Abstract

Yogurt is milk fermented product that becomes popular recently. In yogurt processing, fermenter is the main device. Lactobacillus sp. and Streptococcus sp. are two probiotic bacteria species that are common to be used in yogurt fermentation process. Both bacteria grow well in a specific range of temperature between 40-45 C, so temperature control in fermenter operational becomes one of the important things to ensure speed and quality of fermentation process. Fermentation process is a process with high degree of uncertainty and categorized as non-linear time invariant system. Thus, classical control system method is difficult to be implemented. To overcome this issue, intelligent control system can be implemented to yogurt’s fermenter temperature control. One of intelligent control system method that can be implemented is fuzzy logic-based control system. In this study, fuzzy control system has been designed and implemented for fermenter temperature control. Control system algorithm is integrated in ATMega16 (for On-Off logic control) and ATMega32 (for Fuzzy Logic control) microcontrollers. Experimental results of fermenter control system shows that temperature profile of fermenter with fuzzy logic control system is more stable by settling time around an hour and 15 minutes and error average of -0.36 oC. Fermentation process for 16 hours with fuzzy logic controller produce yogurt with pH value of 3.66, total number of Lactobacillus sp. is 4.85 x 10 cfu/mL and Streptococcus sp. is 1.34 x 106 cfu/mL.ABSTRAKYogurt merupakan produk olahan susu terfermentasi yang akhir-akhir ini mulai banyak disukai oleh masyarakat. Pada pengolahan susu menjadi yogurt, fermentor digunakan sebagai alat utama. Lactobacillus sp. dan Streptococcus sp. merupakan dua spesies bakteri yang biasa digunakan dalam proses fermentasi yogurt. Kedua jenis bakteri ini tumbuh dengan baik pada suhu yang spesifik yaitu antara 40–45 C, sehingga pengendalian suhu pada operasi fermentor merupakan hal yang penting agar proses fermentasi dapat berjalan secara cepat dan baik. Proses fermentasi merupakan proses yang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dan merupakan sistem non-linear time variant, sehingga desain sistem kontrol klasik akan sulit untuk diterapkan. Untuk mengatasi hal ini sistem kontrol cerdas dapat untuk diimplementasikan pada pengendalian suhu fermentor yogurt. Salah satu dari metode sistem kontrol cerdas yang dapat digunakan adalah sistem kontrol dengan logika fuzzy. Pada penelitian ini telah dilakukan rancang bangun sistem pengendalian suhu berbasis algoritma fuzzy pada fermentor yogurt. Algoritma sistem kendali diintegrasikan dalam mikrokontroler ATMega16 (untuk logika ON-OFF) dan ATMega32 (untuk logika fuzzy). Hasil uji sistem pengendalian suhu fermentor menunjukkan bahwa dengan menggunakan algoritma fuzzy sistem pengendalian lebih stabil dengan settling time selama 1 jam 20 menit dan rata-rata error sebesar -0,36 oC. Proses fermentasi selama 16 jam menggunakan fermentor dengan kontroler fuzzy menghasilkan yogurt dengan pH sebesar 3,66, jumlah mikroba Lactobacillus sp. sebanyak 4,85 x 108cfu/mL, dan Streptococcus sp. sebanyak 1,34 x 10 6 cfu/mL.
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Berdasarkan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan Ruslan Wirosoedarmo; Jhohanes Bambang Rahadi Widiatmono; Yoni Widyoseno
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.818 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9442

Abstract

Many environmental damages and disasters represent environmental problem because the supportability of life environment is exceeded. This excess is occurred because environmental supportability is weakened. The problem of human in using the space in the environment is that how to make the environment and its ecosystem to support the living in sustainable manner to produce reliable welfare. One effort to balance the use of natural resource and living environment is through spatial management to preserve the life environment function. The supportability of life environment is the most important consideration in the space order, especially the arrangement of regional space order plan (RTRW – Rencana Tata Ruang Wilayah) or the evaluation of space utilization. An approach used to determine the supportability of environment is through spatial data approach. The development of geographic information system (SIG – Sistem Informasi Geografi) brings a new hope for the optimization of environmental-based development, the provision of spatial information about the characteristic of a region, and the ability of SIG in manufacturing the spatial view for detail land opening and closing. The objective of this research is to evaluate the existing land compatibility and RTRW for period 2011-2031 at Ponorogo District based on the land capability and to provide recommendations about space order which aligns with environmental supportability. Research method is spatial analysis. This analysis produces map overlay as the visualization of result of land capability clarification. Result of research indicates that the use of existing land at Ponorogo District is already compatible to the direction of spatial use. However, some lands are not complying with this direction. The land use at Ponorogo District should obey the direction to preserve the land capability and the environmental supportability.ABSTRAKBerbagai bentuk kerusakan  dan bencana lingkungan seringkali merupakan permasalahan lingkungan yang timbul akibat daya dukung lingkungan hidup telah terlampaui. Terlampauinya daya dukung lingkungan umumnya timbul melampaui kemampuan lingkungan yang mendukungnya. Salah satu bentuk upaya menyeimbangkan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup adalah melalui proses penataan ruang yang berbasis tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup. Daya dukung lingkungan hidup seharusnya menjadi salah satu pertimbangan terpenting dalam penataan ruang, baik dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun dalam evaluasi pemanfaatan ruang. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan daya dukung lingkungan adalah melalui pendekatan berbasis data spasial. Melalui perkembangan sistem informasi geografi (SIG) memberikan harapan baru untuk mengoptimalkan upaya pembangunan berbasis lingkungan, selain untuk memberikan informasi spasial akan karakteristik suatu wilayah, SIG juga dapat memberikan gambaran spasial akan peruntukan dan penutupan lahan secara rinci. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan (existing) maupun RTRW 20112031 Kabupaten Ponorogo terhadap kesesuaian penggunaan lahan berdasarkan kemampuan lahannya serta memberikan rekomendasi penataan ruang yang selaras dengan daya dukung lingkungan. Penelitian ini menggunakan Metode analisa spasial. Analisa spasial dari hasil overlay peta sebagai visualisasi hasil pengklasifikasian kemampuan lahan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan lahan (existing) Kabupaten Ponorogo sudah sesuai dengan arahan pemanfaatannya ruangnya, namun masih ada juga yang belum sesuai dengan arahan pemanfaatannya. Pemanfaatan lahan di Kabupaten Ponorogo harusnya disesuaikan dengan arahan penggunaan lahannya agar dapat sesuai dengankemampuan lahan dan daya lingkungan.
Penentuan Parameter Desain Roda Besi Bersirip melalui Pengukuran Tahanan Penetrasi Tanah di Sawah Taufik Rizaldi; Wawan Hermawan; Tineke Mandang; Setyo Pertiwi
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.027 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9443

Abstract

The objective of this study was to predict the design parameters of lugged wheel that fit through the soil penetration resistance measurement directly in paddy fields. Location of the study was on paddy fields in the village Situ Gede Bogor, West Java. Penetrometer with a plate size of 5 cm x 20 cm is used to press the soil to a depth of 20 cm with inclination press angle of 90o, 75o, 60o, 45o and 30o. Data were analyzed by linear regression method to obtain the relationship between the pressure force and depth presseure for each different inclination of pressure angle. By using the equation of force generated by active lug wheels were touching the soil and the resulting linear regression equation to predict the lugged wheel design for two-wheeled tractor (Yanmar TF85 MLY-in). Tractor assumed to be operating at 15 cm sinkage so that the selected design is a design in which the resulting reaction force able to resist the load supplied by the tractor and implement and used the most minimum construction materials. The results of the calculations recommended number of lugs 12, 45o angle of lugs, width of lugs 10 cm, length of lugs 35 cm, outer diameter wheels 84 cm is the lugged wheel design optimum.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi parameter desain roda besi bersirip yang sesuai melalui pengukuran tahanan penetrasi tanah secara langsung di lahan sawah. Lokasi penelitian berada pada lahan sawah di Desa Situ Gede Bogor, Jawa Barat. Penetrometer dengan ukuran plat 5 cm x 20 cm digunakan untuk menekan tanah sampai kedalaman 20 cm dengan kemiringan sudut tekan 90o, 75o, 60o, 45odan 30. Data dianalisis dengan metode regresi linier untuk memperoleh hubungan antara gaya penekanan dan kedalaman penekanan untuk tiap sudut penekanan yang berbeda. Dengan menggunakan persamaan gaya yang dihasilkan oleh sirip aktif roda yang menyentuh tanah dan persamaan regresi linier yang dihasilkan maka dapat diprediksi desain roda besi bersirip untuk traktor roda dua (yanmar TF85 MLY-di). Traktor diasumsikan beroperasi pada sinkage 15 cm sehingga desain yang dipilih adalah desain di mana gaya reaksi yang dihasilkan mampu mengatasi beban yang diberikan oleh traktor dan implemen serta penggunaan bahan konstruksi yang paling minimum. Hasil perhitungan merekomendasikan jumlah sirip 12, sudut sirip 45o, lebar sirip 10 cm, panjang sirip 35 cm, diameter luar roda 84 cm adalah desain roda besi bersirip yang optimum.
Reviewer Volume 34, Tahun 2014 Reviewer Volume 34, Tahun 2014
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.987 KB) | DOI: 10.22146/agritech.22027

Abstract

Abdul Rahim, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno-Hatta Km. 9, Palu 94118Abdul Rozaq, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281Achmad Subagio, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jl. Kalimantan 37, Jember 68121Adi Ruswanto, Institut Pertanian Stiper, Jl. Nangka II Maguwoharjo, Depok, Sleman, YogyakartaAgnes Murdiati, Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281Agung Prabowo, Balai Besar Pengembangan Mekanikasi Pertanian Situgadung, Tromol Pos 2, Serpong 15310, Tangerang, BantenAhmad Munir, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Jl. P. Kemerdekaan Km. 11, Tamalanrea, Makassar 90245Ambar Pertiwiningrum, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Jl. Fauna No. 3 Bulaksumur, Yogyakarta 55281Ambar Rukmini, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Widya Mataram, Ndalem Mangkubumen KT III/ 237 Yogyakarta 55132Ansar, Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram, Jl. Majapahit No. 62, MataramArief Sabdo Yuwono, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus Darmaga, Po Box 220 Bogor
Indeks Penulis Volume 34, Tahun 2014 Indeks Penulis Volume 34, Tahun 2014
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.464 KB) | DOI: 10.22146/agritech.22029

Abstract

Adzkiya, M.A.Z. 82Agus, A. 160Aini, N. 50Alam, N. 390Aminah, S. 151Anandito, B.K. 36Andarwulan, N. 14Arif, S.S. 203Astuti, N. 415Astuti, R. 151Astuti, S. 382Azima, F. 316
Indeks Subjek Volume 34, Tahun 2014 Indeks Subjek Volume 34, Tahun 2014
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.208 KB) | DOI: 10.22146/agritech.22030

Abstract

Acceptability 285Acceptability and quality of the meat 415Acetic acid 298Active edible film 72Activated sludge 57Actuators 213Agroindustry performance 184Antagonism 430Anthocyanin 291, 374Antibacterial activity 8Antifungal 1Antimicrobial 127Antioxidant 65, 113, 127, 291, 415Antioxidant activity 399Antioxidative activity 113Arrowroot starch 14Ascorbic acid 138ASLT method 29Autoclaving-cooling cycles 146

Page 2 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 45, No 3 (2025) Vol 45, No 2 (2025) Vol 45, No 1 (2025) Vol 44, No 4 (2024) Vol 44, No 3 (2024) Vol 44, No 2 (2024) Vol 44, No 1 (2024) Vol 43, No 4 (2023) Vol 43, No 3 (2023) Vol 43, No 2 (2023) Vol 43, No 1 (2023) Vol 42, No 4 (2022) Vol 42, No 3 (2022) Vol 42, No 2 (2022) Vol 42, No 1 (2022) Vol 41, No 4 (2021) Vol 41, No 3 (2021) Vol 41, No 2 (2021) Vol 41, No 1 (2021) Vol 40, No 4 (2020) Vol 40, No 3 (2020) Vol 40, No 2 (2020) Vol 40, No 1 (2020) Vol 39, No 4 (2019) Vol 39, No 3 (2019) Vol 39, No 2 (2019) Vol 39, No 1 (2019) Vol 38, No 4 (2018) Vol 38, No 3 (2018) Vol 38, No 2 (2018) Vol 38, No 1 (2018) Vol 37, No 4 (2017) Vol 37, No 3 (2017) Vol 37, No 2 (2017) Vol 37, No 1 (2017) Vol 36, No 4 (2016) Vol 36, No 3 (2016) Vol 36, No 2 (2016) Vol 36, No 1 (2016) Vol 35, No 4 (2015) Vol 35, No 3 (2015) Vol 35, No 2 (2015) Vol 35, No 1 (2015) Vol 34, No 4 (2014) Vol 34, No 3 (2014) Vol 34, No 2 (2014) Vol 34, No 1 (2014) Vol 33, No 4 (2013) Vol 33, No 3 (2013) Vol 33, No 2 (2013) Vol 33, No 1 (2013) Vol 32, No 4 (2012) Vol 32, No 3 (2012) Vol 32, No 2 (2012) Vol 32, No 1 (2012) Vol 31, No 4 (2011) Vol 31, No 3 (2011) Vol 31, No 2 (2011) Vol 31, No 1 (2011) Vol 30, No 4 (2010) Vol 30, No 3 (2010) Vol 30, No 2 (2010) Vol 30, No 1 (2010) Vol 29, No 4 (2009) Vol 29, No 3 (2009) Vol 29, No 2 (2009) Vol 29, No 1 (2009) Vol 28, No 4 (2008) Vol 28, No 3 (2008) Vol 28, No 2 (2008) Vol 28, No 1 (2008) Vol 27, No 4 (2007) Vol 27, No 3 (2007) Vol 27, No 2 (2007) Vol 27, No 1 (2007) Vol 26, No 4 (2006) Vol 26, No 3 (2006) Vol 26, No 2 (2006) Vol 26, No 1 (2006) Vol 25, No 4 (2005) Vol 25, No 3 (2005) Vol 25, No 2 (2005) Vol 25, No 1 (2005) Vol 24, No 4 (2004) Vol 24, No 3 (2004) Vol 24, No 2 (2004) Vol 24, No 1 (2004) Vol 23, No 4 (2003) Vol 23, No 3 (2003) Vol 23, No 2 (2003) Vol 23, No 1 (2003) Vol 22, No 4 (2002) Vol 22, No 3 (2002) Vol 22, No 2 (2002) Vol 22, No 1 (2002) Vol 21, No 4 (2001) Vol 21, No 3 (2001) Vol 21, No 2 (2001) Vol 21, No 1 (2001) Vol 20, No 4 (2000) Vol 20, No 3 (2000) Vol 20, No 2 (2000) Vol 20, No 1 (2000) Vol 19, No 4 (1999) Vol 19, No 3 (1999) Vol 19, No 2 (1999) Vol 19, No 1 (1999) Vol 18, No 4 (1998) Vol 18, No 3 (1998) Vol 18, No 2 (1998) Vol 18, No 1 (1998) Vol 17, No 4 (1997) Vol 17, No 3 (1997) Vol 17, No 2 (1997) Vol 17, No 1 (1997) Vol 16, No 4 (1996) Vol 16, No 3 (1996) Vol 16, No 2 (1996) Vol 16, No 1 (1996) Vol 15, No 4 (1995) Vol 14, No 3 (1994) Vol 14, No 2 (1994) Vol 14, No 1 (1994) Vol 13, No 4 (1993) Vol 13, No 3 (1993) Vol 13, No 2 (1993) Vol 13, No 1 (1993) Vol 12, No 4 (1992) Vol 12, No 3 (1992) Vol 12, No 2 (1992) Vol 12, No 1 (1992) Vol 11, No 4 (1991) Vol 11, No 3 (1991) Vol 11, No 2 (1991) Vol 11, No 1 (1991) Vol 10, No 4 (1990) Vol 10, No 3 (1990) Vol 10, No 2 (1990) Vol 10, No 1 (1990) Vol 9, No 4 (1989) Vol 9, No 3 (1989) Vol 9, No 2 (1989) Vol 9, No 1 (1989) Vol 8, No 4 (1988) Vol 8, No 3 (1988) Vol 8, No 2 (1988) Vol 8, No 1 (1988) Vol 7, No 2 (1987) Vol 7, No 1 (1987) Vol 6, No 1 & 2 (1986) Vol 5, No 1 & 2 (1985) Vol 4, No 2,3, & 4 (1984) Vol 4, No 1 (1984) Vol 3, No 3 (1982) Vol 3, No 1 (1982) Vol 2, No 4 (1981) Vol 2, No 3 (1981) Vol 2, No 2 (1981) Vol 2, No 1 (1981) Vol 1, No 3 (1980) Vol 1, No 2 (1980) Vol 1, No 1 (1980) More Issue