cover
Contact Name
Teguh Triyono
Contact Email
teknik@unwiku.ac.id
Phone
+6281804888643
Journal Mail Official
teknik@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji KarangsalamPurwokerto 53152, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
ISSN : 14111586     EISSN : 27226204     DOI : -
Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu teknik seperti sipil, arsitektur, elektro dan informatika. Pembahasan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi siapa saja yang membacanya. Kontribusi makalah dari berbagai pihak baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus sangat redaksi harapkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada
Articles 274 Documents
KAJIAN KUAT TEKAN BETON SCC MENGGUNAKAN AGREGAT PECAHAN KERAMIK F Eddy Poerwodihardjo; Ria Novita Sari
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.459

Abstract

Beton SCC (Self Compacting Concrete) merupakan suatu beton yang memiliki sifat kecairan (fluidity) yang tinggi, sehingga mampu mengalir dan mengisi keseluruhan ruang-ruang dalam cetakan akibat berat sendirinya tanpa melalui proses pemadatan. Komposisi SCC hampir sama dengan komposisi yang digunakan dalam pembuatan beton pada umumnya, yaitu menggunakan pasir, kerikil, semen, air dan menambahkan bahan tambah superplasticizer dalam campuran beton. Bahan limbah dalam penelitian ini adalah limbah pecahan keramik dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah tersebut, serta mengetahui pengaruh kuat tekan beton dengan penggunaan limbah pecahan keramik. Presentase penambahan limbah pecahan keramik terhadap agregat kasar 0%, 10%, 15% dan 20%. Hasil rata-rata berat jenis beton masuk ke kategori beton normal dengan nilai 2340 kg/m³ - 2381 kg/m³. Hasil kuat tekan rata-rata beton SCC BPK 0% umur 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 18,57 MPa, 20,50 MPa, 23,14 MPa dan 26,50 MPa. Beton SCC BPK 10% umur 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 18,08 MPa, 19,34 MPa, 21,42 MPa dan 25,19 MPa. Beton SCC BPK 15% umur 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 17,74 MPa, 20,42 MPa, 22,78 MPa dan 25,29 MPa. Untuk beton SCC BPK 20% umur 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 16,64 MPa, 19,19 MPa, 20,91 MPa dan 23,27 MPa. Penggunaan limbah yang paling optimum pada beton SCC dengan substitusi pecahan keramik sebanyak 15% dengan nilai kuat tekan 25,29 MPa. Kata Kunci : Self Compacting Concrete, Pecahan Keramik, Kuat Tekan
OPTIMASI POLA OPERASIONAL WADUK PENJALIN KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES TERHADAP KEBUTUHAN IRIGASI Kevin Pratama Nataniel; Novi Andhi Purwono; Atiyah Barkah
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.454

Abstract

Waduk Penjalin terletak di wilayah selatan Kabupaten Brebes tepatnya di Kecamatan Paguyangan Desa Winduaji. Waduk Kapasitas tampungan Waduk Penjalin tidak terlalu besar dengan volume rata – ratanya yaitu sekitar 9,25 juta m³. Penelitian ini diawali dengan melakukan analisis data sekunder yang didapat. Data – data kemudian diolah untuk mendapatkan besar debit bangkitan 10 tahun mendatang, serta kebutuhan air untuk irigasi berdasarkan pola tanam rencana. Studi diakhiri dengan simulasi pola pengoperasian waduk. Hasil studi ini diharapkan dapat membantu memberikan solusi untuk pengelola Waduk Penjalin dan diharapkan Pola Operasi Waduk Penjalin dapat berfungsi sebagai waduk yang Optimal terutama untuk Desa Winduaji.Berdasarkan hasil analisis debit bangkitan dengan menggunakan metode Thomas – Fiering dalam rentang tahun 2021 – 2031 didapatkan debit paling kecil sebesar 0 m3/bulan, dan debit terbesar yang mencapai 102.526.180,61 m3/bulan, dengan kebutuhan irigasi didapat kebutuhan terkecil adalah 0 m3/bulan, sedangkan kebutuhan irigasi terbesar didapat pada masa penyiapan lahan / land preparation untuk penanaman padi jenis (nedeco/prosida) varietas unggul dengan luas irigasi rencana sebesar 200 Ha untuk Desa Winduaji, maka kebutuhan irigasinya menjadi 676.026,68 m3/bulan. Berdasarkan hasil analisis water balance didapat peluang keandalan Waduk Penjalin sebesar 99,242% untuk 10 tahun kedepan sampai tahun 2031, dapat disimpulkan bahwa untuk 10 tahun kedepan ketersediaan air pada Waduk Penjalin masih ada dan dapat digunakan secara Optimal. Kata Kunci : Waduk Suplesi, Pola Operasi, Waduk Penjalin, Optimal.
PERANCANGAN PROTOTYPE ALAT PENDETEKSI DETAK JANTUNG KADAR OKSIGEN DAN SUHU TUBUH MENGGUNAKAN PLATFORM BLYNK Meliena Vanesha Hutagalung; Fikra Titan Syifa; Indah Permatasari
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.461

Abstract

Jantung merupakan organ vital pada manusia dengan fungsi utama untuk memompa darah keseluruh tubuh, dimana didalam darah pada tubuh terdapat gas, air dan zat makanan serta oksigen untuk disalurkan bagi semua sel dan jaringan. Salah satu indikator kesehatan tubuh manusia yaitu detak jantung, saturasi oksigen serta suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat dengan menggunakan pulse oximeter sebagai sensor utama pengukur detak jantung nya serta untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dan sensor suhu. Hasil data pengukuran dapat dimonitor melalui platform Blynk dan disimpan ke dalam cloud storage. Pengujian akan dilakukan terhadap sepuluh orang responden dengan menggunakan prototype yang sudah dibangun dan menggunakan alat yang dijual secara konvensional. Hasil pengujian dari prototype yang dirancang baik dengan nilai akurasi yaitu sebesar 97,87% pada MAX30100 untuk nilai detak jantung, dan 96,46% untuk kadar oksigen. Serta sensor DS18B20 nilai akurasi yang didapat senilai 99,50%. Selain itu, hasil pengujian delay masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai sebesar 25,9 ms.. Kata kunci: Blynk, Saturasi Oksigen, Detak Jantung, Pulse Oximeter.
ANALISIS TAHANAN ISOLASI PADA ISOLATOR PORSELIN DAN POLIMER TERHADAP POLUTAN GARAM DI GISTET 500 KV ADIPALA CILACAP Agam Celvano Darmadi; Kholistainingsih Kholistianingsih; Priyono Yulianto
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.455

Abstract

GISTET 500 kV Adipala is one of the locations that is in the spotlight in the Central Java Transmission Main Unit (UIT JBT) because of frequent pollutant problems, especially during the dry season. This causes the surrounding air to have a high salt content and also the flyash from the PLTU. This condition causes the insulators on the tower and gantry to be exposed to pollutants and can result in flashover and breakdown. This study discusses the effectiveness of polymer insulators by testing the insulation resistance of clean porcelain insulators, polluted porcelain, clean polymers, and polluted polymers. To get the condition of the insulator polluted with salt water, the method of raining on the insulator is carried out. The result of the clean porcelain test was 2970 GOhm. in the experiment with polluted porcelain insulators, the following results were obtained: the minimum 50ml experiment measured a resistance value of 2950 GOhm, which was reduced by 1% from the clean one and the maximum 500ml experiment measured the resistance value to 390,3 GOhm, which was 87% reduced from the clean one. The net polymer insulator test results are 3222.8 GOhm. In the experiment with polluted polymer insulators, the following results were obtained: the minimum 50ml experiment measured a resistance value of 2982 GOhm, which was 7% less, the maximum 500ml experiment was 2382.8 GOhm, 26% less. From the results of these experiments, it can be seen that in the porcelain insulator experiment with salt water polluted, the insulation resistance value decreased in each experiment until the maximum experiment was 500ml which obtained a resistance value of 390.3 GOhm. The results of the clean polymer insulator test were 3222.8 GOhm, while the pollutant polymer insulator experiment recorded a value that was not significantly decreased with the lowest value in the 500ml experiment of 2382.8 GOhm. When compared with the minimum standard of insulation resistance for the 500 kV system used by PLN is 500 MOhm. Porcelain insulators that experience continuous exposure to pollutants have the potential to experience flashover and faster breakdown compared to polymer insulators when viewed from the trend of decreasing insulating resistance. It can be concluded that polymer insulators are more effective for use in environments that have a high level of exposure to air pollution such as at GISTET Adipala. Keywords: Porcelain Insulator, Polymer Insulator, Pollutant, Flashover, Breakdown GISTET 500 kV Adipala adalah salah satu lokasi yang menjadi sorotan di Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) karena seringnya masalah polutan terutama pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan udara sekitar memiliki kandungan garam yang tinggi dan juga flyash dari PLTU. GISTET Adipala. Hal ini menyebabkan isolator pada tower dan gantry menjadi terpapar polutan dan dapat mengakibatkan terjadinya flashover dan breakdown. Oleh karena itu diperlukan analisis efektifitas isolator polimer dengan cara melakukan pengujian tahanan isolasi terhadap isolator porselin bersih, porselin berpolutan, polimer bersih, dan polimer berpolutan. Untuk mendapatkan kondisi isolator berpolutan air garam, dilakukan metode penghujanan ke arah isolator. Hasil pengujian porselin bersih tercatat 2970 GOhm. pada percobaan isolator porselin berpolutan didapat hasil sebagai berikut: percobaan 50ml, terukur nilai tahanan sebesar 2950 GOhm, yaitu berkurang 1% dan percobaan 500ml terukur nilai tahanan sebesar 390,3 GOhm, yaitu berkurang 87%. Untuk hasil pengujian isolator polimer bersih sebesar 3222,8 GOhm. 50ml terukur nilai tahanan sebesar 2982 GOhm, yaitu berkurang 7%, 500ml yaitu sebesar 2382,8 GOhm, berkurang 26% dari yang bersih. Dari hasil percobaan tersebut dapat dilihat pada percobaan isolator porselin berpolutan air garam adalah nilai tahanan isolasi yang menurun pada tiap percobaan hingga percobaan paling banyak yaitu 500ml yang diperoleh nilai tahanan 390,3 GOhm. Hasil pengujian isolator polimer bersih sebesar 3222,8 GOhm, sementara percobaan isolator polimer berpolutan tercatat nilai yang tidak begitu turun dengan nilai paling rendah pada percobaan 500ml sebesar 2382,8 GOhm. Jika dibandingkan dengan Standar minimal tahanan isolasi untuk sistem 500 kV yang digunakan PLN adalah 500 MOhm. Isolator porselin yang mengalami paparan polutan secara terus menerus berpotensi mengalami flashover dan breakdown lebih cepat dibandingkan dengan isolator polimer jika dilihat dari trend penurunan tahanan isolasinya. Dapat disimpulkan bahwa Isolator polimer lebih efektif untuk digunakan pada lingkungan yang memiliki tingkat paparan polusi udara yang tinggi seperti di GISTET Adipala. Kata Kunci: Isolator porselin, Isolator Polimer, Polutan, Flashover, Breakdown
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PERALATAN VHF-A/G YANG DILENGKAPI DENGAN CAVITY FILTER DI PERUM LPPNPI KCP CILACAP Kholistianingsih .; Eko Sudaryanto; Mochamad Iqbal Maulana
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.462

Abstract

Perusahaan Umum (PERUM) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Kantor Cabang Pembantu Cilacap atau yang lebih dikenal sebagai AIRNAV KCP Cilacap memberikan pelayanan komunikasi dan navigasi penerbangan mencapai 100 pergerakan pesawat setiap harinya. Kepadatan pergerakan pesawat ini tentunya harus didukung dengan kondisi peralatan yang andal. Salah satu peralatan yang sangat vital dalam menunjang kelancaran operasional penerbangan yaitu peralatan VHF A/G (Very High Frequency Air To Ground) yang berfungsi sebagai komunikasi antara pilot dan petugas lalu lintas udara yang berbentuk suara dalam frekuensi122.8 MHz. Terdapat banyak kegagalan yang bisa terjadi pada peralatan ini salah satunya yaitu gangguan frekuensi akibat masuknya spektrum frekuensi stasiun radio lokal. Oleh karna itu dibutuhkan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filter yang merupakan band pass filtermemiliki fungsi untuk meloloskan frekuensi tertentu dan melemahkan semua frekunsi yang tidak diinginkan. Tujuan penulisan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui keandalan peralatan VHF A/Gdan efektivitas peralatan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filterserta perbedaannya dibandingkan peralatan VHF A/G tanpa dilengkapi cavity filtermilik Airnav KCP Cilacap. Metode yang akan dilakukan pada penelitian penulisan tugas akhir ini yaitu metode pendekatan MTBF dan Realibility (R) serta metode deskriptif kuantitatif data observasi lapangan dan studi literatur. Manfaat yang diharapkan dari penulisan tugas akhir ini yaitu agar dapat menguraikan keandalan dan efektivitas serta pengaruh pemasangancavity filter pada peralatan VHF A/G di Airnav KCP Cilacap. Hasil penelitian ini adalah peralatan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filtermemiliki tingkat keandalan 100 % dan sangat efektif bekerja pada spektrum pita frekuensi kerja frekuensi penerbangan 122,800 MHz dengan pita frekuensi offset 122,790 MHz dan 122,810 MHz. Peralatan VHF A/G yang dilengkapi dengan cavity filtermemiliki kualitas suara audio yang lebih jernih dengan rata – rata persentase error penerimaan frekuensi bunyi sebesar 0,35 %, memiliki rata – rata tegangan keluaran sebesar 105,3 mV dengan rata – rata amplitudo mencapai 309,3 mV dan bekerja dengan baik pada dari pita frekuensi bunyi 200 Hz sampai dengan 5000 Hz. Sedangakan peralatan VHF A/G tanpa dilengkapi cavity filter rata – rata persentase error penerimaan frekuensi bunyi sebesar 1,64 %, rata – rata tegangan keluaran sebesar 13,8 mV dengan rata – rata amplitudo sebesar 45,03 mV dan bekerja dengan baik pada dari pita frekuensi bunyi 1000 Hz sampai dengan 5000 Hz. Kata kunci : Cavity filter, Band pass filter, VHF A/G, Interferensi spektrum frekuensi, kenadalan, MTBF, Perum LPPNPI (Airnav) KCP Cilacap
ANALISIS PENGARUH KUAT MEDAN LISTRIK TERHADAP LINGKUNGAN DIBAWAH TRANSMISI SUTET 500 KV PENGHANTAR PEDAN-KESUGIHAN Miftakhudin Miftakhudin; Dody Wahjudi; Tri Watiningish
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.456

Abstract

Medan listrik merupakan bagian dari medan elektromagnetik yang timbul karena gelombang yang dihasilkan karena sumber arus dan tegangan. Contoh yang menghasilkan medan listrik adalah saluran transmisi. Pada SUTET memiliki tegangan kerja sebesar 500 kV, yang mana semakin besar tegangan yang dihasilkan, maka semakin besar pula medan listriknya. Untuk dapat menurunkan besarnya nilai medan listrik yang disebabkan oleh adanya SUTET, maka dilakukan penelitian dan pengukuran langsung di bawah transmisi SUTET. Selain dilakukan pengukuran besar medan listrik, dilakukan juga pengukuran seperti ; pengukuran tinggi andongan kawat SUTET, pengukuran besar tegangan induksi, pengukuran corona, pengukuran tahanan isolasi dan pengukuran grounding kaki tower. Dari hasil pengukuran tersebut didapatkan nilai yang tinggi terutama pada pengukuran tegangan induksi dengan hasil tertinggi sebesar 111,6 volt, pada pengukuran corona dengan hasil tertinggi sebesar 44086 count/menit, pada pengukuran tahanan isolasi hasil terendahnya sebesar 13,3 GOhm dan pada pengukuran grounding kaki tower teringgi sebesar 20,6Ohm. Untuk menurunkan besarnya hasil pengukuran tersebut, maka dilakukan perbaikan pada sisi grounding tower dan dilakukan juga pembersihan serta penggantian sisi isolator. Setelah dilakukan perbaikan-perbaikan tersebut, didapatkan penurunan hasil pengukuran yang signifikan pada nilai grounding menjadi 1,18Ohm dan tegangan induksinya menjadi 26,7 volt. Hasil penurunan nilai pengukuran tidak hanya terjadi pada sisi grounding dan tegangan induksinya saja, tetapi juga pada pengukuran medan listrik, hasil yang diperoleh baik sebelum sebesar 4,34 kV/m dan setelah adanya perbaikan sebesar 2,29 kV/m, pengukuran masih dibawah ambang batas yang diperbolehkan oleh WHO yaitu sebesar 5 kV/meter, sehingga masih dalam batas aman bagi lingkungan yang berada di bawah saluran transmisi SUTET tersebut. Kata kunci : SUTET, Medan Elekromagnetik, Medan Listrik, Tegangan Induksi, Tahanan Isolasi, Andongan, Grounding, Tower, WHO. The electric field is part of the electromagnetic field that arises because of the waves generated due to current and voltage sources. An example that generates an electric field is a transmission line. SUTET has a working voltage of 500 kV, which the greater the voltage generated, the greater the electric field. To be able to reduce the magnitude of the electric field value caused by the presence of SUTET, research and measurements were carried out directly under the SUTET transmission. In addition to measuring the magnitude of the electric field, measurements such as; measuring the height of the SUTET wire, measuring the amount of induced voltage, measuring corona, measuring insulation resistance and measuring the grounding feet of the tower. From the results of these measurements, a high value was obtained, especially on the measurement of the induced voltage with the highest result of 111.6 volts, on the corona measurement with the highest result of 44086 counts/minute, on the measurement of insulation resistance the lowest result was 13.3 GOhm and on the measurement of grounding feet. the highest tower of 20.6Ohm. To reduce the magnitude of the measurement results, repairs were made to the grounding tower side and cleaning and replacement of the insulator side was also carried out. After these improvements were made, a significant decrease in the measurement results was obtained on the grounding value to 1.18Ohm and the induced voltage to 26.7 volts. The result of a decrease in the measurement value does not only occur on the grounding side and the induced voltage, but also on the electric field measurement, the results obtained both before were 4.34 kV/m and after an improvement of 2.29 kV/m, the measurement was still below the threshold the limit allowed by WHO is 5 kV/meter, so it is still within safe limits for the environment under the SUTET transmission line Keywords: SUTET, Electromagnetic Field, Electric Field, Induction Voltage, Insulation Resistance, Andongan, Grounding, Tower, WHO
REDESAIN KAWASAN PARIWISATA MENARA SIGER DI BAKAUHENI HARBOUR CITY Wahyu Krismanto; Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.452

Abstract

Menara siger sebagai monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, sebagai perwujudan dari mahkota pengantin perempuan dari adat Lampung. Arsitek Menara siger adalah Ir.Hi. Anshori Djausal M.T. (putra Lampung). Untuk lokasi menara siger sendiri berada di Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan yang lokasinya di area penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera atau penyeberangan (ASDP) bakauheni. Dari beberapa isu / berita mengenai perencanaan area pariwisata berbasis internasional di area bakauheni dengan sebutan bakauheni harbour city, tahap awal direncanakan pengembangan area menara siger menjadi area pendidikan, kebudayaan dan pengenalan kepada wisatawan. Dari alasan tersebut laporan ini menjelaskan beberapa ide yang ingin penulis angkat sebagai tugas akhir dalam mendapatkan gelar setara S1 fakultas teknik dengan meredesain/mengembangkan kawasan pariwisata menara siger menjadi area pengenalan, pendidikan, kesenian, kebudayaan dan keberagaman yang dimiliki oleh Provinsi Lampung dengan tetap mempertahankan menara siger menjadi inti dari area tersebut. Kata Kunci : Redesain, Kawasan Pariwisata, Menara Siger, Bakauheni Harbour City.
ANALISIS JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM BANYUMAS PADA WILAYAH PELAYANAN SPAM PATIKRAJA DENGAN SOFTWARE EPANET 2.0 Anisa Dela Oktafia; Novi Andhi Purwono; Citra Pradipta Hudoyu; Atiyah Barkah
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 24, No 1 (2023): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v24i1.474

Abstract

ABSTRAK Air bersih merupakan kebutuhan dasar di setiap lingkungan hidup. Penyediaan air bersih di kota dikelola oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM), tidak semua wilayah bisa terjangkau dan terlewati jalur distribusi air bersih. Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, tentunya semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap konsumsi air bersih. Pertumbuhan penduduk berpotensi menyebabkan peningkatan jumlah pelanggan PDAM dan seiring waktu akan mengalami perubahan terhadap penggunaan pola konsumsi kebutuhan air, yang menyebabkan kebutuhan air bersih akan mengalami peningkatan, disisi lain ketersediaan air semakin menurun. Dalam penelitian ini, akan dianalisis kemampuan jaringan distribusi air bersih tahun 2031 dan studi perencanaan kebutuhan air bersih tahun tahun 2031 PDAM Banyumas pada wilayah pelayanan SPAM Patikraja dengan aplikasi program Epanet 2.0.Berdasarkan data hasil analisis jaringan distribusi air bersih PDAM Kabupaten Banyumas pada wilayah pelayanan SPAM Patikraja, diperoleh bahwa nilai kebutuhan air tahun 2021 sebesar 17,137 liter/detik masih dibawah kapasitas sumber air baku sedangkan tahun 2031 sebesar 34,438 liter/detik kebutuhan air melebihi kapasitas sumber air baku. Nilai tekanan tiap node tahun 2021 dan 2031 sesuai ketentuan DPU. Kecepatan aliran dalam pipa dari seluruh jumlah pipa tahun 2031 yang sesuai dengan kecepatan yang dijinkan yaitu 1,15 m/detik. Nilai rata - rata kehilangan energi tahun 2031 sebesar 4,431 m/km. Kata kunci: Node, pipa, Epanet 2.0, jaringan distribusi air bersih.
KELAYAKAN MATERIAL DESA GOLO LALONG SEBAGAI BAHAN TIMBUNAN PILIHAN PEKERJAAN JALAN BERDASARKAN NILAI AKTIF MATERIAL Kasmir Gon; Remigildus Cornelis; Iwan Rustendi
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 24, No 1 (2023): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v24i1.479

Abstract

Abstrak Kebutuhan penggunaan material sebagai bahan konstruksi pekerjaan jalan semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan pembangunan, seperti yang terjadi di Desa Golo Lalong Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menggunakan material lokal desa setempat sebagai bahan pekerjaan jalan tanpa mengetahui kelayakan teknis material tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengubah kebijakan pengambil keputusan dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi jalan mampu menerapkan prinsip tepat biaya, tepat mutu, dan tepat waktu sehingga pekerjaan jalan terbangun membawa manfaat bagi kehidupan orang banyak selaku pengguna prasarana jalan. Fokus penelitian ini adalah melakukan pengambilan contoh material di Desa Golo Lalong, melakukan pengujian di laboratorium Dinas PUPR Kabupaten Manggarai di Ruteng, mengolah data hasil uji, menghitung nilai Aktif material, menganalisis, dan menyimpulkan. Jenis uji laboratorium yang dilakukan meliputi kadar air, berat jenis, batas cair, batas plastis, dan gradasi ukuran butir. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa material Desa Golo Lalong termasuk jenis A2-4, memenuhi syarat teknis berdasarkan gradasi ukuran butir, dan memiliki sifat plastisitas rendah. Tetapi material tersebut memiliki nilai Aktif (A) lebih besar dari 1,25 dan dikategorikan sebagai material aktif yang berpotensi untuk mengembang. Hal ini menunjukan bahwa kelayakan teknis material konstruksi tidak hanya dibaca dari hasil uji gradasi ukuran butir atau nilai plastisitasnya tetapi juga nilai aktif yang merupakan perbandingan antara nilai indeks plastisitas dengan persen lolos saringan Nomor 200. Dari penelitian ini diharapkan kepada para pengambil kebijakan penyelenggara jalan dan para pengguna material Desa Golo Lalong dalam memenuhi kebutuhan konstruksi dapat meninjau kembali keputusannya, karena material Desa Golo Lalong tidak layak berdasarkan nilai aktifnya untuk pekerjaan timbunan pilihan jalan. Kata kunci: Kelayakan, Bahan Timbunan, Konstruksi Jalan, Nilai Aktif
PENERAPAN SISTEM DATA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN BERBASIS RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) Eko Sudaryanto; Dody Wahjudi; Tri Watiningish
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 24, No 1 (2023): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v24i1.475

Abstract

Abstrak Mahasiswa dalam mencari informasi seperti buku, jurnal atau referensi yang lain akan mendatangi perpustakaan yang merupakan tempat untuk mendapatkan informasi tersebut. Untuk mendata pengunjung yang datang ke perpustakaan dilakukan secara manual dengan mencatat pada buku daftar kunjungan perpustakaan. Tapi daftar kunjungan dapat dimanipulasi dengan memasukkan identitas yag tidak sesuai. Pada saat pengunjung meninggalkan perpustakan tidak dilakukan pendaatan kembali, sehingga pengunjung tidak diketahui kepulangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan sistem data pengunjung perpustakaan menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) untuk mendata pengunjung yang masuk dan keluar perpustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yang meliputi analisis kebutuhan, desain serta implementasi dan testing. Sistem data pengunjung perpustakaan berupa web aplikasi sebagai interface aplikasi dengan RFID reader sebagai device input dengan mikrokontroler untuk proses input dan output data. Dari hasil penelitian berhasil diterapkan sistem data pengunjung perpustakaan yang mendata pengunjung yang masuk dan keluar perpustakaan menggunakan perangkat RFID. Kata Kunci : Perpustakaan, RFID, Pengunjung.