cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIEM
ISSN : 977244287     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM) adalah jurnal ilmiah online Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun yang berdiri sejak 23 Februari 2015. Jurnal ini merupakan terbitan berkala 6 bulan, dengan jadwal terbit bulan April dan Oktober di setiap tahunnya. Artikel pada jurnal ini ditujukan untuk mewadahi publikasi artikel yang bersumber dari mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati bidang pendidikan matematika maupun matematika sain. Artikel yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil penelitian atau hasil kajian dengan format penulisan mengikuti kaidah ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SMK BERCIRIKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Irwantoko, Josef
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan  kemampuan  seseorang untuk berpikir kritis,  sistematis, logis, kreatif, dan bekerjasama  merupakan manfaat penting pelajaran Matematika di setiap jenjang pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran matematika di SMK Kare Kabupaten Madiun masih belum maksimal menggunakan buku teks  sebagai sumber belajar. Salah satu kesulitan peserta didik terindikasi dalam   hasil belajar matematika pada peserta didik kelas X semester ganjil.  Pengembangan  bahan  ajar  ini menggunakan  empat dari lima fase rancangan  dari model pengembangan  Plomp yang terdiri dari (1) fase investigasi  awal, (2) fase perancangan, (3) fase realisasi/konstruksi,  (4) fase tes, evaluasi dan revisi. Produk pengembangan memuat langkah-langkah pembelajaran berbasis  masalah menurut Fogarty yang dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah matematika, yaitu: (1) Menemukan masalah, (2) Mendefinisikan masalah, (3) Mengumpulkan fakta-fakta, (4) Menyusun  dugaan sementara, (5) Menyelidiki, (6) Menyempurnakan permasalahan yang  telah didefinisikan, (7) Menyimpulkan alternatif-alternatif pemecahan secara  kolaboratif, (8)  Menguji  solusi  permasalahan. Berdasarkan rata-rata respon peserta didik terhadap bahan ajar lebih dari 2,5 (respon peserta didik terhadap bahan  ajar  positif),  hasil  angket  respon  peserta didik  3,42  (respon  positif),  serta  hasil validasi dan analisis hasil uji coba, maka bahan ajar yang dikembangkan ini valid, praktis, dan efektif.
KAJIAN TEORI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses model pembelajaran kontekstual terhadap kemandirian belajar matematika siswa SMP. Kemandirian belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ditandai dengan indikator kemandirian belajar matematika siswa yaitu siswa memiliki rasa percaya diri, siswa memiliki inisiatif dalam belajar, siswa memiliki rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta siswa mampu untuk bersaing. Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari atau menggali data dari literature terkait. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis isi (content analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses model pembelajaran kontekstual dapat membentuk kemandirian belajar matematika siswa SMP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar matematika siswa SMP yang dapat ditimbulkan dalam proses model pembelajaran kontekstual, antara lain: percaya diri, inisiatif, rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta mampu bersaing. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa rasa percaya diri siswa dengan siswa berani untuk bertanya kepada guru serta antusias dalam menyampaikan pendapat saat belajar. Munculnya inisiatif siswa melalui siswa mempelajari dan mencari sendiri materi serta sumber belajar lain tentang materi yang telah dipelajari. Rasa tanggung jawab siswa dengan siswa selalu teliti dalam mengerjakan soal latihan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri tanpa meminta bantuan teman sebayanya. Siswa mampu mengambil keputusan sendiri ditunjukkan dengan siswa tidak ikut-ikutan meniru cara temannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Siswa mampu bersaing ditunjukkan dengan siswa selalu berlomba-lomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru serta selalu beradu cepat dengan teman-temannya dalam menjawab soal yang diberikan guru.
SUATU KAJIAN: MATEMATIKA DAN KEHIDUPAN
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya belajar Matematika sudah dikenal sebagian orang meskipun sebagian besar masih mengalami kesulitan memahami Matematika dan dianggap mata pelajaran yang menakutkan. Matematika yang tidak hanya sekedar ilmu berhitung, juga memiliki peranan dalam melatih proses berpikir. Selain itu, juga ada manfaat positif lainnya yang dapat digali dari belajar Matematika. Ilmu Matematika juga memiliki peranan dalam ilmu dan bidang kehidupan lainnya. Perlunya upaya pihak terkait, yaitu sekolah, guru, dan orang tua dalam usaha meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika.
EFEKTIVITAS MODEL CAI (COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 MADIUN
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika pada siswa SMP kelas VIII yang diajar dengan model CAI (Computer Assisted Instruction) dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas VIII yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes–nilai pretes. Penelitian ini dilaksanakan pada pada semester ganjil tahun ajaran 2019/ 2020 pada tanggal 14-28 Oktober 2019 di SMP Negeri 4 Madiun dengan populasi kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan menyesuaikan pemilihan dari guru dengan kelas VIII D sebagai kelas eksperimen yang diterapkan dengan menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol yang diterapkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik dalam pengumpulan data adalah metode tes dengan instrumen yang berupa tes prestasi belajar matematika. Dalam menggunakan tes prestasi belajar matematika ini untuk mengetahui prestasi belajar matematika yang dimiliki siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) yang mempunyai banyak siswa (  dengan rata-rata ( dan mempunyai varian ( ) = 115,722 dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional mempunyai banyak siswa  dengan rata-rata dan mempunyai varian ( ) = 147,016. Analisis statistik ini menggunakan uji normalitas data dan uji homogenitas, data diperoleh bahwa kedua data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kedua data berasal dari populasi dengan variansi homogen. Pengujian hipotensis menggunakan uji t-student dengan taraf nyata 0,05 dan diperoleh thit (=4,599) Î DK, maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) lebih baik daripada rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMPN 4 Madiun.
Wanita dan Kemampuan Belajar Matematika (Suatu Kajian)
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang cukup penting dalam kehidupan tetapi juga dipandang sebagai materi yang memberatkan bahkan menjadi momok yang menakutkan. Pandangan demikian dirasakan banyak orang, baik anak, dewasa, pria, maupun wanita. Kemampuan pria dan wanita pada umumnya sama dalam mempelajari matematika. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan penerimaan terhadap matematika berbeda antara pria dan wanita.
MISKONSEPSI SISWA KELAS XI IPA 2 SMAK SANTO BONAVENTURA MADIUN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET GEOMETRI
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui jenis-jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (2) Mengetahui penyebab siswa mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (3) Mengetahui upaya perbaikan siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas XI IPA 2 SMAK Santo Bonaventura  Madiun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara untuk mengetahui letak miskonsepsi siswa. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa siswa masih mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret geometri. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa yaitu miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis dan miskonsepsi hitung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa adalah miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis, miskonsepsi hitung. (2) Penyebab miskonsepsi secara umum disebabkan oleh siswa. Penyebab miskonsepsi yang disebabkan oleh siswa karena prakonsepsi yang salah, penalaran yang tidak lengkap/salah dan kemampuan siswa yang kurang. (3) Upaya yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi miskonsepsi yaitu (a) miskonsepsi terjemahan, siswa diminta untuk memahami masalah dengan benar sesuai dengan maksud soal; (b) miskonsepsi konsep, siswa diminta untuk menghubungkan konsep materi yang seharusnya digunakan; (c) miskonsepsi strategi, siswa diminta untuk menentukan dan menggunakan rumus atau prinsip yang tepat; (d) miskonsepsi sistematis, siswa diminta untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian secara runtut dan benar; (e) miskonsepsi tanda, siswa diminta untuk mengkorelasikan simbol yang sesuai dengan penyelesain masalah.
FLIPPED CLASSROOM LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BI-LINGUAL UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR Wanda Nugroho Yanuarto
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flipped classroom is a learning model that uses exciting technology that commonly used in everyday life. Therefore students are expected to learn independently and can change the negative paradigm of technology itself. The purpose of this study is to get an idea of ​​how the application of Flipped Classroom learning model in Mathematics Education students of University of Muhammadiyah Purwokerto in Mathematics Bi-Lingual subject. The results of this study are application of flipped classroom learning stages; and an overview of independent learning of students during the learning by applying flipped classroom learning model. Key words: Flipped classroom, independently of study, and learning technology
PROSES MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) AGAR SISWA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BAIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (SUATU KAJIAN TEORI) Riza Rey Siska; Santoso Fransiskus Gatot Iman
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggali permasalahan dalam proses pembelajaran matematika serta memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini: (1) Mendeskripsikan hasil observasi yang dilaksanakan di SMPN 4 Madiun, (2) Menjelaskan proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika, (3) Menjelaskan proses Model Eliciting Activities (MEAs) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari data dari literatur terkait. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan content analisys. Dari kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan obeservasi di kelas VII SMPN 4 Madiun, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga masih kurang melibatkan siswa, prestasi belajar siswa masih belum memenuhi KKM, siswa kurang terlatih dalam mengerjakan soal-soal karena kurangnya pendalaman materi, siswa masih kesulitan membuat model matematika, dan rasa percaya diri siswa masih rendah. (2) Proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) memuat tiga komponen, yaitu Auditory, Intellectually, dan Repetition. Ketiga komponen tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika. (3) Proses pembelajaran yang menggunakan Model Eliciting Activities (MEAs) didasarkan pada situasi kehidupan nyata, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil, dan diminta menyusun model matematika sebagai solusi. Dalam Model Eliciting Activities (MEAs), terdapat tujuh fase yang harus diperhatikan. Ketujuh fase tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP Andika Hervian Sanjaya Putra
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine (1) the students’ activation in studying mathematics who are taught by the guided discovery learning is better than the students’ activation in studying mathematics who are taught by the conventional learning, (2) the students’ mathematics studying achievement who are taught by the guided discovery learning is better than the students’ mathematics studying achievement who are taught by the conventional learning. This research is a quantitative Quasi Experimental Designs. It was implemented to the second semester students of the academic year 2014/2015 of Junior High School 6 Madiun with the class VIII as population. While, the sample of this research was the students of the class VIII C as control class using conventional learning, then class VIII D as an experimental class using guided discovery learning. The techniques of data collection used were questionnaire and test. The techniques of data withdrawal used were cluster random sampling. The instrument used students’ activation questionnaire and studying achievement test. The second research instrument before tested in advance validated. Result of research and analysis of data obtained: (1) the students’ activation in studying mathematics who are taught by the guided discovery learning is not better than the students’ activation in studying mathematics who are taught by the conventional learning, (2) the students’ mathematics studying achievement who are taught by the guided discovery learning is not better than the students’ mathematics studying achievement who are taught by the conventional learning. Keywords: Students’ Activation, Mathematics Studying Achievement, Guided Discovery Learning.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS X-A SMA KATOLIK SANTO BONAVENTURA MADIUN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Eunike Sulistyorini; Rudi Santoso Yohanes
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is conducted due to the problem which is related to the students` inability in mathematical reasoning. Furthermore, the use of problem based learning is considered as one of the tools used to develop the students` mathematical reasoning. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR). This method consists of four stages : planning, implementing, observing, and evaluating. This research is aimed to increase students` ability - mathematical reasoning by applying Problem Based Learning model to the students of the first grade of SMA Katolik Santo Bonaventura Madiun that consists of 23 students. This research was conducted in two cycles in which each of the cycle consisted of two meetings.. The data analysis shows that : The average score test in the cycle I : 51,2 and cycle II : 56,. The class completion rate cycle I : 30,43% and cycle II : 47,62%. The average total score which is taken from the data of learning activity in cycle I is 2,92. Hence, it is classified as a good result. Moreover, the average total score in cycle II is 3,36. Thus, it is classified as excellent result. Problem Based Learning (PBL) is considered as the best way to increase the students` mathematical reasoning. Unfortunately, PBL cannot gain a maximum outcome by only depending on II cycles.Key words: Mathematical Reasoning Ability, Problem Based Learning

Page 10 of 20 | Total Record : 200