cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI HYDROSEEDING DIKOMBINASI DENGAN MATRAS ORGANIK DI LERENG JALAN BEBAS HAMBATAN MANADO–BITUNG Sunandar, Asep; Prananda, Indra Andika
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i2.4054.105-118

Abstract

abstract Erosion problems on the Manado-Bitung Freeway slopes occur because the slope is greater than 45 degrees with erosion-prone soil conditions. The treatment effort that can be done is to use hydroseeding technology, which is cheap, environmentally friendly, and fast in its implementation. But this technology still has shortcomings when applied to slopes greater than 45 degrees, so it needs to be combined with an erosion control mattress made from organic material. The purpose of this study is to evaluate the performance of the application of hydroseeding technology combined with organic mattresses on the slopes of the Manado-Bitung Freeway. The study was carried out through field trials on prepared experimental plots, utilizing the seeds of the colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, and pueraria javanica vegetation, combined with organic mattresses. The observation results show that, in the first month, the proportion of vegetation cover, by colopo-gonium mucunoides vegetation reaches 70% to 85%, by pubescent centrosoma vegetation reaches 75% to 80%, and by pueraria javanica vegetation reaches 50% to 60%. The quality of this growth is increasing in the second month, with a maximum vegetation cover rate of 90%. Soil erosion can be reduced up to nearly 100% with light to heavy rainfall. Keywords: erosion; freeway slope; hydroseeding; vegetation seeds; organic mattress.  Abstrak Masalah erosi di lereng Jalan Bebas Hambatan Manado–Bitung terjadi karena kemiringan lereng lebih besar dari 45 derajat dengan kondisi tanah yang rawan erosi. Upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi hydroseeding, yang murah, ramah lingkungan, dan cepat dalam pelaksanaannya. Tetapi teknologi ini masih memiliki kekurangan bila diterapkan pada lereng dengan kemiringan yang lebih besar daripada 45 derajat, sehingga perlu dikombinasi dengan matras pengendali erosi yang berbahan organik. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi kinerja penerapan teknologi hydroseeding yang dikombinasi dengan matras organik. Penelitian dilakukan melalui uji coba lapangan pada petak-petak percobaan yang telah disiapkan, dengan memanfaatkan biji-biji vegetasi colopogonium mucunoides, centrosoma pubescent, dan pueraria javanica, serta menggunakan matras organik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, pada bulan pertama, proporsi penu-tupan oleh vegetasi colopogonium mucunoides mencapai 70% hingga 85%, oleh vegetasi centrosoma pubescent mencapai 75% hingga 80%, dan oleh vegetasi pueraria javanica mencapai 50% hingga 60%. Kualitas pertum-buhan ini semakin meningkat pada bulan kedua, dengan penutupan maksimal mencapai 90%. Erosi permukaan tanah dapat direduksi hingga mendekati 100% dengan curah hujan ringan sampai dengan berat. Kata-kata kunci: erosi; lereng jalan; hydroseeding; biji vegetasi; matras organik.
KESESUAIAN PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PADA PENGEMBANGAN KORIDOR EKONOMI INDONESIA IGW Samsi Gunarta; Wimpy Santosa; Anastasia Caroline Sutandi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4548.1-10

Abstract

Abstract The Indonesian Economic Corridor is 1 of the 3 pillars in the Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesia's Economic Development 2011–2025. This initiative applies the concept of a modern corridor, which divides Indonesia's territory into 6 economic corridors, according to the competitive advantages of each region. This study aims to compare whether the infrastructure planned and built by the Government for each economic corridor is in-line with the expectations of the people who live in that economic corridor. In this study, a survey was conducted to determine the public's perception of the infrastructure needed for the development of an economic corridor. The results are then compared with the infrastructure provision plan that has been and will be developed by the Government. The study shows that there are differences between the infrastructure provided by the Government and those needed by the people in each corridor. Kalimantan Corridor shows the best proportion of supply-demand suitability which provided 3 out of 5 required infrastructures.Overall, there are infrastructures, which are commonly needed to ensure the growth of economic corridor, namely a well-connected transportation backbone, availability of alternative transportation modes and their inter-modal facility, ports with good services, and the availability of high-speed internet networks. Corridors that can be selected as a model for corridor development are the Java and the Bali-NTB-NTT Corridors, because these corridors have a high number of infrastructure suitability and have all the infrastructure needed by each corri-dor. Keywords: economic corridor; infrastructure; infrastructure provision; infrastructure needs; public perception.  Abstrak Koridor Ekonomi Indonesia adalah 1 dari 3 pilar dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011–2025. Prakarsa ini menerapkan konsep koridor modern, yang membagi wilayah Indonesia menjadi 6 koridor ekonomi, sesuai dengan keunggulan masing-masing wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apakah infrastruktur yang direncanakan dan dibangun oleh pemerintah untuk setiap koridor ekonomi sesuai dengan harapan oleh masyarakat yang ada di koridor ekonomi tersebut. Pada penelitian ini dilakukan survei untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang infrasruktur yang dibutuhkan untuk pengembangan suatu koridor ekonomi. Hasil survei ini selanjutnya dibandingkan dengan rencana penyediaan infrastruktur yang telah dan akan dikembangkan oleh pemerintah. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara infrastruktur yang direncanakan oleh pemerintah dan yang dibutuhkan oleh masyarakat di setiap koridor. Proporsi kesesuaian antara pasokan dan permintaan terbaik terdapat di Koridor Kalimantan, yang mendapatkan pasokan pemerintah berupa 3 dari 5 infrastruktur yang dibutuhkan. Secara keseluruhan, terdapat kesamaan infrastruktur yang benar-benar diperlukan untuk pengembangan suatu koridor ekonomi, yaitu backbone transportasi yang terkoneksi baik, ketersediaan moda transportasi alternatif beserta fasilitas integrasinya, pelabuhan dengan pelayanan yang baik, serta ketersediaan jaringan internet dengan kecepatan tinggi. Koridor yang dapat dipilih sebagai model pengembangan koridor adalah Koridor Jawa dan Koridor Bali-NTB-NTT, karena memiliki jumlah kesesuaian infrastruktur yang tinggi dan memiliki seluruh infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh setiap koridor. Kata-kata kunci: koridor ekonomi; infrastruktur; penyediaan infrastruktur; kebutuhan infrastruktur; persepsi masyarakat.KESESUAIAN PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PADA PENGEMBANGAN KORIDOR EKONOMI INDONESIA
PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENANGANAN JALAN PROVINSI DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Rini Afriningsih; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Imam Muthohar
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4549.11-20

Abstract

Abstract Roads can facilitate the distribution of goods and services so as to improve the welfare of the people in the areas that are traversed or connected by the road. Since the funds held by the government are not proportional to the length of the roads handled, comprehensive criteria are needed to be used in determining the priority of road management programs. The results of this study indicate that the criteria weights for determining the priority of the provincial road handling program in West Kalimantan Province, based on the validation results, are 45% and 55%, for readiness criteria and multicriteria, respectively. Keywords: road; road handling; program priorities; provincial road.  Abstrak Jalan dapat memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah yang dilewati atau dihubungkan oleh jalan tersebut. Karena dana yang dimiliki oleh pemerintah tidak sebanding dengan panjang jalan yang ditangani, diperlukan kriteria yang komprehensif untuk digunakan dalam penentuan prioritas program penanganan jalan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa bobot kriteria penentuan prioritas program penanganan jalan provinsi di Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan hasil validasi, adalah readiness criteria sebesar 45% dan multicriteria sebesar 55%. Kata-kata kunci: jalan; penanganan jalan; prioritas program; jalan provinsi.
CATATAN TEKNIS TERHADAP STANDAR KRITERIA PEKERJAAN BETON POST-TENSION BERDASARKAN STRESSING RECORD DI JEMBATAN PULAU BALANG DAN JEMBATAN TELUK KENDARI Armen Adekristi; Arif Abdur Rohim; Muhammad Rizaldi Perkasa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4550.21-32

Abstract

Abstract Prestressed concrete technology has been growing, both in terms of materials and in terms of equipment technology. From an implementation perspective, it is very important to know the actual stress acting on the tendon, and elongation is generally used to verify the actual stress. However, the calculation of elongation using several assumptions causes differences between theoretical elongation and actual elongation measured in the field. This paper presents the elongation behavior for several types of tendons obtained from the construction of the Pulau Balang Bridge and the Teluk Kendari Bridge. This study shows that for tendons with measured elongations exceed the permitted elongation value, the actual force is verified by lift-off using a mono-jack. Keywords: prestressed concrete; theoretical elongation; measured elongations; bridge; tendon.  Abstrak Teknologi beton prategang telah semakin berkembang, baik dari sisi material maupun dari sisi teknologi alat. Dari sisi pelaksanaan, sangat penting untuk diketahui tegangan aktual yang bekerja pada tendon, dan elongasi umumnya digunakan untuk memverifikasi tegangan aktual tersebut. Tetapi perhitungan elongasi yang meng-gunakan beberapa asumsi menyebabkan sering terjadi perbedaan antara elongasi teoritis dan elongasi hasil pengukuran di lapangan. Makalah ini menyajikan perilaku elongasi untuk beberapa jenis tendon yang didapat dari pembangunan Jembatan Pulau Balang dan Jembatan Teluk Kendari. Studi ini menunjukkan bahwa untuk tendon dengan elongasi aktual yang diukur di lapangan melebihi nilai yang disyaratkan, gaya yang bekerja diverifikasi melalui lift-off dengan menggunakan mono-jack. Kata-kata kunci: beton prategang; elongasi teoritis; elongasi hasil pengkuran; jembatan; tendon.
USULAN SIRKULASI LALU LINTAS DI KAWASAN BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA Tilaka Wasanta; Harmein Rahman; Hansen Samuel Arberto Gultom; Prayoga Luthfil Hadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4551.33-42

Abstract

Abstract Jasamarga Kunciran-Cengkareng Toll Road causes a change in the configuration of the access system to Soekarno-Hatta International Airport. This requires a study to ensure the smooth traffic circulation at the airport. This study uses an approach based on road performance, using the Indonesian Road Capacity Manual 1997 method, and simulating traffic movements according to the origin and destination of these movements. This study shows that the existing weaving segment can still serve traffic needs, while the modeling carried out provides a performance indicators of Delay Average 36.45 seconds, Stop Average 1.97 vehicles per hour, Speed Average 47.84 km/hour, and Total Travel Time 2,392,331 seconds. Keywords: road capacity; access system; traffic circulation; road performance; weaving.  Abstrak Jalan Tol Jasamarga Kunciran-Cengkareng menyebabkan perubahan konfigurasi sistem akses menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini memerlukan suatu kajian untuk menjamin kelancaran sirkulasi lalu lintas di bandara. Studi ini menggunakan pendekatan yang didasarkan pada kinerja jalan, dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, dan simulasi pergerakan lalu lintas yang sesuai dengan asal dan tujuan pergerakan tersebut. Kajian ini menunjukkan bahwa segmen jalinan yang ada masih dapat melayani kebutuhan lalu lintas, sedangkan pemodelan yang dilakukan memberikan besaran kinerja Delay Average 36,45 detik, Stop Average 1,97 kendaraan per jam, Speed Average 47,84 km/jam, dan Total Travel Time 2.392.331 detik. Kata-kata kunci: kapasitas jalan; sistem akses; sirkulasi lalu lintas; kinerja jalan; jalinan.
PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENANGANAN JALAN KABUPATEN MENGGUNAKAN METODE MULTIKRITERIA DI KABUPATEN KULON PROGO Totok Sundoro; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Imam Muthohar
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4552.43-52

Abstract

Abstract The regency road management program budgeting process is carried out through a series of stages, starting from proposal to budget determination. Common perceptions regarding the basis for determining priorities for regency road management programs are essential so that the budgeting process is fast, directed, and transparent. This study begins with a questionnaire survey of government, community, and academic or researcher repre-sentatives regarding the importance and application levels of the criteria and sub-criteria in determining priorities in Kulon Progo Regency. Survey data, which were analyzed using Importance-Performance Analysis, resulted in criteria and sub-criteria that were modeled using Structural Equation Modeling. The resulting sub-criteria weights are then validated using the Delphi Method. This study produces a readiness criteria weight of 40% and a multicriteria weight of 60%. The weights of the multicriteria compilers are technical 34%, economic spatial 35%, and social geopolitical environment 31%. Keywords: road handling; program priority; regency roads; readiness criteria; multicriteria  Abstrak Proses penganggaran program penanganan jalan kabupaten dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari usulan sampai dengan penetapan anggaran. Penyamaan persepsi, mengenai dasar penentuan prioritas program penanganan jalan kabupaten, sangat diperlukan agar proses penetapan anggaran menjadi cepat, terarah, dan transparan. Penelitian ini dimulai dengan survei kuesioner terhadap perwakilan pemerintah, masyarakat, dan akademisi atau peneliti mengenai tingkat kepentingan dan tingkat penerapan kriteria dan subkriteria dalam penentuan prioritas di Kabupaten Kulon Progo. Data hasil survei, yang dianalisis menggunakan Importance-Performance Analysis, menghasilkan kriteria dan subkriteria yang dimodelkan dengan menggunakan Struc-tural Equation Modeling. Bobot subkriteria yang dihasilkan selanjutnya divalidasi dengan menggunakan Metode Delphi. Penelitian ini menghasilkan bobot readiness criteria 40% dan bobot multicriteria 60%. Bobot kriteria penyusun multicriteria adalah teknis 34%, spasial ekonomi 35%, dan sosial lingkungan geopolitik 31%. Kata-kata kunci: penanganan jalan; prioritas program; jalan kabupaten; readiness criteria; multicriteria.
OPTIMASI PENGECORAN STAYED CABLE BETON JEMBATAN PULAU BALANG Armen Adekristi; Adi Sutrisno; Dhono Nugroho; Sofyan Ramadhani
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4553.53-68

Abstract

Abstract Balang Island Bridge is the second longest cable-stayed bridge in Indonesia. This bridge is planned to have 4 traffic lanes with a total length of 971 m. This paper presents the experience of building the main deck of the Pulau Balang Bridge, starting from the challenges of work and optimization, so that the work sequence on this bridge is the fastest in Indonesia. Concrete job mix, equipment arrangement, form traveler design, and detailed calculations on the construction sequence are critical to the success of this project. This study shows that the optimization carried out in the construction of this bridge can shorten the work cycle, from 14 days to 9 days per segment. Keywords: bridge; cable-stayed; optimization; construction sequence; work cycle.  Abstrak Jembatan Pulau Balang merupakan jembatan stayed cable terpanjang kedua di Indonesia. Jembatan ini direncanakan mempunyai 4 lajur lalu lintas dengan panjang total 971 m. Pada makalah ini disajikan pengalaman pelaksanaan pengecoran main deck Jembatan Pulau Balang, dimulai dari tantangan pekerjaan dan optimasi yang dilakukan, sehingga menjadikannya siklus kerja di jembatan inni menjadi yang tercepat Indonesia. Job mix beton, penempatan alat, desain form traveler, dan perhitungan detail pada urutan konstruksi menjadi kunci suksesnya pekerjaan ini. Studi ini menunjukkan bahwa optimasi yang dilakukan pada pembangunan jembatan ini dapat mempersingkat siklus pekerjaan, dari 14 hari menjadi 9 hari per segmen. Kata-kata kunci: jembatan; jembatan stayed cable; optimasi; urutan kosntruksi; siklus pekerjaan.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN JALAN NASIONAL PROVINSI BALI Prayoga Luthfil Hadi; Rizki Wijaya; Baidowi .; Dini Kusumahati Damarintan
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4554.69-78

Abstract

Abstract Bali Province is a province in Indonesia with fast economic growth. The impact of this economic growth is the accelerated development of activity centers and trip generation in this province. The trip generation can affect the performance of existing roads. Therefore, an analysis of the traffic impact due to additional trip generation needs to be carried out, to minimize the negative impact of the additional trip generation on existing roads, especially on national roads. This study is carried out on several national roads that have been prioritized to be handled, so that handling proposals can be made, and an estimate of the performance improvement of these road sections due to the proposed measures can be determined. After handling several national roads, this study shows that the biggest increase in performance occurred on Jalan Raya Denpasar-Tuban. However, there are also road sections that have not experienced a significant increase in performance, which means that the proposed treatment for these road sections needs to be supported by additional road capacity, to improve the performance of these road sections. Keywords: traffic impact analysis; trip generation; national roads; road segment performance.  Abstrak Provinsi Bali merupakan suatu provinsi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Dampak pertumbuhan ekonomi tersebut adalah terjadinya percepatan pembangunan pusat-pusat kegiatan dan bangkitan perjalanan di provinsi ini. Bangkitan perjalanan tersebut dapat memengaruhi kinerja ruas jalan yang ada. Karena itu, analisis dampak lalu lintas akibat tambahan bangkitan perjalanan perlu dilakukan, untuk meminimalkan dampak negatif akibat tambahan bangkitan perjalanan pada jalan-jalan yang ada, khususnya pada jalan-jalan nasional. Studi ini dilakukan terhadap beberapa ruas jalan nasional yang mendapat prioritas untuk ditangani, sehingga dapat dibuat usulan penanganannya, serta dapat diperkirakan peningkatan kinerja ruas-ruas jalan tersebut akibat penanganan yang diusulkan. Setelah dilakukan penanganan terhadap beberapa ruas jalan nasional, studi ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja terbesar terjadi pada ruas Jalan Raya Denpasar-Tuban. Walaupun demikian, terdapat pula ruas-ruas jalan yang tidak mengalami peningkatan kinerja yang sig-nifikan, yang berarti bahwa usulan penanganan untuk ruas-ruas jalan ini perlu didukung dengan penambahan kapasitas jalan, untuk meningkatkan kinerja ruas-ruas jalan tersebut. Kata-kata kunci: analisis dampak lalu lintas; bangkitan perjalanan; jalan nasional; kinerja ruas jalan.
AKUISISI DATA VIBRASI UJI DINAMIK JEMBATAN Anton Husen Purboyo; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5053.79-96

Abstract

Abstract Assessment of bridge performance is a primary indicator which could be used in prioritizing bridge main-tenance programs. The dynamic loading test on the bridge is one of the tools that can be used in assessing the performance of the bridge. This dynamic loading test offers convenience and speed as well as accuracy regarding the integrity of the bridge structure and has been commonly used in the operation of the Bridge Monitoring System. This study examines the standard method of implementing the dynamic test vibration data acquisition of the bridge before it is used in interpreting the behavior of the bridge structure. The results indicate that the filtering process must be applied in accelerometer data collection, because the filtering process can remove both frequencies smaller than 1 Hz and noise obtained from accelerometer readings. In addition, the behavior of the first integration shows the same tendency as the initial hypothesis, while the behavior of the second integration does not match the initial hypothesis proposed. Keywords: bridge performance; dynamic loading test; bridge structural integrity; bridge monitoring system; dynamic test vibration data. Abstrak Penilaian kinerja jembatan menjadi indikator utama yang dapat digunakan dalam penyusunan prioritas program pemeliharaan jembatan. Pengujian pembebanan dinamik pada jembatan merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam menilai kinerja jembatan tersebut. Pengujian pembebanan dinamik ini menawarkan kemu-dahan dan kecepatan serta akurasi mengenai integritas struktur jembatan dan telah biasa digunakan dalam penyelenggaraan Sistem Monitoring Jembatan. Pada studi ini dikaji metode baku pelaksanaan akuisisi data vibrasi uji dinamik jembatan sebelum digunakan dalam melakukan interpretasi terhadap perilaku struktur jembatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses filtering harus diterapkan dalam pengambilan data accelerometer, karena proses filtering tersebut dapat membuang frekuensi yang lebih kecil dari 1 Hz dan noise yang didapat dari hasil pembacaan accelerometer. Selain itu, perilaku integrasi pertama menunjukkan kecen-derungan yang sama dengan hipotesis awal, sedangkan perilaku integrasi kedua tidak sesuai dengan hipotesis awal yang diajukan. Kata-kata kunci: kinerja jembatan; pengujian pembebanan dinamik; integritas struktur jembatan; sistem mo-nitoring jembatan; data vibrasi uji dinamik.
PREDIKSI KONDISI FUNGSIONAL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM HDM-4 Sri Bintang Pamungkas; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5054.97-106

Abstract

Abstract Road maintenance and improvement programs that are not optimal will have an impact on decreasing the functional condition of the road pavement. The functional condition of the road pavement can be predicted to estimate the potential damage that will occur. The road section of Sleman City Border–Yogyakarta City Border is a national road section that is the main route for the distribution of goods and people from Central Java Province to Special Region of Yogyakarta Province, and vice versa. The road segment must always be in a stable condition. This study aims to predict the functional condition of the pavement on the Sleman City Border–Yogyakarta City Border, using HDM-4 software. Prediction is done using 3 scenarios, namely: (1) do-nothing, (2) do-minimum, and (3) do-something. This study shows that the do-something scenario is the most appropriate scenario compared to the do-nothing scenario and the do-minimum scenario. Keywords: road maintenance; road improvement; road pavement; functional condition of the pavement. Abstrak Program pemeliharaan dan peningkatan jalan yang tidak optimal akan berdampak pada penurunan kondisi fungsional perkerasan jalan. Kondisi fungsional perkerasan jalan dapat diprediksi untuk memperkirakan potensi kerusakan yang akan terjadi. Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, merupakan ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama distribusi barang maupun orang dari Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi DI Yogyakarta, dan sebaliknya. Ruas Jalan tersebut harus selalu diupayakan berada dalam kondisi mantap. Studi ini bertujuan untuk melakukan prediksi kondisi fungsional perkerasan jalan pada Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, dengan menggunakan software HDM-4. Prediksi dilakukan dengan menggu-nakan 3 skenario, yaitu: (1) do-nothing, (2) do-minimum, dan (3) do-something. Studi menunjukkan bahwa skenario do-something merupakan skenario yang paling tepat dibandingkan dengan skenario do-nothing, maupun skenario do-minimum. Kata-kata kunci: pemeliharaan jalan; peningkatan jalan; perkerasan jalan; kondisi fungsional perkerasan jalan.