cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 767 Documents
PENGEMBANGAN PIRANTI MEDIS PEREKAM LAJU ALIRAN URIN DENGAN GRAFIK KOMPUTER SEBAGAI ALAT BANTU DIAGNOSIS GEJALA BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) Hidayat Nur Isnianto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat yang tergolong jinak kadangkala tidak merasakan gejala apapun, tetapi jika pembesaran ini terus berkembang akhirnya akan mendesak uretra/saluran kencing luar yang mengakibatkan rasa tidak nyaman. Seseorang berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan akan mengalami pembesaran prostat adalah 50%, kemungkinan itu meningkat menjadi 90% ketika berusia 80- 85 tahun, sehingga perlu upaya untuk mengembangkan peralatan deteksi dini yang murah yang dapat membantu dokter untuk diagnosis gejala ini.Pada penelitian ini dibuat alat untuk merekam laju aliran urin selama berkemih yang dilewatkan kincir sehingga berputar. Kecepatan putaran kincir akan dipengaruhi oleh banyaknya pancaran urin saat berkemih. Data putaran kincir tersebut dikirim ke komputer untuk diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat yang dibuat mampu menampilkan grafik aliran urin, laju urin perdetik, rata – rata laju urin, jumlah keseluruhan urin, maksimal laju urin, dan lamanya berkemih sehingga diagnosis gejala BPH dapat dilakukan.
DISAIN TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DENGAN CAD Ketut Gunawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Over time the amount of coal reserves in Indonesia that could be mined by open pit system will be increasingly depleted. Current open pit faces many challenges from various elements of society especially the problem of environmental degradation and land acquisition people. Underground mines are relatively more environmentally friendly and in contact with soil problems people relatively smaller. Advancement of information technology especially Auto CAD program can facilitate the design of underground mines.
PENGARUH KEMATANGAN, KINERJA DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI SWASTA YOGYAKARTA DENGAN MODEL COBIT FRAMEWORK Alexander Setiawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemanfaatan dan kepuasan pemakai telah digunakan secara luas sebagai tolok ukur keberhasilan suatu teknologi informasi. Dua variabel tersebut terutama untuk mengukur keberhasilan dalam penelitian tentang End-User Computing atau EUC. Untuk mengukur keberhasilan suatu teknologi informasi, kemanfaatan merupakan ukuran terbaik yang lebih obyektif dan mudah dikuantifikasi. Penelitian yang menggunakan kemanfaatan sebagai ukuran keberhasilan teknologi informasi merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kepuasan pemakai. Evaluasi terhadap implementasi teknologi informasi dengan menggunakan Model COBIT Framework sangat berguna baik bagi pengguna, pengembang teknologi informasi maupun para pengelola, hal ini perlu dilakukan agar manajemen Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta dapat melakukan perbaikan-perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta berdasarkan penerapan teknologi informasi. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui sumbangan penerapan teknologi informasi, serta untuk mengetahui kemanfaatan dan penerapan teknologi informasi pada Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta. Hasil evaluasi dari penelitian yang menggunakan sampel 50 Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta ini menunjukkan bahwa tingkat maturity Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta sebagian besar sudah baik yaitu di atas skala 3 (defined). Pengukuran terhadap Dimensi Kualitas Pelayanan merupakan implementasi teknologi informasi yang efektif. Berdasarkan rekapitulasi 85,44% proses kematangan teknologi informasi Perguruan Tinggi Swasta Yogyakarta terletak pada range 3,25 – 5,00 dari skala COBIT Framework.
MANAJEMEN RESIKO KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN RADAR Supandi Supandi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early Warning System (EWS) sangat diperlukan untuk mendeteksi secara dini suatu kejadian yang bisa menimbulkan dampak negatif. EWS juga sangat diperlukan dalam hal pemantauan kestabilan lereng bilamana pada lereng tersebut terdapat banyak aktivitas. Sehingga diperlukan suatu alat yang bisa mendeteksi hal tersebut dan bisa memberikan informasi secepatnya sehingga dampak negatif bisa dihindari. Sistem radar diharapkan mampu memberikan informasi suatu kondisi ketidakstabilan lereng sehingga ketika lereng terjadi pergerakan akan bisa terdeteksi. Dengan adanya radar manajemen resiko bisa dibuat dan dipraktekan dilapangan. Hal ini menjadi penting dimana tidak semua alat bisa mampu memberikan data secara up to date (real time) yang artinya saat terjadi indikasi ketidakstabilan pada saat ini juga muncul tanda bahaya pada monitor pengamat. Selain itu penentuan parameter tanda bahaya yang akan muncul pada layar monitor juga menjadi sangat penting mengingat kegagalan penentuan parameter ini juga akan membuat gagalnya radar sebagai Early Warning System. Dari hasil penelitian lihat bahwa radar mampu memberikan informasi ketidakstabilan dari angka yang kecil (4 pixel, 2mm dalam 2jam) dan pemilihan parameter tanda alarm sudah sangat tepat Sehingga manajemen resiko bisa tercapai dengan berhasilnya di aplikasikan dilapangan. Komunikasi juga menjadi bagian penting manajemen resiko ketika tanda bahaya muncul pada layar radar monitor.
PEMANFAATAN CITRA DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM) UNTUK STUDI EVOLUSI GEOMORFOLOGI GUNUNG API MERAPI SEBELUM DAN SETELAH ERUPSI GUNUNG API MERAPI 2010 Yustian Ekky Rahanjani; Agung Setianto; Srijono Srijono
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung api Merapi adalah satu dari gunungapi teraktif di dunia. Erupsi G.Merapi sepanjang 26 Oktober hingga 4 November 2010 menyebabkan banyak korban dan perubahan morfologi yang signifikan di sekitar tubuh gunung api. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai perubahan morfologi karena erupsi. Daerah penelitian berada di lereng selatan G.Merapi, khususnya pada bagian channel dan overbank Kali Gendol. Maksud dari penelitian evolusi geomorfologi G. Merapi ini adalah mengetahui perubahan geomorfologi yang terjadi akibat erupsi G. Merapi 2010 . sedangkan tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi geologi setelah erupsi G. Merapi 2010, perubahan pola kontur setelah erupsi G. Merapi 2010, dan perubahan pola penyaluran setelah erupsi G. Merapi 2010. Pada penelitian ini, kami menggunakan DEM pada tanggal 6 Oktober 2010 dan 9 November 2010 untuk membandingkan dan menganalisis kondisi sebelum dan setelah erupsi. Penelitian mengombinasikan hasil pengolahan data Digital Elevation Model (DEM) multitemporal, yaitu DEM sebelum erupsi dan DEM sesudah erupsi dan data lapangan berupa data litologi dan morfologi untuk menganalisis peta geomorfologi, mendeterminasi perubahan elevasi, peta pola penyaluran sebelum dan setelah erupsi, , dan peta kontur sebelum dan setelah erupsi. Setelah itu, dibuat analisis perubahan jarak kontur pada tiap satuan geomorfologi, analisis fluktuasi perubahan elevasi pada tiap satuan geomorfolgi, dan analisis perubahan azimuth aliran sungai pada tiap satuan geomorfologi. Berdasarkan hasil pengolahan DEM dan data lapangan, daerah penelitian dapat dibagi menjadi dua satuan litologi yaitu Satuan Kubah Lava dan Satuan Piroklastik. Kemudian, daerah penelitian juga dapat dibagi menjadi 6 satuan geomorfologi pada DEM sesudah erupsi, yaitu Satuan Dataran, Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah, Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah-Kuat, Satuan Perbukitan Bergelombang Kuat, Satuan Perbukitan Berlereng Curam, dan Satuan Pegunungan Berlereng Sangat Curam. Dari hasil analisis pola kontur dan pola aliran sungai didapat bahwa arah displacement sesuai kontur menurun pada model tidak sepenuhnya sama dengan arah displacement material erupsi G. Merapi. Hal ini dikarenakan massa jenis yang tidak rata akibat transportasi material tersebut, faktor morfologi asal, dan rekayasa manusia (rumah-rumah penduduk yang menjadi barrier aliran piroklastik).
PENGEMBANGAN GAME PEMBELAJARAN OTOMATA FINIT Mahtarami, Affan; Ifansyah, M. Noor
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2010): Computatinal
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sebuah proses, belajar didefinisikan sebagai sebuah pengembangan pengetahuan baru oleh seorang pembelajar. Belajar merupakan hasil dari interaksi pembelajar dengan informasi di dalam suatu lingkungan tertentu. Perkuliahan adalah suatu proses belajar di dalam lingkungan perguruan tinggi. Selain kelas sebagai tempat bertemunya mahasiswa dan dosen, lingkungan belajar di perguruan tinggi juga meliputi metode dan media pembelajaran. Penggunaan teknologi sebagai media dan perangkat pembelajaran membawa harapan terciptanya proses belajar yang efektif dan efisien. Namun demikian tidak serta merta penggunaan teknologi memberikan kontribusi yang positif bagi proses belajar. Game adalah media untuk melakukan aktifitas bermain. Game menjadi menarik karena memiliki tantangan dan aturan yang dikemas dengan suatu skenario tertentu. Dari satu sisi, aktifitas bermain game dipandang sebagai suatu aktifitas yang tidak produktif. Namun demikian, disisi lain bermain game dapat dipandang sebagai sebuah aktifitas belajar. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan game sebagai media intruksional untuk digunakan sebagai alat bantu ajar Matakuliah Teori Bahasa Otomata materi Otomata Finit. Rancangan dari game yang dikembangkan dievaluasi sebelum diimplementasikan pada aktivitas perkuliahan. Hasil evaluasi digunakan untuk menilai efektifitas rancangan dan penggunaan game sebagai media pembelajaran.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEJADIAN BENCANA BERBASIS WEB DI ACEH (CONTOH: DATA DAN INFORMASI BENCANA ACEH) Fachrul Fikri; Irma Setyawati; Hendra Syaputra; Khairul Munadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah bencana alam telah terjadi di daerah Aceh, tsunami, banjir, tanah longsor, puting beliung dan bencana lainnya. Namun, sangat sedikit data yang tersedia untuk dilakukan oleh pemerintah dan donator dalam mengurangi beban dan risiko di lokasi kejadian. Perkembangan informasi dan data berbasis web/internet memainkan peranan penting dalam proses manajemen bencana alam, untuk sebuah contoh gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan Aceh pada akhir tahun 2004. Dimana, semua sarana komunikasi juga mengalami kerusakan pada saat itu. Internet menjadi media pertama yang menghubungkan Aceh dengan dunia luar, sehingga informasi yang beragam telah dipublikasikan ke luar Aceh. Peran informasi model visualisasi berbasis web/internet dapat digunakan sebagai media alternatif. Seperti pada saat bencana Tsunami di Aceh, melalui Internet, relawan kemanusiaan bisa berkomunikasi melalui email atau chatting dengan menggunakan Instant Messenger seperti Yahoo Messenger atau MSN Messenger, pada waktu untuk melihat data yang diterbitkan di website. Website / Internet dapat digunakan untuk media publikasi informasi, baik melalui website atau mailing list. Sebagai contoh ketika bencana tsunami terjadi di Aceh, melalui website orang di seluruh dunia mampu melihat kondisi di Aceh. Kabar terbaru dapat diakses dengan cepat melalui website. Sejumlah media online seperti detik.com, media-indonesia.com menyediakan informasi bencana di satu tempat. Dengan Internet, kita bisa mengikuti informasi terbaru serta fenomena alam. Malah saat ini beberapa pakar sudah memiliki website sendiri untuk menulis analisis mereka tentang fenomena alam. Tulisan ini akan membahas berbagai macam informasi yang terkandung dalam Data dan Informasi Bencana Aceh (DIBA), yang dapat digunakan sebagai sumber informasi tambahan selain media massa, dalam mengurangi risiko bencana
OPTIMALISASI RADIUS SERVER SEBAGAI SISTEM OTENTIKASI DAN OTORISASI UNTUK PROSES LOGIN MULTI APLIKASI WEB BERBASIS PHP Herman Yuliansyah
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2011): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protokol RADIUS merupakan suatu aturan yang mendukung berbagai mekanisme metode untuk mengirimkan data pengguna yang sensitif dari dan ke server otentikasi. Dalam konteks penganggulangan bencana memungkinkan mengembangkan banyak aplikasi sistem informasi dan teknologi informasi. Oleh karena pengembangan itu tidak di rancang untuk saling terintegrasi, maka memungkinkan terjadi duplikasi informasi pengguna sehingga dengan optimalisasi radius server untuk proses login multi aplikasi web berbasis PHP menjadi suatu solusi alternalif mempermudah pengelolaan pengguna pada banyak aplikasi yang terpisah. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem otentikasi dan otorisasi untuk proses login multi aplikasi web berbasis PHP dengan mengoptimalkan penggunaan dari radius server. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka, perancangan sistem yang meliputi perancangan arsitektural dan desain topologi jaringan, serta implementasi sistem. Sistem yang di buat meliputi 4 bagian, yaitu bagian yang pertama adalah konfigurasi radius server menggunakan aplikasi FreeRADIUS. Bagian yang kedua adalah konfigurasi web server sehingga dapat berkomunikasi dengan radius server. Bagian yang ketiga adalah pengembangan dan implementasi aplikasi pengelolaan pengguna berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Bagian yang keempat adalah pengujian sistem otorisasi dan otentikasi pengguna pada beberapa aplikasi yang berbeda. Hasil dari penelitian ini adalah pengguna pada beberapa aplikasi web berbasis PHP dapat diintegrasikan pengelolaannya dengan membangun sistem otentikasi dan otorisasi dengan radius server menggunakan aplikasi FreeRADIUS. Proses optimalisasi radius server sebagai sistem otentikasi dan otorisasi ini dapat membuat pengguna hanya akan memiliki satu akun tunggal untuk beberapa aplikasi yang berbeda.
SISTEM PENILAIAN RESIKO TINGKAT BAHAYA KEBAKARAN HUTAN BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN Addy Suyatno
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Canadian International Development Association (CIDA) tahun 1995 menunjuk Canadian Forest Service, Northern Forestry Centre untuk melaksanakan proyek pengukuran Tingkat Bahaya Kebakaran Hutan (Fire Danger Rating/FDR) di kawasan Asia Tenggara. Tujuan proyek FDR ini adalah meningkatkan kemampuan organisasi pengelolaan sumberdaya di Asia Tenggara dalam mengelola kebakaran hutan, lahan dan asapnya. Gangguan kebakaran hutan yang cukup menonjol di Indonesia terjadi di Kalimantan Timur pada lahan dalam frekuensi sering, terutama pada musim kemarau dengan luasan kawasan dan kerugian yang di timbulkan cukup besar, baik ditinjau dari segi ekonomis, maupun ekologi. Kebakaran hutan dan lahan merupakan musibah yang sebenarnya dapat ditanggulangi jika masyarakat paham dan sadar tentang dampak yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu penyebaran informasi yang mudah dan cepat kepada masyarakat tentang resiko kebakaran hutan berdasarkan jaringan syaraf tiruan untuk dapat digunakan oleh institusi pengambil kebijakan. Sistem ini akan menggunakan gejala-gejala awal yang tampak baik secara alami (bersumber dari alam) Pengguna akan disajikan dengan tampilan informasi yang mudah dipahami untuk mengetahui hasil penilaian dari resiko tingkat kebakaran hutan yang akan terjadi, disertai dengan langkah-langkah antisipatif dan panduan singkat tindakan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan
SEAT INTERFERENCE ANTAR PENUMPANG PADA MODEL BOARDING PESAWAT TERBANG Bilqis Amaliah; Victor Hariadi; Antonius Malem Barus
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2010): Computatinal
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada dua keadaan untuk sebuah pesawat, keadaan pertama adalah pada saat pesawat tersebut sedang berada di darat dan keadaan kedua adalaha saat peswat tersebut sedang berada di udara. Maskapai penerbangan akan mendapat keuntungan pada saat pesawat mereka sedang terbang. Banyak hal yang mempengaruhi lama pesawat berada di darat, antara lain : waktu penumpang turun, bongkar muat barang, pengisian bahan baker, boarding time, dll. Penelitian ini menyajikan beberapa model boarding untuk mengurangi seat interference dan untuk mengurangi waktu boarding. Mixed Integer Non Linier Programing digunakan untuk menghasilkan model boarding. ProModel digunakan untuk simulasi, hasil simulasi adalah waktu boarding dan seat interference. Airbus-320 digunakan untuk menerapkan model simulasi ini. Beberapa hal yang mempengaruhi strategi boarding adalah jumlah baris, jumlah grup dan jumlah penumpang yang dimasukkan untuk tiap grup. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa model boarding dengan 6 grup dapat mengurangi jumlah seat interference sebesar 85,5% dan mengurangi waktu boarding sebesar 6,82% dibandingkan dengan menggunakan model tradisional back to front.

Filter by Year

2008 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue