cover
Contact Name
Teguh Triyono
Contact Email
teknik@unwiku.ac.id
Phone
+6281804888643
Journal Mail Official
teknik@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji KarangsalamPurwokerto 53152, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
ISSN : 14111586     EISSN : 27226204     DOI : -
Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu teknik seperti sipil, arsitektur, elektro dan informatika. Pembahasan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi siapa saja yang membacanya. Kontribusi makalah dari berbagai pihak baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus sangat redaksi harapkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
PERANCANGAN CAMPURAN BETON MUTU TINGGI EDDY Poerwodihardjo; IWAN RUSTENDI
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.621 KB) | DOI: 10.53810/jt.v17i1.212

Abstract

Pada umumnya Beton, baik sedang atau rendah (beton dengan kuat tekan 175-300 kg/cm2) dipengaruhioleh faktor air semen dan jenis agregatnya. Untuk mencapai kuat tekan beton yang tinggi maka fas haruslebih kecil yang berakibat pada faktor pengerjaan dan pemadatan akan lebih sulit serta harus adapengawasan yang ketat.Dalam bahasan ini, beton mutu tinggi yang pada umur 28 hari dapat mencapai kuat tekan 700 — 1.100kg/cm2, diperoleh dengan perancangan campuran beton tertentu, bukan akibat perawatan beton denganuap ataupun pemberian tekanan awal seperti pada beton pratekan.Dari beberapa hasil pengujian untuk perancangan campuran beton mutu tinggi, perlu diperhatikankemudahan pengerjaan, jenis agregat, ukuran maksimum agregat, serta besarnya faktor air semen.Kata Kunci :mutu tinggi, jenis agregat, Fas
PERSEPSI REMAJA TERHADAP ATRIBUT AKSESIBILITAS PADA SETTING ALUN- ALUN PURWOKERTO YOHANES WAHYU
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1430.153 KB) | DOI: 10.53810/jt.v17i1.213

Abstract

Properti didalam setting akan menjadi stimulus bagi pengguna lingkungan berdasar pengalamannya dalammemaknai lingkungan. Perbedaan makna lingkungan yang didasarkan pada stimulus sedemikian disebutsebagai persepsi. Dengan mendasarkan pada pemahaman tentang persepsi tersebut, dapat diamati adanyafenomena makna ganda (ambigu) pada setting alun-alun Purwokerto. Yaitu perbedaan persepsi dalammemaknai atribut aksesibilitasnya.Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbedaan persepsi menyangkut faktor internal individu (remaja)yang berupa motiv, harapan, dan minat terhadap setting alun-alun berkaitan dengan atribut aksesibilitasrumah menuju alun-alun.Teori penelitian dibangun berdasar teori Weismann (1981) tentang atribut sebagai variabel bebas, sertateori Paull. A. Bell, dkk (1978) dalam Sarwono (1995) tentang persepsi dan teori Atkinson Rita. L, dkk(1983) tentang faktor internal sebagai variabel terikat. Sedangkan metoda analisis yang digunakan adalahperhitungan statistik deskriptif.Dengan mendasarkan bangun teori diatas, dapat dijelaskan keterkaitan persepsi remaja terhadap atributaksesibilitasnya. Hasil penelitian terhadap 50 remaja sebagai responden (1 kuesioner rusak/tidak dapatuntuk mendeteksi persepsi) menunjukan persepsi terhadap atribut aksesibilitas berdasar kondisi jauh darirumah (˃ dari 30 Km) 28,57% dan dekat dari rumah (˂ dari 30 Km) 22,45%.Kata Kunci: Persepsi, Atribut, Aksesibilitas.
KONGSEN : RUMAH ADAT K YAI K UNCI DAN BEDOGOL DI PERMUKIMAN K OMUNITAS K EJAWEN BONOKELING, BANYUMAS WITA WIDYANDINI; YOHANA NURSRUWENING
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v17i1.214

Abstract

Komunitas kejawen Bonokeling tinggal di Desa Pekuncen, Jatilawang, Banyumas. Komunitas ini dipimpinoleh seorang Kyai Kunci. Komunitas dibagi menjadi 5 (lima) keluarga besar yang dipimpin oleh seorangBedogol. Kyai Kunci dan Bedogol mendapat rumah dinas yang bernama Kongsen. Sebagai rumah adat,Kongsen memiliki keunikan-keunikan yang tidak ditemui di rumah warga lainnya. Baik dari bentuk rumah,macam dan fungsi ruang, maupun pada pola sirkulasi di dalam rumah Kongsen. Untuk itu, penelitibermaksud menggali atau menemukan pola tata ruang dalam rumah Kongsen.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan metode analisisnya menggunakanmetode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu: 1). survei atau pengamatan,2). wawancara, 3). melakukan dokumentasi yang berupa foto, pengukuran, dan penggambaran rumahKongsen.Kesimpulan dari hasil penelitian adalah Kongsen selain sebagai rumah tinggal, juga berfungsi sebagaitempat ritual. Oleh karena itu, tata ruang dalam serta sirkulasi pada rumah Kongsen berbeda dengan rumahwarga lainnya.Kata Kunci : Bedogol, Bonokeling, Kejawen, Kongsen
ANALISA K ONTINUITAS NON- LINIER PRACETAK-BALOK GIRDER BETON PRATEGANG DENGAN LANTAI DAN D IAFRAGMA C OR DI TEMPAT RENI SULISTYAWATI
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v17i1.215

Abstract

Penelitian Analisis dilakukan untuk menentukan dan mengetahui kinerja dari Sambungan menerus pada BetonPracetak-Balok Girder Beton Prategang dengan lantai yang dicor di tempat, dengan adanya penulangan momenpositif pada diafragma menerus. Dengan bantuan analisis yang berdasarkan fleksibilitas dapat diperkirakanmomen tahanan terhadap waktu dan efektifitas sambungan menerus pada saat pelayanan beban hidup.Pemodelan mencangkup respon beda nonlinier tegangan-regangan diafragma menerus dan balok-lantai denganpenampang komposit dan perubahan kekakuan akibat pengaruh waktu.Penelitian ini mengkonfirmasikan penemuan-penemuan yang lalu bahwa total momen pada tengah bentang sangattergantung secara “Virtual” dengan jumlah tulangan momen positif yang digunakan. Hal ini, bagaimanapun tidakberarti bahwa momen positif pada sambungan tidak penting. Retak pada diafragma akibat adanya sambunganmereduksi secara menyolok efektivitas kontinuitas untuk pelayanan beban hidup, dan menimbulkan permasalahanketahanan.Berdasarkan hasil analisa ini, jumlah minimum tulangan momen positif direkomendasikan untuk menghindarikehilangan yang berarti dari kontinuitas dan untuk mengontrol keretakan pada diafragma pada saat beban layan.Kata-kata Kunci / Key words : Sambungan menerus, balok girder beton prategang, kinerja sambungan pracetak
AUDIT ENERGI DI PT MACANAN JAYA CEMERLANG SUGENG SANTOSO; DODY WAHJUDI
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v17i1.211

Abstract

Manajemen energi adalah salah satu cara untuk mengidentifikasi dimana dan berapa energiyang digunakan oleh suatu peralatan dan dapat diketahui berapa peluang penghematan energi yangmungkin diperoleh dalam suatu fasilitas penggunaan energi untuk dicari penanganan, selanjutnya untukmelakukan efisiensi proses produksi.Prosedur audit energi di Indonesia telah distandarisasi dengan acuan SNI 03-6196-2000.Audit energi terdapat tiga tahapan utama, yaitu: audit energi awal, audit energi rinci, dan tahapanimplementasi dan monitoring. Audit energi listrik yang dilakukan di PT Macanan Jaya Cemerlangdengan data awal mulai tahun 2005 sampai tahun 2008, dapat dikatakan bahwa penggunaan energilistrik meningkat setiap tahun. Energi yang dipakai adalah adalah sebesar 115,134 MWh tahun 2005,152,505 MWh tahun 2006, 153,611 MWh tahun 2007, dan 166,413 MWh tahun 2008.Intensitas konsumsi energi (IKE) listrik di PT Macanan Jaya Cemerlang pada tahun 2005adalah 98,69 kWh/m2/tahun, tahun 2006 adalah 130,72 kWh/m2/tahun, tahun 2006 adalah 131,67kWh/m2/tahun, dan pada tahun 2008 adalah 142,64 kWh/m2/tahun. Angka IKE ini lebih rendah dariketentuan yang didasarkan pada SNI 03-6197-2000, yaitu 172,5 kWh/m2/tahun. Intensitas konsumsienergi spesifik (IKES) tahun 2008 adalah 2676 kWh/ton/tahun. Nilai IKES ini lebih tinggi dari IKES diIndia yaitu 1010-1650 kWh/ton/tahun.Nilai kontrak daya listrik ke PT Macanan Jaya Cemerlang dari PT PLN APJ Klaten sebesar345 kVA dari saluran distribusi tegangan menengah 20kV dengan arus nominal 9,959 ampere. Pada sisitegangan rendah 380 volt, arus nominal pemakaian adalah 524,173 ampere. Data hasil pengukuran,ternyata arus beban lebih besar dibandingkan arus nominal yang diijinkan. Arus rata-rata fase R adalah693,155 ampere, arus rata-rata fase S adalah 620,899 ampere, dan arus fase T adalah 648,547 ampere.Penggunaan daya listrik 9% sampai 30% lebih besar dari yang seharusnya.Kata kunci:manajemen energi, audit energi, energi listrik, kontrak daya, arus nominal
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN K ETERLAMBATAN PADA PELAKSANAAN PROYEK K ONSTRUKSI D I K ARISIDENAN BANYUMAS TAUFIK DWI LAKSONO
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v17i1.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidenfikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebabketerlambatan pekerjaan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey denganinstrumen kuesioner terhadap sampel penelitian berjumlah dari 30 responden. Data yang dikumpulkan berupapersepsi responden tentang pengaruh faktor-faktor penyebab keterlambatan yang dibuat suatu ranking denganindeks kepentingan. Faktor utama penyebab keterlambatan diketahui berdasarkan rangking tersebut. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 faktor yang berpengaruh terhadap proyek konstruksi, antara lain:kesalahan pada gambar dan spesifikasi, terlambatnya penyerahan lokasi dari pemilik proyek, ketersediaan danakontraktor, terlambatnya persetujuan atas gambar fabrikasi, kurangnya ketersediaan tenaga kerja, danterlambatnya pendetailan pekerjaan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan proyek konstruksifaktor kesalahan pada gambar dan spesifikasi.Kata kunci: konstruksi, keterlambatan, faktor, penyebab.

Page 1 of 1 | Total Record : 6