cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2024)" : 5 Documents clear
Pemeriksaan CBCT pada ankilosis unilateral TMJ disertai kecurigaan fibrous dysplasia pada ramus mandibula Asymal, Alhidayati; Priaminiarti, Menik; Handoko, Stefano Aditya; Susanti, Laura
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.82274

Abstract

Ankilosis berasal dari bahasa Yunani yang merujuk pada kondisi “kaku sendi” yang menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh mobilitas TMJ yang disebabkan oleh trauma, infeksi, maupun penyakit sistemik. Ankilosis dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien karena keterbatasan pembukaan mulut sehingga mengganggu proses pengunyahan dan fungsi bicara serta meningkatkan resiko terjadinya karies. Ankilosis yang disertai lesi fibro osseous dapat terjadi pada regio TMJ dan merupakan kasus yang langka. Lesi fibro osseous bila mengenai TMJakan menyebabkan ankilosis yang ditandai dengan keterbatasan mobilitas rahang bawah. CBCT merupakan sarana pencitraan yang memiliki kemampuan untuk menampilkan gambaran tiga dimensi dan dapat memberikan kemampuan diagnostik berbagai kelainan pada rahang dengan sangat baik termasuk pada TMJ. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kelainan ankilosis yang disertai lesi hypodensity (radiolusen) yang ditemukan secara tidak sengajapada ramus mandibula kanan dan kiri. Pasien perempuan berusia 25 tahun datang dengan keluhan utama sering timbul bengkak pada pipi kiri disertai bunyi sendi sisi kiri sejak 4 tahun yang sebelumnya dan tidak bisa membuka mulut lebar sejak 3 bulan yang lalu. Dari anamnesa didapatkan informasi bahwa pasien memiliki riwayat trauma akibat kecelakaan 7 tahun yang sebelumnya. Gambaran CBCT potongan sagital dan koronal menunjukkan adanya penyatuan TMJ kiri serta struktur anatomi TMJ yang tidak dapat diidentifikasi. Hasil pemeriksaan histopatologi (HPA) pada lesi hypodense menunjukkan keping trabekula tulang yang menunjukkan kemungkinan ke arah fibro-osseous lesion.
Perawatan saluran akar teknik crown-down pada gigi anterior kiri rahang atas Sabiella, Herna Alvi; Nurdin, Denny
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.98863

Abstract

Perawatan saluran akar merupakan perawatan yang dilakukan dengan cara mengambil seluruh jaringan pulpa yang terinfeksi dari kamar pulpa dan saluran akar, kemudian saluran akar dibersihkan, dibentuk dan diisi dengan bahan pengisi saluran akar. Preparasi saluran akar merupakan salah satu tahapan yang penting dalam keberhasilan perawatan saluran akar. Teknik preparasi crown-down merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk preparasisaluran akar. Teknik ini dilakukan dan diharapkan mampu memberikan hasil preparasi dan obturasi saluran akar yang hermetis. Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang dengan keluhan gigi kiri depan rahang atas yang sudah ditambal sejak 9 tahun yang lalu berubah warna dan terlihat adanya bayangan hitam. Pemeriksaan menunjukkan gigi 21 mengalami nekrosis pulpa disertai periodontitis apikalis simtomatik. Rencana perawatan akan dilakukan perawatan saluran akar gigi 21. Perawatan saluran akar diawali dengan access opening, preparasi saluranakar dengan teknik crown-down menggunakan Protaper hand-use, dan obturasi dengan gutta percha Protaper F4. Preparasi saluran akar dengan teknik crown-down menggunakan Protaper hand-use menunjukkan hasil preparasi yang baik sehingga dihasilkan obturasi yang hermetis yang menunjang keberhasilan perawatan saluran akar.
Hubungan akar gigi molar kedua maksila dengan dasar sinus maksila pada pria dan wanita: studi pada radiograf panoramik Putri, Ni Luh Putu Sandrina; Widyaningrum, Rini; Haryosuwandito, Erdananda
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.100565

Abstract

Sinus maksilaris merupakan struktur anatomi vital yang berada di atas gigi posterior rahang atas dengan variasi perluasan anatomis yang beragam. Kedekatan akar gigi terhadap sinus maksilaris dapat berkaitan dengan komplikasi yang tidak diinginkan yang menyertai tindakan klinis. Radiograf panoramik dapat digunakan sebagai pemeriksaan penunjang untuk menganalisis kedekatan struktur anatomi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis gigi molar kedua kanan dan kiri serta jenis kelamin terhadap keterdekatan akar mesiobukal dengan sinus maksilaris. Sampel penelitian berjumlah 164 sampel radiograf panoramik digital (81 pria dan 81 wanita) berusia 20-40 tahun yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel diperoleh secara retrospektif dari Instalasi Radiologi Dentomaksilofasial RSGM UGM Prof. Soedomo. Pengamatan radiografis hubungan akar mesiobukal gigi molar kedua terhadap dasar sinus maksilaris dikategorikan menjadi tiga tipe, yaitu tipe 0 (akar tidak berkontak dengan dasar sinus), tipe 1 (akar berkontak dengan tepi kortikal sinus), dan tipe 3 (akar menembus kedalam rongga sinus). Hasil uji korelasi dengan Coefficient Contingency menunjukkan tidak terdapat hubungan antara molar kedua sisi kanan dan kiri terhadap tipe keterdekatan akar gigi terhadap sinus (p > 0,05) serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin terhadap tipe keterdekatan akar gigi terhadap sinus (p > 0,05). Melalui analisis Coefficient Contingency C diperoleh korelasi variabel jenis kelamin (C = 0,117) yang menunjukkan keeratan hubungan yang lebih tinggi terhadap kedekatan akar gigi terhadap sinus maksilaris dibandingkan dengan jenis gigi (C = 0,036), namun demikian korelasi antar variabel tersebut tidak signifikan.
Management of erosive oral lichen planus Naritasari, Fimma; Argadianti, Ayu Fresno; Fadilah, Nida Arum
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.101017

Abstract

Oral lichen planus (OLP) is an autoimmune disease that commonly affects the mucocutaneous area. The etiology of OLP remains unclear, but several factors are considered risk factors, such as chronic liver disease (hepatitis C infection), stress, genetics, hypertension, diabetes, smoking, and tobacco chewing. OLP often causes pain, especially during exacerbation periods. OLP management aims to reduce symptoms, improve clinical conditions, reduce the riskof oral cancer, and maintain oral health. This case report presents a case of OLP in a 54-year-old Javanese female patient with complaints of pain in her oral cavity that persisted for three weeks. The same condition occurred three months earlier, but it resolved without treatment. Clinical examination of pathognomonic features of OLP in the form of white, mesh-shaped lesions (Wickham striae) on the buccal and gingival mucosa is the basis for determining thediagnosis of OLP. The ulcerative type of OLP is established based on the appearance of ulcerated lesions in the tongue area and complaints of pain. The patient had a history of hypertension with regular consumption of captopril for the past three years., but there was no documented history of allergies. The results of the psychological assessment with DASS-42 revealed that the patient experienced very severe anxiety, moderate depression, and mild stress. Management in this case was done by prescribing topical corticosteroid, which is dexamethasone mouthwash, whichwas gargled by the patient twice a day. One month after therapy, the ulcerative lesions on the tongue resolved entirely, and pain complaints disappeared. In this case, topical corticosteroids effectively reduced symptoms and improved the clinical condition. However, long-term follow-ups are necessary to ensure that the lesion does not transform into a malignant lesion.
The relationship between occlusal support zones and blood glucose levels: the moderating role of carbohydrate and fiber intake frequency Rakasiwi, Arfita Ajeng Dewi; Amalia, Rosa; Priyono, Bambang
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.101167

Abstract

Blood glucose levels are influenced by carbohydrate and fiber intake. A diet high in carbohydrates and low in fiber can elevate blood glucose levels. The impact of carbohydrate and fiber intake is mediated by masticatory function, which depends on the occlusal contact of the posterior teeth. The aim of this study was to examine the relationship between the occlusal support zone and blood glucose levels, with the frequency of carbohydrate and fiber consumption actingas moderating variables. This research employed an observational analytic design using a cross-sectional method. The sample consisted of 33 elderly individuals, aged 60 to 74 years, from Kalibening Village, Dukun Subdistrict, Magelang Regency, selected through accidental sampling. Blood glucose levels were measured using the Accu-Chek test, occlusal support zones were assessed with the Eichner index, and the frequency of carbohydrate and fiber intake was recorded through a 4-day food diary questionnaire. The examination data were analyzed using pathanalysis. The results of the analysis showed no significant direct relationship between the occlusal support zone and blood glucose levels (p = 0.76; r = 0.003). However, when the frequency of carbohydrate consumption was included as a moderating variable, a significant relationship was found (p = 0.008). In contrast, when the moderating variable was the frequency of fiber consumption (p = 0.97), no significant relationship was observed. The study concludes thatthere is a relationship between the occlusal support zone and blood glucose levels in the elderly, with the frequency of carbohydrate consumption as a moderating variable. However, no relationship was found between the occlusal support zone and blood glucose levels when the frequency of fiber consumption was the moderating variable.

Page 1 of 1 | Total Record : 5