cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 423 Documents
Sistem Deteksi Fibrilasi Atrium menggunakan Fitur RR Elektokardiogram dengan Jaringan Syaraf Tiruan Eka Anzihory; N Nuryani; D Darmanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.889 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1330

Abstract

Penelitian untuk deteksi gangguan jantung fibrilasi atrium (AF) pada elektrokardiogram (EKG) dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) menggunakan fitur statistik RR telah berhasil dilaksanakan. Pada penelitian ini digunakan tiga metode JST yaitu Learning Vector Quantization (LVQ), Radial Basis Functon (RBF), dan Multilayer Perception-Backporpagation (MLP-BP) untuk menentukan JST yang terbaik dalam mendeteksi AF. Hasil terbaik ditunjukkan pada JST RBF dengan masukan 7 macam fitur dari statistik deskriptif RR pada panjang segmen EKG 15 denyut dengan kinerja berupa sensitivitas, spesifisitas, serta akurasi  sebesar 99,97%, 99,84% dan 99,89%.AbstractResearch for Atrial Fibrillation detection at electrocardiogram (ECG) using Artificial Neural Network (ANN) with RR statistic features has been successfully implemented. This study was conducted by varying RBF NN, MLP-BP NN and LVQ NN to determine the best of ANN in detecting AF. The best results were found when seven features from RR statistic features at length 15 beats of ECG segment by using RBF NN. The best performance were 99,97%, 99,84% and 99,89% in terms of sensitivity, specificity and accuracy, respectively.
Pengaruh Medan Magnet pada Pembawa Muatan Lapisan Klorofil Spirulina sp Hasil Spin Coating Septinia Qoirun Nisa; U Utari; Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.317 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1335

Abstract

Pengaruh medan magnet pada pembawa muatan lapisan Spirulina sp hasil spin coating melalui pengukuran I-V dilaporkan pada makalah ini. Hasil pengukuran magneto konduktansi menunjukkan bahwa medan yang diperlukan untuk mencapai nilai arus terukur konstan pada sampel B lebih kecil dari sampel A. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme rekombinasi pasangan pembawa muatan disumbang oleh tingkat kemurnian. Akhirnya rasio MC 37,4% dan 50,6% diperoleh untuk masing-masing sampel A dan sampel B.AbstractThe magnetic field effect on the charge carrier of Spirulina sp thin filmsby spin coating fabrication by mean a I-V measurements is reported in this paper. Magnetoconductance measurements showed that the field required to achieve the saturated currentof sample B is smaller than the sample A. This indicated the mechanism of charge carrier recombination attribute to the degree of purity. Finally, a MC ratio of 37.4% and 50.6% was obtained for sample A and sample B, respectively.
Karakteristik Equatorial Plasma Bubbles (EPB) dari Pengamatan Radar Atmosfer Equator (EAR) Dyah Rahayu Martiningrum
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.55 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1324

Abstract

Fenomena-fenomena seperti Equatorial Plasma Bubbles/ Equatorial Spread F (EPB/ESF) dan Equatorial Ionization Anomaly (EIA) sangat berpotensi terjadi di wilayah atmosfer atas Indonesia (ionosfer) yang terletak dalam zona aktif gangguan lapisan ionosfer, yaitu dalam rentang + 15 lintang geomagnet. Fenomena-fenomena tersebut akan mengganggu beroperasinya sistem komunikasi radio maupun satelit berupa adanya gangguan dalam amplitudo maupun fase dari gelombang radio yang diterima penerima di bumi, dikenal dengan istilah sintilasi.Dalam penelitian ini dibahas beberapa karakteristik penting yang teramati oleh sistem Equatorial Atmosphere Radar yang telah dioperasikan di Kototabang (0,20S, 100,32E; 10,36S dip lat). Sistem antenna Radar disusun sedemikian sehingga mampu mengamati gangguan lapisan ionosfer yang terjadi tegak lurus terhadap garis-garis medan magnet, teramati sebagai Field Aligned Irregularities (FAI). Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh dua macam gelembung plasma yaitu post-sunset dan post-midnight yang keduanya dikendalikanoleh mekanisme fisis yang berbeda. Variasi musiman kejadian kedua jenis ketidakteraturan plasma tersebut juga ditampilkan dalam makalah ini. Bulan-bulan equinox (Maret-April atau September-Oktober) adalah bulan-bulan dimana post-sunset FAI terjadi lebih sering dibanding post-midnight. Sementara bulan-bulan solstice (Desember-Januari atau Juni-Juli) adalah bulan-bulan dimana post-midnight FAI lebih sering terjadi. Gambaran tentang arah penjalaran memberikan pemahaman baru tentang bagaimana perkembangan ketidakteraturan yangterjadi waktu ke waktu, baik secara horizontal maupun vertikal. Hasilnya memberi gambaran lebih baik tentang mekanisme kejadian EPB/ESF yang sangat bermanfaat dalam pengembangan model ketidakstabilan plasma, serta untuk melengkapi hasil pengamatan peralatan lain yang sudah ada.AbstractPhenomena such as Equatorial Plasma Bubbles/Equatorial Spread F (EPB/ ESF) and the Equatorial Ionization Anomaly (EIA) was potentially occured in the Indonesian region of the upper atmosphere (ionosphere) located in the active zone ionosphere disturbances, that is in the range of + 15 latitude geomagnetic. These phenomena would disrupt the operation of radio and satellite communications systems in the form of a disturbance in the amplitude and phase of the received radio wave receivers on Earth, known as scintillation. In this study addressed several important characteristics observed by the Equatorial Atmosphere Radar system that has operated in Kototabang (0.20S, 100.32E; 10.36S dip lat). Radar antenna system is arranged so that is able to observe the ionosphere interference that occurs perpendicular to the magnetic field lines, is observed as a Field Aligned irregularities (FAI). From EAR data analysis obtained two types of plasma bubbles post-sunset and post-midnightwhich is driven by two kinds of different physical mechanisms. Seasonal variation of both plasma irregularities are discussed in this paper. In equinox months (March-April or September-October), post-sunset are frequently occurred rather than post-midnight. While in solstice months (December-January or June-July) post-midnight are frequently occurred. The propagation direction provide more detail explanation related to development of irregularities time by time horizontally and vertically. The results not only suggested the better understandings of mechanism of EPB/ESF occurrence, but also contributed on development of plasma instability model andsupported observations by other instrument which have already operated.
Studi Sifat Mekanik Komposit Isotropik Al/SiO2 Hasil Fabrikasi dengan Metalurgi Serbuk Hanafi, Hanafi; Munasir, M; Zainuri (DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1331), Mochamad
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.624 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1331

Abstract

Telah dilakukan pembuatan komposit Al/SiO2 melalui metode metalurgi serbuk dengan menggunakan aluminium sebagai matrik yang digabungkan dengan nano silika (SiO2) yang diperoleh dari hasil sintesis pasir Bancar Tuban melalui metode kopresipitasi. Fabrikasi komposit dilakukan dengan metode metalurgi serbuk pencampuran basah, dengan medium pencampur berupa larutan butanol, dan disintering pada temperatur 500C selama 2 jam dalam furnace vakum. Hasil fabrikasi dilakukan beberapa analisis dan uji untuk mengetahui sifatsifatnya,seperti densitas dan porositas, serta uji menggunakan XRD, SEM-EDX dan uji tekan (Brinnel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis XRD diperoleh komposit Al/SiO2 pada x = 0% hingga 30% dengan fase kristal berupa Al dan sedikit Al2O3 dan SiO2 yang ditunjukkan oleh puncak difraksi yang rendah. Peningkatan fraksi volume SiO2 pada komposit cenderung menurunkan densitas dan meningkatkan porositas. Demikian pula dari hasil uji mekanik, kuat luluh (Yield Strength (YS), kuat tekan (CS), kuat tekan maksimum (UCS) dan modulus elastis (ME) serta kekerasan bahan (BHN) cenderung mengalami penurunan dengan bertambahnya fraksi volume SiO2 diatas 5% pada komposit Al/SiO2. Nilai YS, CS, ME dan kekerasan bahan memiliki nilai tertinggi ketika fraksi volume SiO2 dalam komposit adalah 5%.AbstractComposites of Al/SiO2 have been fabricated through powder metallurgy method using aluminium as matrix and combined with nano silica (SiO2). SiO2 was obtained from the synthesis of sand of Bancar Tuban throughcopresipitation method. Fabrication of composites was performed by  powder metallurgy method by the wet mixing method, by using butanol as solution. The sample was sintered at a temperature of 500C for 2 hours ina vacuum furnace. The samples were analyzed and tested to determine its properties, as density, porosity, and tested by XRD, SEM-EDX and pressure test. The results showed that based on the XRD analysis was obtainedcomposite Al/SiO2 at x= 0% to 30% with a crystalline phase of Al and Al2O3 and SiO2 slightly indicated by a low peak. Increased of the volume fraction of SiO2 on composite was tended to decrease of density and increase porosity. The results of mechanical tests was show that yield strength (YS), compressive strength (CS), elastic modulus (EM), hardness tends to decrease with increasing volume fraction of the composite of SiO2. Value YS, CS, EM and hardness of materials has the highest value when the volume fraction of SiO2 in the composite is 5%.
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Resistivitas Geolistrik dengan menggunakan Sumber Arus Konstan Bachtera Indarto; Gusti RE Sudenasahag; Didiek B Rahmad; M Hasan Basri; Hasto SUnarno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.248 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1336

Abstract

Rancang bangun sistem pengukuran resistivitas geolistrik dengan menggunakan sumber arus konstan telah berhasil dibuat dan dianalisis. Sistem pengukuran resistivitas geolistrik terdiri atas rangkaian konverter boost, sumber arus konstan, dan mikrokontroler sebagai sistem kendali proses pengukuran dan akuisisi data resistivitas geolistrik berupa data resistansi. Sistem akuisisi data menggunakan prinsip hukum Ohm, dengan metode geolistrik Wenner. Sumber arus konstan yang berhasil diimplementasikan pada sistem resistivitas geolistrik yakni arus sebesar 0,1 mA bekerja pada resistansi 0,4  sampai 2,345 M  dan arus 1mA bekerja pada resistansi 0,4  hingga 8,53 k . Serta pada pengukuran resistansi dapat terukur dengan baik pada pengukuran resistasi 33 hingga 470 k.AbstractDesign of geoelectric resistivity measurement system using a constant current source has been successfully created and analyzed. Geoelectric resistivity measurement system consists of a boost converter circuit, constant current source, and a microcontroller as the control system in the process of measurement and data acquisition resistivity geoelectric form of resistance data. Data acquisition system using the principles of Ohm’s law, the geoelectric method of Wenner. In this study, a constant current source that is successfully implemented on geoelectric resistivity that is a current of 0,1 mA work on resistance 0,4  until 2,345 M and a current of 1mAis working on 0,4  resistance to 8,53 k. As well as the resistance measurement can be measured by either the resistance measurement 33  to 470 k.
Analisis Struktur Lapisan Fe3O4 pada Substrat Logam Tembaga dengan Metode Spin-coating Machida Nurul Kholishoh; D Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.088 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1326

Abstract

Partikel nano magnetit(Fe3O4) telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi menggunakan pasir besi sebagai prekursor ferit alami dan polietilena glikol (PEG)-1000 sebagai template. Partikel yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai fasa terdispersi dalam cairan koloid menggunakan TMAH sebagai surfaktan. Ferofluida Fe3O4 ini selanjutnya dilapiskan ke logam tembaga menggunakan metode spin-coating dan diikuti denganproses pengeringan. Menurut spektrum XRD dan analisis EDX, lapisan yang terbentuk pada permukaan Cu mengandung partikel Fe3O4 dengan distribusi yang homogen dalam skala mikrometer. Pengamatan menggunakan SEM dan AFM mengungkapkan bahwa partikel-partikel Fe3O4 berkumpul membentuk cluster-cluster dibutir maupun batas butir substrat Cu.AbstractThe magnetite (Fe3O4) nanoparticle has been synthesized by coprecipitation method using iron sand as precursor of natural ferrite and polyethylene glycol(PEG)-1000 as a template. The resulted particles were then used as dispersed phase in a colloid fluid employing TMAH and water as a surfactant and carrier respectively. The fluid containing particles Fe3O4 was coated onto copper metal using a spin-coating method and followed by drying process. According to the XRD spectra and their EDX analysis, the film deposited on the Cu surface contains Fe3O4 particles with homogeneous distribution in the micrometer scale. It was observed using SEM and AFM that the particles were mainly gathered and aggregated to form clusters in the grain and the grain boundaries of Cu substrate.
Relokasi Gempa Low Frequency pada Gunungapi Papandayan menggunakan Optimasi Very Fast Simulated Anneling Muhammad Mifta Hasan; Hetty Triastuty; Bagus Jaya Santosa; Amien widodo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.747 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1332

Abstract

Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi bertipe stratovolcano dengan aktivitas hidrotermal sebagai aktivitas utamanya yang ditunjukkan dengan adanya aktivitas seismik, salah satunya adalah gempa low frequency (LF). Untuk mengetahui lokasi hiposenter, menggunakan optimasi Very Fast Simulated Anneling (VFSA) yang berbasis random process. Pencarian parameter model didasarkan pada distribusi probabilitas Cauchy yang memungkinkan untuk mendapatkan parameter model yang fit dengan cepat. Hasil relokasi gempa LF pada gunungapi Papandayan menunjukkan bahwa distribusi hiposenter berada di kawasan kawah Mas dan Nangklak dengan kedalaman rata-rata berkisar 0,56 km dengan besar misfit maksimum mencapai 6,4297.AbstractPapandayan which is stratovolcano mountain has high seismic activity especially low frequency event that associate with hydrothermal activity. Calculation of hypocenter used VFSA optimization with basis of randomprocess. Searching of model parameters following Cauchy probability distribution has found the best fit model parameters rapidly. Location of low frequency event at Papandayan volcano concentrate beneath Mas crater and Nangklak crater with around 0.56 km depth and maximum misfit reach 6.4297.
Limit Efek Stochastik untuk Thermally Assisted Magnetization Reversal Hanin Firdausi; U Utari; Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.766 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1337

Abstract

Evaluasi limit stochastik untuk thermally assisted magnetization reversal (TAMR) dibahas pada paper ini. Simulasi ini dilakukan dengan menyelesaikan persamaan Landau-Liftshitz-Gilbert (LLG) dengan asumsi nanopartikel CoPtCr magnetik dengan anisotropi tegaklurus sebagai storage cell memory. Magnetisasi mulai searah dengan medan eksternal sebesar H = 2,0 kOe, saat temperatur penulisan sebesar TW = 95,2%TC dan meningkat terus hingga hingga 85% saat TW = 97,86%TC. Sehingga keadaan ini (TW = 97.86%TC) dianggap sebagai batas limit stochastik untuk TAMR pada penelitian ini. Akhirnya, peningkatan temperatur penulisan 99,97%TC hanya menaikkan prosentase MX searah medan eksternal H sebesar 10%.AbstractEvaluation of stochastic limit for thermally assisted magnetization reversal (TAMR) discussed in this paper. This simulation is done by solving the equation Landau-Liftshitz-Gilbert (LLG) assuming nanoparticles CoPtCrperpendicular magnetic anisotropy as a memory cell storage. The magnetization direction aligning along to the external field direction of H = 2.0 kOe started when the writing temperature TW is 95.2%TC and increased steadily up to 85% when TW = 97.86% of TC. So that this condition (TW = 97.86% of TC) is regarded as the limit of stochastic for TAMR in this study. Finally, the writing temperature increase of 99.97%TC only raise thepercentage of MX in the direction of the external field H by 10%.
Pengaruh Variasi Topologi Elektroda terhadap Kadar Ozon yang dihasilkan oleh Generator Ozon Yugo Triawanto; E Endarko
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.82 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1327

Abstract

Generator ozon dengan variasi topologi elektroda telah berhasil dibuat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap jumlah kadar ozon yang dihasilkan. Desain generator sehingga menyebabkan terjadi lucutan elektron yang banyak menjadi sebuah pilihan untuk mendapatkan penghasil ozon yang optimal. Desain topologi elektroda yang dipilih dalam penelitian ini adalah elektroda koaksial dan strip bidang. Kedua elektroda ini dibandingkan kemampuan dalam menghasilkan ozon dengan frekuensi 11,9 KHz. Variasi dimensi dilakukan pula pada kedua jenis elektroda, masing-masing terdapat tiga variasi dimensi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kadar ozon yang dihasilkan. Generator ozon elektroda strip bidang menghasilkan ozon terlarut sebesar 2,87 mg sedangkan generator elektroda koaksial 2,17 mg.AbstractOzone generators with electrodes topological variations have been constructed to determine of the effect on the amount of ozone levels produced. Design led to a discharge electrons which are becoming an option to obtain optimal ozone producer. Topology design of electrodes selected in this study is the coaxial electrodes and strip plane. Both of these electrodes are compared in terms of the ability to produce ozone with frequency 11,9 KHz. Dimension variation performed well on both types of electrodes, there are three dimensions for each variations to determine its effect on the levels of ozone generated. Ozone generators with electrode of the strip plane produce ozone dissolved by 2.87 mg while the electrode coaxial 2.17 mg.
Analisis Spektrum Akustik Tangis Bayi Penderita Penyakit Jantung Bawaan menggunakan Teknik Dynamic Time Warping Hana Afifah; Iwan Yahya; N Nuryani; H Harjana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.724 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1333

Abstract

Paper ini berfokus pada kajian perbandingan spektral tangis bayi penderita penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Disease, CHD) dan tangis bayi normal menggunakan teknik Dynamic Time Warping (DTW).Sebanyak sepuluh sampel tangis bayi penderita CHD dan bayi normal berusia kurang dari satu bulan direkam menggunakan Sony IC-Recorder tipe ICD-PX333. Data digital kemudian diproses menggunakan piranti lunak Speech Filing System (SFS) untuk mendapatkan f, formants, dan nilai Mel-Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) sebagai penciri spektral yang kemudian divisualkan dengan DTW. Hasil kajian menunjukkan bahwaciri spektral tangis bayi penderita CHD mempunyai tingkat perbedaan signifikan terhadap tangis bayi normal. Di samping itu ditemukan anomali yang diduga berkait dengan irisan dalam bentang frekuensi ambang maupun formant tangis bayi normal dan penderita CHD.AbstractThis paper emphasizes on acoustics spectral similarity analysis on of normal infant cry compared to infant spectrum with Congenital Heart Disease (CHD). Ten of the cries signals of infant with CHD and normal baby aged less than a month were recorded by using Sony IC-Recorder ICD-PX333. The Speech Filing System software utilized for estimating fundamental frequency, formants, and MFCCs were used as cry spectral characteristics to be visualized using Dynamic TimeWarping (DTW) technique. The result shows that both group partially has significant different characteristics since anomalies occurred which is considered due to the intersection on the values of fundamental frequency and formants of the both groups.