cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia
ISSN : 24600164     EISSN : 24422576     DOI : https://doi.org/10.22146/majkedgiind.36959
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2010): August" : 16 Documents clear
Pemasangan Implan Endodontik sebagai Stabilisator Pasca Apikoektomi Gigi Premolar Dua Kanan Bawah Andreas Edwin; Wignyo Hadriyanto; Diatri Nari Ratih
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 17, No 1 (2010): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2169.178 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.15980

Abstract

Latar Belakang: Gigi yang tidak didukung akar yang cukup panjang akan kesulitan menahan beban kunyah dan akan terjadi kegoyahan. Implan endodontik dapat digunakan sebagai alternatif stabilisator pada gigi dengan panjang akar yang tidak memadai. Tujuan: untuk memberikan informasi mengenai perawatan gigi premolar kedua bawah kanan yang mengalami perforasi eksternal dan harus menjalani perawatan apikoektomi dengan menggunakan MOl sebagai stabilisator endodontik. Kasus: seorang wanita, 23 tahun, datang dalam keadaan gigi sakit sebelah belakang kanan bawah. Beberapa tahun yang lalu pasien menjalani operasi pengambilan gigi supernumerary pada area tersebut. Beberapa bulan setelah operasi pasien mengeluhkan adanya rasa nyeri. Gambaran radiograf tampak ada area radiolusen bagian mesial gigi 46 dan di bagian distal gigi 45. Hal ini diperkirakan karena tindakan iatrogenik operasi pengambilan gigi supernumerary. Gigi 45 dirawat dengan prosedur apikoektomi dilanjutkan dengan bedah pemasangan implan endodontik sebagai stabilisator. Manajemen kasus: dilakukan bedah apikoektomi, bersamaan dengan bedah apikoektomi dilakukan pemasangan implan endodontik. Material implan yang digunakan adalah Mini Oental lmplant berukuran 1,8 mm panjang 15 mm. Bagian akar yang berbatasan dengan implan ditutup dengan MTA sebagai penutup tepi. Kesimpulan: pemasangan implan endodontik pada gigi 45 telah di evaluasi selama 45 hari sejak prosedur bedah dilakukan menunjukkan pasien tidak mengalami keluhan dan secara klinis tidak ada kelainan pada gigi 45 tersebut. Gigi siap direstorasi dengan mahkota jembatan porselen fusi metal.
Apeksifikasi Akibat Trauma Menggunakan Kalsium Hidroksida pada Anak Umur 8 Tahun Dewi Elianora; Putri Kusuma Wardhani Mahendra; Siti Bale Sri Rantinah
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 17, No 1 (2010): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.16 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.16018

Abstract

Kasus trauma banyak terjadi pada gigi permanen muda. Salah satu perawatan yang dilakukan adalah dengan apeksifikasi, dan bahan yang sering dipakai adalah kalsium hidroksid. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dari apeksifikasi. Dilaporkan anak dengan usia 8 tahun yang mengalami trauma pada gigi 21. Keadaan gigi non vital, pemeriksaan radiografi menunjukkan terdapat area radiolusen pada ujung akar dan terlihat ujung akar masih terbuka. Dilakukan apeksifikasi dengan mengunakan bahan kalsium hidroksida. Evaluasi dengan pemeriksaan radiografi setelah 3 bulan menunjukkan hilangnya area radiolusen dan ujung akar sudah menutup. Evaluasi 6 bulan terdapat pertambahan panjang akar.
Apeksifikasi Menggunakan Mineral Trioxide Aggregate dan Restorasi Resin Komposit dengan Pasak Fiber Reinforced Composite Ida Ayu Tribumiana; Raphael Tri Endra Untara
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 17, No 1 (2010): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2002.282 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.16021

Abstract

Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan MTA (Mineral Trioxide Aggregate) sebagai bahan apeksifikasi dan bleaching intrakoronal serta restorasi resin komposit dengan FRC (Fiber Reinforced Composite) pada gigi insisivus sentralis kiri maksila, sehingga dapat mempertahankan dan mengembalikan fungsi gigi. Seorang pasien wan ita muda datang ke RSGM Prof. Soedomo untuk merawatkan gigi depan atas kiri yang patah ketika berusia 10 tahun. Diagnosa gigi insisivus sentralis kiri maksila fraktur Kelas III Ellis, pulpa nekrosis dengan lesi periapikal, apeks terbuka, dan diskolorasi. Prosedur perawatan diawali dengan preparasi saluran akar teknik konvensional, apeksifikasi menggunakan MTA dan bleaching intrakoronal teknik walking bleach. Restorasi resin komposit aktivasi sinar kavitas kelas IV dengan pasak FRC. Hasil evaluasi klinis dan radiografis setelah 3 bulan menunjukkan perbaikan lesi periapikal, warna restorasi resin komposit tidak berubah, bentuk dan kontur gigi baik, kerapatan tepi baik, dan pasien merasa puas dengan perawatan yang telah dilakukan. Fungsi gigi juga telah dapat dikembalikan, antara lain fungsi estetik dan fonetik.
Ekspresi Gen CYP19 Aromatase, Estrogen, Androgen pada penderita Periodontitis Agresif Dahlia Herawati; Sri Kadarsih; Wayan T Artama; S. Suryono
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 17, No 1 (2010): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2298.773 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.15973

Abstract

Kepadatan tulang tubuh ditentukan oleh gen CYP19 aromatase, hormon estrogen dan androgen. Pada periodontitis agresif terjadi perkembangan cepat kerusakan tulang alveolar, dan kerusakan tulang alveoler tersebut tidak diimbangioleh regenerasi tulang. Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan ekspresi gen CYP19 aromatase, estrogen, androgen pada penderita periodontitis agresif agar dapat untuk menjadi pertimbangan pada saat melakukan perawatan periodontal. Metode penelitian, pemeriksaan ekspresi gen aromatse CYP19 berasal dari spesimen tulang alveolar menggunakan imunohistokimia, pengukuran hormon estrogen dan androgen dari serum menggunakan Vidas: Elfa. Hasil penelitian ekspresi gene CYP19 aromatase pada periodontitis agresif menunjukkan gambaran lebih rendah densitasnya dibandingkan pada nonperiodontitis. Estrogen dan androgen pad aperiodontitis agresif ada kecenderungan lebih rendah dibandingkan pada nonperiodontitis. Kesimpulan regenerasi tulang alveoler pad a periodontitis agresif terhambat karena sedikitnya gen CYP19 aromatase dan hormon estrogen dan androgen yang berperan pada pembentukan tulang alveoler kurang memadai.
Cairan Sulkus Gingiva sebagai Indikator Keadaan Jaringan Periodontal Sara Ekaputri; Sri Lelyati C Masulili
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 17, No 1 (2010): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2088.179 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.16069

Abstract

Cairan sulkus gingiva (CSG) adalah suatu produk filtrasi fisiologis dari pembuluh darah yang termodifikasi, karena asalnya dari darah maka komposisi CSG hampir sama dengan darah. Cairan ini diketahui berperan dalam patogenesis terjadinya penyakit atau kelainan periodontal, sehingga pengukuran terhadap adanya mediator-mediator inflamasi di dalam CSG ini dapat digunakan untuk mengevaluasi adanya faktor-faktor risiko terhadap kehilangan perlekatan gingiva hingga kerusakan tulang alveolar. Tujuan dari pemeriksaan CSG adalah untuk menganalisis bagaimana kondisi inflamasi dari jaringan periodontal yang kemungkinan akan mengakibatkan resorbsi jaringan periodontal yang lebih lanjut. Pada umumnya, dari CSG dapat dideteksi adanya indikator-indikator inflamasi seperti imunoglobulin, komplemen, aktivasi komplell)en, komponen-komponen respon imun, serta indikator lain yang dapat berperan dalam resorbsi tulang alveolar. Dari pembahasan inidiharapkan operator dapat lebih awal mengidentifikasi pasien yang memiliki risiko menderita penyakit periotlontal, sehingga dapat dilakukan terapi lebih awal untuk mencegah perkembangan penyakit periodontallebih lanjut. Kesimpulan:Cairan sulkus gingiva dapat digunakan untuk mendeteksi indikator-indikator inflamasi yang berperan dalam terjadinya penyakit periodontal.
Penatalaksanaan Ameloblastik Karsinoma pada Mandibula dengan Reseksi Segmental dan Pemasangan Mandible Reconstructive Plate Bambang Widjanarko; Muhammad Masykur Rahmat
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 17, No 1 (2010): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1973.894 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.15981

Abstract

Ameloblastik Karsinoma merupakan tumor odontogenik yang jarang ditemukan, dan bersifat agresif. Pada awalnya tumor ini menunjukkan gambaran histologis seperti ameloblastoma, tapi kemudian kehilangan diferensiasi dan menjadi malignan, walaupun klinisnya adalah ameloblastoma biasa, dan bermetastase ke kelenjar limfe atau melalui kelenjar limfe. Perawatannya sama dengan lesi karsinoma intraoseus lainnya, tapi bila telah mengalami metastase maka prognosanya buruk. Tujuan penulisan ini adalah untuk melaporkan keberhasilan operasi reseksi segmental dan pemasangan mandible reconstructive plate (MRP) pada seorang pasien ameloblastik karsinoma. Laporan kasus pasien perempuan berusia 47 tahun datang ke poliklinik Bedah Mulut RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan keluhan utama benjolan pada rahang bawah depan sebelah bukal regio 3.3 - 4.7, tidak terasa sakit, konsistensi keras, warna sesuai dengan jaringan sekitar, ukuran 7x4x2 em, muneul kurang lebih 3 tahun yang lalu, mula-mula keeil kemudian membesar. Penatalaksanaan kasus ini adalah operasi reseksi segmental dan pemasangan MRP di bawah anestesi umum. Prognosis dubia ad bonam. Kesimpulan pada kasus ini pemasangan MRP mampu menjaga kontinuitas mandibula kanan-kiri, dan sebagai tempat perlekatan otot-otot mylohiod agar lidah tidak jatuh ke laring, serta untuk mempertahankan estetik dan fungsinya.

Page 2 of 2 | Total Record : 16