cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2023)" : 7 Documents clear
SKEMA ALOKASI RISIKO PERMINTAAN YANG OPTIMAL PADA INVESTASI JALAN TOL DI INDONESIA Nurul Handayani; Andreas Wibowo; Wimpy Santosa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7005.67-82

Abstract

Abstract Demand risk is a significant risk in Public Private Partnership projects in the toll road sector. This risk is often beyond the control of both the public and private sectors. In Indonesia, user pay remains the sole investment return option where the private sector bears the demand risk. Meanwhile, some options for allocating demand risk exist in other countries, which have also been successfully implemented. This study aims to evaluate the criteria and sub criteria used to assess the demand risk allocation scheme options, rank these options, and determine the optimal risk allocation strategy for Indonesia’s context to increase investor participation in toll road investment projects. This study analyzed 3 options for allocating demand risk schemes with 5 criteria used to evaluate these options. Respondents from government agencies were asked to rate the importance of each criterion using the Analytic Network Process approach. This study shows that by considering the interdepen-dence of the criteria, the Value for Money criterion is the most significant factor. Regarding the demand risk allocation scheme options, the Availability Payment is the preferred option among the respondents. Keywords: Public Private Partnership; demand risk allocation; toll road investment; Analytic Network Process Abstrak Risiko permintaan merupakan salah satu risiko yang signifikan pada proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha di sektor jalan tol. Risiko tersebut sering tidak bisa dikendalikan, baik oleh pihak Penanggung Jawab Proyek Kerjasama maupun oleh badan usaha. Di Indonesia, skema tarif masih menjadi satu-satunya opsi pengembalian investasi, dengan risiko permintaan sepenuhnya ditanggung oleh badan usaha. Sementara itu, terdapat opsi-opsi lain yang telah berhasil dipraktikkan di negara-negara lain. Studi ini dilakukan untuk mengiden-tifikasi dan menentukan tingkat kepentingan kriteria dan subkriteria yang digunakan untuk mengevaluasi dan menentukan opsi alokasi risiko yang optimal untuk konteks Indonesia, untuk dapat diterapkan dan dapat lebih meningkatkan partisipasi investor di proyek jalan tol. Analisis dilakukan terhadap 3 skema alokasi risiko permin-taan, dengan 5 kriteria penentu. Pemilihan skema alokasi risiko permintaan yang optimal dilakukan berdasar-kan persepsi responden dari pihak Pemerintah dengan pendekatan Analytic Network Process. Studi ini menun-jukkan bahwa dengan mempertimbangkan interdependensi antaratribut, kriteria Value for Money menjadi faktor terpenting. Untuk penilaian opsi skema alokasi risiko permintaan, responden lebih memilih Availability Payment. Kata-kata kunci: Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha; alokasi risiko permintaan; investasi jalan tol; Analytic Network Process
PENGARUH UKURAN BUTIR KARET BAN BEKAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE Heriadi; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7006.83-92

Abstract

Abstract Crumb Rubber, obtained through retreading of used rubber tires, has the opportunity to be used in asphalt mixtures, thereby reducing the waste of used tire rubber. The purpose of this study was to analyze and compare the effect of adding Crumb Rubber with large particle sizes, which is passing sieve Number 4 and being retained by sieve Number 8, and small particle sizes, which is passing sieve Number 16, in the Asphalt Concrete-Binder Course mixture. The effect of Crumb Rubber is measured using the Marshall and Indirect Tensile Strength parameters. The proportion of addition of Crumb Rubber is 0% and 1.5% of the total weight of the aggregate. The binder used in this study was Penetration Grade Asphalt of 60/70, produced by Shell. This study shows that the addition of Crumb Rubber increases the values ​​of Void in Mineral Aggregate, Void in Mix, and Marshall Flow, but decreases the values ​​of density, Void Filled with Asphalt, Marshall Stability, Marshall Quotient, and Retained Marshall Stability, as well as decreases the values of Indirect Tensile Strength. Crumb Rubber with small particle size turned out to have a better effect than Crumb Rubber with large particle size. Keywords: Crumb Rubber; asphalt mixture; Marshall Parameters; Indirect Tensile Strength Abstrak Crumb Rubber, yang didapat melalui vulkanisir ban karet bekas, mempunyai peluang untuk dipakai dalam campuran beraspal, sehingga dapat mengurangi limbah karet ban bekas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh penambahan Crumb Rubber dengan ukuran butir besar, yaitu lolos ayakan Nomor 4 dan tertahan ayakan Nomor 8, dan ukuran butir kecil, yaitu lolos ayakan Nomor 16, pada campuran Asphalt Concrete-Binder Course. Pengaruh Crumb Rubber diukur dengan menggunakan parameter Marshall dan Indirect Tensile Strength. Proporsi penambahan Crumb Rubber adalah 0% dan 1,5% terhadap berat total agregat. Bahan pengikat yang digunakan pada studi ini adalah Aspal Penetrasi 60/70 produksi Shell. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Crumb Rubber meningkatkan nilai-nilai Void in Mineral Aggregate, Void in Mix, dan Marshall Flow, tetapi menurunkan nilai-nilai kepadatan, Void Filled with Asphalt, Marshall Stability, Marshall Quotient, dan Rentained Marshall Stability, serta menurunkan nilai Indirect Tensile Strength. Crumb Rubber dengan butir kecil ternyata memberi pengaruh yang lebih baik daripada Crumb Rubber butir besar. Kata-kata kunci: Crumb Rubber; campuran beraspal; Parameter Marshall; Indirect Tensile Strength
KAJIAN EKSPERIMENTAL UMUR LELAH CAMPURAN BERASPAL DI INDONESIA DENGAN ALAT FOUR-POINT LOADING Tilaka Wasanta; Bambang Sugeng Subagio; Sony Sulaksono Wibowo; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7007.93-104

Abstract

Abstract Fatigue cracking is the most dominant type of distress in flexible pavements. In this research, an experimental study was conducted to determine the fatigue life and flexural stiffness curves for several types of asphalt mixtures commonly used in Indonesia, namely Asphalt Concrete Wearing Course, Hot Rolled Sheet, and Stone Mastic Asphalt. The fatigue life test was carried out using a four-point loading device with strain control. This study shows that the asphalt content for Asphalt Concrete Wearing Course mixture is in the range of 5.63% to 6.50%, for Hot Rolled Sheet mixture is in the range of 7.40% to 8.49%, and for Stone Mastic Asphalt mixture is the range of 6.60% to 7.31%. This study also produced a fatigue curve, with the higher the strain applied to the flexible pavement, the shorter the fatigue life of the flexible pavement, and vice versa. Keywords: flexible pavement; asphalt mixture; fatigue life; four-point loading Abstrak Retak lelah merupakan jenis kerusakan yang paling dominan pada perkerasan lentur. Pada penelitian ini dilakukan kajian eksperimental untuk menentukan umur lelah dan kurva kekakuan lentur pada beberapa jenis campuran beraspal yang umum digunakan di Indonesia, yaitu Asphalt Concrete Wearing Course, Hot Rolled Sheet, dan Stone Mastic Asphalt. Pengujian umur lelah dilakukan dengan menggunakan alat four-point loading dengan kontrol regangan. Studi ini menunjukkan bahwa kadar aspal untuk campuran Asphalt Concrete Wearing Course berada pada rentang 5,63% hingga 6,50%, untuk campuran Hot Rolled Sheet berada pada rentang 7,40% hingga 8,49%, dan untuk campuran Stone Mastic Asphalt berada pada rentang 6,60% hingga 7,31%. Pada studi ini juga dihasilkan kurva umur lelah, dengan semakin tinggi regangan yang diberikan pada perkerasan lentur, semakin pendek umur lelah perkerasan lentur tersebut, demikian pula sebaliknya. Kata-kata kunci: perkerasan lentur; campuran beraspal; umur lelah; pengujian empat titik
KARAKTERISTIK ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE DENGAN PASIR SILIKA BANGKA SEBAGAI AGREGAT HALUS Reynaldi Darmawan Senolinggi; Latif Budi Suparma; Agus Taufik Taufik
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7008.105-114

Abstract

Abstract Currently, the need for materials for road construction, especially aggregates, is increasing. In line with this, the provision of fine aggregate for road construction requires a relatively high cost. Therefore, the use of Bangka silica sand can be an alternative to meet the needs of the fine aggregate. This study aims to determine the effect of Bangka silica sand, which is used as fine aggregate, on the characteristics of the asphalt mixture used as a road pavement layer, especially the binder course. This research was conducted on 2 types of asphalt mixtures, namely asphalt mixtures using ordinary crushed stone and asphalt mixtures using silica sand from Bangka Island. Mix design to obtain a design mix formula is carried out using the Marshall method and based on the 2018 General Specifications of Bina Marga Revision 2, for the Roads and Bridges Sector. After obtaining the optimum asphalt content values, specimens with the optimum asphalt content were made, and then the mixture characteristics were tested using the Marshall test. The experimental results showed that the optimum asphalt content for the mixture using ordinary crushed stone was 5.5% and for the mixture using Bangka silica sand was 5.9%. The Retained Marshall Stability indexes for the mixture using ordinary crushed stone and Bangka silica sand were 94.6% and 90.8%, respectively, which means that both types of mixture meet the requirements. Keywords: asphalt mixture; aggregate; fine aggregate; silica sand; optimum asphalt content Abstrak Saat ini kebutuhan material untuk pembangunan jalan, khususnya agregat, semakin meningkat. Sejalan dengan hal tersebut, penyediaan agregat halus untuk konstruksi jalan membutuhkan biaya yang relatif mahal. Karena itu, pemanfaatan pasir silika Bangka dapat menjadi suatu alternatif untuk memenuhi kebutuhan agregat halus tersebut. Studi ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pasir silika Bangka, yang digunakan sebagai agregat halus, terhadap karakteristik campuran beraspal yang digunakan sebagai lapis perkerasan jalan, khususnya lapis antara atau binder course. Penelitian ini dilakukan pada 2 jenis campuran beraspal, yaitu campuran beraspal yang menggunakan batu pecah biasa dan campuran beraspal yang menggunakan pasir silika yang berasal dari Pulau Bangka. Perancangan campuran untuk mendapatkan design mix formula dilakukan dengan menggunakan metode Marshall dan berdasarkan pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, untuk Bidang Jalan dan Jembatan. Setelah diperoleh nilai kadar aspal optimum, dibuat benda-benda uji dengan kadar aspal optimum tersebut, dan selanjutnya dilakukan pengujian terhadap karakteristik campuran dengan pengujian Marshall. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai Kadar Aspal Optimum campuran yang menggunakan batu pecah biasa adalah 5,5% dan untuk campuran yang menggunakan pasir silika Bangka adalah 5,9%. Indeks Kekuatan Sisa untuk campuran yang menggunakan batu pecah biasa dan yang menggunakan pasir silika Bangka, berturut-turut, adalah 94,6% dan 90,8%, yang berarti kedua jenis campuran memenuhi persyaratan. Kata-kata kunci: campuran beraspal; agregat; agregat halus; pasir silika; kadar aspal optimum
PENGARUH KONTEKS KELEMBAGAAN DALAM PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PROYEK JALAN NASIONAL Alvin Tehmono; Gede B. Suprayoga
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7009.115-128

Abstract

Abstract This paper aims to explore focus areas, institutional constraints, and institutional support for implementing Value Engineering for road construction projects, which include planning, design, and construction implemen-tation, at the Directorate General of Highways. Interviews were conducted to collect data and information related to institutional elements that influence the implementation of Value Engineering at the micro (individual), meso (organizational) and macro-organizational levels. The research sampling process was carried out purposi-vely, from those who had attended Value Engineering training at the Directorate General of Highways, with a minimum of introduction level and were actively involved in a number of projects that became pilots for the application of Value Engineering from 2018 to 2020. This study shows that organizational context has an influence on the application of Value Engineering within the Directorate General of Highways. This study also provides an indication that intervention is needed to overcome obstacles and encourage the effectiveness of the implementation of Value Engineering. This study also confirms that, in practice, the technical aspects of Value Engineering are not more important than the institutional aspects. Keywords: Value Engineering; road construction; institutional support; institutional aspect Abstrak Makalah ini bertujuan mengeksplorasi area fokus, kendala, dan dukungan kelembagaan dalam penerapan Rekayasa Nilai pada proyek pembangunan jalan, yang meliputi perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan konstruksi, di Direktorat Jenderal Bina Marga. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang terkait dengan elemen-elemen kelembagaan yang memengaruhi penerapan Rekayasa Nilai di tingkat-tingkat mikro (individu), meso (organisasi), dan makro-organisasi. Proses pengambilan sampel penelitian dila-kukan secara purposif, kepada mereka yang telah mengikuti pelatihan Rekayasa Nilai di Direktorat Jenderal Bina Marga, dengan minimal pada jenjang pengenalan serta aktif terlibat dalam sejumlah proyek yang menjadi pilot penerapan Rekayasa Nilai pada tahun 2018 hingga tahun 2020. Studi ini menunjukkan bahwa konteks organisasi memiliki pengaruh terhadap penerapan Rekayasa Nilai di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga. Studi ini juga memberikan indikasi bahwa intervensi diperlukan untuk mengatasi kendala dan mendo-rong efektivitas penerapan Rekayasa Nilai. Penelitian ini juga menegaskan bahwa, dalam penerapannya, aspek teknis Rekayasa Nilai tidak lebih penting dibandingkan dengan aspek kelembagaannya. Kata-kata kunci: Rekayasa Nilai; pembangunan jalan; dukugan kelembagaan; aspek kelembagaan
PERANCANGAN ULANG PERKERASAN JALAN BETON PADA UNDERPASS SUDIRMAN DI KOTA AMBON Hamkah; Muhamad Ulwan Talaohu; Meyske A. Pattikawa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7010.129-140

Abstract

Abstract In this study, a pavement redesign was carried out on the Sudirman Underpass, in Ambon City. Two methods were used to design the pavement, namely the AASHTO Method (1993) and the Bina Marga Method (2017). The traffic volume data used is traffic volume data obtained based on a survey conducted after the Sudirman Underpass was put into operation. By using the same design life and pavement material characteristics, this study shows that the Bina Marga Method (2017) produces thinner pavement than the AASHTO Method (1993). The difference in the resulting pavement thickness is about 10% or 35 mm. Keywords: road pavement; pavement design; traffic volumes; design life Abstrak Pada studi ini dilakukan perancangan ulang perkerasan jalan pada Underpass Sudirman, di Kota Ambon. Dua metode digunakan untuk merancang perkerasan tersebut, yaitu Metode AASHTO (1993) dan Metode Bina Marga (2017). Data volume lalu lintas yang digunakan adalah data volume lalu lintas yang didapat berdasarkan survei yang dilakukan setelah Underpass Sudirman dioperasikan. Dengan menggunakan umur desain serta ka-rakteristik material perkerasan yang sama, studi ini menunjukkan bahwa Metode Bina Marga (2017) mengha-silkan perkerasan yang lebih tipis dibandingkan dengan Metode AASHTO (1993). Perbedaan tebal perkerasan yang dihasilkan adalah sekitar 10% atau 35 mm. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; perancangan perkerasan; volume lalu lintas; umur desain
PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN SULAWESI DI KOTA MAKASSAR Qadriathi Dg Bau; Ahmad Rifqi Asrib; Afifah Sari Ramadhani Zainal
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7011.141-152

Abstract

Abstract One of the causes of parking problems in Makassar City is the lack of adequate parking facilities in several commercial areas, such as what happened on Jalan Sulawesi. The purpose of this study was to determine traffic performance and to analyze the effect of on-street parking on road performance on Jalan Sulawesi Makassar. In this study, a survey and field data collection were conducted at 3 observation points, in the form of data on vehicle volume, vehicle speed, road characteristics, and parking characteristics. This study shows that parking on street has an effect on the performance of Jalan Sulawesi. The high volume of parking is directly propor-tional to the increasing value of the degree of saturation, which causes a decrease in road capacity and results in a decrease in level of service of the road. Keywords: parking on street; parking facilities; traffic performance; parking characteristics Abstrak Salah satu penyebab masalah parkir di Kota Makassar adalah tidak adanya fasilitas parkir yang memadai di beberapa daerah komersial, seperti yang terjadi di Jalan Sulawesi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kinerja lalu lintas dan menganalisis pengaruh parkir di badan jalan terhadap kinerja ruas jalan di Jalan Sulawesi Makassar. Pada studi ini dilakukan survei di 3 titik pengamatan dan pengambilan data lapangan, berupa data volume kendaraan, kecepatan kendaraan, karakteristik jalan, serta karakteristik parkir. Penelitian ini menunjuk-kan bahwa parkir di badan jalan berpengaruh pada kinerja ruas Jalan Sulawesi. Tingginya volume parkir ber-banding lurus dengan meningkatnya nilai derajat kejenuhan, yang menyebabkan penurunan kapasitas jalan dan berakibat pada turunnya tingkat pelayanan jalan. Kata-kata kunci: parkir di badan jalan; fasilitas parkir; kinerja lalu lintas; karakteristik parkir

Page 1 of 1 | Total Record : 7