cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU NURUL ISHLAH BANDA ACEH Erna Supiani, Murniati, Nasir Usman.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.467 KB)

Abstract

Abstract: The effective and efficient Qur’an learning management is a supporting factor to achieve the goal of learning the Qur’an in school in order to produce Qur’anic generation. The purpose of this study was to find out the planning, implementation, evaluation, and obstacles in learning the Qur’an in Nurul Ishlah Integrated Islamic Elementary School (SDIT Nurul Ishlah) of Banda Aceh.This study used descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were interview, observation, and documentation. The subjects of this study were principal and Qur’an teachers in SDIT Nurul Ishlah.The results of the study were: (1) The planning was formulated by teachers based on the curriculum set by the school, but some teachers were not able to plan effectively in the learning. (2) The implementation of learning the Qur’an applied by SDIT Nurul Ishlah was in accordance with activities planned, the teachers gave motivation to the students by using various methods and learning media starting from beginning activity with praying and revising memorizationof the Qur’an classically. In main activity, the students performed their memorization to the teachers individually, then the students revised their memorization and learned the memorization of surah individually, and in final activity, the teachers gave motivation to the students to revise their memorization at home by showing motivation videos of children who love Qur’an. However, some students could not finish the tasks given by the teachers. (3) The evaluation was carried out by written exam and practice exam of reading and memorizing the Qur’an by assessing the quality of reciting, pronunciation, tajweed, and fluency, but some students could not perform their memorization fluently. (4) The obstacle faced by the teachers was the lack of motivation and interest of students to revise their memorization that made the learning quality was not improved.Keywords: Management, learning, and Qur’an Abstrak: Manajemen pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dan efesien merupakan salah satu faktor pendukung tercapainya tujuan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah untuk melahirkan generasi Qur’ani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan  pembelajaran Al-Qur’an pada sekolah SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek  penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru Al-Qur’an pada SDIT Nurul Ishlah. Hasil penelitian: 1). Perencanaan yang disusun oleh guru sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan di sekolah, namun masih ada sebahagian guru yang belum mampu untuk merencanakan secara efektif dalam pembelajaran 2). Pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan di SDIT Nurul Ishlah sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan, guru memberi motivasi kepada peserta didik dengan menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran dari kegiatan awal dimulai dengan membaca dan muraja’ah Al-Qur’an secara klasikal. Pada kegiatan inti, peserta didik menyetor hafalannya secara individual kepada guru, kemudian peserta didik muraja’ah dan talaqqi hafalan surah-surah secara individual, dan kegiatan akhir guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mengulang hafalannya dirumah dengan memperlihatkan video motivasi anak cinta Al-Qur’an, namun ada sebahagian peserta didik tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan guru. 3). Evaluasi yang dilakukan melalui ujian tulis dan ujian praktik membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan menilai kualitas bacaan hafalan, makharijul huruf, tajwid, dan kelancaran bacaan Al-Qur’an, namun sebahagian peserta didik belum mampu menyetor hafalan dengan lancar dan fasih.4). Hambatan yang dihadapi oleh guru adalah kurangnya motivasi dan minat peserta didik untuk mengulang kembali bacaan dan hafalan Al-Qur’an, sehingga tidak meningkatnya kualitas pembelajaran.Kata kunci: Manajemen, pembelajaran, dan Al-Qur’an
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENGELOLAAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 17 KOTA BANDA ACEH Khairiah, Yusrizal, Khairuddin
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.354 KB)

Abstract

Abstract: One of the determining factors by the implementation of guidance and counseling management as well as by the program services that lead to the success is to improve the competency and professionalism of its teachers. The objective of this study is to determine the competency and professionalism of guidance and counseling teachers in three key aspects: in planning, implementation, and evaluation. Sample was restricted to the services of the guidance and counseling program at state junior high school 17 or SMPN 17 in Banda Aceh and this study involved the principal, vice principal, guidance and counseling teachers, and the chairman of guidance and counseling forum (or abbreviated as MGBK in bahasa) as subjects. The method applied in this research was descriptive method with qualitative approach. The data collection techniques were observation, interview, and documentation.  The results showed that: 1) the competency and professionalism of guidance and counseling teachers are considered based on their abilities in planning of various program and services oriented to guidance and counseling e.g. sharing of information, placement and distribution, understanding the content, group and individual counseling, mediation services, and individual planning; 2) the implementation related to guidance and counseling services are counted based on the operation of basic services e.g. guidance in class rooms, individual or group counseling, consultation, mediation, or any individual services outside the school hours e.g. home visits, or referral; 3) the competency and professionalism of guidance and counseling teachers should also be enhanced not only in evaluation skills related to services but also in terms of problem formulation, data-collection, -instrument and -analysis, as well as in planning the follow-up programs.Keywords: capacity building, counseling, education, junior high school, management Abstrak: Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling adalah kompetensi profesional guru bimbingan konseling dalam pengelolaan program bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 17 Kota Banda Aceh. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua MGBK dan guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling adalah merencanakan program layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individual, konseling kelompok, layanan mediasi, dan perencanaan individual; (2) Pelaksanakan program layanan bimbingan yaitu dengan melaksanakan layanan dasar  bimbingan di dalam kelas, melaksanakan layanan konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, mediasi, referal, kunjungan rumah serta layanan perencanaan individual di luar jam pelajaran; (3) Kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling dalam mengevaluasi program layanan bimbingan dan konseling dengan merumuskan masalah dan instrumen pengumpul data, menganalisis data serta melaksanakan tindak lanjut.        Kata kunci : Kompetensi profesional , guru,  program bimbingan dan konseling
KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA MAN 1 TAKENGON. Kausara Usman, Yusrizal, Sakdiah Ibrahim.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.548 KB)

Abstract

Abstract:  The principal is the spearhead of a school institution, and as a headmaster also in demand to improve the performance of the teacher, because the teacher increases performance will bring a positive impact on a school that dipimpinnya..Dalam this study authors used a qualitative method, is based titles and authors describe research questions and research uses qualitative research patterns with descriptive methods. Data collection techniques in qualitative research data collection is done in a natural setting (natural conditions), the primary data source and data collection techniques more on participant observation (participan observation), in-depth interviews (in-depth interviews) and documentation.Subject of the study come from those contained in the school organization that principals, teachers, supervisors, and school committee at MAN 1 Takengon. This study aimed to obtain data about the managerial competence of the head of Madrasah Aliyah Negeri 1 Takengon in implementing performance improvement guru-guru.Sedangkan specifically research aimed to get the data that is complete, accurate and up to date on: (a) the ability of headmaster in preparing performance improvement program MAN 1 teacher at Takengon, (b) Ability headmaster in developing madrasah organization in MAN 1 Takengon that support improved teacher performance, (c) the ability of headmaster in melaksankaanakan leadership to improve kineja madrassa teachers on MAN 1 Takengon. From the research that found that (a) the Head of madrasah capable in preparing teacher performance improvement program at MAN 1 Takengon, (b) Head madrasah madrassa able to develop the organization in MAN 1 Takengon that support improved teacher performance, (c) Head of madrasah capable melaksankaanakan leadership in the madrasah to improve kineja teacher at MAN 1 Takengon.Keywords: Managerial Skills / Teacher PerformanceAbstrak: Kepala sekolah merupakan ujung tombak dari sebuah lembaga sekolah, dan sebagai kepala sekolah juga di tuntut untuk meningkatkan kinerja guru, karena dengan guru meningkat kinerjanya akan membawa dampak positif bagi sebuah sekolah yang dipimpinnya..Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif, ini berdasarkan judul maupun pertanyaan penelitian yang penulis jabarkan dan Penelitian ini menggunakan pola penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi alamiah), sumber data primer dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperanserta (participan observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi.Subjek penelitian bersumber dari orang-orang yang terdapat dalam organisasi sekolah yaitu kepala sekolah, guru, pengawas, dan komite sekolah pada MAN 1 Takengon. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang  kompetensi  manajerial kepala  Madrasah Aliyah Negeri  1 Takengon dalam melaksanakan peningkatan kinerja guru-guru.Sedangkan secara khusus penelitian bertujuan untuk mendapatkan data yang lengkap, akurat dan terkini tentang : (a) Kemampuan kepala madrasah dalam menyusun program peningkatan kinerja guru pada  MAN 1 Takengon, (b) Kemampuan kepala madrasah dalam mengembangkan organisasi madrasah pada MAN 1 Takengon yang mendukung peningkatan kinerja guru, (c) Kemampuan kepala madrasah dalam melaksankaanakan kepemimpinan madrasah untuk meningkatkan kineja guru pada  MAN 1 Takengon. Dari hasil penelitian yang di temukan bahwa (a) Kepala madrasah mampu dalam menyusun program peningkatan kinerja guru pada  MAN 1 Takengon, (b) Kepala madrasah mampu dalam mengembangkan organisasi madrasah pada MAN 1 Takengon yang mendukung peningkatan kinerja guru, (c) Kepala madrasah mampu dalam melaksankaanakan kepemimpinan madrasah untuk meningkatkan kineja guru pada  MAN 1 Takengon.Kata kunci :Keterampilan Manajerial/Kinerja Guru.
BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BANDA ACEH Surya Kanta, Murniati, Bahrun
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.274 KB)

Abstract

Abstract: School organizational culture is one of the factors that influences school management system in improving the performance of teachers. The study was aimed at determining the pattern of coaching discipline, perception, and motivation as part of organizational culture, behavior in carrying out school culture, and the inhibiting factors that appear in improving the teachers’ performance. This study used a descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were conducted through observation, interview, and documentation. The subjects of the study were principals, teachers and school administrative staff. The study was conductedatLaboratory Senior High School (SMA Laboratorium) of Syiah Kuala University and SMA Negeri 4 of Banda Aceh. The result showed that: (1) the patterns of coaching discipline at both schools have been conducted in accordance with existing regulation. Coaching discipline was done persuasively through supervision, guidance, and direction, and giving the appropriate punishment based on the infraction level. (2) The ways of giving motivation at both schools have been run effectively, but there were no certificate, bonuses and salaries when teachers and staff carried out the tasks assigned properly. (3) The behavior relationships between school staff of both schools were implemented in formal and informal interactions, and it ran well. The work relationshipswere established through cooperation, transparency, caring, mutual respect, and the school activities that enhanced the solidarity among the school staff. (4) The barriers of both schools in improving the performance were the teachers did not have good habit of discipline.Keywords: School Organizational Culture, and Teachers’ PerformanceAbstrak: Budaya organisasi sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sistem manajemen sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pembinaan disiplin, persepsi dan pemberian motivasi sebagai bagian dari budaya organisasi, perilaku dalam melaksanakan budaya sekolah, dan faktor-faktor penghambat yang muncul dalam upaya meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, dewan guru, dan pegawai administrasi sekolah. Lokasi penelitian adalah SMA Laboratorium Unsyiah dan SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pola pembinaan disiplin pada kedua SMA tersebut telah dijalankan sesuai dengan peraturan yang ada. Pembinaan disiplin dilakukan dengan pendekatan persuasif, lewat pengawasan, membimbing dan memberi pengarahan, dan pemberian sanksi sesuai tingkat pelanggaran. (2) Cara pemberian motivasi pada kedua SMA tersebut telah berjalan dengan efektif, namun tidak ada pemberian sertifikat, bonus, dan honor apabila para guru dan personil sekolah menjalankan tugas yang dibebankan dengan baik. (3) Hubungan perilaku antara personil sekolah di kedua SMA tersebut dilaksanakan dalam bentuk interaksi formal dan informal, serta berjalan dengan kondusif. Hubungan kerja terjalin lewat budaya kerja sama, budaya transparansi, budaya kepedulian, budaya saling menghargai, dan kegiatan-kegiatan sekolah yang meningkatkan solidaritas para personil sekolah. (4) Hambatan yang ditemukan pada kedua SMA tersebut dalam meningkatkan kinerja adalah budaya disiplin kerja yang belum maksimal diperlihatkan oleh para guru.Kata kunci: Budaya Organisasi Sekolah dan Kinerja Guru
KINERJA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MTsN DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA. Agus Suryadi, Cut Zahri Harun, Nasir Usman.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 2: Mei 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.829 KB)

Abstract

Abstract: Performance of the school principals as the supervisor is efforts to developing the potential that teacher have through training with the expectation of improving the quality of teaching process in the school. The purposed of this research to know  : 1. The ability of school principals in plan supervision, 2. The strategy school principals to do supervision, 3. The policy of the school principals in the following up the result of supervision and 4. The supporting factors and inhibitions of the supervisions. Method used in this research are descriptive with a qualitative approach. Technique the data collection was done through observation, interview and documentation. The result finding shows that, 1. The ability of the school principals in program planning supervision teaching is very good  to determine the purposed of the supervision, tell the completeness of administration to be prepare for teacher, and planning supervision arranged by involving all teacher who conducted at the beginning the school year, the system implementation of supervision academic done by school principals un-systematic and not in accordance with the schedule that has been in degree. 3. Policy of the school principals in following uf the result of supervision done by making training for making the teaching material, curriculum workshop, giving motivation an input to lack of shortage of in class observation, and giving permission for the following up. The barrier factors comprise of the low of competence supervision academic the school principal, inadequate facilities, and workload the school principal so solid, while the supporting factors principals and teachers have the commitment, motivation, and a sense family bond.Keyword : academic supervision, performance of the school principals and teacher professionalism.Abstrak: Kinerja kepala sekolah sebagai supervisor merupakan suatu usaha untuk  mengembangkan potensi yang dimiliki oleh guru melalui pembinaan  dengan harapan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) kemampuan kepala sekolah dalam merencanakan supervisi; 2) strategi kepala sekolah melaksanakan supervisi; 3) kebijakan kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi; dan 4) faktor-faktor pendukung dan penghambat supervisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan kepala sekolah dalam perencanaan program supervisi pengajaran cukup baik dengan cara menentukan tujuan supervisi, memberitahukan kelengkapan administrasi yang harus dipersiapkan oleh guru, dan perencanaan supervisi disusun dengan melibatkan semua guru yang dilakukan pada awal tahun ajaran baru. (2) sistem pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah tidak sistematis dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (3) kebijakan kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi dilakukan dengan membuat pelatihan penyusunan bahan ajar, workshop kurikulum, memberikan motivasi dan masukan terhadap kekurangan-kekurangan pada saat observasi kelas, dan memberikan izin untuk studi lanjut. (4) faktor penghambat meliputi kompetensi supervisi akademik kepala sekolah rendah, fasilitas kurang memadai, dan beban kerja kepala sekolah yang begitu padat, sedangkan faktor pendukungnya kepala sekolah dan guru memiliki komitmen, motivasi, dan rasa kekeluargaan yang baik.Kata Kunci: Supervisi Akademik, Kinerja Kepala Sekolah, dan Profesionalisme Guru.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU IPS PADA SMP NEGERI KABUPATEN GAYO LUES Masitah Br S, Cut Zahri Harun, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.722 KB)

Abstract

ABSTRACT: Academic supervision is an assistance provided to teachers to improve the ability, learning process and their performance. The purpose of this study was to find out academic supervision program, academic supervision implementation, academic supervision techniques and follow up activities of academic supervision implementation at State Junior High Schools of Gayo Lues Regency. This study used qualitative approach and descriptive method. Data were collected through interviews, observation and documentation study. Subjects in this study were school supervisors, principals and teachers. The results showed that  (1) The program of supervision  that has not been done organized by supervisors in school scheduled like planning, scheduled of activities  and programming; (2) The but implementation of academic supervision has been implemented, although has not been scheduled but implementation, assessment, and development remain to be implemented by the supervisor in school; (3) The techniques of academic supervision carried out were: classroom visits, classroom observations, individual counseling and group counseling; and (4) Follow-up activities were carried out by joining teachers who had same problem together, getting coaching from supervisors and fostering kinship attachment among them, in addition, supervisors can determine the development of teachers as well as the success of teaching. From those it will be seen that teachers can improve their performance and for teachers who did not meet the standards should undertake clinical supervision coaching or ongoing guidance for those who have not been optimal in teaching.Keywords: academic supervision, school’s supervisor  and teacher performance ABSTRAK: Supervisi akademik merupakan bantuan yang diberikan kepada guru untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana program supervisi akademik, pelaksanaan supervisi akademik, teknik-teknik supervisi akademik dan tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik pada SMP Negeri Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Program supervisi akademik oleh pengawas di sekolah belum tersusun baik perencanaan,  jadwal kegiatan, dan pelaksanaan program; (2) Pelaksanaan supervisi sudah terlaksana, meskipun belum terjadwal pelaksanaan, penilaian dan pembinaan tetap dilaksanakan oleh pengawas; (3) Teknik-teknik supervisi akademik dilakukan dengan kunjungan kelas, observasi kelas, bimbingan individual, dan bimbingan kelompok; dan (4) Tindak lanjut supervisi akademik dilakukan dengan mengikutsertakan guru yang permasalahan sama, mendapatkan pembinaan dari pengawas, sehingga guru dapat meningkatkan kinerja, bagi guru yang belum memenuhi standar harus dilakukan pembinaan, supervisi klinis atau bimbingan berkelanjutan bagi guru yang belum maksimal dalam mengajar.Kata kunci: supervisi akademik, pengawas sekolah, dan kinerja guru
SUPERVISI PENGAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PADA SMA TARBIYAH LABUHAN HAJI ACEH SELATAN Nurul Fitri, Khairuddin, Niswanto.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.272 KB)

Abstract

Abstract: The implementation of supervision in education field is one factor to improve the pedagogical competence of teachers. The purpose of this study was to find out the supervision program, the implementation of teaching supervision, and the follow-up of teaching supervision by the principal in improving pedagogical competence of teachers in Tarbiyah Senior High School of Labuhan Haji of Aceh Selatan. The method used in this study was descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation study. The subjects of this study were principals and teachers. The results of this study showed that: (1) The program of supervision in improving the pedagogical competence of teachers has been arranged and documented, but was not complete and only an outline. The program arranged included the annual and semestral work program. The principal kept implementing supervision activity, carrying out guidance, counseling, and directing teachers to improve their pedagogical competence. (2) The implementation of supervision carried out led to the effort of improving pedagogical competence of teachers. The activities carried out included class counseling, class observation, documentation, interview, questionnaire, and written report. (3) The follow-up of teaching supervision was by seeking for solution for the obstacles found in the implementation of supervision, such as the difficulty in time management to class visiting. Every finding that led to the restraint of teachers’ effort in improving pedagogical competence was always been followed up and responded by the principal. In following up the result of supervision, the principal has been gone through educative and persuasive approach, such as guiding teachers that had difficulties with discussion, case conference, between supervisor and the teachers about the obstacles faced in improving their teaching ability.Keywords: Teaching Supervision, Principal, and Pedagogy of Teacher Abstrak: Pelaksanaan supervisi di lingkungan pendidikan merupakan salah satu faktor yang ikut meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program supervisi, pelaksanaan  supervisi, dan tindak lanjut supervisi pengajaran oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada SMA Tarbiyah Labuhan Haji Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik  pengumpulan data: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini  adalah:  kepala   sekolah  dan   guru.   Hasil  penelitian   menunjukkan   bahwa: 1)  Program supervisi dalam meningkatkan kompetensi pedagoik guru telah disusun dan  terdokumentasi, namun program tersebut tidak lengkap dan hanya secara garis besarnya saja. Program yang disusun meliputi program kerja tahunan dan semesteran. Kepala sekolah tetap melaksanakan kegiatan supervisi, mengadakan pembinaan, membimbing,  dan  mengarahkan  guru   untuk peningkatan kemampuan pedagogiknya. 2) Pelaksanaan supervisi yang dilaksanakan dan telah mengarah pada upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi bimbingan kelas, observasi kelas, dokumentasi, wawancara, angket, dan laporan tertulis. 3) Tindak lanjut supervisi pengajaran adalah dengan menindaklanjuti kendala yang ditemui dalam pelaksanaan supervisi yaitu susahnya pengaturan waktu untuk kunjugan kelas. Setiap adanya temuan yang mengarah pada terkendalanya upaya guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, senantiasa ditindaklanjuti dan direspon dengan baik oleh kepala sekolah. Dalam menindaklanjuti hasil supervisi, kepala sekolah sudah melakukan pendekatan edukatif dan persuasif seperti pembinaan terhadap guru yang mengalami kesulitan melalui diskusi, konferensi kasus, tanya jawab antara supervisor dengan guru tentang kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan mengajarnya.Kata Kunci: Supervisi Pengajaran, Kepala Sekolah dan Pedagogik Guru
STUDI EVALUATIF TENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SELATAN DALAM REKRUTMEN CALON GURU TINGKAT SEKOLAH MENENGAH TAHUN 2014 Wilya Murti, Murniati AR, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.222 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to explore government policy in South Aceh in 2014 for: (1) a recruitment program; (2) mechanisms and strategies in recruitment of prospective teachers; and (3) the obstacles encountered in the recruitment process. This study uses a qualitative approach and descriptive method. Subjects are Regional Secretary, Head of Human Resources, the Selection Committee, and the principal of South Aceh District Government. The results show that: (1) Government policy on teachers’ recruitment program in South Aceh district in 2014 is a follow-up program set by the central government.The recruitment is based on the recruitment program of civil servant candidates implemented under the existing provisions, in recruitment system, neededformation (vacancies) and etc.; (2) Recruitment mechanisms are conducted through several stages, namely recruitment announcement, the file collection, file preparedness announcements, recruitmenttests, results announcement, and the publication of the decree. Meanwhile, strategy used in determining the candidate qualification of accredited Teacher Training Institutions (LPTK) is by using Computer Assisted Test (CAT); and (3) The obstacles encountered in determining the recruitment of teachers are lackingof facilities to conduct testsusing computerized systems, weak internet signal and poor human resource skills in operating computers. Keywords: Evaluative Study, Policies, Recruitment, and Teacher CandidatesAbstrak: Kebijaksanaan adalah kearifan yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan kebijakan adalah aturan tertulis hasil keputusan formal organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebijakan  pemerintah Aceh Selatan  tahun 2014, yaitu: (1) program kebijakan dalam perekrutan guru; (2) mekanisme dan strategi terhadap perekrutan guru; dan (3) kendala-kendala yang dijumpai dalam penentuan perekrutan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah: Sekretaris Daerah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Panitia Seleksi, dan Kepala Sekolah/guru  pada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) program  kebijakan pemda  dalam  perekrutan guru di Kabupaten Aceh Selatan tahun 2014 merupakan program tindak lanjut kebijakan yang telah ditetapkan pusat, yaitu perekrutan CPNS yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang telah ada, baik itu sistem perekrutan, formasi yang dibutuhkan; (2) mekanisme perekrutan adalah: melalui tahapan pengumuman, pengumpulan berkas, penyeleksian berkas, pengumuman kesiapan berkas, tes, dan pengumuman kelulusan, serta pemberian SK. Sedangkan strategi yang dilakukan adalah:  menentukan kualifikasi lulusan PTK yang terakreditasi dengan  menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT); (3) kendala-kendala yang dihadapi dalam penentuan perekrutan calon guru adalah: kurangnya sarana pendukung untuk mengikuti tes dengan sistem komputerisasi, di samping sinyal internetnya yang lemah dan kemampuan sumber daya personil dalam menggunakan komputer masih rendah.Kata kunci: Studi Evaluatif, Kebijakan, Rekrutmen, dan Calon Guru
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 1 MEUREUDU. Marzuwan, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.123 KB)

Abstract

qualified education process. The education process is the essential component of the education system due to the number of educational resources utilized effectively and efficiently. This research was aimed at obtaining information about: (1) how did the leadership of the principal as a manager in policy implementation program at SMA Negeri 1 of Meureudu; (2) the strategy of principal as a manager in improving the quality of education; (3) the leadership style of principal in improving the quality of education at SMA Negeri 1 of Meureudu. This research used a qualitative approach with descriptive methods. The techniques of data collection were conducted through interview, observation, and documentation study. The subjects of this research were the principal, teachers, and students. The result showed that: (1) determining of policy through the formulation of vision, mission and the school objective, preparing School Budget Plan (RAPBS), discipline, administration, providing facilities and infrastructure, improving the ability of teachers through education, training, and provision of books; (2) in improving the quality of  education, the strategies undertaken by the principal as a manager in improving the quality of education were; holding monthly meeting, guiding the teachers, creating a comfortable atmosphere to motivate teachers and staff, optimizing the use of resources; (3) the principal used the situational leadership style in managing the educators and education staff in accordance with the maturity level of subordinates.Keywords: Leadership, Principal as a Manager, and Quality of EducationAbstrak: Sekolah yang bermutu secara langsung dapat ditunjukkan oleh kemampuan kepemimpinannya dalam menciptakan proses pendidikan yang bermutu. Proses pendidikan merupakan komponen inti dari sistem pendidikan karena sejumlah sumber daya pendidikan didayagunakan secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang: (1) Bagaimanakah kepemimpinan kepala     sekolah sebagai manajer  dalam    pelaksanaan    program    kebijakan    di     SMA    Negeri 1 Meureudu;  (2) Strategi kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan; (3) Gaya kepemimpinan  kepala  sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Meureudu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sedangkan subjek penelitian adalah  kepala  sekolah,  guru,  dan  siswa.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa: (1) Penetapan kebijakan melalui perumusan visi, misi dan tujuan sekolah, menyusun RAPBS, kedisiplinan, pengelolaan administrasi, pengadaan sarana dan prasarana, meningkatkan  kemampuan  guru  melalui pendidikan, pelatihan dan penyediaan buku-buku;  (2) Untuk meningkatkan mutu pendidikan, strategi yang dilakukan kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah: mengadakan rapat bulanan, membimbing guru, menciptakan suasana kondusif, memotivasi guru dan staf, mengoptimalkan penggunaan sumber daya; (3) Gaya kepemimpinan yang digunakan dalam mengelola tenaga pendidik dan tenaga kependidikan kepala sekolah menggunakan gaya situasional sesuai dengan tingkat kematangan dari bawahannya.Kata kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah sebagai Manajer dan Mutu Pendidikan.
ANALISIS KEBIJAKAN PERENCANAAN KEBUTUHANGURU SMA DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fauzan Isma, Murniati AR2, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.846 KB)

Abstract

ABSTRACT: The planning of teacher demand is a process to determine the number of teachers needed in order to fulfill the demand and balance the teacher demand and supply. This study aimed to describe the growing number of senior high school students and teachers needed in the process of teaching and learning the academic year of 2017/2018 to 2021/2022 inAceh Tengah Regency. This study used descriptive method with qualitative approach, and the data collection was conducted by the techniques of observation, interview, and documentation study and data analysis of reduction, display, and verification. To guarantee the validity of data, it was conducted credibility test with triangulation technique. The subjects of study were Education Department and Education and Training Employment Board ofAceh Tengah Regency. The results of the study showed that: (1) the highest enrolment of students for the last five years from 2011/2012 to 2015/2016 was in the academic year of 2014/2015 with the total of 5,067 students and the lowest enrolment was in the academic year of 2015.2016 with 4,903 students. (2) The teacher supply based on the 2013 curriculum was 402 teachers. (3) The projection result showed the senior high school teacher demand in Aceh TengahRegency for the academic year of 2017/2018 (558 teachers), 2018/2019 (556 teachers), 2019/2020 (530 teachers), 2020/2021 (554 teachers), and 2021/2022 (606 teachers), the demand has been included the number of teachers that would be retired.KEYWORDS: policy, planning, and teacher demam ABSTRAK: Perencanaan kebutuhan guru adalah proses untuk menentukan jumlah guru yang dibutuhkan agar tenaga guru dapat terpenuhi dan seimbang antara permintaan (demand) dan persediaan (supplay) guru. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan jumlah pertumbuhan Siswa SMA dan kebutuhan guru yang akan mengikuti proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2017/2018 s/d 2021/2022 di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan pendektan kualitatif serta pengumpulan datanya dilakukan dengan  teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi serta analisis data dilakukan dengan reduksi, display dan verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas dengan teknik triangulasi sumber data. Subjek penelitianya yaitu Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Keadaan siswa 5 Tahun terakhir 2011/2012 s/d 2015/2016 enrolment paling tinggi pada tahun ajaran 2014/2015 berjumlah 5.067 orang dan terendah pada tahun 2015/2016 dengan jumlah 4.903 orang, 2) persediaan guru saat ini berdasarkan kurikulum 2013 berjumlah 402 orang, 3). Hasil proyeksi menunjukkan kebutuhan guru SMA di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun ajaran 2017/2018 (558 orang), 2018/2019  (556 orang), 2019/2020 (530 orang), 2020/2021 (554 orang) dan 2021/2021 (606 orang) kebutuhan tersebut sudah termasuk dengan guru yang akan pensiun.KATA KUNCI :  kebijakan, perencanaan, dan kebutuhan guru