cover
Contact Name
Teguh Triyono
Contact Email
teknik@unwiku.ac.id
Phone
+6281804888643
Journal Mail Official
teknik@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji KarangsalamPurwokerto 53152, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
ISSN : 14111586     EISSN : 27226204     DOI : -
Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu teknik seperti sipil, arsitektur, elektro dan informatika. Pembahasan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi siapa saja yang membacanya. Kontribusi makalah dari berbagai pihak baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus sangat redaksi harapkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada
Articles 289 Documents
STUDI ANALISIS KAPASITAS SALURAN SEKUNDER DAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA D.I. PESAYANGAN KABUPATEN TEGAL Salsabilla, Nadya Shafira; Santoso, Teguh Haris; ., Weimintoro; Yusuf, Muhamad
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 25, No 2 (2024): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v25i2.555

Abstract

Abstrak Daerah Irigasi Pesayangan merupakan daerah irigasi yang berlokasi di Kabupaten Tegal Jawa Tengah, dengan luas areal layanan 1.870 Ha. Desa Cangkring merupakan desa yang dilayani oleh Daerah Irigasi Pesayangan dengan areal layanan terluas yaitu 665,30 Ha, sehingga kebutuhan air dan kapasitas daya tampung salurannya perlu diperhatikan sebagai upaya pengelolaan sistem irigasi guna mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Tegal. Pengumpulan data yang dibutuhkan berupa Data Sekunder seperti data curah hujan wilayah, data klimatologi, dan data teknis bendung atau jaringan irigasi Pesayangan yang didapat dari instansi terkait. Selanjutnya dapat dilakukan perhitungan analisis data guna mendapat kesimpulan. Kebutuhan air tertinggi untuk irigasi di Desa Cangkring dengan luas areal 665,30 Ha menggunakan pola tata tanam padi – padi – palawija dimana palawijanya berupa tanaman jagung, didapatkan hasil bahwa pada pola tanam alternatif I kebutuhan air tertinggi terjadi pada pertengahan bulan Oktober sebanyak 1,26 m3/detik. Pada pola tanam alternatif II terjadi pada pertengahan bulan November sebanyak 0,96 m3/detik. Sedangkan pada pola tanam alternatif III terjadi pada pertengahan bulan November sebanyak 0,96 m3/detik. Dari analisis kondisi kapasitas daya tampung saluran didapatkan hasil bahwa saluran sekunder cangkring mampu menampung debit rencana pada periode 2, 5, sampai 10 tahun mendatang. Kata kunci: Kebutuhan Air, Irigasi, Bendung.
PERBANDINGAN KINERJA CONVULUTIONAL CODES DAN POLAR CODES PADA TEKNOLOGI 5G DENGAN KANAL SSCM Yesitasari, Devi
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 25, No 2 (2024): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v25i2.571

Abstract

KODE ETIK INSINYUR DALAM PELAKSANAAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA UMKM PROGRAM PEN KAB. BANYUMAS ., Irawadi; Rustendi, Iwan; Gunarto, Bakti
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 25, No 2 (2024): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v25i2.560

Abstract

Abstrak Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan Perjanjian Pemberian Pinjaman dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah, senilai Rp 191 milyar ditujukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan pengembangan UMKM serta diharapkan terjadi ‘multiplier effect’ terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pasca covid19 melalui Pembangunan infrastruktur Pariwisata dan UMKM. Melihat kerberhasilan pelaksanaan kegiatan dengan kompleksitas dan waktu pelaksanaan yang terbatas, maka review pelaksanaan kegiatan ini sangat dibutuhkan mulai dari tahapan perencanaan; pengadaan barang/jasa, pelaksanaan konstruksi sampai dengan monitoring evaluasi yang meliputi kesiapan kuantitas dan kualitan sumber daya manusia; sarana prasarana; metode serta aturan yang mendasarinya, termasuk peran organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) khususnya pengetahuan keinsinyuran (sains dan teknologi) menitikberatkan pada ‘etika profesi Insinyur’, melalui Kode Etik Insinyur Indonesia dalam Sapta Dharma Insinyur Indonesia. Dari rumusan masalah; tujuan; manfaat; ruang lingkup; identifikasi masalah dan hambatan; analisis penanganan masalah; evaluasi dan tindaklanjut; hasil kajian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa proses pembangunan infrastruktur Pariwisata UMKM Program PEN 2021 Kabupaten Banyumas dapat terbangun, dapat difungsikan, walau sebagian perlu kelengkapan lanjutan; keterbatasan waktu pelaksanaan dimungkinkan terjadi kesalahan/ kelemahan administrasi teknis dan pemeriksaan oleh badan pemeriksa internal eksternal berpendapat tidak terjadi penyimpangan anggaran merugikan keuangan negara serta Sapta Dharma (Tujuh Tuntutan Sikap dan Prilaku) sebagai Kode etik Seorang Insinyur Indonesia sudah dilaksanakan, belum sempurna, dan perlu ada pembelajaran bersama mengenai hal ini. Kata kunci: Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah; Pembangunan Infrastruktur Pariwisata UMKM; Kode Etik InsinyurIndonesia
PERBANDINGAN KINERJA CONVULUTIONAL CODES DAN POLAR CODES PADA TEKNOLOGI 5G DENGAN KANAL SSCM Yesitasari, Devi; Valina, Sheilla Nadia; ., Faizah; Vebriyanto, Danu Angga; Dewi, Filda Hulwani
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 25, No 2 (2024): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v25i2.567

Abstract

ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN SERTA PROYEKSI AIR BESIH PADA SUMBER AIR TANAH KARST DI PULAU TOMIA (Studi Kasus : Wilayah Pelayanan Air Bersih Kabupaten Wakatobi) Ahmad Fauzi Hasan; Novi Andhi Purwono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 27, No 1 (2026): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v27i1.768

Abstract

Abstrak Pulau Tomia merupakan wilayah kepulauan di Kabupaten Wakatobi yang kondisi geologinya didominasi batuan karbonat, sehingga pemenuhan air bersih masyarakat sangat bergantung pada air tanah karst yang dimanfaatkan Yayasan Te'e Luo melalui sistem pemompaan berkapasitas 11 liter/detik. Pertumbuhan penduduk yang terus berlangsung diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan air, sementara kapasitas produksi pompa relatif tetap, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis proyeksi jumlah penduduk, kebutuhan air bersih, ketersediaan air, serta neraca air di wilayah pelayanan hingga tahun 2045. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Proyeksi penduduk dihitung menggunakan metode aritmatika, geometrik, dan regresi linear, kemudian dipilih metode terbaik berdasarkan koefisien korelasi Pearson dan standar deviasi residual. Kebutuhan air dihitung mengacu pada Kriteria Perencanaan Ditjen Cipta Karya, sedangkan ketersediaan air ditentukan dari kapasitas produksi aktual sistem pemompaan. Hasil penelitian menunjukkan metode regresi linear paling sesuai digunakan, dengan proyeksi penduduk mencapai 9.151 jiwa pada tahun 2045. Kebutuhan air rencana pada tahun tersebut diperkirakan 871,36 m³/hari, sedangkan ketersediaan air eksisting hanya 752,40 m³/hari. Sistem masih mampu memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030, namun mulai defisit sejak 2031 dan terus meningkat hingga -118,96 m³/hari pada tahun 2045. Skenario penambahan waktu operasional pompa dari 19 jam menjadi 22 jam per hari mampu meningkatkan ketersediaan air menjadi 871,20 m³/hari, sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi hampir seimbang hingga akhir periode proyeksi. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk menjadi faktor utama peningkatan kebutuhan air, sedangkan kapasitas produksi yang tidak berkembang berpotensi menimbulkan defisit jangka panjang. Optimalisasi jam operasional pompa dapat menjadi solusi sementara, namun pengembangan sumber air dan peningkatan kapasitas sistem tetap diperlukan untuk keberlanjutan pelayanan air bersih di Pulau Tomia. Kata kunci: Air tanah karst, Proyeksi Penduduk, Kebutuhan Air Bersih, Ketersediaan Air, Neraca Air Abstract Tomia Island is an archipelagic region in Wakatobi Regency, where the geological conditions are dominated by carbonate rocks. As a result, the community's access to clean water heavily relies on karst groundwater, which is utilized by the Te'e Luo Foundation thru a pumping system with a capacity of 11 liters/second. The ongoing population growth is expected to increase water demand, while the pump production capacity remains relatively constant, potentially leading to an imbalance between water demand and availability in the future. This study aims to analyze the projections of population growth, clean water demand, water availability, and water balance in the service area until 2045. The method used is quantitative descriptive. Population projections are calculated using arithmetic, geometric, and linear regression methods, and the best method is selected based on the Pearson correlation coefficient and residual standard deviation. Water demand is calculated based on the Planning Criteria of the Directorate General of Human Settlements, while water availability is determined by the actual production capacity of the pumping system. The research results indicate that the linear regression method is the most suitable to use, with a projected population reaching 9,151 people by 2045. The planned water demand for that year is estimated at 871.36 m³/day, while the existing water availability is only 752.40 m³/day. The system can still meet the demand until 2030, but it starts to experience a deficit from 2031 and continues to increase to -118.96 m³/day by 2045. The scenario of extending the pump's operational hours from 19 hours to 22 hours per day can increase water availability to 871.20 m³/day, thereby meeting water needs almost evenly until the end of the projection period. It can be concluded that population growth is the main factor driving the increase in water demand, while the stagnant production capacity has the potential to cause a long-term deficit. Optimizing pump operational hours can be a temporary solution, but the development of water sources and the enhancement of system capacity are still necessary for the sustainability of clean water services on Tomia Island. Keywords: Karst groundwater, Population Projection, Clean Water Demand, Water Availability, Water balance
PENGARUH INTRUSI AIR LAUT TERHADAP KUALITAS AIR TANAH DI WILAYAH PESISIR PANTAI BANDENGAN DAN PANTAI KARTINI KABUPATEN JEPARA Kinanthi Putri Kinasih; Novi Andhi Purwono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.714

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh intrusi air laut terhadap kualitas air tanah di wilayah pesisir Pantai Bandengan dan Pantai Kartini, Kabupaten Jepara. Intrusi air laut merupakan fenomena masuknya air laut ke dalam akuifer air tanah, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air tanah, terutama di daerah pesisir yang padat penduduk dan bergantung pada air sumur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air tanah dari sepuluh titik sumur penduduk di dua desa pesisir, yaitu Desa Bandengan dan Desa Bulu. Analisis kualitas air tanah dilakukan berdasarkan parameter Daya Hantar Listrik (DHL), klorida, pH, kesadahan total, dan Total Dissolved Solids (TDS), yang dibandingkan dengan standar PERMENKES RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat indikasi kuat terjadinya intrusi air laut, terutama pada titik-titik yang lebih dekat dengan garis pantai, yang ditandai dengan peningkatan nilai DHL, klorida, dan TDS, serta perubahan pH dan tingkat kesadahan. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intrusi air laut telah memengaruhi kualitas air tanah di wilayah penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan air tanah yang berkelanjutan serta perencanaan pembangunan wilayah pesisir yang lebih bijaksana. Kata kunci: intrusi air laut, kualitas air tanah, DHL, klorida, TDS Abstract This study aims to identify and analyze the impact of seawater intrusion on groundwater quality in the coastal areas of Bandengan Beach and Kartini Beach, Jepara Regency. Seawater intrusion is a phenomenon where seawater infiltrates freshwater aquifers, potentially degrading groundwater quality, especially in coastal regions with high population density that rely heavily on well water. A descriptive quantitative approach was employed, using groundwater samples from ten active residential wells across two coastal villages: Bandengan and Bulu. Groundwater quality was assessed through key chemical parameters: Electrical Conductivity (EC), chloride, pH, total hardness, and Total Dissolved Solids (TDS), and compared with the standards set by the Indonesian Ministry of Health. The findings indicate strong evidence of seawater intrusion, particularly in sampling points closer to the shoreline, marked by elevated EC, chloride, and TDS levels, along with shifts in pH and hardness. It can be concluded that seawater intrusion has notably affected groundwater quality in the study area. This research is expected to serve as a basis for sustainable groundwater management and more prudent coastal development planning. Keywords: seawater intrusion, groundwater quality, electrical conductivity, chloride, TDS
PERSEPSI MAHASISWA DAN KARYAWAN TERHADAP PRIORITAS KEBUTUHAN FASILITAS PADA RUMAH KOS DI PURWOKERTO Dwi Istiningsih; Eddy Poerwodihardjo
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.719

Abstract

Abstrak Penelitian ” Persepsi Mahasiswa Dan Karyawan Terhadap Prioritas Kebutuhan Fasilitas Pada Rumah Kos Di Purwokerto bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis prioritas kebutuhan fasilitas hunian bagi mahasiswa dan karyawan sebagai dasar pengembangan dalam merencanakan hunian atau rumah kos yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap sejumlah responden. Prioritas utama adalah jaringan WiFi, ruang parkir, dan kamar mandi dalam. Fasilitas selain itu, dapur dan ruang bersama menempati prioritas paling rendah. Pola ini konsisten pada hampir semua kategori respresponden yang terdiri dari mahasiswa, karyawan, pria, dan wanita. Data dianalisis dengan pendekatan analisis prioritas untuk menentukan urutan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, tiga fasilitas yang paling diprioritaskan oleh responden, menandakan bahwa penghuni masa kini lebih mengutamakan kenyamanan pribadi, privasi, dan konektivitas digital dibandingkan aktivitas sosial bersama. Temuan ini diharapkan memberikan masukan penting bagi pengusaha kos dan perancang arsitektur hunian, yaitu perlunya penyediaan fasilitas yang mendukung gaya hidup modern seperti akses internet yang cepat, kamar mandi privat, serta area parkir yang memadai. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan desain dan pengelolaan rumas kos yang responsif Kata kunci: prioritas fasilitas, mahasiswa, karyawan, rumah kos terhadap kebutuhan aktual pengguna. Kata Kunci: Faslilitas Prioritas, Pelajar, Karyawan, Rumah kos. Abstract The study "Students' and Employees' Perceptions of Priority Facility Needs in Boarding Houses in Purwokerto" aims to identify and analyze the priority needs of residential facilities for students and employees as a basis for developing housing or boarding house plans that suit user needs. The research method used is a quantitative survey with data collection through questionnaires from a number of respondents consisting of students, employees, men, and women. Data were analyzed using a priority analysis approach to determine the order of needs based on their level of importance. The research results show that, in general, the three facilities most prioritized by respondents were WiFi, parking, and private bathrooms. Other facilities, such as kitchens and shared spaces, were the lowest priority. This pattern was consistent across nearly all respondent categories, indicating that today's residents prioritize personal comfort, privacy, and digital connectivity over shared social activities. These findings are expected to provide important insights for boarding house owners and residential architectural designers, specifically the need to provide facilities that support a modern lifestyle, such as fast internet access, private bathrooms, and adequate parking. Therefore, the results of this study are expected to serve as a reference in making design and management decisions for boarding houses that are responsive to the actual needs of users. Keywords: facility priorities, students, employees, boarding houses
PERENCANAAN INDUSTRI SEPATU DENGAN KONSEP HUMAN-CENTERED DESIGN DI KABUPATEN BANYUMAS Fiddy Zoelangga Prayudha; Yohanes Wahyu Dwi Yudono; Dwi Djati Lestariningsih
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 27, No 1 (2026): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v27i1.770

Abstract

Abstrak Industri sepatu merupakan sektor strategis yang berperan dalam meningkatkan perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja, khususnya di Kabupaten Banyumas yang memiliki potensi pengembangan industri manufaktur. Namun, perencanaan kawasan industri sepatu yang ada umumnya masih berfokus pada aspek fungsional dan efisiensi produksi, dengan minim perhatian terhadap kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kawasan industri sepatu di Kabupaten Banyumas dengan menerapkan konsep Human-Centered Design sebagai pendekatan utama perancangan. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, analisis aktivitas dan pelaku, kebutuhan ruang, sirkulasi, serta aspek lingkungan dan visual kawasan. Konsep Human-Centered Design diterapkan dengan menempatkan manusia sebagai pusat perancangan melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, dan produktif bagi pekerja, manajemen, maupun pengunjung. Penerapan konsep ini diwujudkan dalam pengaturan zonasi yang jelas, sirkulasi yang efektif, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau, serta integrasi sistem utilitas yang mendukung aktivitas industri. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa penerapan konsep Human-Centered Design mampu meningkatkan kualitas lingkungan industri, memperbaiki hubungan kawasan industri dengan lingkungan sekitar, serta memperkuat identitas kawasan industri sepatu yang berkelanjutan dan berorientasi pada manusia di Kabupaten Banyumas. Kata kunci: industri sepatu, perencanaan kawasan industri, human centered design, arsitektur industri. Abstract The footwear industry is a strategic sector that contributes significantly to regional economic growth and employment opportunities, particularly in Banyumas Regency, which has strong potential for manufacturing development. However, the planning of existing footwear industrial areas generally prioritizes functional efficiency and production capacity, while aspects of user comfort, safety, and well- being receive limited attention. This study aims to plan a footwear industrial area in Banyumas Regency by applying the Human-Centered Design (HCD) concept as the main design approach. The research method includes site analysis, analysis of activities and users, spatial requirements, circulation patterns, and environmental and visual aspects of the area. The Human-Centered Design concept is implemented by placing humans at the center of the design process, creating a safe, comfortable, healthy, and productive working environment for workers, management, and visitors. This approach is reflected in clear zoning arrangements, efficient circulation systems, optimization of natural lighting and ventilation, provision of green open spaces, and integration of supporting utility systems. The results indicate that the application of the Human-Centered Design concept improves the quality of the industrial environment, enhances the relationship between the industrial area and its surrounding context, and strengthens the identity of a sustainable and human-oriented footwear industrial area in Banyumas Regency. Keywords: footwear industry, industrial area planning, human-centered design, industrial architecture.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PREFERENSI DESAIN ARSITEKTUR: ANALISIS RESPONS PENGGUNA DAN TREN DIGITAL DI ERA MODERN Salsabila Rayanisa; Siti Aulia Mutia
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.715

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap minat Masyarakat dalam preferensi desain arsitektur melalui observasi respons pengguna dan studi literatur terdahulu. Media social seperti Instagram, TikTok, dan Pinterest berperan sebagai katalisator dalam membentuk selera public melalui konten visual yang viral, sehingga memengaruhi persepsi dan pilihan desain arsitektur yang diminati masyarakat. Metode yang digunakan yaitu analisis kualitatif terhadap tingkat suka, komentar, dan share pada postingan konten arsitektur, dengan tinjauan literatur yang menunjukkan integrasi platform digital dalam proses desain partisipatif. Hasil penelitian ini mengungkap pengaruh signifikan dari media sosial terhadap preferensi Masyarakat dalam desain arsitektur dan desain. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi pola interaksi pengguna yang mendukung tren desain yang sedang ramai, serta temuan bahwa terdapat perbedaan pengaruh platform media sosial yang berbeda terhadap wawasan dan preferensi masyarakat atas desain arsitektur yang lebih mereka minati. Temuan ini menegaskan bahwa respons digital menjadi indikator utama preferensi masyarakat, dengan implikasi bagi arsitek untuk menyesuaikan desain agar selaras dengan dinamika tren online yang sedang terjadi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman arsitektur kontemporer yang terintegrasi dengan ekosistem media sosial. Kata kunci: Media Sosial Instagram, TikTok, Pinterest, Preferensi, Masyarakat. Abstract This research aims to investigate the influence of social media on public preferences in architectural design through systematic content observation of user responses and a comprehensive literature review. Social media platforms such as Instagram, TikTok, and Pinterest serve as catalysts for shaping public aesthetic preferences by disseminating viral visual content, thereby modulating perceptions and selections of architectural designs. The methodology encompasses qualitative analysis of engagement metrics—including likes, comments, and shares—on architectural posts, complemented by a literature review illustrating the incorporation of digital platforms into participatory design paradigms..The findings substantiate a profound influence of social media on public predilections within architectural and design domains. Distinctive user interaction patterns are identified that support emerging design trends, alongside platform-specific variations in shaping public perceptions and preferences for architectural forms.. These outcomes affirm digital engagement metrics as principal barometers of collective aesthetic preferences, bearing critical implications for architects seeking congruence with contemporaneous online trend dynamics. Keywords: Social Media: Instagram, TikTok, Pinterest, Preferences, Public.
ANALISIS PENDAHULUAN DINDING PENAHAN TANAH LEMPUNG ANORGANIK PLASTISITAS RENDAH Ary Sismiani; Iwan Rustendi; Diyah Ayu Widayanti
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.720

Abstract