cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PROFESIONALISME KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 4 WIRA BANGSA MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Burhanuddin .; Cut Zahri Harun; Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.327 KB)

Abstract

Abstract: The quality of education will be well implemented if the principal has professionalism so that the principal, with broader and flexible authority, can manage the decision independently. This research aimed to find out program planning, program implementation, and obstacles faced by principal in improving education quality at Wira Bangsa State Senior High School 4 of Meulaboh. This research employed descriptive method with qualitative approach. Data was collected through interview, observation and documentation study. The research subjects were principal, teachers, supervisors, and students. The results showed that: 1) the efforts of principal made in preparing school program, which was accordance with school’s vision and mission, was well implemented; 2) The implementation program was aimed to establish the effective school models with the professionalism and empowerment of all school staffs for quality of education improvement program. The principal try to improve teacher’s performance in order to achieve the effective learning process; and 3) The obstacle in improving quality of education was planning for teachers’ coaching was not achieved the expected target because of unavailable time, facilities, and staffs that primarily concerned in teachers’ educational principles. Besides, the teachers are not active in Teacher Discussion activities, seminars, coaching and others activities in attempt to improve teachers’ professionalism competence.Keywords:  Professionalism, principal, and education qualityAbstrak: Peningkatan mutu pendidikan akan terwujud jika sekolah dengan potensi yang dimiliki diberi kewenangan yang lebih luas dan fleksibel untuk mengelola secara mandiri melalui keputusan-keputusan yang partisipasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, pengawas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah  dalam menyusun program sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah yang dijabarkan dalam tujuan dan dapat dinyatakan sudah berjalan ke arah yang baik;  2) Pelaksanaan program mengarah pada pembentukan sekolah model efektif, yaitu menempatkan profesionalisme dan pemberdayaan semua personil sekolah  bagi program peningkatan mutu pendidikan.  Upaya  kepala sekolah adalah meningkatkan kinerja guru demi keefektifan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru; dan 3) Kendala dalam peningkatan mutu pendidikan antara lain dalam membuat perencanaan untuk pembinaan guru masih belum tercapai sasaran sebagaimana yang diharapkan. Hal ini juga disebabkan karena waktu, sarana dan personil  yang  tersedia terutama menyangkut dengan penguasaan landasan kependidikan guru-guru.  Kendala lain, dalam peningkatan kinerja guru, kurangnya pelatihan bagi guru-guru, tidak aktifnya sebagian guru dalam kegiatan MGMP, seminar dan kegiatan peningkatan profesi keguruan yang mampu meningkatkan kompetensi profesional guru.Kata Kunci: Profesionalisme, Kepala Sekolah, dan Mutu Pendidikan 
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI UNGGUL MONTASIK Riza Rosita; Djailani AR; Khairuddin .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.939 KB)

Abstract

Abstract: Effort headmaster to the make-up of professional interest of teacher can support the attainment of education target at school. Research Target to know the program of execution and resistance to increase professional interest of teacher. This research use the descriptive method with the approach qualitative. Technique of data collecting used by is observation, interview, and documentation. Subjek Research is: Headmaster, Proxy of Headmaster and Pre-Eminent teacher SD Country of Montasik. Result of research indicate that the 1) Program ofis make-up of professional interest of teacher executed by Pre-Eminent headmaster SD Country of Montasik for example: training of compilation RPP and analyse the ( SKL, KI And KD), activating KKG, make-up of extracurricular activity and improvement of kualisifikasi teacher. 2) Execution of is make-up of professional interest learn by Pre-Eminent headmaster SD Country of Montasik that is training of compilation of Syllabus and RPP, applying of study PAIKEM of there no improvement program but execution have been executed, following Teacher Team-Work, following training and upgrading of both for executed at school and also extramural and improve the kualifikasi learn the higher kejenjang 3) natural by resistance of headmaster in improving kompetensiprofesional learn at Pre-Eminent SD Country of Montasik is the lack of medium and prasarana, lack of tanggungjawab learn to school.Keywords: The Influence of Teacher Certification and Performance.Abstrak: Usaha kepala sekolah untuk peningkatan kompetensi profesional guru dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Tujuan Penelitian untuk mengetahui program pelaksanaan dan hambatan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek  penelitian  adalah:  Kepala Sekolah, Wakil Kepala  Sekolah dan guru SD Negeri Unggul Montasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program peningkatan kompetensi profesional guru yang dilaksanakan oleh kepala sekolah SD Negeri Unggul Montasik antara lain: pelatihan penyusunan RPP dan analisis (SKL, KI dan KD), mengaktifkan KKG, peningkatan kegiatan ekstrakurikuler dan peningkatan kualisifikasi guru. 2) Pelaksanaan peningkatan kompetensi profesional guru oleh kepala sekolah SD Negeri Unggul Montasik yaitu pelatihan penyusunan Silabus dan RPP, penerapan pembelajaran PAIKEM tidak ada program peningkatan namun pelaksanaan sudah dilaksanakan, mengikuti Kerja Kelompok Guru, mengikuti pelatihan-pelatihan dan penataran-penataran baik yang dilaksanakan di sekolah maupun diluar sekolah dan meningkatkan kualifikasi guru kejenjang lebih tinggi. 3) Hambatan-hambatan yang dialami kepala sekolah  dalam meningkatkan kompetensiprofesional guru pada SD Negeri Unggul Montasik adalah kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya tanggungjawab guru terhadap sekolah.         Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 4 WIRA BANGSA MEULABOH DAN SMA NEGERI 3 MEULABOH Ishaq .; Yusrizal .; Bahrun .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.92 KB)

Abstract

Abstract: Headmaster is one of the components that affect teachers' performance. Educational success in school is largely determined by the success of the headmaster in managing academic staff at the school. This study generally aims to examine the leadership of headmaster in improving the performance of teachers at SMAN 4 Wira Bangsa and SMAN 3 Meulaboh, West Aceh. The approach used in this study is a qualitative approach with technique of collecting data through observation, interview, and documentation. Subjects were headmasters, teachers, school committee, and students of SMAN 4 Wira Bangsa and SMAN 3 Meulaboh. Conclusions of this study are the headmaster leadership of SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh is autocratic style, while the headmaster of SMAN 3 Meulaboh is democratic style. Headmaster leadership of SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh and SMAN 3 Meulaboh is able to improve the performance of teachers in each school. This is proved from the curriculum, infrastructure and student achievement which achieve well and in line with the standards of teacher performance. The response of teachers to the leadership approach that made the headmaster at SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh and SMAN 3 is good enough.Keywords: Leadership, Headmaster, Teacher’s PerformanceAbstrak: Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. keberhasilan pendidikan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pada SMA Negeri 4 Wira Bangsa dan SMA Negeri 3 Meulaboh, Aceh Barat.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, dan Siswa di SMA Negeri 4 Wira Bangsa dan SMA Negeri 3 Meulaboh.kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah SMA Negeri 4  Wira Bangsa Meulaboh bergaya otokratis, sedangkan kepala sekolah SMA Negeri 3 Meulaboh bergaya demokratis. Kepemimpinan kepala sekolah SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh dan SMA Negeri 3 Meulaboh mampu meningkatkan kinerja guru di masing-masing sekolah.Hal ini terbukti dari kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana dan prestasi belajar siswa yang berjalan dengan baik dan sesuai standar kinerja guru.Tanggapan atau respon guru terhadap pendekatan kepemimpinan yang dilakukan kepala sekolah di SMA Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh dan SMA Negeri 3 Meulaboh cukup baik.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Kinerja Guru
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 JULOK Kamaruddin .; Murniati AR; Niswanto .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.91 KB)

Abstract

Abstract: The ability of a principal in leading a school is highly influential in increasing the motivation of teachers. The implementation of character education is a strategy to improve the quality of education. The purpose of this study was to determine the efforts made by the principal in the implementation of character education in state Senior High School 1 of Julok. This study used a qualitative approach with descriptive method. The data were collected through interviews, observation and documentation. Subjects of this study were principal, vice principal, board of teachers and the committee at Senior High School 1 of Julok. The result showed that the principal has also prepared a program to implement character education. The implementation of character education improvement program requires each subject to make learning material according to the latest curriculum ang adjust textbooks of study field. The abstacles faced by the principal in implementing the character education were as follows: teachers still used the old teaching methods, tools and media, and the teacher did not dare to express desires and weaknesses in learning. On way performed by the principal of Senior High School 1 of Julok to overcome these obstacles is to call a meeting with the board of teachers, hat is monthly meeting, annual or emergency meeting if it is needed.Keywords: Principal strategic, and character educationAbstrak : Kemampuan kepala sekolah dalam memimpin sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja guru. Implementasi pendidikan karakter merupakan suatu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam implemetasi pendidikan karakter pada Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Julok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dewan guru dan Komite di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Julok. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah telah menyususun program dalam mengimplementasi pendidikan karakter. Implementasi program peningkatan pendidikan karakter dengan cara mewajibkan setiap guru bidang studi untuk membuat perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang terbaru, menyesuaikan perkembangan buku pengangan guru bidang studi. Kendala yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam mengimplementasi pendidikan karakter, masih ada guru yang menggunakan gaya lama dalam mengajar, baik dalam penggunaan metode, alat dan media. Juga guru tidak berani mengemukakan keinginan serta kekurangannya dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Julok dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara mengadakan rapat dengan dewan guru, baik itu rapat bulanan, tahunan atau pun rapat mendadak jika diperlukan.Kata Kunci : Strategi Kepala Sekolah, dan Pendidikan Karakter
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 2 UNGGUL MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Sri Banun; Yusrizal .; Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.552 KB)

Abstract

Abstract: Strategies appropriate principals are highly demanded to make a change to improve the quality of schools. The purpose of this study to determine the program, program implementation, evaluation and barriers faced by principals to improve the quality of education at the Junior High School 2 Mesjid Raya of Aceh Besar district. The technique of collecting data through observation, interviews, and documentation. Research subjects principals, vice-principals, school committee, chairman MGMPs, teachers and supervisors. Data were analyzed by reducing, display, draw conclusions and verification of data. The results showed: (1) Programs are arranged not entirely based on the consensus reached school personnel. Quality improvement programs documented in the annual program and semester program to be used as a reference in implementing the program. (2) The implementation of the quality improvement program begins with the division of tasks with daily activities forming the executive committee of the school. Programs implemented not entirely based on a predetermined schedule. If the principal is absent, then the authority to implement the program submitted to the vice-principal or a senior teacher. (3) The evaluation was conducted by a committee or team that has been formed by the principal that includes principals, vice principals, supervisors and senior teachers. Prior to the evaluation carried out, the executive committee drafting and preparing instruments evaluation beforehand. The evaluation results will be analyzed and used as a consideration in the decision making in determining the program the following year, and (4) barriers faced by principals are still lacking kediplinan teachers, most school personnel are less committed to the running quality improvement program, the principal less timely in implementing quality improvement programs, the majority of teachers are less serious when seniors do performance monitoring.Keywords: Strategy, Principal and Quality of Education Abstrak:Strategi kepala sekolah yang tepat sangat dituntut untuk melakukan suatu perubahan guna meningkatkan mutu sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan program, Evaluasi dan hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan pada SMP Negeri 2 Unggul Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, komite sekolah, ketua MGMP, guru dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program disusun tidak semuanya berdasarkan hasil musyawarah personel sekolah. Program peningkatan mutu didokumentasikan dalam program tahunan dan program semester untuk dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan program. (2) Pelaksanaan program peningkatan mutu diawali dengan pembagian tugas dengan membentuk panitia pelaksana kegiatan harian sekolah. Program dilaksanakan tidak seluruhnya berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Apabila kepala sekolah berhalangan, maka wewenang pelaksanaan program tersebut diserahkan kepada wakil kepala sekolah atau guru senior. (3) Evaluasi dilaksanakan oleh panitia atau tim yang telah dibentuk oleh kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengawas dan guru senior. Sebelum evaluasi dilaksanakan, panitia pelaksana evaluasi menyusun dan menyiapkan instrumen terlebih dahulu. Hasil evaluasi akan dilakukan analisis dan dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam menentukan program pada tahun berikutnya, dan (4) Hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah adalah kediplinan guru masih kurang, sebagian personel sekolah kurang komitmen dalam menjalankan program peningkatan mutu, kepala sekolah kurang tepat waktu dalam melaksanakan program peningkatan mutu, sebagian guru kurang serius ketika senior melakukan pengawasan terhadap kinerjanya.  Kata Kunci: Strategi, Kepala Sekolah dan Mutu Pendidikan
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SD NEGERI LAMKLAT KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ismuha .; Khairudin .; Djailani AR
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.425 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to know the program plan, implementation, and evaluation of teacher performance at State Elementary School Lamklat of Darussalam sub district of Aceh Besar regency. This study used descriptive method by qualitative approach. The techniques of data collection used in this study were observation, interview, and documentation. The subjects of the study were the principal, vice principals, teachers, school committee, head of Teacher Working Group, and supervisor. The data were analyzed by reducing, displaying, summing up the conclusion, and verifying data. The results of the study showed that: 1) the program was compiled by discussing to teachers, supervisor, school committee, and representatives of students’ trustees. The programs to improve teacher performance were by involving teachers in student admission program, improving the services in supporting learning activities, using the ICT for school management improvement, monitoring the implementation of school activity programs, compiling the school activity report, and planning the follow up program for the evaluation results of school activities; 2) the program implementation was initially begun with task distribution according to capability and skill by implementing Lesson Plan approach among teachers. The implementation of the program was not fully accordance with schedule listed on school plan document. It can be seen on the frequency of supervision, meeting, meeting schedule, and unpreparedness optimally in implementing curriculum 2013, using ICT for teachers to optimize the learning and implementation of learning evaluation and 3) The evaluation done has not conformed to the schedule and was done naturally without instrument of valid and reliable evaluation. The activity evaluation is used to be done annually on the last month of academic year. The evaluation result was not implemented in the form of documentation of report on the implementation of principal management.Keywords: Managerial Competence, Principal and Teacher PerformanceAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan program, pelaksanaan dan evaluasi untuk kinerja guru pada SD Negeri Lamklat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, komite, ketua KKG dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program-program untuk meningkatkan kinerja guru adalah menyusun perangkat perencanaan pembelajaran, merancang dan memanfaatkan media pemebalajran, pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan kebutuhan, meningkatkan pelayanan dalam mendukung kegiatan pembelajaran, merencanakan dan melakukan tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 2) Pelaksanaan program diawali dengan pembagian tugas sesuai kemampuan dan keahlian dengan menerapkan pendekatan lesson study antara sesama guru. Pelaksanaan program belum sepenuhnya berdasarkan jadwal yang tercantum pada dokumentasi perencanaan sekolah. Hal ini dapat dilihat pada frekuensi pelaksanaan supervisi, banyaknya pertemuan atau kegiatan rapat, jadwal kegiatan rapat, belum maksimal dalam pengembangan kurikulum 2013, pemanfaatan teknologi dan informasi bagi guru untuk memaksimalkan pembelajaran dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran. 3) Evaluasi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru belum sesuai dengan jadwal dan dilaksanakan secara alamiah serta belum adanya instrumen pelaksanaan evaluasi yang jelas dan terukur. Kegiatan evaluasi biasanya dilakukan setahun sekali pada akhir tahun pelajaran. Hasil evaluasi belum dilakukan dalam bentuk dokumentasi pelaporan pelaksanaan kegiatan manajerial kepala sekolah.Kata Kunci: Kompetensi Manajerial, Kepala Sekolah dan Kinerja Guru
MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SDN DAYAH GUCI KABUPATEN PIDIE Muhammad Nur; Cut Zahri Harun; Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.996 KB)

Abstract

Abstract: The school management can mean everything pertaining to the management of the educational process to achieve the stated goals, both short-term goals, medium, or panjang.Tujuan term goal of this research was to determine the school management to improve the quality of education, to include: (1) Planning school programs; (2) The implementation of school programs and (3) Barriers faced. This study used a qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done through interview, observation guidelines, and documentation. Subjects were principals, supervisors and teachers in primary schools Boarding School Jar Pidie district. Research results found: (1) planning school programs include: teaching programs, including: the need of teachers sharing teaching duties, procurement of textbooks, teaching tools and props, procurement or development of school laboratories, procurement or development of school libraries, system of assessment of learning outcomes, and curricular activities; (2) The implementation of school programs that the strategy adopted to achieve the improvement of the quality of education, include: socialization program, SWOT analysis, problem solving, quality improvement, and monitoring and evaluating the implementation of school programs; and (3) Barriers in planning school programs, among others, lack of community participation and economic difficulties so that their support for the management of low participating schools. It is expected that supervisors in order to direct and supervise principals in improving the quality of education on school program planning, program implementation and obstacles faced by appropriate, effective and efficient so that the quality of education in the schools can be improved.Keywords: Quality Management and the School of EducationAbstrak: Manajemen sekolah dapat diartikan segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan meliputi: (1) Perencanaan program sekolah; (2) Pelaksanaan program sekolah dan (3) Hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru pada SD Negeri Dayah Guci Kabupaten Pidie. Hasil penelitiannya ditemukan: (1) Perencanaan program sekolah mencakup: program pengajaran, meliputi: kebutuhan tenaga guru pembagian tugas mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran dan alat peraga, pengadaan atau pengembangan laboratorium sekolah, pengadaan atau pengembangan perpustakaan sekolah, sistem penilaian hasil belajar, dan kegiatan kurikuler; (2) Pelaksanaan program sekolah yaitu strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah; dan (3) Hambatan dalam perencanaan program sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah. Diharapkan kepada pengawas agar dapat mengarahkan dan mengawasi kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan tentang perencanaan program sekolah, pelaksanaan program dan hambatan yang dihadapinya secara tepat guna, efektif dan efesien sehingga mutu pendidikan di sekolah tersebut dapat ditingkatkan.Kata Kunci: Manajemen Sekolah dan Mutu Pendidikan
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Aswanita Usman; Cut Zahri Harun; Murniati AR
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.702 KB)

Abstract

Abstract: School based management is one of management concepts which aims to increase the quality of education by giving a broad autonomy to a school. This research aimed to find out the implementation of school based management in State Senior High School 5 Banda Aceh. This research used a qualitative approach with a descriptive method. The techniques of data collection were carried out through interview, observation, and documentation study. The subjects of research were the principal, the vice principal, the teachers, the administrative staffs and the committee of State Senior High School 5 Banda Aceh. The results of research showed that: (1) the implementation of school based management in curriculum affairs was begun from designing vision, mission, school objectives, learning program, division of task, extracuricular and curricular activities, syllabus development, lesson plan, teaching schedule, structure, and academic calendar; (2) student affair has been appropriate to the program, which includes acceptance of new students, activity of student orientation period, determination students in a particular class, students’ attendance and discipline at school eventhough there were still students who were not discipline; (3) in field personnel, the recruitment was still managed by a local government; coaching and professional development of teachers were implemented through training activities, subject teachers’ forum, giving a permission for higher education and doing a supervision; meanwhile, mutation and pensioners were still managed by a local government; (4) financial management was carried out by establishing source of funds and analysing needs, budget allocation, supervision and reporting which invoved school stakeholders; and (5) in terms of relations with the community, it has been run well, and it is directed to achieve school objectives and to do a socialisation about school-based management as an effort to involve a community for its active participation to help school.Keywords: School-based Management and Quality of EducationAbstrak: Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu konsep manajemen dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan otonomi luas pada sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pelaksanaan manajemen berbasis sekolah pada SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tata usaha dan komite SMA Negeri 5 Banda Aceh. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa: (1) penerapan manajemen berbasis sekolah dalam bidang kurikulum dimulai dari penyusunan visi, misi, tujuan sekolah, program pembelajaran, pembagian tugas, kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), jadwal pengajaran, struktur dan kalender pendidikan; (2) bidang kesiswaan, sudah sesuai dengan program meliputi penerimaan siswa baru, kegiatan masa orientasi siswa, penetapan siswa pada kelas tertentu, kehadiran dan disiplin siswa di sekolah. namun masih adanya siswa yang kurang disiplin; (3) bidang personalia, rekruitmen masih diatur oleh pemerintah daerah, pembinaan dan peningkatan profesional guru dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan, MGMP, memberikan izin untuk pendidikan lanjutan dan melakukan supervisi, sedangkan mutasi dan pensiunan juga masih dikelola oleh pemerintah daerah; (4) dalam pengelolaan keuangan dilakukan dengan penetapan sumber dana, menganalisis kebutuhan, alokasi anggaran, pengawasan dan pelaporan dengan melibatkan stakeholder sekolah; dan (5) dalam bidang hubungan dengan masyarakat sudah berjalan dengan baik, diarahkan untuk mencapai tujuan sekolah dan melakukan sosialisasi tentang manajemen berbasis sekolah sebagai upaya melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif membantu sekolah.Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah dan Mutu Pendidikan
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI LAM URA KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR Suraiya .; Nasir Usman; Djailani AR
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.922 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the program, implementation, follow-up and the obstacles faced by principals in the implementation of academic supervision in improving the professional competence of teachers. This study used descriptive qualitative approach. The technique of data collection used were observation, interviews, and documentation. Subjects of study were principals, vice-principals, teachers and supervisors. Data were analyzed with data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results showed that: 1) Programs are arranged at the beginning of each school year based on the results of the follow-up implementation of supervision in the previous year based on the instructions given by the Department of Education. Teachers were not fully involved in setting the programs and it was planned twice in one semester. 2) Implementation of supervision begins with socialization activities for teachers and pre-observation meeting. Supervision activities were carried out by providing guidance and direction on the preparation of learning tools, learning implementation and evaluation of learning through meetings, discussions, individual meetings and classroom observations. Principal recorded all activities on a classroom observation on instrument sheet that will be used as input and consideration for guidance in improving teachers' professional competence. 3) Follow-up is done through discussions between principals and teachers to provide feedback from the results of classroom observation. Results of follow-up were concluded with concrete steps contextually as a way out of the problems faced by teachers in the learning process and as an improvement in the future to improve the quality of learning. 4) Obstacles faced were the supervision schedule was often shifted, the use of teaching methods were still centered on the teacher, the teacher felt clumsy when supervised and teachers were less active in seeking new information about learning. Keywords: Academic Supervision and Teacher Professional Competence. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, tindak lanjut dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program disusun pada setiap awal tahun pelajaran berdasarkan hasil tindak lanjut pelaksanaan supervisi pada tahun sebelumnya dengan berpedoman pada petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. Penyusunan program tidak sepenuhnya melibatkan guru dan direncanakan sebanyak dua kali dalam satu semester. 2) Pelaksanaan supervisi diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada guru dan melakukan pertemuan pra observasi. Kegiatan supervisi dilakukan dengan memberikan bimbingan dan arahan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran melalui kegiaran rapat, diskusi, pertemuan individu dan observasi kelas. Kepala sekolah mencatat seluruh kegiatan observasi kelas pada lembar instrumen yang akan dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan untuk pembinaan dalam meningkatkan profesional guru. 3) Tindak lanjut dilakukan melalui diskusi antara kepala sekolah dengan guru sebagai pertemuan balikan dari hasil observasi kelas. Hasil tindak lanjut diakhiri dengan langkah-langkah kongkrit secara kontekstual sebagai jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran dan sebagai upaya perbaikan pada masa yang akan datang  untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. 4) Hambatan-hambatan yang dihadapi adalah sering bergeser jadwal supervisi, penggunaan metode mengajar masih berpusat pada guru, guru merasa kaku ketika disupervisi dan guru kurang aktif dalam mencari informasi baru tentang pembelajaran. Kata Kunci: Supervisi Akademik dan Kompetensi Profesional Guru
MANAJEMEN PENDIDIKAN DAYAH NURUL KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN Jafar .; Djailani AR; Khairuddin .
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.599 KB)

Abstract

Abstract: Abstract: is a science that is needed in organizing education, both for general education and Islamic education. The purpose of this study was to find out the description of education management in Nurul Huda Islamic Boarding School of Peudada District that related on the program management, the learning, the students, the facilities, the relationship with the community, and the teachers. This study used qualitative method. Techniques of data collection used were observation, interview, and documentation study. The information and the data were analyzed correctly and properly in order to be able to be interpreted, so that they had meaning in each indication. The subjects of the study were the principal and three teachers of Nurul Huda Islamic Boarding School of Peudada District. The results of the study showed that Nurul Huda Islamic Boarding School has carrying out religious activities like other Islamic boarding schools. However, its implementation was not optimal and needed improvement in some things. The students had to be handled better and the facilities had to be more organized. As the follow-up, there were some recommendations that needed to be conveyed to the principal especially those that related on the teachers’ quality as the main factor in improving the quality of students.Keywords: Management and EducationAbstrak: Manajemen adalah ilmu yang diperlukan dalam pengelolaan pendidikan, baik pendidikan umum atau dalam pendidikan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari bidang manajemen pendidikan di Dayah Nurul Huda Kecamatan Peudada yang berhubungan dengan manajemen program, pembelajaran, santri, fasilitas, hubungan masyarakat, dan guru pengajian. Penulis menggunakan metode kualitatif di dalam penelitian ini. Teknik yang penulis gunakan dalam mengumpul data adalah observasi, wawancara, dan studi dukumentasi. Informasi dan data dianalisa secara tepat dan sesuai, untuk di interpretasi sehingga bisa berarti dari setiap gejala yang terjadi. Subjek penelitian adalah pimpinan dayah, dan tiga guru pengajian dari Pasanteren Nurul Huda Kecamatan Peudada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasantren Nulul Huda Peuadada telah menjalankan kegiatan- kegiatan keagamaan sebagaimana Dayah lainnya, tetapi pelaksanaannya belum optimal dan masih memerlukan peningkatan dan perbaikan dalam beberapa hal. Dalam aspek santri, perlu penaganan yang lebih baik, dan pengaturan fasilitas yang lebih teratur. Sebagai tindakan lebih lanjut, ada beberapa rekomendasi yang perlu disampaikan kepada pimpinan Dayah untuk di tindak- lanjuti terutama sekali yang berhubungan dengan tenaga guru pengajian sebagai faktor utama untuk peningkatan kualitas santri dari Pasantren Nurul Huda Kecamatan Peudada.                                                                                          Kata Kunci: Managemen dan Pendidikan

Page 11 of 23 | Total Record : 228