cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Cover Kulit dan Daftar Isi 4-1 Isi, Cover Daftar
Jurnal HPJI Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v4i1.2843.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 4-1
DAYA SAING ANGKUTAN BARANG INTERMODA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PEMERINTAH Parikesit, Danang
Jurnal HPJI Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v2i2.2312.%p

Abstract

Abstract The ideal goods transport system requires a combination of mode mix in the form of intermodal transportation with warehousing and delivery systems, as well as a transparent market mechanism. The efficiency of freight transport services will, then, be obtained. This study uses 3 case studies to show that even though integration is technically very profitable commercially and economically, conducive government policies are still needed to encourage the private sector to invest and innovate. Keywords: intermodal, freight transport efficiency, government policy, innovation  Abstrak Sistem transportasi barang yang ideal memerlukan kombinasi bauran moda (mode mix) dalam bentuk angkutan intermoda dengan sistem pergudangan dan pengantaran, serta mekanisme pasar yang transparan. Dengan demikian diperoleh efisiensi layanan angkutan barang. Kajian ini mempergunakan 3 studi kasus untuk memperlihatkan bahwa meskipun secara teknis integrasi sangat menguntungkan secara komersial dan ekonomi, kebijakan pemerintah yang kondusif tetap diperlukan untuk mendorong sektor swasta melakukan investasi dan inovasi. Kata-kata kunci: intermoda, efisiensi angkutan barang, kebijakan pemerintah, inovasi
STRATEGI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR WISATA TERINTEGRASI Moerwanto, Arie Setiadi; Junoasmono, Triono
Jurnal HPJI Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v3i2.2735.%p

Abstract

Abstract Development of Tourism Infrastructure is one of the vital aspect to support Indonesia economic growth. On Presiden’s “Nawa Cita” Program, tourism is one of National priority programs. According to the Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 50/2011, about Master Plan for National Tourism Development 2010-2025, there are 88 National Tourism Strategic Areas (KSPN) that scattered along Indonesia teritory. From 88 KSPN, Ministry of Tourism prioritized tourism area development in 25 KSPN. Through Letter from Coordinating Ministry ofMaritime and Resources Affairs, it focused became 10 priorities KSPN, i.e. Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuhan Bajo, Wakatobi and Morotai. Overall, the gorvernment, through the Ministry of Public Works and Housing (MPWH)and  specifically Directorate General of Highways, has supported tourism areas development by providing access road through national road network. In 2018, Directorate General of Highways will focus on road infrastructure development in 3 priority KSPN, i.e. Danau Toba, Borobudur, and Mandalika. Program development of tourism areas in Indonesia still needs comprehensive and integrated program support through the master plan preparation. To follow-up, the MPWH through Regional Infrastructure Development Agency will responsible to prepare the master plan of those three priority KSPN. Keywords: infrastructure, master plan, National Tourism Strategic Areas, Nawa Cita, tourism  Abstrak Pengembangan infrastruktur kepariwisataan merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung pertumbuh-an perekonomian Indonesia. Dalam program “Nawa Cita” Presiden, pariwisata menjadi salah satu program prioritas nasional. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011, tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025, terdapat 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari 88 KSPN tersebut, Kemen-terian Pariwisata memprioritaskan pengembangan kawasan pariwisata pada 25 KSPN hingga tahun 2019. Kemudian melalui Surat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, dari 25 KSPN difokuskan menjadi 10 KSPN Prioritas, yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuhan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Secara umum, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) khususnya Ditjen Bina Marga telah mendukung pengem-bangan kawasan pariwisata tersebut dengan menyediakan jalan akses melalui jaringan jalan nasional. Pada tahun 2018, Ditjen Bina Marga akan memfokuskan pengembangan infrastruktur jalan pada 3 KSPN prioritas, antara lain Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika. Pengembangan program pada kawasan pariwisata di Indonesia masih membutuhkan dukungan program yang komprehensif dan terintegrasi melalui penyusunan masterplan. Sebagai tindak lanjut, Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah akan menyusun masterplan untuk ketiga KSPN prioritas tersebut. Kata-kata kunci: infrastruktur, masterplan, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Nawa Cita, pariwisata
PENGGUNAAN AGREGAT LOKAL SUBSTANDAR DI KABUPATEN TALAUD SEBAGAI LAPIS FONDASI JALAN RUAS BEO-ESANG Yamin, H. R. Anwar; Vaza, Herry; Sihotang, Robert
Jurnal HPJI Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i2.1476.%p

Abstract

Abstract Based on Highways 2010 General Specifications, Revision 2, aggregates found in the Talaud Regency (local aggregates) are generally categorized as substandard aggregate. To reduce the cost of construction in this Regency, the use of substandard aggregate, which is locally known as Domato aggregate, needs to be optimized. Cement stabilization based on the specification of soil-cement can be done to improve the properties of the Domato aggregate. This study aims to determine whether the use of aggregate Domato, from Karakelong Island of Talaud Regency, which is stabilized with cement, can be applied as a base course of pavement on road section of Beo-Esang. The results of laboratory and field tests show that Domato aggregate from Batumbalango quarry, located in Karakelong Island, Talaud Regency, which is stabilized with 5.2 % of cement has Unconfined Compression Strength value that meets the specification requirements of the soil-cement. With an appropriate smoothing technique, the use of this material as road base course can be applied easily with good results and low cost. Keywords: substandard aggregate, local aggregate, cement stabilization, base course  Abstrak Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2010, Revisi-2, agregat yang terdapat di Kabupaten Talaud (agregat lokal) umumnya dikategorikan sebagai agregat substandar. Untuk menekan biaya pembangunan di kabupaten ini penggunaan agregat substandar, yang secara lokal dikenal dengan nama agregat Domato, perlu dioptimalkan. Stabilisasi semen dengan mengacu pada spesifikasi tanah-semen dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat agregat Domato tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan agregat Domato, dari Pulau Karakelong Kabupaten Talaud, yang distabilisasi dengan semen, dapat diaplikasikan sebagai lapis pondasi perkerasan jalan pada Ruas Jalan Beo-Esang. Dari hasil percobaan laboratorium dan lapangan diketahui bahwa agregat Domato yang berasal dari quarry Batumbalango, Pulau Karakelong, Kabupaten Talaud, yang distabilisasi dengan 5,2 % semen memiliki nilai Unconfined Compression Strength yang memenuhi persyaratan spesifikasi tanah-semen. Dengan teknik penghalusan yang tepat, penggunaan material ini sebagai lapis pondasi jalan dapat diterapkan dengan mudah dengan hasil yang memuaskan dan dengan biaya yang murah. Kata-kata kunci: agregat substandar, agregat lokal, stabilisasi semen, lapis pondasi jalan
SUSTAINABILITY EVALUATION OF DEWARUCI UNDERPASS INTERSECTIONS Lawalata, Greece Maria; Satrio, Hendro; Sailendra, Agus Bari
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.1433.%p

Abstract

Abstract Indonesian commitment to sustainable development needs to be supported by real actions. Such as to organize sustainable road construction. The Ministry of Public Works Policy related to the field of road has been in line with the international agreement of sustainable development. However, to make sure that road projects have been implemented in sustainable way, a proper assessment of the sustainability measures is required. Dewa Ruci underpass road project was one of case study of sustainable road system rating. The procedure of the rating system is done by collecting the required documents comparing with the sustainable criteria of Green Road Rating System. Road projects in Indonesia have met the technical standards and some of the environmental requirements that have been issued by the Government. Dewa Ruci underpass projects including projects that have met the technical standards and environmental requirements. From the efforts of sustainable practices that have been performed, Dewa Ruci Underpass project was rated according to the rating system, and it reached the level of four stars. The criteria on the Green Roads still have to be disseminated to be known by those stakeholders, besides the need to disseminate the rating system. Thus road projects in Indonesia can be more sustainable. Implementation of sustainable road rating system in Indonesia needs to be supported by dissemination. Keywords: system rating, road sustainable, principle of sustainable road  Abstrak Komitmen Indonesia untuk pengembangan berkelanjutan diperlukan dukungan dengan aksi aksi yang nyata, seperti organisasi konstruksi jalan berkelanjutan. Kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum terkait dengan sector jalan telah selaras dengan perjanjian internasional untuk pengembangan berkelanjutan. Walaupun demikian, untuk meyakini proyek proyek dikerjakan secara berkelanjutan, penilaian yang tepat untuk pengukuran keberlanjutan dibutuhkan. Proyek Underpass Dewa Ruci dipilih untuk kasus studi sistem peringkatan jalan berkelanjutan. Prosedur sistem peringkatan dilakukan dengan pengumpulan dokumen dokumen dan dibandingkan dengan Kriteria Sistem Peringkatan Jalan Hijau. Proyek jalan di Indonesia harus memenuhi standar teknis dan beberapa persyaratan lingkungan yang ditetapkan pemerintah termasuk Underpass Dewa Ruci. Ditinjau dari upaya keberlanjutan yang dihasilkan, Underpass Dewa Ruci telah dinilai sesuai dengan sistem peringkat jalan dan mencapai peringkat bintang empat. Kriteria jalan hijau perlu didesiminasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya sistem peringkatannya. Lebih lanjut, proyek proyek jalan di Indonesia akan dapat lebih berkelanjutan. Implementasi peringkatan jalan berkeselamatan perlu didukung dengan upaya-upaya diseminasi. Kata-kata kunci: sistem peringkatan, jalan berkelanjutan, prinsip prinsip jalan berkelanjutan.
EMISI KENDARAAN PADA RUAS JALAN PROVINSI DI JAWA BARAT Sekaryadi, Yudi; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v3i1.2439.%p

Abstract

Abstract Total greenhouse gas emissions in Indonesia until 2005 was 295.6 megatonnes of CO2 eq. Of these 68 mega tonnes of CO2 eq, or about 23%, were generated by the transport sector. A total of 91% of transport emissions, or as much as 61.88 megatonnes of CO2 eq, comes from road transport emissions. The provincial road in West Java has a total length of 2185.38 km and are spread in 27 districts/cities. The results of this study indicate that emissions from vehicles in provincial roads in West Java was 2.06 megatonnes of CO2 eq, or approximately 3.3% of the emissions of greenhouse gases from road transport in Indonesia came from the provincial roads in West Java. Keywords: greenhouse gas, vehicle emissions, provincial roads  Abstrak Total emisi gas rumah kaca di Indonesia sampai dengan tahun 2005 adalah 295,6 mega ton CO2 eq. Dari jumlah tersebut 68 mega ton CO2 eq, atau sekitar 23%, dihasilkan oleh sektor transportasi. Sebanyak 91% emisi transportasi, atau sebanyak 61,88 mega ton CO2 eq, berasal dari emisi transportasi jalan. Ruas jalan provinsi di Jawa Barat mempunyai panjang total 2.185,38 km dan tersebar di 27 kabupaten/kota. Hasil studi ini menunjukkan bahwa emisi yang berasal dari kendaraan di ruas-ruas jalan provinsi di Jawa Barat adalah 2,06 mega ton CO2 eq atau sekitar 3,3% emisi gas rumah kaca akibat transportasi jalan di Indonesia berasal dari ruas-ruas jalan provinsi di Jawa Barat. Kata-kata kunci: gas rumah kaca, emisi kendaraan, jalan provinsi
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN TAMBAH VIATOP66 PADA CAMPURAN STONE MATRIX ASPHALT TERHADAP TITIK LEMBEK ASPAL DAN SIFAT DRAIN DOWN CAMPURAN Abdillah, Ahmat Fatha; Pradani, Novita; Batti, Joy Fredi
Jurnal HPJI Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v4i1.2848.%p

Abstract

Abstract In this study, the mixture of Stone Matrix Asphalt (SMA) was examined, by modifying the asphalt using cellulose fiber in the form of viatop66 as additive materials. The addition of cellulose fibers is expected to increase the asphalt softening point so that the drain down of Stone Matrix Asphalt can be reduced. The results of this study indicate that the use of viatop66 succeeded in raising the softening point of asphalt and the drain down of the mixture of Stone Matrix Asphalt is reduced significantly. Keywords: softening point, cellulose fiber, drain down, stone matrix asphalt  Abstrak Pada studi ini diteliti campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) dengan melakukan modifikasi aspal dengan menambahkan bahan tambah serat selulosa berupa viatop66. Penambahan serat selulosa ini diharapkan mengubah titik lembek aspal menjadi lebih tinggi sehingga menurunkan drain down campuran Stone Matrix Asphalt. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan viatop66 berhasil menaikkan titik lembek aspal dan sifat drain down campuran Stone Matrix Asphalt berkurang secara signifikan. Kata-kata kunci: titik lembek, serat selulosa, drain down, stone matrix asphalt
KESIAPAN KONTRAKTOR TERHADAP KEBIJAKAN PRESERVASI JALAN NASIONAL DI SUMATERA SELATAN Budilukito, Andri; Mulyono, Agus Taufik
Jurnal HPJI Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v2i2.2317.%p

Abstract

Abstract Directorate General of Highways, through the Directorate of Roads Preservation, will apply a new policy, namely long segment national road preservation, to maintain national roads. Long segment road preservation is expected to change the paradigm of the contractors, from the road construction executors to become road managers. This purpose of this study is to evaluate the readiness of the contractors on the long segment road preservation policy. The sample for this study consists of 109 respondents, including 63 respondents from the roads manager, 21 respondents from the supervising consultants and 25 respondents from the contractors. The method used in this study is the structural equation modeling method, supported by AMOS ver. 21. The results show that the causal relationship between the variables of contractor’s performance with quality performance of long segment road preservation amounted to 31.20%. The causal relationship between the variables of contractor’s performance to each variables, such as human resources, materials, equipment, methods, and quality control contribute significantly by 41.80%, 78.80%, 26.10%, 73.20%, and 42.20%, respectively. Keywords: contractors’ performance, long segment road preservation, structural equation modeling  Abstract Direktorat Jenderal Bina Marga, melalui Direktorat Jalan Preservasi, akan menerapkan kebijakan baru, yaitu long segment untuk preservasi dan pemeliharaan jalan nasional Indonesia. Long segment untuk preservasi jalan nasional diharapkan mengubah paradigma kontraktor, dari yang hanya sebagai pelaksana kegiatan konstruksi menjadi manajer jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan kontraktor pada preservasi jalan nasional long segment. Ukuran sampel pada penelitian ini adalah 109 responden, terdiri dari 63 responden dari manajer jalan, 21 responden dari konsultan pengawas, dan 25 responden dari kontraktor. Penelitian ini menggunakan metode struktural equation modeling dan didukung oleh AMOS ver. 21. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa hubungan sebab akibat antara variabel kinerja kontraktor dengan kinerja kualitas long segment untuk preservasi jalan sebesar 31,20%. Hubungan sebab akibat antara variabel kinerja kontraktor untuk setiap variabel, seperti sumber daya manusia, material, peralatan, metode, dan kontrol kualitas masing-masing memberikan kontribusi sebesar 41,80%, 78,80%, 26,10%, 73,20%, dan 42,20%. Kata-kata kunci: kinerja kontraktor, preservasi jalan long segment, structural equation modeling
SUPPORTED BUILD OPERATE TRANSFER EFFECTIVENESS ANALYSIS TO IMPROVE FINANCIAL FEASIBILITY OF TOLL ROADS IN INDONESIA Tamin, Rizal Z.; Mahani, Iris; Marzuki, Puti F.
Jurnal HPJI Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v3i2.2740.%p

Abstract

Abstract This paper is aimed to analyze Supported Build Operate Transfer as an alternative toll road development financing scheme in the Public Private Partnership framework. Support alternatives analyzed include construction grant, operation grant, tax holiday, and soft loan. The adopted approach consists of classifying groups of non-financially feasible toll roads based on the main causes, analyzing effective support alternative for each group, and performing sensitivity analysis to measure the relationship between the condition of financial infeasibility and the extent of the needed support. Analysis results show that the most effective support is construction grant (investment cost) and operation grant (revenue improvement) while supports in form of tax reduction or decrease of discount rate are very marginal. The analysis also indicate that Supported Build Operate Transfer is effective to be granted to toll roads that need relatively high investment cost but have low revenue. Meanwhile, for toll roads that need high investment cost and have high revenue, it is not suggested to apply Supported Build Operate Transfer. For toll roads with low investment cost and low revenue, the government has to get involved by applying Availability Based Payment scheme as in this case, besides support at initial phase, support during operation phase would also be needed. Keywords: toll road, Public Private Partnership, Supported Build Operate Transfer, Availability Based Payment  Abstrak Makalah ini bertujuan untuk menganalisis Supported Build Operate Transfer sebagai alternatif skema pembiayaan pembangunan jalan tol dalam kerangka Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha. Dukungan alternatif yang dianalisis meliputi hibah konstruksi, hibah operasi, tax holiday, dan soft loan. Pendekatan yang diadopsi terdiri atas penggolongan kelompok jalan tol yang tidak layak secara finansial berdasarkan penyebab utamanya, menganalisis alternatif dukungan yang efektif untuk masing-masing kelompok, dan melakukan analisis sensitivitas untuk mengukur hubungan antara kondisi ketidakseimbangan keuangan dan tingkat dukungan yang dibutuhkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan yang paling efektif adalah hibah konstruksi (investment cost) dan hibah operasi (revenue improvement) sementara dukungan dalam bentuk pengurangan pajak atau penurunan tingkat diskonto sangat marjinal. Analisis juga menunjukkan bahwa Supported Build Operate Transfer efektif untuk diberikan pada jalan tol yang membutuhkan biaya investasi yang relatif tinggi namun memiliki pendapatan rendah. Sedangkan untuk jalan tol yang mem-butuhkan biaya investasi tinggi dan memiliki pendapatan tinggi, tidak disarankan untuk menerapkan Supported Build Operate Transfer. Untuk jalan tol dengan biaya investasi rendah dan pendapatan rendah, pemerintah harus terlibat dengan menerapkan skema Available Based Payment, seperti pada kasus ini, selain dukungan pada tahap awal, dukungan selama tahap operasi juga akan dibutuhkan. Kata-kata kunci: jalan tol, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, Supported Build Operate Transfer, Availability Based Payment
PREDIKSI UMUR SISA PERKERASAN LENTUR JALAN TOL SURABAYA-GEMPOL BERDASARKAN IRI Tranggono, M. _; Santosa, Wimpy _
Jurnal HPJI Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v2i1.2125.%p

Abstract

Abstract Functional pavement condition analysis conducted on the management of road pavement bending on toll roads in Indonesia is determined based on the Road Condition Value. Such assessment is an amalgamation of pavement condition assessment based roughness, grooves, and major damage to the pavement surface. On the pavement maintenance management, the determination of remaning service life is very important to be used as a decision tool for the road maintenance management program. This research was successfully linked the International Roughness Index to the Remaining Service Life  of the Surabaya-Gempol toll road. The time series data obtained in 2007, 2010, 2012, and 2014 were analyzed using statistical methods. The results show that the International Roughness Index and Remaining Service Life have a linear relationship. Keywords: pavement condition, Road Condition Value, International Roughness Index, Remaining Service Life  Abstrak Analisis kondisi fungsional perkerasan yang dilakukan pada pengelolaan perkerasan jalan lentur pada jalan tol di Indonesia ditentukan berdasarkan Nilai Kondisi Jalan. Penilaian tersebut merupakan penggabungan penilaian kondisi perkerasan berdasarkan roughness, alur, dan kerusakan utama permukaan perkerasan. Pada pengelolaan pemeliharaan perkerasan, penentuan umur sisa perkerasan sangat penting untuk digunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan dalam program penanganan pemeliharan jalan. Penelitian ini berhasil menghubungkan International Roughness Index dengan Umur Sisa Perkerasan pada jalan tol Surabaya-Gempol. Dengan menggunakan data time series yang diperoleh tahun 2007, 2010, 2012, dan 2014 dilakukan analisis menggunakan metode-metode statistika. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa International Roughness Index dan Umur Sisa Perkerasan mempunyai hubungan linier. Kata-kata kunci: kondisi perkerasan, Nilai Kondisi Jalan, International Roughness Index, Umur Sisa Perkerasan

Page 7 of 29 | Total Record : 281