cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 423 Documents
Identifikasi pH Larutan Antosianin Kol Merah (Brassica Oleracea Var.) terhadap Kinerja Prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Ferri Rusady Saputra; Suryasatriya Trihandaru; Adita Sutresno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.472 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.795

Abstract

Kol merah adalah salah satu bahan organik yang mengandung antosiani. Antosianin ini dapat dimanfaatkan sebagai dye dalam pembuatan prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) sebagai donor elektron. Pada artikel ini dilaporkan bahwa sel surya direndam dalam larutan ekstrak kol merah (Brassica Oleracea Var.) dengan variasi pH larutan yang berbeda-beda yaitu pada pH 1,5; 2,5; dan 3,5. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sel surya dengan perendaman larutan antosianin kol merah pH 3,5 memiliki hasil keluaran paling baik yaitu pada rangkaian terbuka diperoleh arus pendek (Isc) sebesar 56 μA, pada tegangan terbuka (Voc) diperoleh sebesar 250 mV dan besar rapat arus sebesar 24,89 μA/cm2 pada luasan 15 mm × 15 mm. Nilai efisiensi konversi selsurya mencapai 2,55 ×10−3%.
Identifikasi Scouring sebagai Potensi Kelongsoran Tanggul Sungai Bengawan Solo berdasarkan Survei GPR (Studi Kasus Desa Widang, Kabupaten Tuban) Dwa Desa Warnana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.832 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i2.959

Abstract

Telah dilakukan pengukuran dengan metode GPR (Ground Penetrating Radar) untuk mengidentifikasi scouring Sungai Bengawan Solo di Desa Widang, Kabupaten Tuban. Metode GPR merupakan salah satu metode geofisika yang memanfaatkan prinsip penjalaran gelombang elektromagnet dalam medium (tanah) yang kedalaman penetrasinya dan besar amplitudo yang terekam bergantung pada sifat dielektrik dari batuan atau media bawah permukaan dan frekuensi yang digunakan. Pada penelitian kali ini digunakan antena berfrekuensi 50 MHz, yang bisa mencapai penetrasi hingga 25 - 30 meter. Pada hasil pengolahan data dan interpretasi menunjukkan bahwa terdapat pendangkalan sungai di daerah hulu. Sedangkan pada daerah menuju ke hilir dasar sungai mengalami penggerusan lapisan tanah (erosi) sehingga mengakibatkan dasar sungai menjadi curam. Penggerusan lapisan tanah (scouring) di sekitar tanggul diakibatkan oleh tanah yang mengandung lempung berpasir, pada pori batuannya tersisipi oleh air sungai. Potensi kelongsoran yang tinggi dapat dipicu dengan adanya scouringdan erosi aktif (terus menerus). Keadaan seperti ini ditemukan pada daerah pengukuran lintasan widang 2 dan lintasan widang 3. Berdasarkan hasil interpretasi data yang dikorelasikan dengan data bor, menunjukkan bahwa sebagian besar daerah pengukuran memiliki litologi yang didominasi oleh lempung pada pengendapan atas (dasar sungai) dan pada kedalaman 8,5-15 meter didominasi pasir dan lanau.
Magneto-Impedansi pada Kumparan Kawat Fe Hanafi Eko Prasetyo; Utari Utari; Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.141 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i2.842

Abstract

Klarifikasi fenomena magneto impedansi pada kumparan kawat Fe dilaporkan pada makalah ini. Fenomena magneto-impedansi pada kumparan kawat Fe juga telah dikonfirmasi ketergantungannya terhadap jumlah lilitan kawat (N), diameter kumparan (d) dan diameter kawat (D). Peningkatan jumlah lilitan (N) dan diameter kumparan (d) mempercepat laju penurunan nilai L pada kurva respon magneto-impedansi. Sedangkan laju penurunan nilai L berkurang dengan kenaikan diameter kawat kumparan (D). Akhirnya, realisasi respon magneto-impedansi pada frekuensi rendah menegaskan fenomena ini didominasi oleh efek magneto-induksi.
Pengaruh Penambahan LiClO4 pada Pembuatan Komposit Anoda Grafit Bermatrik Polimer Bambang Prihandoko; Etty Marti Wigayati; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.91 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.992

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan LiClO4 pada pembuatan komposit anoda grafit bermatrik polimer. Komposit anoda grafit digunakan sebagai komponen baterai lithium. Komposit bermatriks polimer ini berbentuk lembaran tipis dan dapat diperoleh melalui proses pembuatan dengan metode tape casting yang menggunakan perangkat doctor blade. Ketipisan komposit anoda yang diperoleh berkisar sekitar 60 μm. Penambahan LiClO4 dilakukan dalam 0, 2, 4, 6, 8 dan 10%berat dari campuran bahan keramiknya, yaitu serbuk grafit dan karbon black. Penambahan ini ternyata tidak mempengaruhi pada proses pembuatan dan hasil lembarannya tetap tipis dan merata, tidak ada penggumpalan. Hasil pengamatan XRD menunjukkan keberadaan lithium perklorat hidrat yang disebabkan adanya reaksi antara uap air dan LiClO4. Komposisi nilai konduktivitaslistrik bernilai optimum diperoleh pada penambahan 4% LiClO4. Konduktivitas listrik komposit anoda meningkat dengan penambahan LiClO4 dan mencapai nilai optimum pada penambahan 4% LiClO4 yaitu sebesar 3,8 x 10−5 Scm−1 untuk nilai konduktivitas total dan sebesar 9,5 x 10−5 Scm−1 untuk nilai konduktivitas elektron.
Investigation of O-Band Brillouin Fiber Laser Flatness at Different SOA Location H. Ahmad; S. F. Norizan; M.Z. Zulkifli; C. H. Pua; Z.A. Ghani; S. W. Harun
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.339 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i1.894

Abstract

In this paper, we present the different amplitude flatness of O-band Brillouin fiber laser resulting from placing the O band semiconductor optical amplifier at different locations. Stable and flatter peaks of multiwavelength Brillouin were generated by placing the SOA after the nonlinear medium instead of placing it before the nonlinear medium. The maximum number of Stokes are also differs between both configuration where the maximumnumber of stokes achieved was 12 generated by 1320 nm Brillouin pump with spacing channels of 12.72 GHz.
Aplikasi Sensor Accelerometer pada Handphone Android sebagai Pencatat Getaran Gempabumi secara Online Rio Riantana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.7 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1071

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menciptakan metode pencatatan getaran gempabumi secara realtime menggunakan sensor accelerometer pada perangkat android. Metode yang digunakan adalah Cloud Computing karenapraktis dan efisien. Perangkat android yang digunakan adalah Xiaomi 2 dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 410 quad-core @1,2Ghz dengan jaringan 4G LTE, sensor gyroscop, accelerometer, GPS support AGPSdan GLONASS. Semua informasi yang diterima perangkat android di lapangan dikirim ke server secara realtime per sekon. Pada sistem monitoring disajikan grafik aktifitas getaran secara realtime, peta lokasi titik yang diamati, peta prediksi cuaca, peta kontur permukaan tanah, dan nilai magnitudo percepatan getaran tanah.
Pengaruh Penggunaan Cermin Datar dalam Ruang Tertutup pada Sel Surya Silikon Vony Yumanda; Satwiko Sidopekso
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.106 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v6i1.917

Abstract

Upaya mengoptimalkan output listrik pada modul surya dengan cara memaksimalkan intensitas sinar yang jatuh ke permukaan modul surya dengan menggunakan cermin datar (ruang cermin). Hasil yang diperoleh menunjukan terdapat peningkatkan output dari modul surya. Nilai Isc, Voc dan Pout tertinggi berturut yaitusebesar 2,13 ampere; 20,483 volt dan 35,34 watt. Sedangkan nilai Isc, Voc dan Pout tertinggi tanpa ruang cermin berturut yaitu sebesar 0,78 ampere; 19,24 volt dan 12 watt. Prosentase kenaikan daya output pada modul surya dapat mencapai 64,22% , efisiensi tertinggi modul surya pada ruang cermin sebesar 14% dengan menggunakan daya lampu terendah.
Karakterisasi Dua Dimensi Difuser MLS (Maximum Length Squence) dengan Model 10101010 yang Terbuat dari Limbah Kertas dan Bahan Kayu Keysha Wellviestu Zakri; Melania Suweni Muntini; Susilo Indrawati
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.413 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i1.786

Abstract

Masalah umum yang terjadi di dalam ruangan tertutup / auditorium adalah gema. Masalah gema dapat diminimalkanmenggunakan bahan menyerap, tetapi menggunakan bahan ini bisa memberikan masalah lain yaitudistribusi suara yang tidak sama di dalam ruangan. Menggunakan diffuser adalah salah satu pilihan yang tepatuntuk memecahkan masalah ini, karena selain dapat men-difuse suara, diffuser tidak mengurangi energi suaradalam ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari tentang MLS (Maximum Length Sequence) diffuserjenis 10101010 yang terbuat dari limbah kertas dan bahan kayu. Berdasarkan hasil penelitian, pola difus antaradiffeser dari limbah kertas dan bahan kayu tidak tenang berbeda. Perbedaan signifikan adalah tingkat tekanansuara yang disebarkan oleh limbah kertas lebih rendah dari bahan berbasis kayu. Hasil ini bisa terjadi karenabahan berbasis limbah kertas tidak hanya meredakan suara yang masuk, tetapi juga bisa menyerap sebagian,karena karakteristik ini, jenis bahan disebut difsorber (diffuser dan bahan penyerap)
Struktur Bumi di bawah Australis melalui Analisis dan Pencocokan Seismogram Gempa Intra Plate C081097A pada Stasiun Observasi TAU, CTAO and NWAO Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.725 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i1.949

Abstract

Dalam penelitian ini struktur bumi di bawah Australia diinvestigasi melalui analisis seismogram observasiakibat gempa C081097A, Western Australia, dan seismogram sintetik milik stasiun observasi TAU, CTAO dan NWAO, dalam domain waktu dan ketiga komponen Kartesian secara simultan. Seismogram sintetik dihitung dengan program GEMINI, dimana input awalnya adalah model bumi IASPEI91 dan PREMAN. Selain itu pada kedua seismogram dikenakan low-pass filter dengan frekuensi corner pada 20 mHz. Hasil analisis menunjukkan penyimpangan yang sangat kuat tentang tidak sistimastisnya waktu tiba, jumlah osilasi dan tinggi amplitudo, pada gelombang P, S dan gelombang permukaan Rayleigh dan Love. Dengan metoda ini terlihat bagaimana pekanya waveform terhadap struktur perlapisan bumi.Untuk menyelesaikan diskrepansi yang dijumpai diperlukan koreksi atas struktur bumi meliputi ketebalan kulit bumi, gradient kecepatan h dan besar koefisien-koefisien untuk h dan v di Upper Mantle, dan sedikit perubahan pada kecepatan P dan S struktur pada lapisan-lapisan bumi hingga CMB. Pencocokan (fitting) seismogram diperoleh dengan baik pada waveformfase gelombang, baik waktu tempuh osilasi utama dan jumlah osilasi. Walaupun panjang gelombang adalah sekitar 150 km, tomografi waveform pada gelombang body dan gelombang permukaan dalam domain waktu menunjukkan kepekaan terhadap perubahan ketebalan kulit bumi dan struktur kecepatan.
Karakterisasi Termal MnxZn1−xFe2O4 Ferrite Wahyu Bambang Widyatno; Agus Sukarto Wismogroho; Zulham Yahya Firdaus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.403 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.833

Abstract

MnZn ferrite merupakan salah satu jenis magnet berbasis ferrite yang banyak dikembangkan dan diteliti karena performa sifat magnetiknya yang relatif lebih baik dibandingkan dengan magnet berbasis ferrite lainnya. Studi yang banyak dilakukan selama ini untuk mengetahui karakteristik magnetik maupun elektrik MnZn ferrite. Paper ini membahas karakteristik termal MnZn ferrite yang menggunakan material teknis dari industri magnet di Indonesia. Material awal berupa MnO, ZnO, dan Fe2O3 dikomposisikan untuk membentuk MnxZn1−xFe2O4 dengan variasi x = 0,2; 0,35; 0,65; 0,8. Komposisi tersebut dicampur menggunakan High Energy Milling selama 10 menit. Sampel hasil pencampuran diuji karakteristik termalnya (temperatur kamar hingga 900C) menggunakan prototipe Differential Thermal Analyzer (DTA) buatan Pusat Penelitian Fisika - LIPI. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan energi total reaksi endotermik dengan meningkatnya rasio Mn terhadap Zn dalam campuran ferrite. Hasil pengujian juga menunjukkan terjadinya fasa antara pada rasio Mn : Zn = 0,65 : 0,35 yang ditunjukkan dengan munculnya puncak endotermik tambahan. Peningkatan rasio Mn terhadap Zn akan meningkatkan energi total reaksi dan mengakibatkan pergeseran nilai temperatur transformasi fasa.