cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BIDANGSTUDI IPS PADA SMP KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH Nurhayati .; Murniati AR; Khairuddin .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.839 KB)

Abstract

Abstrak: Pengelolaan pembelajaran terkait dengan upaya guru untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyusunan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kendala  dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SMP Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data penelitian adalahkepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru IPS. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Perencanaan pembelajaran diawali dengan pembagian tugas guru dan penyusunan jadwal kegiatan belajar mengajar pada awal tahun ajaran sekolah. Dokumen perencanaan pembelajaran IPS dimiliki oleh guru terdiri dari kelender pendidikan, program tahunan, program semester, program modul, program mingguan dan harian, program pengayaan dan remedial, program bimbingan dan konseling, pengembangan silabus dan RPP. Dalam hal ini guru dibolehkan  mendownload program-program pembelajaran sekolah lain sebagai perbandingan, namun tidak melakukan plagiat, guru wajib memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan lokal. (2) Pelaksanaan pembelajaran IPS dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 jam tatap muka perminggu perkelas. Metode pembelajaran yang dominan dilakukan oleh guru adalah metode ceramah, tanya jawab,diskusi kelompok dan penugasan. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga kegiatan, yakni kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan dalam bentuk tes formatif dan sumatif. Materi tes disusun dalam bentuk soal essay dan pilihan berganda tanpa dilakukan  uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu. Pemberian skor dan nilai berdasarkan Penilaian Acuan Patokan. Program remedial dilaksanakan bagi siswa-siswa yang belum mencapai KKM (4) kendala bagi guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran IPS; (a) kejenuhan dalam mengajar mengurangi motivasi guru terhadap improvisasi mutu pembelajaran, (b) guru IPS kurang mendapat bimbingan dan pelatihan, (c) media pembelajaran IPS sangat terbatas, (d) adanya persepsi bahwa pembelajaran IPS itu mudah dan kurang menarik. Kendala bagi guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPS adalah; (a) karakteristik siswa yang beragam menyebabkan pengendalian kelas kurang efektif, (b) kurang variatifnya metode pembelajaran menyebabkan kurang efektifnya penyampaian materi (c) kurang aktifnya situasi kelas disebabkan siswa kurang tertarik terhadap materi IPS
KORELASI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU DENGAN HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MI NEGERI KOTA BANDA ACEH Abd. Rahman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.619 KB)

Abstract

Abstrak : Hasil pembelajaran pendidikan jasmani di pengaruhi oleh beberapa faktor, yang diimbanggi olah, kompetensi kepala sekolah dan kinerja guru. Kompetensi kepala sekolah yang terasparan dan kinerja guru yang maksimal akan mempengaruhi hasil pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian pada MI Negeri kota banda aceh, dapat diperoleh kompetensi kepala sekolah dan kinerja guru dengan hasil pembelajaran pendidikan jasmani MI Negeri Kota Banda Aceh masih tarap sederhana, di bandingkan dengan Sekolah Dasar Yang ada di Kota Banda Aceh di sebabkan faktor-faktor lain yang mendukung permasalah ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengutahui korelasi kompetensi kepala sekolah dan kinerja guru dengan hasil pembelajaran pendidikan jasmani MI Negeri kota banda aceh, Populasinya adalah seluruh MI Negeri kota banda aceh, sampel penelitian ini adalah seluruh kepala sekolah MI Negeri Kota Banda Aceh adalah 11 sekolah, guru pendidikan jasmani dan hasil pembelajaran pendidikan jasmani. Perhitungan data yang diperoleh dari hasil Angket Kompetensi Kepala Sekolah, Angket Kinerja Guru dan Hasil Rapots pendidikan jasmani MI Negeri Kota Banda Aceh. Hasil penghitungan di peroleh F hitung = 49,78, sedangkan nilai F tabel, adalah 4,46 pada taraf signifikansi dengan db (n-k-1) sebangai penyebut dan k sebagai pembilang artinya F hitung lebih besar F tabel, , Uraian tersebut menunjukkan bahwa hipoitesis yang penulis rumuskan di terima kebenarannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi kompetensi kepala sekolah dan Kinerja guru dengan hasil pembelajaran MI Negeri Kota Banda Aceh.Kata kunci: Kompetensi kepala sekolah, Kinerja Guru, Hasil Pembelajaran Pendidikan jasmani
STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT PRODUKSI DALAM UPAYA MENCIPTAKAN SEKOLAH MANDIRI PADA SMK NEGERI 3 KOTA BANDA ACEH Sofyan Muhammad Isa; Murniati AR; Khairuddin .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.558 KB)

Abstract

Abstract: The production unit is a process of business activities conducted in schools, is business (profit-oriented) with the perpetrators of the school community, optimize resources and environment schools, in various forms of business units according to the ability of a professionally managed in a real effort and make changes in a rational way in an effort to improve student learning outcomes. And strategy development is a business unit of production or activity that is sustainable in managing school resources to produce goods or services that will be sold to benefit optimally. This study aimed to determine the units of production development strategy, what factors are inhibiting factors that supported. The method used is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation studies. The research subject is 1 (one) the principal and 1 vice principals and head of public relations skills program. The results showed that, 1) entrepreneurship program by the principal to improve teacher performance by involving the vice principal and head of programming skills, to develop the program of activities of production units, production units make promotional activities, inventory constraints, and evaluate the implementation of the production unit. 2) The unit of production by the school community to improve teacher performance and increase the quality of students. 3) The techniques are done selecting students who are involved in the production units should be more selective. 4) Follow-up to keep the products produced have the quality, 5) inhibiting factor in the implementation of the production units is limited tbsp field of promotion of learning, so often get stuck with a pattern on a particular skill program.Keywords: Unit Production, Quality Education and Self-RelianceAbstrak: Unit Produksi merupakan suatu proses kegiatan usaha yang dilakukan di sekolah, bersifat bisnis (profit oriented) dengan para pelaku warga sekolah, mengoptimalkan sumber daya sekolah dan lingkungan, dalam berbagai bentuk unit usaha sesuai dengan kemampuan yang dikelola secara profesional dalam upaya yang nyata serta mengadakan perubahan dengan cara yang rasional dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa. Dan strategi pengembangan unit produksi merupakan suatu usaha atau aktivitas yang berkesinambungan dalam mengelola sumber daya sekolah untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual untuk mendapatkan keuntungan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan unit produksi, faktor-faktor apa saja yang menghambat, faktor-faktor apa saja yang mendukung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek Penelitian adalah 1 (orang) kepala sekolah  dan 1 orang  wakil humas kepala sekolah dan ketua program keahlian. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) program kewirausahaan (unit produksi )  dan dapat diketahui arah program. meningkatkan kinerja guru dengan perencanaan kegiatan unit produksi yang baik didalamnya tenaga kerja terleksi, sesuai tupoksi kerja, dan kebutuhan kegiatan unit produksi terpenuhi dengan menyusun program kegiatan unit produksi, membuat promosi kegiatan unit produksi dan dapat diketahui arah program. 2) Pelaksanaan unit produksi dapat  meningkat ketrampilan  siswa. 3) Sumber daya manusia sesuai dengan bidang studi produktif dan memilih siwa dengan sistem blog riley yang terlibat dalam unit produksi. 4) Tindak lanjut menjaga produk yang dihasilkan agar punya kualitas dengan system quality control (QC). 5) Faktor penghambat dalam pelaksanaan unit produksi adalah keterbatasan sdm bidang promosi pembelajaran, sehingga sering terjebak dengan pola pada program keahlian tertentu saja.Kata Kunci:  Unit Produksi, Mutu Pendidikan dan Kemandirian
PENGELOLAAN BUKU PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA DI AKADEMI KEBIDANAN MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Murtala Daud; Yusrizal .; Khairuddin .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.458 KB)

Abstract

Abstract: Library management in higher education institutions well, will have a positive impact on the advancement of education and the increasing interest in reading among students. This study aims to determine: the procurement of books, collection books, and library books in the library service in Banda Aceh Muhammadiyah Midwifery Academy. This study uses descriptive qualitative approach. Data was collected by observation, interview, and documentation. Subjects consisted of: Director, Head of Libraries, Library Staff, Chief of Public Affairs, and a student at the Academy of Midwifery Muhammadiyah Banda Aceh. The results showed that: 1) Procurement of library books is done by the Head of the Library and the settings adjusted to the scale of priorities. Procurement of library books not only from institutions AKBID Muhammadiyah Banda Aceh, also obtained from students, Muhammadiyah assistance centers, and support the aspirations of the fund. 2) The collection of books in the library consists of books midwifery 382 pieces, 200 pieces of nursing books, science books 300 diseases, and other supporting books. The addition of books from year to year shows an increase in line with the development of the library and in line with the growing interest of students reading at the library AKBID Muhammadiyah Banda Aceh. 3) Library Services done openly, with the aim that students can freely seek books desired. The implementation of these services carried over to foster interest in reading for students may find library books are attractive and can also save librarians/ library staff. Keywords: Library Books and Reading Interest   Abstrak: Pengelolaan perpustakaan pada lembaga perguruan tinggi dengan baik, akan berdampak positif terhadap kemajuan dunia pendidikan dan meningkatnya minat baca di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengadaan buku, koleksi buku, dan layanan buku pustaka pada perpustakaan di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari: Direktur, Kepala Urusan Perpustakaan, Staf Perpustakaan, Kepala Urusan Umum, dan mahasiswa pada Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengadaan buku perpustakaan dilakukan oleh Kepala Bagian Perpustakaan dan pengaturannya disesuaikan dengan skala prioritas. Pengadaan buku pustaka tidak hanya berasal dari lembaga AKBID Muhammadiyah Banda Aceh, juga didapatkan dari mahasiswa, bantuan Muhammadiyah Pusat, dan bantuan dari dana aspirasi. 2) Koleksi buku pada perpustakaan terdiri dari buku kebidanan 382 buah, buku keperawatan 200 buah, buku ilmu penyakit 300 buah, dan buku penunjang lainnya. Penambuku  buku dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan sesuai dengan pengembangan perpustakaan dan seiring dengan meningkatnya minat baca mahasiswa pada perpustakaan AKBID Muhammadiyah Banda Aceh. 3) Layanan Perpustakaan dilakukan secara terbuka, dengan tujuan agar mahasiswa bisa bebas mencari buku yang diinginkan. Penerapan sistem pelayanan yang dilakukan selama ini dapat menumbuhkan minat baca karena mahasiswa dapat menemukan buku pustaka yang menarik dan juga dapat menghemat tenaga petugas perpustakaan/ pustakawan. Kata kunci: Buku Perpustakaan dan Minat Baca
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL TENAGA KEPENDIDIKAN PADA SMA NEGERI 5 DARUSSALAM BANDA ACEH Bustamar .; Jamaluddin Idris; Khairuddin .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.542 KB)

Abstract

Abstract: The school head master of the school, who has a very important role and position in developing professional educational staffs. The aim of this research is to describe about the school head master strategy in the process of planning design, implementation, and avoiding program in developing the professional educational staffs at Senior High School 5 Darussalam, Banda Aceh. The method used in this study is descriptive qualitative through the data collection through observations, interviews, and documentations. The findings show that the efforts being carried out by the school head master in planning was preceded by understanding the vision and mission as within it is described the future picture and insight that must be developed .The implementation of the professional development of education staff was through workshops, seminars, educational training, guiding through annual program, the implementation of the annual program, increasing the work disciplines, creating the loyalty. All these things were being conducted by the school head master, though in its implementation still experiencing the obstacles as it is because that some educational staffs at Senior High School 5 Darussalam, Banda Aceh are still do not deeply understand about their core works. While avoiding professional developing educational staffs carried out by the school head master is through controlling. Supervising, evaluating and guiding upon the program.Keywords: Planning, Implementation and AvoidingAbstrak: Kepala sekolah merupakan manajer pendidikan di sekolah yang mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting dalam pengembangan profesional tenaga kependidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang strategi kepala sekolah dalam perencanaan program, pelaksanaan program, dan pengendalian program dalam rangka pengembangan profesional tenaga kependidikan pada SMA Negeri 5 Darussalam Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan tehnik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pengembangan profesional tenaga kependidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui perencanaan program yang disusun berdasarkan visi, misi dan tujuan sekolah sudah sesuai dengan unsur, syarat, dan fungsi perencanaan, dalam hal ini kepala sekolah telah dapat membuat program-program pengembangan. Pelaksanaan program pengembangan profesional tenaga kependidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui workshop, seminar, pendidikan, pelatihan, pembinaan melalui program kerja tahunan, pelaksanaan program kerja tahunan, meningkatkan disiplin kerja, dan membina loyalitas. Semua program kerja ini telah dilaksanakan oleh kepala sekolah, walaupun dalam pelaksanaannya masih mengalami kendala-kendala yang dihadapi, hal ini dikarenakan ada sebahagian tenaga kependidikan pada SMA Negeri 5 Darussalam Banda Aceh belum memahami secara mendalam tentang tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab mereka masing-masing. Sedangkan pengendalian program pengembangan profesional tenaga kependidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah melalui pengawasan, kontroling, evaluasi, dan pembinaan terhadap pelaksanaan program.Kata kunci: Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI LAM URA KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR ., Suraiya; Usman, Nasir; AR, Djailani
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.06 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the program, implementation, follow-up and the obstacles faced by principals in the implementation of academic supervision in improving the professional competence of teachers. This study used descriptive qualitative approach. The technique of data collection used were observation, interviews, and documentation. Subjects of study were principals, vice-principals, teachers and supervisors. Data were analyzed with data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results showed that: 1) Programs are arranged at the beginning of each school year based on the results of the follow-up implementation of supervision in the previous year based on the instructions given by the Department of Education. Teachers were not fully involved in setting the programs and it was planned twice in one semester. 2) Implementation of supervision begins with socialization activities for teachers and pre-observation meeting. Supervision activities were carried out by providing guidance and direction on the preparation of learning tools, learning implementation and evaluation of learning through meetings, discussions, individual meetings and classroom observations. Principal recorded all activities on a classroom observation on instrument sheet that will be used as input and consideration for guidance in improving teachers professional competence. 3) Follow-up is done through discussions between principals and teachers to provide feedback from the results of classroom observation. Results of follow-up were concluded with concrete steps contextually as a way out of the problems faced by teachers in the learning process and as an improvement in the future to improve the quality of learning. 4) Obstacles faced were the supervision schedule was often shifted, the use of teaching methods were still centered on the teacher, the teacher felt clumsy when supervised and teachers were less active in seeking new information about learning. Keywords: Academic Supervision and Teacher Professional Competence. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, tindak lanjut dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program disusun pada setiap awal tahun pelajaran berdasarkan hasil tindak lanjut pelaksanaan supervisi pada tahun sebelumnya dengan berpedoman pada petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. Penyusunan program tidak sepenuhnya melibatkan guru dan direncanakan sebanyak dua kali dalam satu semester. 2) Pelaksanaan supervisi diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada guru dan melakukan pertemuan pra observasi. Kegiatan supervisi dilakukan dengan memberikan bimbingan dan arahan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran melalui kegiaran rapat, diskusi, pertemuan individu dan observasi kelas. Kepala sekolah mencatat seluruh kegiatan observasi kelas pada lembar instrumen yang akan dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan untuk pembinaan dalam meningkatkan profesional guru. 3) Tindak lanjut dilakukan melalui diskusi antara kepala sekolah dengan guru sebagai pertemuan balikan dari hasil observasi kelas. Hasil tindak lanjut diakhiri dengan langkah-langkah kongkrit secara kontekstual sebagai jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran dan sebagai upaya perbaikan pada masa yang akan datang  untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. 4) Hambatan-hambatan yang dihadapi adalah sering bergeser jadwal supervisi, penggunaan metode mengajar masih berpusat pada guru, guru merasa kaku ketika disupervisi dan guru kurang aktif dalam mencari informasi baru tentang pembelajaran. Kata Kunci: Supervisi Akademik dan Kompetensi Profesional Guru
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGANGGARAN OLEH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH PROVINSI ACEH Jemarin .; Cut Zahri Harun; Niswanto .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.764 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out and describe the management of budgeting performed by the House of Representatives of Aceh (DPRA) and working Unit of Aceh Government (SKPA). This reseach used qualitative approach with descriptive method. This research was conducted at the administrative office of the House of  Representative of Aceh (DPRA). The subjects of this research were the DPRA’s speaker, the four deputies of DPRA, the commussion of budget, and the secretary of DPRA. The results revealed that (1) budgeting management planning is conducted by the budget team of Aceh Government at the end of the year through coordination meetings by preparing budget document; (2) the budget process is performed through coordination meeting by discussing the plans of badget usage and budget Absorption of Aceh Provincial Budget (APBA) in the previous yeas, and making an accurate estimate; (3) the performance of DPRA in terms of  budgeting has been in line with the procedure stated within the minutes through the mechanism of special committee; (4) the supervision and evaluation performed by DPRA involve all stakeholders and also expert staff the Aceh Government.Keywords:  Management and BudgetingAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen anggaran yang dilaksanakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan pada kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan subjek penelitian: Ketua DPRA, Wakil Ketua DPRA, Komisi C yang membidangi Anggaran, dan Sekretaris Dewan (SETWAN) provinsi Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan program penganggaran dilakukan pada akhir tahun melalui rapat koordinasi dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh dengan mempersiapkan dokumen-dokumen anggaran, (2) Proses anggaran dilaksanakan melalui rapat koordinasi dengan membahas rancangan penggunaan anggaran dan daya serap APBA tahun sebelumnya serta melakukan penaksiran atau estimasi secara lebih akurat, (3) Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam hal penganggaran sudah sesuai dengan mekanisme yang tercantum dalam berita acara melalui mekanisme Panitia Khusus (PANSUS), (4) Pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh melibatkan berbagai pihak atau stakeholder dan juga staf ahli dari Pemerintah Aceh.Kata kunci : Manajemen dan Penganggaran.
ANALISIS PENETAPAN STANDAR BIAYA PENDIDIKAN PADA SMA NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA RM. Teguh Eko Atmaja; Cut Zahri Harun; Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.726 KB)

Abstract

Abstract: Determination of standard cost of education is a criterion for good measure the overall expenditure in the form of cash and non-cash as an expression of the sense of responsibility of all parties (the public, parents, and government) to the development of education in order to achieve educational goals efficiently and effectively. The purpose of this study was to determine the ability of the principal to establish the cost of education, including: (1) Preparation of the cost of education; (2) The use of the cost of education; and (3) Auditing the cost of education. This study used a qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done through interviews, observation, and documentation. Subjects were principal, treasurer and inspectorate Nagan Raya. The research found: (1) Preparation of educational costs through Plan Budget (RKA) and Draft Budget Shopping Opinions School (budgets) are discussed in a budget meeting in the DPRK; (2) The use of the cost of the education budget comes from the state budget, and the budget and other sources of educational expenses of parents, private, business, and alumni of the largest education budget priorities is to pay the salaries of teachers / employees, which is between 75-80% of the total budget, and the rest for non-teachers' salaries; and (3) the cost of education is an activity Auditing look carefully, investigate, study, examine and investigate the cost of education, including procedures for investigating its books, one truth in a case, the events that have been recorded, placed on their posting, as well as the receipt of cash flows and goods owned by a school organized by the government and society. It is expected that the inspectorate in order to direct and supervise the principal standard-setting the cost of education on the preparation, use, and effective auditing and efficiency so that the cost of education in school on target.Keywords: Determination of Standard Cost of Education and SupervisionAbstrak: Penetapan standar biaya pendidikan adalah suatu kriteria untuk mengukur keseluruhan pengeluaran baik yang berupa uang maupun bukan uang sebagai ungkapan rasa tanggung jawab semua pihak (masyarakat, orang tua, dan pemerintah) terhadap pembangunan pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai secara efesien dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kepala sekolah dalam menetapkan biaya pendidikan, meliputi: (1) Penyusunan biaya pendidikan; (2) Penggunaan biaya pendidikan; dan (3) Pengauditan biaya pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, bendahara dan inspektorat Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian ditemukan: (1) Penyusunan biaya pendidikan melalui Rencana Penggunaan Anggaran (RKA) dan Rancangan Anggaran Pendapat Belanja Sekolah (RAPBS) yang dibahas dalam rapat anggaran di DPRK; (2) Penggunaan biaya pendidikan bersumber anggaran pemerintah berasal dari APBN, dan APBD dan sumber biaya pendidikan lainnya dari orang tua, swasta, dunia usaha, dan alumni dengan prioritas anggaran pendidikan terbesar adalah untuk membayar gaji guru/ pegawai, yaitu antara 75-80% dari total anggaran, dan selebihnya untuk non-gaji guru; dan (3) Pengauditan biaya pendidikan merupakan kegiatan melihat dengan teliti, menyelidiki, mempelajari, menelaah dan mengusut biaya pendidikan, termasuk mengusut tata cara pembukuannya, salah benarnya suatu hal, peristiwa yang telah dicatat, ditempatkan pada pos-posnya, serta proses arus penerimaan uang dan barang yang dimiliki oleh suatu sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Diharapkan kepada inspektorat agar dapat mengarahkan dan mengawasi kepala sekolah penetapan standar biaya pendidikan tentang penyusunan, penggunaan, dan pengauditan secara efektif dan efesiensi sehingga biaya pendidikan di sekolah tepat sasarannya.Kata Kunci: Penetapan Standar Biaya Pendidikan, dan Pengawasan
MANAJEMEN PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 MESJID RAYA ACEH BESAR Cut Mutia; Cut Zahri Harun; Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.685 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine ofplanning, implementation, and assessment of curriculum in improving student achievement in High School 1 Mesjid Raya Aceh Besar. To achieve these objectives, this study uses a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation and documentation. The procedure of data analysis is data reduction, data display, and verification. While the subject of research is the principal, vice-principals, and teachers. The results showed that:(1) learning management planning is done by the teachers to prepare a number of needs of learners with regard to the development of science, technology, and art as a whole and sustainable; (2) The implementation of learning management is done with the purpose of formulating the subjects to be taught, to set standards of competence, basic competence to formulate, determine teaching materials in the form of subject and sub-subject, teaching and learning strategies, instructional media, learning activities, evaluation techniques, allocation time, and learning resources; and (3) management of the learning is done through evaluation of mastery learning materials at the beginning of each meeting which aims to determine the students' understanding of and insight into the material that is being and has been delivered, then adapted to the learning needsKeywords: Learning Management, Educational of School Level Curriculum, and Learning AchievementAbstrak: Peneli­tian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian KTSP dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Mesjid Raya Aceh Besar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi.Sedangkan subjek penelitian adalah kepalasekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan manajemen pembelajaran dilakukan oleh guru-guru dengan mempersiapkan sejumlah kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara menyeluruh dan berkesinambungan; (2) Pelaksanaan manajemen pembelajaran dilakukan dengan merumuskan tujuan mata pelajaran yang akan diajarkan, menetapkan standar kompetensi, merumuskan kompetensi dasar, menentukan materi ajar dalam bentuk pokok bahasan dan sub pokok bahasan, strategi belajar mengajar, media pembelajaran, kegiatan pembelajaran, tehnik evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar; dan (3) Penilaian manajemen pembelajaran dilakukan melalui kegiatan evaluasi terhadap penguasaan materi pembelajaran pada setiap awal pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan wawasan siswa/i terhadap materi yang sedang dan sudah disampaikan, selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.Kata kunci : Manajemen Pembelajaran, KTSP, dan Prestasi Belajar
PELAKSANAAN SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA DI KOTA BANDA ACEH Syarwan Joni; Djailani AR; Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.369 KB)

Abstract

Abstract: The school supervisor is one of the elements that have an important role in improving the quality of education through an increase in the ability of school personnel working in the management of the school administration. This study aimed to get an idea of the implementation of managerial supervision on Private High School Banda Aceh. By using descriptive research methods, qualitative approach, and data collection techniques such of observation, interviews and documentation. Research subjects to the school supervisors, headmaster, and staff at private high school in Banda Aceh. The results of research have been analyzed qualitatively show that: The school supervisors has prepared supervision program together at the beginning of the school year, coordinated by the Supervisory Coordinator, organized program assessment results-oriented, monitoring and coaching from previous year. Managerial supervision carried out by applying a procedure that starts with pre supervision activities through coordination and socialization to target schools (sekolah binaan). Furthermore, the scope of supervision is started with the performance appraisal headmaster, teachers and educational staff focused on the management of the school administration. Monitoring activities are directed at the implementation of eight National Education Standards (NES). While development activities directed to school management in order to work in accordance with their duties and functions. Obstacles of implementation managerial supervision is supervisors's own self and from the field, namely: supervisors has not been uniform level of understanding, number of supervisors is not comparable with the number of schools that fostered. Obstacles in the field, namely; number of administrative staff of the school is not sufficient. Based on the research results, it is suggested that the implementation of managerial supervision implemented more intensively to improve job skills. Keyword: Managerial Supervision, School Supervision and School Manager   Abstrak: Pengawas sekolah merupakan salah satu elemen yang memiliki peranan penting dalam meningkatan kemampuan kerja personil sekolah terutama dalam hal pengelolaan sekolah. Salah satu tugas pengawas untuk mengendalikan pengelolaan sekolah dilakukan melalui pelaksanaan supervisi manajerial. Tujuan penelitian ini untuk mendapat gambaran pelaksanaan supervisi manajerial yang dilaksanakan pengawas pada SMA Swasta di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melaui observasi, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan yang menjadi subjek penelitian adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Para pengawas sekolah menyusun program supervisi secara bersama dan dikoordinir oleh Kordinator Pengawas (KORWAS). Program yang disusun sudah mengikuti pedoman dan berorientasi pada hasil supervisi tahun sebelumnya. Supervisi manajerial dilaksanakan melalui kegiatan pra supervisi dan selanjutnya melakukan tiga tahapan kegiatan, yaitu penilaian kinerja kepala para pengelola sekolah, kegiatan pemantauan pada pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sedangkan kegiatan pembinaan mengarahkan para pengelola sekolah agar dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Hambatan pelaksanaan supervisi manajerial dari pengawas sendiri dan dari lapangan, yaitu: tingkat pemahaman pengawas belum seragam, sedangkan hambatan dilapangan staf pelaksana adminsitrasi sekolah belum mencukupi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pelaksanaan supervisi manajerial dilaksanakan lebih intensif untuk meningkatkan keterampilan kerja tenaga kependidikan. Kata Kunci: Supervisi Manajerial, Pengawas Sekolah dan Pengelola Sekolah

Page 10 of 23 | Total Record : 228