cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 423 Documents
Formulasi Analitis Tetapan Propagasi Efektif Modus TE untuk Directional Coupler Linier Diturunkan dengan Metode Matrik Karakteristik Lapis Jamak Ali Yunus Rohedi; Gatut Yudoyono; Suryadi Suryadi; Agus Rubiyanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.605 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v1i2.1005

Abstract

Parameter terpenting untuk menentukan panjang kopling dan formula propagasi medan directional coupler adalah nilai tetapan propagasi efektif medan moda simetri dan moda asimetri. Pada makalah ini dilaporkan formulasi tetapan propagasi efektif dimaksud untuk cahaya modus TE (transverse electric) yang terpandu dalam directional coupler linier dalam bentuk analitis. Formulasi analitis diturunkan dengan menggunakan metode matrik karakteristik pandu gelombang berlapis jamak, dan berlaku untuk kedua moda simetri dan asimetri, baik untuk struktur directional coupler simetri maupun asimetri.
Analisis dan Perancangan Kontrol Pencahayaan dalam Ruangan Inayati Nur Saidah; Rohmad Eko Wahyudi Fahad; Aryo Danurwendo; Suyatno Suyatno; Didiek Basuki Rachmat; Yoyok Cahyono
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.912 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i2.907

Abstract

Telah dilakukan analisis dan perancangan sistem kontrol pencahayaan dalam ruang. Pada penelitian ini sistem yang dirancang mampu mengidentifikasi kuat penerangan dalam ruang serta mempelajari pengaruh posisi sensor terhadap pembacaan iluminasi ruang. Penelitian dilakukan di ruang simulasi yang terletak di jurusan Fisika ruang G-108 dengan ukuran panjang 3,5 m, lebar 3,46 m dan tinggi 2,76 m. Dengan penerangan oleh sumber cahaya alami (sinar matahari) disimulasikan menggunakan lampu halogen dan sensor cahaya (LDR) yang dipasang pada masing-masing dinding. Sistem kontrol yang dirancang disesuaikan dalam beberapa kondisiruang (terang, agak terang, remang-remang, redup dan gelap) dengan memadukan sumber cahaya alami (lampu halogen) dan buatan (lampu TL). Dari hasil penelitian diketahui bahwa sistem yang dirancang mampu memberikan kondisi penerangan ruang yang stabil.
Menghitung Distribusi Tekanan Udara dan Gaya Hambat Kepala Pesawat BOEING 777-200 Djoko Poernomo; Satwiko Sidopekso; Tri Susilo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.132 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v5i1.930

Abstract

Pesawat terbang akan mengalami beberapa gaya akibat adanya distribusi tekanan udara yang terjadi disekitar pesawat. Salah satu gaya yang bekerja adalah gaya hambat (drag). Distribusi tekanan udara tidak hanya dipengaruhi oleh bentuk dari benda tetapi dipengaruhi sudut serang yang terbentuk antara aliran udara dengan benda dan juga kecepatan aliran udara. Dengan menggunakan terowongan angin Suryadarma Low Speed TunnelWT-400, dilakukan pengujian terhadap kepala pesawat Boeing 777-200 terhadap perubahan sudut serang dan kecepatan aliran. Sebagai perbandingan dilakukan pula pengujian terhadap dua benda yang berbeda.
Penumbuhan Silikon Nanowire dengan Nanokatalis Perak menggunakan Metode HWC-In Plasma-VHF-PECVD melalui Optimasi Tekanan Diky Anggoro; Toto Winata
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.704 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.811

Abstract

Penelitian mengenai penumbuhan silikon nanowire (SiNW) telah dilakukan dengan mengunakan metode Plasma Enhanced Chemical Vapour Deposition (PECVD). Katalis yang digunakan yaitu logam perak (Ag). Penggunaan nano katalis perak dalam penelitian ini dibatasi seberat 0,025 gram. Nanokatalis perak tersebut dideposisi pada substrat gelas dengan cara evaporasi dalam keadaan vakum untuk membentuk lapisan tipisAg pada substrat. Hasil penumbuhan nanokatalis dilakukan karakterisasi SEM dan EDX dengan hasil logam perak yang di-annealing selama satu jam menghasilkan pulau-pulau Ag berukuran dominan 70-80 nm. Ag yang di-annealing selama satu jam kemudian digunakan untuk penumbuhan silikon nanowire. Sebagai gas carier digunakan gas silant SiH4 dengan precursor silikon dengan kecepatan alir 70 sccm dan daya rf 8 watt. Variasi optimasi dilakukan pada parameter tekanan 100, 200, 300 dan 400 mTorr. SEM dan EDX dilakukan untukmengkarakterisasi silikon nanowire. Dari hasil SEMdan EDX, tekanan deposisi 100 mTorr dapat menghasilkan silikon nanowire dengan rasio penumbuhan yang tinggi. Diameter silikon nanowire diperoleh 70-120 nm dan panjang silikon nanowire 200-5000 nm.
Analisis Data Gaya Berat dan VLF untuk Penentuan Bidang Patahan Penyebab Semburan Lumpur di Sumur Eksplorasi BJP-1 Porong Seno Pudji Sardjono; Prihadi Prihadi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.476 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.963

Abstract

Semburan lumpur panas disertai gas hidrokarbon telah terjadi di sumur eksplorasi migas Banjar Panji 1 (BJP-1) Porong Sidoarjo Jawa Timur pada tanggal 29 Mei 2006. Terdapat tiga titik semburan pada posisi segaris, pada salah satu titik semburan hingga saat ini terus mengeluarkan lumpur panas dengan debit 150.000 m3/hari. Keluarnya lumpur dari tiga titik segaris mengindikasikan lumpur keluar dari bidang lemah bukan dari lubang eksplorasi. Untuk membuktikan indikasi adanya semburan lumpur yang keluar dari bidang patahan digunakan teknik geosika yaitu dengan metoda gaya berat dan VLF (Very Low Frequency). Metoda gaya berat dilakukanpada 200 titik ukur seluas 6 km2 sedangkan untuk metoda VLF menggunakan 4 lintasan dengan panjang antara 2 - 7 km yang jarak antar pengukuran 10 m. Hasil analisis kedua metode tersebut menunjukkan adanya patahan sepanjang 7 km yang memanjang dari Barat Daya-Timur Laut memotong ketiga titik semburan lumpur. Dari data geologi kuarter daerah Porong maka patahan tersebut berkorelasi dengan patahan Watukosek yang memanjang dari gunung Penanggungan hingga Bangkalan Madura.
Measurement of Hydrogen Diffusion through PVA Hydrogel using Magnetic Resonance Imaging Method in Comparison with Consistency Assessment using Digital Penetrometer Dita Puspita Sari; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.656 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i2.846

Abstract

A study of hydrogen diffusion behavior in the PVA (polyvinyl-alcohol) hydrogel had been done to measure diffusion coefficient (Apparent Diffusion Coefficient/ ADC) used as parameter of brain tumor grading. For our study, PVA hydrogel samples were prepared using freezing-thawing method with various concentration and number of freezing-thawing cycles. The ambiguity of brain tumor grading using ADC value, which is formed from Diffusion Weighted-Imaging 1,5 T, could be reduced enough with observing the result of correlation the ADC at b-value 1000 s/mm2 and 3000 s/mm2 with assessment of consistency measured using digital penetrometer based on microcontroller.
Analisa dan Teka-teki Tiga Generasi Neutrino Massif Agus Purwanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.422 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v1i1.996

Abstract

Defisit neutrino dijelaskan melalui osilasi neutrino dua dan tiga generasi. Matrik bauran diambil riel. Datadata neutrino solar dan neutrino atmosferik memperlihatkan adanya hirarki kuat dan dapat dijelaskan oleh osilasi tiga neutrino. Data LSND dengan orde hirarki yang lain tidak tercakup dalam penjelasan osilasi tiga neutrino.
Design and Fabrication of All Organic Field Effect Transistor Suprapto Suprapto; Krishna C. Persaud
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.972 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i1.898

Abstract

All organic field effect transistor consist of poly-3-hexyloxythiophene, undoped poly-3,3”-didecyl-2,2’,5’,2”-terthiophene and polypyrrole has been successfully developed. Poly-3-hexyloxythiophene was applied as gate material. Undoped poly-3,3”-didecyl-2,2’,5’,2”-terthiophene was used as insulating layer and polypyrrole was applied as source-drain material. The multilayer polymers were deposited onto gold source-drain and gate electrodes by electropolymerization method. The spaces between the gold electrodes were 50 μm. The transistor shows a current amplification upon increasing gate voltages. Good conductivity stability upon increasing gate voltages was observed. Overall the field effect transistor has properties that similar to inorganic field effect transistor.
Probabilitas Osilasi Neutrino dan Kebergantungan Fase CP Nurhadi Nurhadi; Agus Purwanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.029 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1075

Abstract

Neutrino merupakan salah partikel elementer dari keluarga lepton. Ketika dipostulatkan oleh Pauli tahun 1930, neutrino diasumsikan tidak bermassa. Model standar dari fisika partikel juga memprediksi bahwa neutrino juga tidak bermassa. Tetapi, tahun 1998 percobaan di Super-Kamiokande berhasil mengamati osilasi neutrino di alam. Fenomena osilasi neutrino bisa dijelaskan hanya kalau neutrino bermassa.Sampai saat ini diketahui neutrino mempunyai tiga flavor yaitu neutrino elektron, neutrino muon, dan neutrino tauon. Keadaan eigen flavor dan keadaan eigen massa neutrino di hubungkan oleh matrik uniter MNS (Maki-Nakagawa-Sakata), yang mempunyai empat parameter yaitu tiga sudut dan satu fase CP. Dalam  paper ini akan dikaji probabilitas osilasi neutrino tiga generasi baik dalam vakum maupun materi dan kebergantungan fase CP.
Pengujian Model Bumi Referensi dan Solusi CMT gempa C081097A dan B122500C melalui Perbandingan Seismogram 3-Komponen di Stasiun-stasiun Observasi di Australia Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.574 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.921

Abstract

Dalam penelitian ini seismogram observasi dengan sintetiknya dari dua gempa yaitu C081097A, Australia Barat dan gempa B122500C, Australia Selatan dibandingkan dalam domain waktu dan komponen ruang 3 dimensi. Stasiun pengamat terletak di WRAB, NWAO, CTAO dan TAU, Australia. Seismogram sintetik dihitung dari sebuah model bumi standard PREMAN dan IASPEI91 dan solusi CMT dari gempa-gempa tersebut. Seismogram dikenakan filter lolos rendah 30 mHz. Perbandingan seismogram dijumpai diskrepansi yang sangat kuat dan tidak sistimatis pada waktu tempuh dan waveform milik fase-fase gelombang utama. Terlihat gelombang Love ternyata sangat peka terhadap perubahan ketebalan kulit bumi, namun gelombang Rayleigh terpengaruh sedikit. Ini menjadi petunjuk, bagaimana menginterpretasikan ketebalan kulit bumi. Diskrepansi yang kuat juga diamati pada perbandingan seismogram untuk gelombang-gelombang body. Ini menunjukkan adanya kesalahan / kekuranglengkapan pada model struktur bumi elastik yang sering diacu oleh seismolog lainnya.