cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
PERAN PENYELENGGARAAN PEMELIHARAAN RUTIN JALAN PROVINSI JAWA TENGAH TERHADAP PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI GAWAI ANDROID A.R. Hanung Triyono; Agus Supriyanto; Anindita Rifta Hapsari; Ury Wahyu Suprihati
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3736.73-82

Abstract

Abstract In managing the roads, the Bina Marga and Cipta Karya Public Works Office in Central Java Province organizes the Bina Marga Community Group, which consists of poor and healthy people, which are located around provincial roads. Public expectations of road conditions are often conveyed through social media and mass media. Road handling is then accommodated through the use of easy-to-use technology, the Aplikasi Jalan Cantik, which is operated with an Android Device. This study uses descriptive method, describing the object under study through the collected data, performing a simple analysis, and making general conclusions. The analysis showed that, as of August 2019, 577 reports of public complaints that entered the Aplikasi Jalan Cantik, had been responded quickly within 1 x 24 hours. The condition of the Provincial Roads in Central Java was maintained well, and gradually exceeded the performance target of the 2019 Regional Work Plan, which was 90.20%. There is 1,018 Bina Marga community group member spread over 9 Road Management Centers, which means that the Bina Marga and Cipta Karya Public Works Office in Central Java Province participated in reducing poverty by 0.109% of the Central Java population's poverty rate. Keywords: road routine maintenance, provincial roads, Aplikasi Jalan Cantik, poverty rates  Abstrak Dalam penyelenggaraan jalan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah menggandeng Kelompok Masyarakat Bina Marga, yang terdiri atas masyarakat miskin dan sehat, yang berada di sekitar jalan provinsi. Ekspektasi masyarakat terhadap kondisi jalan sering kali disampaikan melalui media sosial dan media massa. Penanganan jalan kemudian diakomodasikan melalui pemanfaatan teknologi yang mudah digunakan, yaitu Aplikasi Jalan Cantik, yang dioperasikan dengan Gawai Android. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul, melakukan analisis sederhana, dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Hasil analisis menunjukkan bahwa, sampai dengan Agustus 2019, laporan aduan masyarakat yang masuk ke Aplikasi Jalan Cantik sebanyak 577 telah direspons cepat dalam waktu 1 x 24 jam. Kondisi Jalan Provinsi di Jawa Tengah dipertahankan baik, dan berangsur-angsur melebihi target kinerja Rencana Kerja Perangkat Daerah 2019, yaitu sebesar 90,20%. Tercatat 1.018 orang Masyarakat Bina Marga yang tersebar di 9 Balai Pengelolaan Jalan, yang berarti Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah ikut serta dalam penurunan angka kemiskinan sebesar 0,109% terhadap angka kemiskinan penduduk Jawa Tengah. Kata-kata kunci: pemeliharaan rutin jalan, jalan provinsi, Aplikasi Jalan Cantik, angka kemiskinan
PENGARUH ENAM KOMPONEN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN Elvi Roza; Sriono .
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3732.29-42

Abstract

Abstract The current performance assessment of road segments tends to consider road pavement conditions only, with the International Roughness Index, Surface Distress Index, or Falling Weight Deflectometer values as indicators. This assessment has an impact on the preparation of road preservation programs, which are only based on data on road pavement conditions. This is different from the field demands, which indicate that road preservation must be carried out comprehensively, meaning that road preservation must be done not only on damaged pavement, but more importantly, it must repair various components that trigger the damage to the road, such as road shoulder, road drainage, culverts, and the presence of plants. This study aims to develop a comprehensive road segment performance evaluation model, involving the components of road pavement, road shoulder, road drainage, road equipment, complementary structures, and the presence of plant. The study was performed by conducting an interview survey and filling out a questionnaire, which was then performed a statistical analysis using Structural Equation Modeling software. The results of this study indicate that of the 6 performance indicators assessed, each contributed significantly to the performance of the road sections. The road pavement component contributed 32.0%, the road shoulder component contributed 21.0%, the road drainage component contributed 20.0%, the road equipment component contributed 9.0%, the road complementary structure component contributed 12.0%, and the plant control component contributed 6.0% of the performance of the road section. Keywords: road section performance, road pavement, road drainage, road complementary structures  Abstrak Penilaian kinerja ruas jalan saat ini cenderung hanya mempertimbangkan kondisi perkerasan jalan, dengan indikator International Roughness Index, Surface Distress Index, atau nilai Falling Weight Deflectometer. Penilaian tersebut berdampak pada penyusunan program penanganan jalan, yang hanya berdasarkan pada data kondisi perkerasan jalan. Hal ini berbeda dengan tuntutan lapangan, yang mengindikasikan bahwa penanganan jalan harus dilakukan secara komprehensif, yang artinya penanganan jalan harus dilakukan tidak hanya pada perkerasan jalan yang rusak, tetapi yang lebih utama harus memperbaiki berbagai komponen yang menjadi pemicu kerusakan jalan tersebut, seperti bahu jalan, drainase jalan, gorong-gorong, dan keberadaaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyusunan model penilaian kinerja ruas jalan yang komprehensif, dengan melibatkan komponen perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, perlengkapan jalan, bangunan pelengkap, dan keberadaan tanaman. Pada pnelitian ini dilakukan survei wawancara dan pengisian kuesioner, yang kemudian dilakukan analisis statistika menggunakan perangkat lunak Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 indikator kinerja yang dinilai, masing-masing memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan. Komponen perkerasan jalan berkontribusi 32,0%, komponen bahu jalan berkontribusi 21,0%, komponen drainase jalan berkontribusi 20,0%, komponen perlengkapan jalan berkontribusi 9,0%, komponen bangunan pelengkap berkontribusi 12,0%, dan komponen pengendalian tanaman berkontribusi sebesar 6,0% terhadap kinerja ruas jalan. Kata-kata kunci: kinerja ruas jalan, perkerasan jalan, drainase jalan, bangunan pelengkap jalanAbstract The current performance assessment of road segments tends to consider road pavement conditions only, with the International Roughness Index, Surface Distress Index, or Falling Weight Deflectometer values as indicators. This assessment has an impact on the preparation of road preservation programs, which are only based on data on road pavement conditions. This is different from the field demands, which indicate that road preservation must be carried out comprehensively, meaning that road preservation must be done not only on damaged pavement, but more importantly, it must repair various components that trigger the damage to the road, such as road shoulder, road drainage, culverts, and the presence of plants. This study aims to develop a comprehensive road segment performance evaluation model, involving the components of road pavement, road shoulder, road drainage, road equipment, complementary structures, and the presence of plant. The study was performed by conducting an interview survey and filling out a questionnaire, which was then performed a statistical analysis using Structural Equation Modeling software. The results of this study indicate that of the 6 performance indicators assessed, each contributed significantly to the performance of the road sections. The road pavement component contributed 32.0%, the road shoulder component contributed 21.0%, the road drainage component contributed 20.0%, the road equipment component contributed 9.0%, the road complementary structure component contributed 12.0%, and the plant control component contributed 6.0% of the performance of the road section. Keywords: road section performance, road pavement, road drainage, road complementary structures  Abstrak Penilaian kinerja ruas jalan saat ini cenderung hanya mempertimbangkan kondisi perkerasan jalan, dengan indikator International Roughness Index, Surface Distress Index, atau nilai Falling Weight Deflectometer. Penilaian tersebut berdampak pada penyusunan program penanganan jalan, yang hanya berdasarkan pada data kondisi perkerasan jalan. Hal ini berbeda dengan tuntutan lapangan, yang mengindikasikan bahwa penanganan jalan harus dilakukan secara komprehensif, yang artinya penanganan jalan harus dilakukan tidak hanya pada perkerasan jalan yang rusak, tetapi yang lebih utama harus memperbaiki berbagai komponen yang menjadi pemicu kerusakan jalan tersebut, seperti bahu jalan, drainase jalan, gorong-gorong, dan keberadaaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyusunan model penilaian kinerja ruas jalan yang komprehensif, dengan melibatkan komponen perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, perlengkapan jalan, bangunan pelengkap, dan keberadaan tanaman. Pada pnelitian ini dilakukan survei wawancara dan pengisian kuesioner, yang kemudian dilakukan analisis statistika menggunakan perangkat lunak Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 indikator kinerja yang dinilai, masing-masing memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan. Komponen perkerasan jalan berkontribusi 32,0%, komponen bahu jalan berkontribusi 21,0%, komponen drainase jalan berkontribusi 20,0%, komponen perlengkapan jalan berkontribusi 9,0%, komponen bangunan pelengkap berkontribusi 12,0%, dan komponen pengendalian tanaman berkontribusi sebesar 6,0% terhadap kinerja ruas jalan. Kata-kata kunci: kinerja ruas jalan, perkerasan jalan, drainase jalan, bangunan pelengkap jalan
PELAKSANAAN PEKERJAAN LAPIS FONDASI SEMEN KOMPOSIT TANAH PADA RUAS JALAN MERAUKE–TANAH MERAH Osman H. Marbun; Asniaty .; Arnold Mika; Dameria Hutagalung
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3733.43-50

Abstract

Abstract The Merauke–Tanah Merah Road section is a road linking Merauke Regency and Boven Digoel Regency, Papua Province. The type of soil that exists along the road section is alluvial soil, which has a high potential for shrinkage due to changes in water content. In road construction, this type of soil falls into the category of problematic soil, which needs to be stabilized before it is used as a road sub base layer. The construction of a soil composite cement foundation layer is a foundation layer made of soil stabilized with cement, added with certain additives. The use of the additive was intended to reduce cement content and increase the Unconfined Compression Strength and durability of the cement soil produced. This study uses Matos additive material, which serves to compact or solidify and stabilize the soil physically and chemically. The results of the implementation in the field showed that there was an increase in the strength of the Subbase Composite Cement Base Layer using Matos as additives. However, the use of this additive material needs to be studied in more depth by taking into account the increase in the average of unconfined compression strength, which is only about 6%, while the cost increases by around 54%. Keywords: foundation layers, alluvial soils, road construction, soil stabilization, additives  Abstrak Ruas Jalan Merauke–Tanah Merah merupakan ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Jenis tanah yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut adalah tanah aluvial, yang memiliki potensi kembang-susut tinggi akibat perubahan kadar air. Dalam pekerjaan konstruksi jalan, jenis tanah ini masuk dalam kategori tanah yang bermasalah, sehingga perlu distabilisasi sebelum digunakan sebagai lapis fondasi jalan. Konstruksi lapis fondasi semen komposit tanah merupakan lapis fondasi yang terbuat dari tanah yang distabilisasi dengan semen, ditambah dengan bahan tambah tertentu. Penggunaan bahan tambah berfungsi mengurangi kadar semen dan meningkatkan kuat tekan bebas serta durabilitas tanah semen yang dihasilkan. Pada kajian ini digunakan bahan tambah Matos, yang berfungsi untuk memadatkan atau solidifikasi dan menstabilkan tanah secara fisik-kimia. Hasil pelaksanaan di lapangan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kekuatan Lapis Fondasi Semen Komposit Tanah yang menggunakan bahan tambah Matos. Walaupun demikian, penggunaan bahan tambah ini perlu dikaji secara lebih mendalam dengan memperhatikan peningkatan kuat tekan bebas rata-rata yang hanya sekitar 6%, sedangkan biayanya meningkat sekitar 54%. Kata-kata kunci: lapis fondasi, tanah aluvial, konstruksi jalan, stabilisasi tanah, bahan tambah
PENANGANAN PELEBARAN PERKERASAN JALAN PADA RUAS-RUAS JALAN DENGAN LAHAN TERBATAS Joko Purwanto; Sutoyo .
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4055.119-128

Abstract

Abstract In the field, it is still often found longitudinal road deterioration at a location with a distance of 0.5 m to 1.5 m from the edge of the pavement. Most of the damage is the result of previous road widening works. However, if the available land is less than 2.3 m, the sufficient type of material and compaction method need to be determined, in order to obtain a sturdy construction layer that is capable of bearing heavy traffic. This paper outlines the implementation of an appropriate method and how to choose the right material, so that a solid widening construction layer can be produced. Keywords: longitudinal damage; road pavement; road widening; compaction method.  Abstrak Di lapangan masih sering ditemukan terjadinya kerusakan memanjang jalan pada lokasi dengan jarak 0,5 m hingga 1,5 m dari bagian tepi perkerasan jalan. Sebagian besar kerusakan tersebut merupakan hasil pekerjaan pelebaran jalan sebelumnya. Namun apabila lahan yang tersedia kurang dari 2,3 m, harus dipilih jenis material dan metode pemadatan yang tepat, agar diperoleh susunan lapis konstruksi yang kokoh dan mampu memikul beban lalu lintas. Makalah ini menguraikan metode pelaksanaan dan cara memilih material yang tepat, sehingga dapat dihasilkan susunan lapis konstruksi pelebaran yang kokoh. Kata-kata kunci: kerusakan memanjang; perkerasan jalan; pelebaran jalan; metode pemadatan.
KAJIAN DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DODO DI TORAJA UTARA Qadriathi Dg Bau
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4056.129-138

Abstract

Abstract A development of land use in urban areas is related to a change in the use of an area into a center of activity. Changes in land use, from idle land to productive land, will produce a direct impact on the traffic around the land. An ongoing development project in North Toraja is the construction of a gas station in Dodo. This study aims to analyze the traffic performance due to the construction of the Dodo gas station by using the Indonesian Road Capacity Manual and to evaluate the impact of the traffic caused by the Dodo gas station on the performance of the road where the gas station is located. This study uses primary data and secondary data. The primary data used include trip generation, vehicle volume, fueling time, and road characteristics, while the secondary data include the Dodo Gas Station Master Plan, UKL-UPL documents, and vehicle growth rates. The results of this study indicate that the construction of the Dodo gas station, in North Toraja, did not cause significant disruption to the comfort and smooth traffic on the road where the gas station is located. Keywords: land use; traffic; traffic impact; traffic performance; trip generation.  Abstrak Suatu pengembangan dalam penggunaan lahan di daerah perkotaan adalah perubahan pemanfaatan suatu area menjadi suatu pusat kegiatan. Perubahan penggunaan lahan, dari lahan tidur menjadi lahan produktif, akan menghasilkan dampak langsung pada lalu lintas di sekitar lahan tersebut. Suatu proyek pengembangan yang sedang berlangsung di Toraja Utara adalah pembangunan pompa bensin di Dodo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas akibat pembangunan pompa bensin Dodo dengan menggunakan Manual Kapa-sitas Jalan Indonesia dan mengevaluasi dampak lalu lintas akibat adanya pompa bensin Dodo terhadap kinerja jalan tempat pompa bensin itu berada. Studi ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan meliputi bangkitan perjalanan, volume kendaraan, waktu pengisian bahan bakar, dan karakteristik jalan, sedangkan data sekunder meliputi Rencana Induk SPBU Dodo, dokumen UKL-UPL, dan pertumbuhan kendaraan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pembangunan pompa bensin Dodo, di Toraja Utara, tidak menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di jalan tempat pompa bensin tersebut berada. Kata-kata kunci: guna lahan; lalu lintas; dampak lalu lintas; kinerja lalu lintas; bangkitan perjalanan.
PERANCANGAN BIG DATA JALAN DAN JEMBATAN UNTUK MENDUKUNG KONSTRUKSI 4.0 Dimas Sigit Dewandaru
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4052.83-92

Abstract

Abstract  The development of Industry 4.0 has now changed the stages of business processes of a job, with each stage of work being made to be faster, simpler, and more efficient. This also applies in the field of construction, which must transform towards digitization and is known as Construction 4.0. The implementation of Construction 4.0 is marked by the development of information and communication technology utilization in order to achieve high efficiency and good quality construction products. For the development of Construction 4.0 can occur maximally, it needs to be supported by 4 functional components of Industry 4.0, namely the internet of things, internet of services, cyber security, and big data. This paper discusses one component of Industry 4.0, namely the design of big data that is appropriate to support Construction 4.0, especially in the field of roads and bridges. The design of big data is very crucial in Construction 4.0, because the large amount of construction data that is stored, processed, and shared requires a high degree of accuracy and security. Therefore the proper big data design must pay attention to 3 factors, namely the size of the data, the speed of transfer, and variation of data. The concept of big data design for road and bridge data reviewed in this study was taken from a case study of the development of the Indonesian Road Data Center Operation conducted by the Institute of Road Engineering and is the result of the adoption of data center technology that has been developed by South Korea. Keywords: Industry 4.0; Construction 4.0; big data; road and bridge data.  Abstrak Perkembangan Industri 4.0 saat ini telah mengubah tahapan proses bisnis suatu pekerjaan, dengan setiap tahapan pekerjaan dibuat menjadi semakin cepat, sederhana, dan efisien. Hal tersebut juga berlaku di bidang konstruksi, yang harus melakukan transformasi ke arah digitalisasi dan dikenal dengan nama Konstruksi 4.0. Penerapan Konstruksi 4.0 ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk konstruksi yang baik. Agar perkembangan Konstruksi 4.0 dapat terjadi dengan maksimal, perlu didukung oleh 4 komponen fungsional Industri 4.0, yaitu internet of things, internet of services, cyber security, dan big data. Makalah ini membahas salah satu komponen Industri 4.0, yaitu perancangan big data yang tepat untuk mendukung Konstruksi 4.0, khususnya di bidang jalan dan jembatan. Perancangan big data menjadi sangat krusial dalam Konstruksi 4.0, karena besarnya data konstruksi yang disimpan, diolah, dan dibagikan memerlukan tingkat akurasi dan keamanan yang tinggi. Karena itu, perancangan big data yang tepat harus memerhatikan 3 faktor, yaitu besarnya data, kecepatan transfer, dan variasi data. Konsep perancangan big data untuk data jalan dan jembatan yang dikaji pada studi ini diambil dari studi kasus pengembangan Indonesian Road Data Center Operation yang dilakukan oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan dan merupakan hasil adopsi teknologi data center yang telah dikembangkan oleh Korea Selatan. Kata-kata kunci: Industri 4.0; Konstruksi 4.0; big data; data jalan dan jembatan.
TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DUKUH ATAS JAKARTA Agah Muhammad Mulyadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4057.139-150

Abstract

Abstract Transit Oriented Development is an urban development approach that adopts mixed spatial planning and maximizes the use of mass transportation. Dukuh Atas area is the first area in the city of Jakarta to be designated as a Transit Oriented Development area. In this area, the modes of public transportation that are already operating are Electric Railroad, Commuter Line, Mass Rapid Transit, Airport Trains, Transjakarta Buses, and Metrotrans Buses. Jakarta Light Rail Transit and Jabodebek Light Rail Transit will also have stations in the Dukuh Atas area. The purpose of this study is to determine the level of service of pedestrian facilities in the Dukuh Atas. The survey was carried out by manually calculating pedestrian flows and pedestrian travel times. Furthermore, the level of service of pedestrian facilities is determined using parameters of pedestrian flows, pedestrian speed, pedestrian density, and pedestrian space. The results of the analysis show that based on v/c ratio, the level of service on Jalan Blora Road, on Jalan Tanjung Karang, and in the Kendal Tunnel is all A. While based on the queuing area, the level of service varies between A to D. Furthermore, based on the clustering effect, the levels of service obtained were A and B. Keywords: Transit Oriented Development; pedestrian; mass transportation; level of service.  Abstrak Transit Oriented Development merupakan suatu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan transportasi masal. Kawasan Dukuh Atas merupakan kawasan pertama di Kota Jakarta yang dicanangkan sebagai kawasan Transit Oriented Development. Di kawasan ini, moda transportasi umum yang sudah beroperasi adalah Electric Railroad atau Kereta Rel Listrik, Commuter Line, Mass Rapid Transit, Kereta Bandara, Bus Transjakarta, dan Bus Metrotrans. Light Rail Transit Jakarta dan Light Rail Transit Jabodebek juga akan memiliki stasiun di wilayah Dukuh Atas ini. Tujuan studi ini adalah menentukan tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas. Survei dilakukan dengan cara menghitung secara manual arus pejalan kaki dan waktu tempuh pejalan kaki. Selanjutnya, tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki ditentukan dengan menggunakan parameter arus pejalan kaki, kecepatan pejalan kaki, kepadatan pejalan kaki, dan ruang pejalan kaki. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan v/c ratio, tingkat pelayanan di Jalan Blora, di Jalan Tanjung Karang, dan di Terowongan Kendal semuanya adalah A. Sedangkan berdasarkan area antrian, tingkat pelayanan bervariasi antara A hingga D. Selanjutnya berdasarkan efek pengelompokan, diperoleh tingkat pelayanan A dan B. Kata-kata kunci: Transit Oriented Development; pejalan kaki; transportasi masal; tingkat pelayanan.
PERENCANAAN FASILITAS PENYEBERANGAN BAGI PEJALAN KAKI BERDASARKAN KEBUTUHAN DI JALAN RADEN PATAH JAKARTA SELATAN Anjang Nugroho; Natalia Tanan
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4053.93-104

Abstract

Abstract Pedestrian crossings, both at segments and at intersections, are facilities needed by pedestrians to support their mobility. However, often the pedestrian crossing facilities that have been provided are not utilized properly by road users. Therefore, in its provision, planning needs to be done based on the needs of road users. On the Raden Patah Road section, South Jakarta, there are no pedestrian crossing facilities. In this study a crossing facility is planned on the road, which meets the needs of road users and meets the existing guideline requirements. Interviews were conducted to determine pedestrian perceptions and preferences about the desired crossing facilities. The results of this study indicate that the pelican type pedestrian facility is needed. However, from a more in-depth analysis, it was found that the staggered crossing as the crossing facility is more recommended. Keywords: crossing facilities; pedestrian; road users; zebra crossing.  Abstrak Penyeberangan pejalan kaki, baik di ruas maupun di persimpangan jalan, adalah fasilitas yang sangat diperlukan oleh pejalan kaki untuk mendukung mobilitasnya. Walaupun demikian, seringkali fasilitas penyeberangan pejalan kaki yang telah disediakan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna jalan. Karena itu, dalam penyediaannya, perlu dilakukan perencanaan berdasarkan kebutuhan pengguna jalan. Di ruas Jalan Raden Patah, Jakarta Selatan, belum terdapat fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki. Pada kajian ini direncanakan fasilitas penyeberangan di jalan tersebut, yang memenuhi kebutuhan pengguna jalan dan memenuhi ketentuan yang ada. Wawancara dilakukan untuk mengetahui persepsi dan preferensi pejalan kaki tentang fasilitas penye-berangan yang diinginkan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa para pejalan kaki cenderung membutuhkan fasilitas pejalan kaki jenis pelican. Namun, dari analisis yang lebih mendalam diperoleh bahwa fasilitas penye-berangan jenis zebra cross dengan lapak tunggu lebih direkomendasikan. Kata-kata kunci: fasilitas penyeberangan; pejalan kaki; pengguna jalan; zebra cross.
PENYEBAB BADAN JALAN NASIONAL AMBLES DI PROVINSI JAWA BARAT Satrio Tunggul Satoto Jagad; Agus Taufik Mulyono; Wimpy Santosa; Sunjoto .
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4058.151-164

Abstract

Abstract The cycle of structural pavement damage caused by subsidence generally has a repetitive pattern of damage and handling. The surface of the road looks great, but the bearing capacity under the surface is very low. The purpose of this research is to understand the dominant factors causing the subsidence on a national road section and determine its best solution. This study uses primary data, in the form of aerial photo recording using drones, geological field observations, georadar investigations, observation of pavement and drainage system damages, and soil investigations with sounding (Quassi Static Penetration Test) and hand boring tests. Then, the road damage analysis was performed using the factor value analysis. The road drainage and road pavement damage conditions were considered as the dominant factors causing the road subsidence, due to rain runoff that broke through the damaged pavement cavity and seeped into the soil layer below the road pavement. These conditions cause the saturation of water in the clay layer, so that it becomes expansive soils that have weathering. The solution to this is to stabilize the soil using lime-added material, geomembrane installation, and vertical moisture barrier at subsurface location. Keywords: subsidence; road pavement; factor analysis; road drainage; expansive soil.  Abstrak Siklus kerusakan struktural perkerasan jalan akibat amblesan badan jalan umumnya memiliki pola kerusakan dan penanganan yang berulang. Permukaan jalan terlihat mantap, tetapi daya dukung di bawah permukaannya ternyata sangat rendah. Tujuan penelitian adalah memahami faktor-faktor dominan penyebab amblesan badan jalan pada suatu ruas jalan nasional serta menentukan solusi penanganannya. Studi ini menggunakan data primer, yang berupa hasil perekaman foto udara dengan menggunakan drone, pengamatan geologi lapangan, penyelidikan georadar, pengamatan kerusakan perkerasan dan sistem drainase jalan, serta penyelidikan tanah dengan uji sondir dan hand boring. Selanjutnya dilakukan analisis kerusakan jalan dengan menggunakan analisis nilai faktor, dengan kondisi drainase jalan dan kerusakan perkerasan jalan merupakan faktor dominan penyebab badan jalan ambles, karena terdapat air limpasan hujan yang menerobos rongga perkerasan yang rusak dan merembes hingga ke lapisan tanah di bawah badan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penjenuhan air pada lapisan tanah lempung, sehingga menjadi tanah ekspansif yang memiliki pelapukan. Solusi penanganannya adalah dengan stabilisasi tanah menggunakan bahan tambah kapur, pemasangan geomembran, dan penghalang kelembaban vertikal pada lokasi amblesan badan jalan. Kata-kata kunci: amblesan; perkerasan jalan; analisis faktor; drainase jalan; tanah ekspansif.
PENERAPAN TEKNOLOGI HYDROSEEDING DIKOMBINASI DENGAN MATRAS ORGANIK DI LERENG JALAN BEBAS HAMBATAN MANADO–BITUNG Asep Sunandar; Indra Andika Prananda
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4054.105-118

Abstract

abstract Erosion problems on the Manado-Bitung Freeway slopes occur because the slope is greater than 45 degrees with erosion-prone soil conditions. The treatment effort that can be done is to use hydroseeding technology, which is cheap, environmentally friendly, and fast in its implementation. But this technology still has shortcomings when applied to slopes greater than 45 degrees, so it needs to be combined with an erosion control mattress made from organic material. The purpose of this study is to evaluate the performance of the application of hydroseeding technology combined with organic mattresses on the slopes of the Manado-Bitung Freeway. The study was carried out through field trials on prepared experimental plots, utilizing the seeds of the colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, and pueraria javanica vegetation, combined with organic mattresses. The observation results show that, in the first month, the proportion of vegetation cover, by colopo-gonium mucunoides vegetation reaches 70% to 85%, by pubescent centrosoma vegetation reaches 75% to 80%, and by pueraria javanica vegetation reaches 50% to 60%. The quality of this growth is increasing in the second month, with a maximum vegetation cover rate of 90%. Soil erosion can be reduced up to nearly 100% with light to heavy rainfall. Keywords: erosion; freeway slope; hydroseeding; vegetation seeds; organic mattress.  Abstrak Masalah erosi di lereng Jalan Bebas Hambatan Manado–Bitung terjadi karena kemiringan lereng lebih besar dari 45 derajat dengan kondisi tanah yang rawan erosi. Upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi hydroseeding, yang murah, ramah lingkungan, dan cepat dalam pelaksanaannya. Tetapi teknologi ini masih memiliki kekurangan bila diterapkan pada lereng dengan kemiringan yang lebih besar daripada 45 derajat, sehingga perlu dikombinasi dengan matras pengendali erosi yang berbahan organik. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi kinerja penerapan teknologi hydroseeding yang dikombinasi dengan matras organik. Penelitian dilakukan melalui uji coba lapangan pada petak-petak percobaan yang telah disiapkan, dengan memanfaatkan biji-biji vegetasi colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, dan pueraria javanica, serta menggunakan matras organik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, pada bulan pertama, proporsi penu-tupan oleh vegetasi colopogonium mucunoides mencapai 70% hingga 85%, oleh vegetasi centrosoma pubescent mencapai 75% hingga 80%, dan oleh vegetasi pueraria javanica mencapai 50% hingga 60%. Kualitas pertum-buhan ini semakin meningkat pada bulan kedua, dengan penutupan maksimal mencapai 90%. Erosi permukaan tanah dapat direduksi hingga mendekati 100% dengan curah hujan ringan sampai dengan berat. Kata-kata kunci: erosi; lereng jalan; hydroseeding; biji vegetasi; matras organik.