cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIEM
ISSN : 977244287     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM) adalah jurnal ilmiah online Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun yang berdiri sejak 23 Februari 2015. Jurnal ini merupakan terbitan berkala 6 bulan, dengan jadwal terbit bulan April dan Oktober di setiap tahunnya. Artikel pada jurnal ini ditujukan untuk mewadahi publikasi artikel yang bersumber dari mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati bidang pendidikan matematika maupun matematika sain. Artikel yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil penelitian atau hasil kajian dengan format penulisan mengikuti kaidah ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Bella Aprilianingrum, Elizabet; Rahajeng, Resty
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMPK Santo Bernardus Madiun, dengan jumlah 21 siswa. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) persentase aktivitas guru mengajar yang sesuai dengan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada siklus I pertemuan I sebesar 53,85% mengalami peningkatan pada pertemuan II menjadi 76,92%. Selanjutnya persentase aktivitas guru mengajar yang sesuai dengan tahap model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada siklus II pertemuan 1 sebesar 85,62% mengalami penurunan pada pertemuan 2 menjadi 76,92%; (2) persentase siswa yang mencapai kategori aktif dan sangat aktif saat pembelajaran dilaksanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada siklus I mencapai 12,5% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 43,75%, namun belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan; (3) persentase hasil tes prestasi belajar siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal pada siklus I mencapai 6,25% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 31,25%, namun belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang dilaksanakan dalam dua siklus mampu meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa, namun belum mampu mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) DAN MODEL PROJECT BASED LEARNING(PjBL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 2 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Elizabet Yusnita Putri Astari, Maria; Gatot Iman Santoso, Fransiskus
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes – nilai pretes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen semu yang dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 di SMA Negeri 2 Madiun dengan populasi kelas X IPA. Untuk sampel penelitian ini adalah kelas X A6 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP, kelas X A4 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model PjBL, dan kelas X A5 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku , prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku , dan prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku . Analisis statistik menggunakan uji normalitas data dan uji homogenitas data diperoleh bahwa ketiga data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan ketiga data berasal dari populasi dengan variansi homogen. Sedangkan untuk analisis variansi satu arah disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP, prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL, dan prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS X IPA 1 SMAK ST.BONAVENTURA MADIUN Septia Dana, Theressa; Ariyanti, Gregoria
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada siswa kelas X IPA 1 SMAK St. Bonaventura Madiun. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan antara lain: (1) persentase jumlah siswa minimal berada pada kategori tinggi untuk motivasi belajar matematika siklus I sebesar 47,61% dan pada siklus II sebesar 80% , hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar matematika mengalami peningkatan dan sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan; (2) persentase siswa yang tuntas dalam tes kemampuan pemahaman matematis pada siklus I sebesar 45% dan pada siklus II sebesar 53,63%, hal ini menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan pemahaman matematis mengalami peningkatan namun belum mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan; (3)skor rata-rata total hasil obsever KBM pada siklus I sebesar 2,42 dengan kategori cukup baik dan pada siklus II sebesar 3,23 dengan kategori baik, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match mengalami peningkatan dan sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Sukma Dia Pertiwi, Novia; Ariyanti, Gregoria
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (2) ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang mandiri dalam belajar matematika dengan kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang tidak mandiri dalam belajar matematika, dan (3) ada tidaknya interaksi antar model pembelajaran yang digunakan dengan kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan berpikir divergen siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ada perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis masalah dan kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. (2) ada perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang mandiri dan kemampuan pemecahan kelompok siswa yang tidak mandiri dalam belajar matematika. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang mandiri lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa yang tidak mandiri. (3) tidak ada interaksi antar model pembelajaran yang digunakan pada kelompok siswa dengan kemandirian belajar yang sama atau antar kemandirian belajar pada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang sama.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERSIKLUS (LEARNING CYCLE) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 MADIUN Oneviane, Christina; Gatot Iman Santoso, Fransiskus
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes  nilai pretes Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan  teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak (cluster random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Negeri 2 Madiun dengan populasi kelas XI IPA. Untuk s`ampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dengan banyak siswa  = 25, diperoleh nilai rata-rata  = 46,40 dan simpangan baku , dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung dengan banyak siswa  = 29, diperoleh nilai rata-rata  = 31,72 dan simpangan baku . Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung.
KAJIAN TEORI TENTANG MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA Mutiasari, Devita; Rahajeng, Resty
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan. Hasil yang didapat dari penelitian ini didasarkan pada analisis data yang bersumber dari teori dan hasil penelitian terdahulu yang terbukti relevan antara teori yang dipaparkan dan bukti konkret di lapangan yang terjadi menunjukkan bahwa dalam beberapa langkah model pembelajaran TAI banyak melatih siswa untuk mampu belajar secara mandiri berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya dalam menyelesaikan masalah yang diberikan saat pembelajaran, mampu bekerja sama secara positif dalam sebuah tim diskusi untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, aktif dalam membangun suatu komunikasi yang baik secara individu maupun kelompok, siswa juga dilatih untuk mampu mengemukakan pendapat/gagasan mengenai materi yang sedang dibahas, saling bertukar pikiran dengan teman-temannya, mampu membangun rasa percaya diri dalam diri siswa, serta dituntut untuk dapat meningkatkan kerja sama dalam suatu pembelajaran sehingga nantinya dapat mengatasi kesulitan belajarnya secara individu dan memperoleh prestasi yang memuaskan. Langkah pembelajaran dalam model tersebut antara lain Placement Test, Teams, Teaching Group, Student Creative, Team Study, Whole-Class-Units, Facts Test, Team Scores and Team Recognition. Kata Kunci: Keaktifan Siswa, Prestasi Belajar Matematika Siswa, Team Assisted Individualization (TAI).
ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA MENGGUNAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Elmarfia, Beata; Yohanes, Rudi Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa berkepribadian ekstrovert dan introvert dalam memecahkan masalah matematika menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian merupakan siswa kelas X-6 SMAN 2 Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Penentuan subjek penelitian dengan cara memberikan tes Eysenck’s Personality Inventory, lalu dipilih dua siswa berdasarkan tipe kepribadian yang dimiliki. Siswa yang terpilih kemudian diberikan tes keterampilan berpikir tingkat tinggi dan wawancara klinis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert dalam penelitian ini teliti ketika menyelesaikan soal; (2) Siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert dalam penelitian ini selalu menuliskan kesimpulan pada lembar jawaban dan melakukan tinjauan ulang; (3) Siswa berkepribadian ekstrovert dalam penelitian ini memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori baik, yang ditunjukkan dengan persentase kemunculan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diperoleh yaitu ; (4) Dari 6 soal yang diberikan, siswa berkepribadian introvert keliru dalam memperoleh jawaban untuk soal nomor 2 dan 3; (5) Siswa berkepribadian introvert tidak pernah melakukan tinjauan ulang ketika sudah selesai mengerjakan soal; (6) Dari 6 soal yang diberikan, siswa berkepribadian introvert dalam penelitian ini hanya satu kali menuliskan  kesimpulan akhir  pada lembar jawaban yaitu hanya menuliskan kesimpulan pada soal nomor 4; (7) Siswa berkepribadian introvert mempunyai kesulitan mengingat kembali informasi dari memori jangka panjang; (8) Siswa berkepribadian introvert dalam penelitian ini memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori cukup, yang ditunjukkan dengan persentase kemunculan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diperoleh yaitu .
PROSES MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) AGAR SISWA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BAIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (SUATU KAJIAN TEORI) Rey Siska, Riza; Fransiskus Gatot Iman, Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggali permasalahan dalam proses pembelajaran matematika serta memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini: (1) Mendeskripsikan hasil observasi yang dilaksanakan di SMPN 4 Madiun, (2) Menjelaskan proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika, (3) Menjelaskan proses Model Eliciting Activities (MEAs) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari data dari literatur terkait. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan content analisys. Dari kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan obeservasi di kelas VII SMPN 4 Madiun, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga masih kurang melibatkan siswa, prestasi belajar siswa masih belum memenuhi KKM, siswa kurang terlatih dalam mengerjakan soal-soal karena kurangnya pendalaman materi, siswa masih kesulitan membuat model matematika, dan rasa percaya diri siswa masih rendah. (2) Proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) memuat tiga komponen, yaitu Auditory, Intellectually, dan Repetition. Ketiga komponen tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika. (3) Proses pembelajaran yang menggunakan Model Eliciting Activities (MEAs) didasarkan pada situasi kehidupan nyata, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil, dan diminta menyusun model matematika sebagai solusi. Dalam Model Eliciting Activities (MEAs), terdapat tujuh fase yang harus diperhatikan. Ketujuh fase tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP NEGERI 9 MADIUN Nurditasari, Intan; Ariyanti, Gregoria
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar menggunakan pendekatan saintifik. Prestasi belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes – nilai pretes.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak (cluster random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 9 Madiun dengan populasi kelas VIII. Untuk sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VIII D sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan pendekatan saintifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah yang mempunyai banyak siswa (  dengan rata-rata ( dan mempunyai varian ( ) = 58,8717dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan pendekatan saintifik mempunyai banyak siswa  dengan rata-rata danmempunyai varian ( ) = 61,54228. Pengujian hipotensis menggunakan uji t-student dengan taraf nyata 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pendekatan saintifik pada siswa kelas VIII SMPN 9 Madiun.
EFEKTIVITAS MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DAN KEMAMPUAN MANIPULASI ALJABAR SISWA SMP Faradella Meylianna Sitanggang, Ruth
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah model learning cycle 7E yang baik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan (2) apakah model learning cycle 7E yang baik dapat meningkatkan kemampuan manipulasi aljabar siswa SMP. Kemampuan manipulasi aljabar adalah kemampuan untuk mengubah bentuk aljabar sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes prestasi belajar dan tes kemampuan manipulasi aljabar. Instrumen penelitian tersebut telah diuji validitas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 pembelajaran, setiap pembelajaran 2 kali pertemuan. Pembelajaran dilaksanakan tanggal 3 sampai 17 April 2018. Berdasarkan hasil uji hipotesis prestasi belajar matematika pada pembelajaran 1 dan 2 menggunakan uji t dua sampel berpasangan dengan α = 0,05 diperoleh model learning cycle 7E dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Sedangkan untuk tes kamampuan manipulasi aljabar dari pembelajaran 1 dan 2 juga menggunakan uji t dua sampel berpasangan dengan α = 0,05 diperoleh model learning cycle 7E dapat meningkatkan kemampuan manipulasi aljabar matematika siswa. Selain itu, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran juga dinilai dengan menggunakan pedoman observasi kemampuan guru. Berdasarkan hasil observasi kemampuan guru didapatkan rerata nilai kemampuan guru sebesar 81,1 yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas model learning cycle 7E dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan kemampuan manipulasi aljabar siswa SMP.

Page 9 of 20 | Total Record : 200