cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SD NEGERI 2 CALANG KABUPATEN ACEH JAYA Zulfikar, Yusrizal, Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.661 KB)

Abstract

ABSTRACT: Academic supervision is a series of activities to help teachers develop the ability to manage the learning process for the achievement of learning objectives. This study aims to determine how the planning, implementation and barriers to academic supervision by principals in improving the professional competence of teachers in public primary schools 2 Calang, Aceh Jaya. This research uses descriptive method with qualitative approach. Techniques of collecting data by interview, observation and documentation study. Subjects were principals, vice principals and teachers. Data were analyzed with techniques of reduction, display and conclusion. The results showed academic supervision plan drawn up at the beginning of the new school year involving vice-principals, and teachers. Goals in the planning of the academic supervision of the school head is the ability of teachers to manage learning, ranging from planning, implementing, and evaluating student learning outcomes. Implementation of academic supervision is done first communicated to teachers, conducted twice a semester, or four times in one school year. Academic supervision techniques used are classroom visits, teacher meetings, working groups and training teachers. Barriers academic supervision is still the shortage of school administrators. Their external activities that are sudden, so the supervision schedule that has been prepared previously disturbed. Teachers who are unable to attend on the schedule classroom visits that have been defined. Teachers who supervised scared stiff when will be supervised. Still there are some teachers who do not master the information and communication technology.Keywords: supervision of academic, principal, professional competence teacherABSTRAK - Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan hambatan supervisi akademik oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SD Negeri 2 Calang Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru. Data dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan supervisi akademik disusun pada awal tahun ajaran baru dengan melibatkan wakil kepala sekolah, dan guru-guru. Sasaran dalam perencanaan supervisi akademik kepala sekolah adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Pelaksanaan supervisi akademik dilakukan terlebih dahulu mengkomunikasikan kepada guru-guru, dilakukan sebanyak dua kali dalam satu semester, atau empat kali dalam satu tahun ajaran. Teknik supervisi akademik yang digunakan yaitu kunjungan kelas, rapat guru, kelompok kerja guru dan pelatihan. Hambatan-hambatan supervisi akademik masih adanya kekurangan tenaga administrasi sekolah. Adanya kegiatan-kegiatan eksternal yang sifatnya mendadak, sehingga jadwal supervisi yang sudah disusun sebelumnya juga terganggu. Guru yang berhalangan hadir pada jadwal kunjungan kelas yang sudah ditetapkan. Guru yang disupervisi merasa takut dan kaku saat akan disupervisi. Masih ada sebagian guru yang tidak menguasai teknologi informasi dan komunikasi.Kata Kunci: supervisi akademik, kepala sekolah, kompetensi profesional guru
BUDAYA KINERJA GURU SERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Nurlina, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.802 KB)

Abstract

Abstract: The quality of education in Indonesia is one of the factors to improve the human resource quality and provide success to educational institution. Teacher as the determiner of the success is demanded to provide high performance in carrying duties and responsibilities maximally. This study aimed at finding out the performance of the teacher in implementing discipline culture, the teacher’s ability in teaching and providing motivation for certificated teacher. This study used qualitative approach with descriptive method. Data were collected through observation, interview, and documentation study. Subjects of the study were principal, vice principal, and certificated teachers. The results of the study showed that: (1) Certificated teachers had implemented discipline culture in planning, implementing, and evaluating the learning  by preparing learning tools in accordance with the curriculum such as syllabus, semester program, and lesson plan with the guidance of senior teachers and supervisor in Teacher Activity Group. However there were teachers who prepared lesson plan just to fulfill administration requirements; (2) The ability of certificated teachers in preparing learning tools became the main necessity in teaching; and (3) Certificated teachers were motivated in aiming at improving self-quality by enthusiastically participating in various education and training program in order to improve students’ achievement. For a teacher, the purpose of motivation is to encourage and spur on the students in order to stimulate their desire and willingness to improve their achievement to fulfill the education goals in accordance with school curriculum.Keywords: Culture, Performance, and Achievement Teacher CertificationAbstrak: Mutu pendidikan Indonesia merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan dapat memberikan kesuksesan terhadap lembaga pendidikan. Guru sebagai penentu keberhasilan pelaksanaan belajar mengajar dituntut untuk menghasilkan kinerja yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru dalam menerapkan budaya disiplin, kemampuan dalam mengajar, dan memberikan motivasi bagi guru sertifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru sertifikasi telah melaksanakan budaya disiplin dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, dengan menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai kurikulum seperti membuat Silabus, Program Semester, dan RPP dengan bimbingan guru senior dan pengawas dalam forum KKG. Namun, ada beberapa guru yang membuat RPP sebagai persyaratan administrasi saja; (2) Kemampuan guru sertifikasi dalam menyusun perangkat pembelajaran  dan menjadi kebutuhan pokok dalam mengajar; dan (3) Motivasi kinerja guru sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri yang sangat antusias dengan mengikuti berbagai pelatihan dan diklat sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa. Bagi seorang guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau memacu para siswanya, agar timbul keinginan dan kemauannya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, sehingga tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan di dalam kurikulum sekolah.Kata Kunci : Budaya, Kinerja Guru Sertifikasi, dan Prestasi Belajar
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA SMP NEGERI 1 TAPAKTUAN ACEH SELATAN Suwito, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.758 KB)

Abstract

Abstract: The purposeof this study is to test the ability of teachers tolearning management, e.g. planning, implementation and evaluation.The obstacles encountered by teachers are also explored. Usingdescriptive qualitative method, the research data is collectedfrom interviews, observations and documentation. The subjects of the study are English teachers and the Principal at State Junior High School No 1ofTapaktuan, South Aceh. The study finds that: (1) Planning for English lessonsconsists of building the identity of subjects, the standard of competence, basic competence, indicators, learning objectives, teaching materials, methods, allocation of time, learning activities, resources / tools,andassessment resultswhich can improve student achievement; (2) The study conducted by the teacher is still based on the syllabus of the National Education Standards Agency (BSNP). In carrying out learning activities, the English teachersare not applying innovative learning, and they are still focused on the application of conventional methods.The activities performby teachers in the implementation of learning processare:the start of classes, the delivery of  material (core activities) and the closing of the classes. In general, the process of learning in the classroom are more emphasized on the cognitive skills, meanwhile, psychomotor and affective skillsare often overlooked by the teachers;(3) the evaluation of learning were pre-test and post-test. Meanwhile, the assessment techniques used in teachingare a direct observation during the learning process and a test at the end of  each learning process. It needs to be advised that the assessment is not the goals, rather thantools;and (4) the challengescommonly faced by teachers in the planning, implementation and evaluation processaredifficult to formulate a set of indicators forachievement competency.The students frequently asked for permission to go out of class room during classes and the test items used is also difficult to analyzed. In dealing withthese obstacles, teachers are usually received guidance from senior teachers.Keywords: Management, Learning, and Student Achievement Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam manajemen pembelajaran, meliputi: Perencanaan; Pelaksanaan; Evaluasi; dan Hambatan yang dihadapi guru dalam pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Yang Subjek penelitian adalah guru Bahasa Inggris dan Kepala SMP Negeri 1 Tapaktuan Aceh Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran Bahasa Inggris disusun berdasarkan identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode, alokasi waktu, kegiatan pembelajaran, sumber/alat pembelajaran dan penilaian hasil belajar siswa; (2) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru masih berpedoman pada silabus BSNP. Guru Bahasa Inggris belum menerapkan pembelajaran yang inovatif, masih terfokus pada penerapan metode konvensional. Kegiatan yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu membuka pelajaran, menyampaikan materi (kegiatan inti) dan menutup pelajaran. Proses pembelajaran di kelas umumnya lebih menekan pada ranah kognitif, sedangkan ranah psikomotor dan afektif sering diabaikan oleh guru; (3) Evaluasi pembelajaran adalah pre-test dan post-tes. Sedangkan teknik penilaian yang digunakan dalam pembelajaran adalah observasi langsung saat proses pembelajaran, melakukan tes/latihan diakhir pembelajaran. (4) Hambatan yang sering dihadapi guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yaitu sulit merumuskan indikator pencapaian kompetensi, siswa sering minta permisi keluar dan sulit menganalisis butir soal tes. Dalam menghadapi hambatan tersebut, guru selalu meminta bantuan kepada guru senior.Kata kunci: Manajemen, Pembelajaran, dan Prestasi Belajar Siswa
KEPALA MADRASAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA MIN MESJID RAYA BANDA ACEH. Mardliah, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.205 KB)

Abstract

Abstract: A principal as a supervisor has a role to stimulate, coordinate, and guide teachers to be able to improve their professional competence as a teacher and educator. The purpose of this study was to find out the programs, strategies, and obstacles faced by the principal in improving professional competence of teachers in Mesjid Raya Islamic State Elementary School of Banda Aceh. This study used descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation. The subjects of this study were principal, teachers, and students. The results of this study showed that: (1) the supervision programs in improving professional competence of teachers were designed by the principal and were documented, which included annual and semester programs. It positively affected the improvement of professional competence of teachers that the learning activities became positive. The principal as a supervisor still carried out supervision activity, fostering, guidance, and directing teachers to improve professional competence in learning activities. (2) The implementation of principal’s supervision as a supervisor in improving professional competence of teachers included classroom counseling, classroom observation, and classroom visiting. These activities positively affected the teachers in improving their professional competence in term of preparing the lesson plans before teaching. (3) The obstacles faced in improving professional competence of teachers were the lack of time for the principal in determining the supervision schedule and the small number of teachers disagreed with the implementation of supervision, if it was for observing the learning process. In following up the result of supervision, the principal has used educative and persuasive approach like guiding teachers with difficulties through discussion, classroom visiting, and talks.Keywords: Principal, Supervisor, and Professionalism of Teacher.Abstrak: Kepala madrasah sebagai supervisor memiliki peran untuk menstimulir, mengkoordinasi dan membimbing guru-guru agar mampu meningkatkan kompetensi profesionalnya sebagai pengajar dan pendidik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: program  kepala madrasah, strategi, dan kendala dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada MIN Mesjid Raya Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif. Teknik  pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, guru-guru, dan siswa.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa; 1) Program supervisi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru disusun oleh kepala madrasah dan  terdokumentasi, yang meliputi program kerja tahunan dan semesteran. Hal ini, berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru yaitu efektifnya kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Kepala madrasah sebagai supervisor tetap melaksanakan kegiatan supervisi, mengadakan pembinaan, membimbing, dan mengarahkan guru  untuk  peningkatan  kompetensi  profesionalnya  dalam  kegiatan pembelajaran; (2) Pelaksanaan supervisi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, kegiatan yang dilaksanakan meliputi bimbingan kelas, observasi kelas, dan kunjungan kelas. Kegiatan ini berdampak positif bagi guru karena mampu meningkatkan kompetensi profesional mereka untuk senantiasa mempersiapkan perangkat pembelajaran sebelum mengajar; dan (3) Kendala yang ditemui dalam meningkatkan kompetensi profesional guru adalah keterbatasan waktu bagi kepala madrasah, untuk menentukan jadwal supervisi, masih ada sebagian kecil guru kurang mendukung kegiatan supervisi mengajar, bila disupervisi oleh kepala madrasah untuk melihat proses pembelajaran yang dilakukannya. Dalam menindaklanjuti hasil supervisi, kepala madrasah sudah melakukan pendekatan edukatif dan persuasif seperti pembinaan terhadap guru yang mengalami kesulitan melalui diskusi, kunjungan kelas, dan tanya jawab.Kata Kunci: Kepala Madrasah, Supervisor,  dan Profesional Guru 
EFEKTIVITAS PEMBIAYAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PADA MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA SIRAJUL HUDA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Erianti, Murniati, AR, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.281 KB)

Abstract

 ABSTRACT: Financing is one of the factors that influence the improvement of the quality of education. The purpose of this study is to figure out the effectiveness of the of School Operational Assistance financing in 1) the relevance of BOS financing; 2) Continuity of BOS financing; 3) Monitoring of BOS financing; 4) support and resistance of BOS financing at Sirajul Huda private Islamic Junior High School of Pidie Jaya. This study used the descriptive method with a qualitative approach. Data collection were done through observation, interviews and documentation study. The subjects of the study were headmaster, committees, teachers and treasurer. The results showed that: 1) the BOS funding had already relevant to BOS technical instructions. It can be seen from the RKAM and RKM drafting; 2) the continuity of BOS Financing at Sirajul Huda Private Islamic Junior High School of Pidie Jaya has not been maximal. It can be seen from the distribution time of BOS funds that are not in accordance to rules and regulations; 3) The BOS funding Monitoring was already done well. It can be seen from supervision by the District Monitoring Team that has been worked optimally, and 4) the BOS financing supporting at Sirajul Huda private junior high school has not been optimal. It can be seen from the less available of human resources. However, the inhibiting factors of the BOS financing at Sirajul Huda islamic private junior high school is still there. It can be seen from the lack of financing and have no other funding sources.KEYWORDS: effectiveness, financing, and school operational assistance ABSTRAK: Pembiayaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang efektivitas pembiayaan BOS dalam: 1) Relevansi pembiayaan BOS; 2) Kontinuitas pembiayaan BOS; 3) Pengawasan pembiayaan BOS; 4) Dukungan dan hambatan pembiayaan BOS pada MTsS Sirajul Huda di Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui; observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, komite, guru dan bendahara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembiayaan BOS sudah relevan dengan petunjuk teknis BOS. Hal ini dapat dilihat dari tersusunnya RKAM dan RKM; 2) Kontinuitas Pembiayaan BOS yang ada selama ini belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari waktu penyaluran dana BOS tidak sesuai ketentuan; 3) Pengawasan pembiayaan BOS sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari pengawasan oleh Tim Pengawas Kabupaten yang berjalan dengan baik; dan 4) Pendukung pembiayaan BOS belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dapat dilihat dari SDM yang masih kurang. Sedangkan faktor menghambat pembiayaan BOS masih ada. Hal ini dapat dilihat dari pembiayaan yang masih kurang, tidak memiliki sumber dana lainnya.KATA KUNCI: efektivitas, pembiayaan dan bantuan operasional sekolah
PENGELOLAAN SEKOLAH KEJURUAN BERBASIS ISO 9001:2008 DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Sukmanil Fuadi, Murniati AR, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.031 KB)

Abstract

Abstract : As for the purpose of this study is: (1) knowing school policies hearts Implementation of the Quality Management System ISO 9001:2008 (2) knowing the school's policy strategy in the implementation of the Quality Management System ISO 9001:2008,  and (3) knowing the school quality assurance procedures manual in the implementation of the Quality Management System ISO 9001:2008. The approach used in this study was descriptive etnografi approach with qualitative data. Techniques of collection data used were observation, interview and documentation. Subjects of this study were principal, quality manajement representative, teacher and students. The results of the study showed that: (1) the achievement vision of school is determined by, the development of curriculum and teaching programs, the admission of new students, the human resource developent, the improvement of infrastructure, and the evaluations wich conducted in the context of overall improvements in various fields will affect the completeness of education services at school. (2)  Strategy policy of school implemented by the determination of quality objectives pursued and developed within the framework of increasing and improving the quality of school education to determine customer satisfaction. (3) A good manual procedure management of school quality assurance can improve quality assurance in finishing work.Keywords: Quality Policy, Strategy and Procedures Manual ISO Abstrak : Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah  (1) untuk mengetahui kebijakan sekolah dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. (2) untuk mengetahui strategi kebijakan sekolah dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, dan (3) untuk mengetahui manual prosedur penjaminan mutu sekolah dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu etnografi, Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil manajemen mutu, guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perumusan kebijakan sekolah: Ketercapaian visi sekolah yang ditentukan oleh, pengembangan program kurikulum serta pengajaran, sistem penerimaan peserta didik baru, pengembangan Sumber Daya Manusia, peningkatan sarana prasarana, dan evaluasi yang dilakukan dalam rangka perbaikan menyeluruh dalam berbagai bidang akan berpengaruh terhadap kesempurnaan layanan pendidikan disekolah. (2) Strategi kebijakan sekolah dilaksanakan dengan  penentuan sasaran mutu yang ditempuh dan dikembangkan dalam kerangka peningkatan dan perbaikan mutu sekolah untuk menentukan kepuasan pelanggan pendidikan. (3) Manual prosedur penjaminan mutu sekolah: Pengelolaan manual prosedur penjamin mutu sekolah yang baik dapat mengembangkan budaya mengenal pentingnya kualitas penjamin mutu dalam  penyelesaian kerja.Kata kunci : Kebijakan Mutu, Strategi dan Manual Prosedur ISO
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 MUTIARA KABUPATEN PIDIE. Fitriani, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 2: Mei 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.351 KB)

Abstract

Abstract: The principal as the top manager has a strategic role in improving the performance of teachers. The purpose of this study are: to know: programs, strategies, and constraints faced by principals in improving the performance of teachers at SMAN 1 Mutiara Pidie District.  This research uses descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation study. The subjects are: principals, vice-principals, and teachers. The results showed that: (1) The program principals in improving teacher performance has been drafted, but not detailed very well. The compiled program remain to be implemented as quickly as possible by the principal to improve the performance of teachers. (2) The strategy for improving teacher performance by implementing a strategy of democratic leadership. In the face of teachers, usually the principal often exchange ideas with the teachers, so finding an effective way to improve their performance in the development of the learning process. Teachers whose performance is low, loud attitude and personality, with a persuasive approach school principals encourage them to improve their performance. (3) Obstacles encountered principals in improving teacher performance, among others: the lack of available funding for teacher training outside office hours, there are teachers who are less active, and the results have not been capable of upgrading disseminated to friends.Keywords: Strategy Principal and Teacher PerformanceAbstrak: Kepala sekolah sebagai top manager memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kinerja guru. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui: program, strategi, dan kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan  kinerja guru pada SMA Negeri 1 Mutiara Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah,  wakil kepala sekolah,  dan  guru.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru sudah disusun, namun tidak terperinci dengan baik. Program yang disusun tetap dilaksanakan dengan sebaik mungkin oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru. (2) Strategi peningkatan kinerja guru dengan menerapkan strategi kepemimpinan demokratis. Dalam menghadapi guru-guru, biasanya kepala sekolah sering bertukar pikiran dengan para guru, sehingga menemukan satu cara efektif  untuk meningkatkan kinerja mereka dalam pengembangan proses pembelajaran. Guru-guru yang kinerjanya rendah, sikap dan kepribadiannya keras, dengan pendekatan persuasif kepala sekolah menganjurkan agar mereka meningkatkan kinerjanya. (3) Kendala yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru antara lain: kurangnya tersedia dana untuk pelatihan guru di luar jam dinas, masih ada guru yang kurang aktif, dan hasil penataran belum mampu disosialisasikan kepada temannya.Kata Kunci:  Strategi Kepala Sekolah dan Kinerja Guru.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU PADA SD NEGERI 1 PEUKAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Nora Feri, Cut Zahri Harun, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.154 KB)

Abstract

Abstract:  Learning management includes several matters, such as planning, implementation, and supporting and inhibiting factors of learning.  This study aimed at determining the learning plan, the learning implementation, learning evaluation, and supporting and inhibiting factors in teacher learning management. The research method used was descriptive with a qualitative approach. The data were collected by observation, interviews and documentation review. The subjects of the study were principals and teachers. Data were analyzed with reduction, display, and verification techniques. The results showed that: 1) planning of learning made by teachers had not planned properly, there were some teachers who had not been able to prepare mapping properly, preparation of topic, and syllabus as tool that should be prepared before preparing the lesson plan; 2) the implementation of teacher learning done by teachers was guided by school-based curriculum. The implementation of the learning process was not optimal, for it was still a lack of teacher knowledge about the procedure of effective learning application, and there was still a low-grade teacher who used the subjects clearly without topic; 3) the evaluation of learning done by teachers was guided by a lesson plan. The evaluation was done to improve the learning activities of teachers, both spoken and written evaluation forms; and 4) the obstacles to the implementation of learning management were planning for coaching teachers, time, facilities and personnel. In addition, it lacks training for teachers; some teachers were not active in group activities, seminars, and improving the teaching professional.Keywords: Teacher, Learning Management, and SD Negeri 1 Peukan Pidie.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan  pembelajaran, pelaksanaan  pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran guru. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumensi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran guru belum diprogramkan dengan baik, ada guru yang belum mampu menyusun pemetaaan dengan baik, penyusunan jaringan tema, dan penyusunan silabus sebagai perangkat yang harus dipersiapkan sebelum menyusun  RPP; 2) Pelaksanaan pembelajaran guru yang dilaksanakan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran. Pelaksanaannya  belum optimal,  masih kurangnya pengetahuan guru tentang tata cata penerapan pembelajaran tersebut secara efektif, serta masih ada guru kelas rendah yang menggunakan mata pelajaran dengan jelas dan tidak menggunakan tema; 3) Evaluasi  pembelajaran  yang  dilaksanakan berpedoman pada RPP yang disusun. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki  kegiatan  pembelajaran  guru,  bentuk   evaluasi   lisan  dan   tulisan; dan 4) Faktor pendukung adanya kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk memperbaiki dan membina kemampuan guru dalam penerapan manajemen pembelajaran. Hambatannya, antara lain dalam membuat perencanaan untuk pembinaan guru-guru, disebabkan karena waktu, sarana dan personil yang tersedia. Kurangnya pelatihan bagi guru-guru, tidak aktifnya sebagian guru dalam kegiatan gugus, seminar, dan kegiatan peningkatan profesi keguruan.Kata kunci: Manajemen, Pembelajaran Guru, dan SD Negeri 1 Peukan Pidie
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH PADA UNIT PELAKSANA TUGAS DINAS (UPTD)-II PENDIDIKAN DI KECAMATAN SIMEULUE BARAT-ALAFAN KABUPATEN SIMEULUE Rona Samdoni, Murniati AR, Bahrun
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.092 KB)

Abstract

Abstract: The key to the success of a school is hugely influenced by the quality of supervision. Supervisors’ capacity is one of the determining factors in the quality improvement of education. This study describes the school supervisors’ capacity building strategies at Technical Implementing Unit of Education Office (UPTD) - II in the Sub-district of Simeulue Barat-Alafan, Simeulue. This is a descriptive research using qualitative approach. Data ware gathered using observation, interviews, and documentation techniques. The subject of this study are Head of UPTD, Supervisor Coordinator, and Head of division for program development at the local education office. The results of the research show that (1) the capacity building program is written by the head of program development division before new academic year starts (June - July) with the following activities: material selection, methods, INSTRUMENs, and stages for supervisor recruitment plan, information sessions on the implementation of academic and managerial supervision, supervisors’ participation in trainings, continuing education, and documented competition for best performing supervisors. (2) Some efforts have been made for school supervisors’ capacity building,including direct coaching which is in collaboration withthe Education Office and KORWASDA (Local Supervisor Coordinator), selection of school supervisor candidates in line with existing regulations, inviting supervisors to participate in various training and workshops, providing opportunities for further study, and giving awards to supervisors with best performance. (3) Evaluation of the success of school supervisor capacity building program has not acquired a valid INSTRUMEN. Assessment is conducted based on merely subjective and very abstract evaluation and prediction. (4) Some challenges and obstacles experienced include limited human resources from the instructors’ part, and limited opportunity for training.Keywords: Strategy, Interest, and School SupervisorAbstrak: Kunci keberhasilan suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh kualitas supervisi pendidikan. Kompetensi pengawas merupakan salah satu faktor peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini mendeskripsikan strategi peningkatan kompetensi pengawas sekolah pada Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD)-II Pendidikan di Kecamatan Simeulue Barat-Alafan Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala UPTD, Koordinator Pengawas Sekolah, dan Kabid. Bina Program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program peningkatan kompetensi pengawas sekolah disusun oleh Kabid. Bina Program yang dilaksanakan  sebelum ajaran baru bulan Juni sampai dengan bulan Juli dengan kegiatan program diantaranya: penentuan materi, metode, INSTRUMEN, dan tahapan untuk rencana kegiatan rekruitmen pengawas sekolah, memberikan pemahaman kepada pengawas mengenai tatacara pelaksanaan supervisi akademik maupun manajerial, mengikutsertakan pengawas mengikuti pelatihan/penataran, pendidikan lanjut, lomba pengawas sekolah berprestasi terdokumentasi. (2) Implementasi peningkatan kompetensi pengawas sekolah yang telah dilakukan antara lain melakukan pembinaan langsung bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan KORWASDA, melakukan seleksi calon pengawas sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, mengikutsertakan pengawas dalam berbagai kegiatan pelatihan/penataran dan workshop. (3) Evaluasi keberhasilan peningkatan kompetensi pengawas sekolah belum memiliki INSTRUMEN keberhasilan yang valid. Penilaian keberhasilan program hanya dilaksanakan berdasarkan perkiraan yang sangat abstrak. (4) Kendala yang dialami dalam upaya peningkatan kompetensi pengawas sekolah antara lain keterbatasan biaya, terbatasnya sumber daya manusia pelatih/instruktur, serta terbatasnya peluang pelatihan/penataran.Kata Kunci: Strategi, Kompetensi, dan Pengawas Sekolah
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU Firmawati, Yusrizal, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.568 KB)

Abstract

Abstract: Generally, teacher performance becomes the main objective in improving the quality of education. Therefore, the improvement of the teacher performance requires serious attention from various parties and needs efforts to increase the factors relating to the teacher performance, such as principal leadership and work motivation. This study aimed at determining effects on school leadership and motivation on the performance of teachers at SMAN 7 of Banda Aceh. This study used a quantitative approach with the associative method. The data analysis technique used to test the hypothesis was simple linear regression analysis and multiple, t-test and F-test. The results showed that: 1) there was a significant correlation between the leadership of the principal on teacher performance that was equal to 35.8%. This meant that both variables affected each other, the more conducive school leadership is, the better the level of teacher performance is; 2) there was a significant correlation of work motivations on the performance of teachers of 99.3%. Where the work motivation of teachers would affect the activities of teachers in the school to achieve maximum performance of teachers. High motivation will also encourage teachers to develop creativity and actualize all of the capabilities as well as its energy in order to achieve maximum achievement; and 3) there was a significant correlation between the principal leadership and motivation to work together on teacher performance about 96.8%. Both variables, the principal leadership and motivation, were accordance with the teacher performance variable, meaning the better the principal leadership and motivation are, the higher the performance of the teacher is.Keywords: leadership, principal, work motivation, and teacher performanceAbstrak: Kinerja guru menjadi sasaran utama dalam peningkatan mutu pendidikan secara umum. Oleh karena itu, peningkatan kinerja guru perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, dan upaya peningkatan faktor-faktor yang berkaitan dengan kinerja guru seperti kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi  linear sederhana dan berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  kepemimpinan  kepala  sekolah  terhadap kinerja guru sebesar 35,8%. Artinya kedua variabel dapat berjalan seiring, semakin kondusif kepemimpinan  kepala sekolah  maka  akan  semakin  baik  tingkat  kinerja  guru; 2) Terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  motivasi kerja  terhadap kinerja guru yaitu sebesar  99,3%. Artinya motivasi kerja pada guru akan mempengaruhi aktivitas guru di sekolah untuk pencapaian kinerja guru yang maksimal. Motivasi yang tinggi juga akan mendorong guru mengembangkan kreativitas dan mengaktualisasikan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal; dan 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 96,8%. Kedua variabel yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja berjalan seiring dengan variabel kinerja guru, artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja, maka semakin tinggi pula kinerja guru tersebut.Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, motivasi kerja dan kinerja guru