cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2011)" : 10 Documents clear
VISUALISASI ALIRAN KANTUNG DI DALAM PIPA VERTIKAL YANG DIPANASKAN Kunarto Kunarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.289

Abstract

Penelitian dilakukan dengan mengalirkan air dari bawah dan udara dari bawah dalam bentuk aliran kantung. Alat uji terdiri atas pipa tembaga dengan Di 24 mm panjang 1200 mm dililit dengan elemen pemanas listrik sepanjang pipa. Ujung atas dan bawah pipa tembaga disambung dengan pipa transparan untuk mengetahui pola aliran yang terjadi. Untuk mengukur temperatur dinding dipasang termokopel di dinding luar pada tujuh titik sepanjang pipa, sedangkan temperatur fluida diukur dengan memasang termokopel pada sumbu pipa di sembilan titik sepanjang pipa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan visualisasi aliran campuran udara-air yang mengalir di dalam pipa vertical yang dipanaskan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan injector yang berlubang lebih besar mudah menghasilkan sehingga terbentuk aliran kantung yang berukuran panjang. Kata kunci: Aliran dua fasa, aliran kantung, aliran searah keatas
MENGENAL PELUMAS PADA MESIN Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.290

Abstract

Kontak mekanik adalah hal yang tidak bisa dihindari pada permesinan, meminimalkan keusan akibat kontak adalah dengan cara memberi pelumas pada sistem tersebut. Cara memilih pelumas pada mesin harus mempertimbangkan tiga hal pokok, yaitu putaran mesin, tekanan kontak atau beban dan temperatur kerja. Indek Viskositas pelumas menunjukkan kerja pelumas yang sangat dipengaruhi oleh temperatur kerja. Kekentalan atau viskositas pelumas mempengaruhi koefisien gesek permukaan kontak, sehingga mempengaruhi regim pelumasan. Kata Kunci : kontak mekanik, pelumas mesin
ANALISA KONTAK CERAMIC-ON- CROSSLINKED UHMWPE PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA R. Winarso; Jamari Jamari; I. Haryanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.291

Abstract

Analisa kontak yang terjadi pada permukaan acetabular cups perlu terus dikembangkan dengan mengaplikasikan new material ceramic formulations sebagai femoral head dan crosslinked UHMWPE sebagai acetabular cup. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan software bantu Abaqus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan new material ceramic formulations sebagai femoral head dan highly crosslinked UHMWPE sebagai acetabular cup terhadap hasil distribusi tekanan kontak dan von Mises stress yang terjadi pada sistem sambungan tulang buatan jika diberi beban statik selama kurun waktu tertentu. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi tekanan kontak yang terjadi pada ceramic-on-polyethylene akan berkurang dengan semakin besarnya angular koordinat. Perbedaan meterial femoral head tidak berpengaruh pada tekanan kontak yang terjadi baik pada saat awal pembebanan (t = 1 detik) maupun akhir pembebanan (t = 300 detik). Tekanan kontak maksimum yang terjadi pada tiap pasangan besarnya relatif sama satu dengan yang lain. Dari hasil pemodelan tersebut juga terlihat perbedaan besar von Mises stress dari ketiga pasangan tidak signifikan. Namun besar tekanan kontak dan von Mises stress yang terjadi mengalami perubahan terhadap waktu. Fenomena perubahan ini hanya terjadi pada bagian acetabular cup karena pada bagian ini material terbuat dari polyethylene yang bersifat viscoelastic. Kata kunci: Sambungan tulang pinggul buatan, crosslinked UHMWPE, ceramic, metode elemen hingga
PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN AUS PERMUKAAN BESI COR KELABU MELALUI PROSES BORONISASI Bambang Pratowo; Kunarto Kunarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.292

Abstract

The surface hardening process is one of the high temperature treatment precess wich is applied only on the surface of the object of the treatment so that it result an object with superficial hardness without changing the interior matrix shape of the object. The materials used in this reseach are perlitics gray cast iron and low carbon steel wich are easily available an yhe market to increase the hardness and resistance of the surface of the object througt borodisation. As the diffusion material, boron, wich was derived from ferro boron powder was used. The experiment was conducted by veryng temperature of 800 o C and 875 o C, wich the resisting periods of 1 hour, 3 hours, 5 hours. From this experiment, it was expected that there was an increase in hardness and reistance of the object surface without changing its interior matrix shape. After conducting the experiment and some test namely metallography test, hardness test, and resistence test, it showed that there was diffusion process on the surface of the object. Having been compared with the sample before the treatment, it can be seen : Based on the result of the metallgraphy test there is change in the exterior shape of the sample, but a constant interior matrix shape of it. Based on the hardness test, there is an increase on hardness, maximally on the sample caded BCK-5/875 the rate of 1080 HV. Kata kunci : Kekerasan, Aus, Permukaan, Besi Cor, Boronisasi
PENGARUH PELUMASAN TERHADAP DEFORMASI PLASTIS PADA KONTAK DUA BENDA Bambang S. Hardjuno; Joga D. Setiawan; R. Ismail; J. Jamari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.293

Abstract

Running-in adalah suatu cara yang efektif untuk penyesuaian kontak dua komponen dalam situasi fungsional rolling dan atau sliding. Ada banyak perubahan parameter selama running-in, kimiawi atau mekanis. Namun, perubahan geometri-mikro karena keausan atau deformasi plastis dominan. Ketika dua permukaan benda padat saling menekan selalu akan terjadi deformasi kontak. Sebagai konsekuensi alami suatu interaksi dua permukaan yang saling bergerak relative akan berlangsung gesekan dan keausan antar muka. Gesekan dan keausan bukanlah sifat material, tetapi sifat sistem, tergantung material yang digunakan dan kondisi pengoperasian. Paper ini membahas deformasi plastis pada kontak dua benda kaitannya dengan pengaruh kondisi tanpa pelumasan dan menggunakan pelumas. Dalam penelitian ini menggunakan 7 macam rasio radius benda kontak dan dua kondisi pelumasan. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa kenaikan harga deformasi plastis untuk kondisi dengan pelumas lebih tinggi dari pada kenaikan deformasi plastis untuk kondisi tanpa pelumas. Kata kunci: Deformasi, pelumasan, rasio radius, rolling contact, running-in.
KEKAKUAN BENDING EKSPERIMEN KOMPOSIT SANDWICH SERAT SABUT KELAPA- MATRIK POLYESTER DENGAN CORE KERTAS KARDUS Achmad Zainuri; Nasmi H.S. Nasmi H.S.; M. Zaidan J.
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.294

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tebal inti (core) terhadap kekakuan bending secara eksperimen pada komposit sandwich berpenguat serat sabut kelapa ( coco fiber) dan matrik polyester dengan fraksi volume 10%. Variasi tebal core adalah 20 mm, 30 mm,dan 40 mm, sedangkan tebal skin adalah konstan sebesar 5 mm. Metode pengujian yang dipakai untuk mengetahui kekakuan bending secara eksperimen adalah Three Point Bending (TPB) dan Four Point Bending (FPB). Standar pengujian yang digunakan adalah ASTM C393-00. Pada penelitian ini komposit dibentuk seperti sandwich, dua buah skin yang mengapit core, skin dibuat dengan teknik hand lay up berbahan dasar polyester diperkuat serat tumbuhan dari limbah industri berupa serat sabut kelapa. Core yang terbuat dari kertas kardus dimaksudkan untuk menurunkan berat jenis komposit dan menambah kekakuannya sehingga layak diaplikasikan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kekakuan bending rata-rata untuk tebal sandwich 30 mm, 40 mm, dan 50 mm berturut-turut adalah 131.9 MN.mm², 134.4 MN.mm², 136.2 MN.mm². Kata kunci : Kekakuan bending, komposit sandwich, tebal core, serat sabut kelapa
ANALISA QUENCHING PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN MEDIA SOLAR H. Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.295

Abstract

Quenching merupakan salah satu proses Heat treatment dimana baja di panaskan pada suhu di atas daerah kritis dan dicelupkan pada media pendingin untuk meningkatkan kekeraskan dan ketahanan terhadap aus. Penelitian ini menggunakan low carbon steel baja ST 37 dengan kandungan kadar karbon 0,20 % C. dibuat spesimen impact sesuai standart ASTM E23 dan spesimen kekerasan, spesimen dipanaskan pada temperatur 700°C, 800°C, 900°C dan ditahan selama 1 jam, setelah mencapai temperatur yang penelitian kemudian spesimen di celupkan pada media solar dengan harapan mampu membentk selaput karbon terhadap baja karbon rendah yang kurang atau tidak terpengaruh terhadap perlakuan panas, hasil perlakuan dilakukan pengujian impact dan kekerasan. Hasil uji ketangguhan didapat harga impact rata-rata raw material adalah 3.146861 J/mm² dan pada spesimen yang di quenching adalah 0.386832 J/mm² (turun 83 %)dari raw material, 0.404233 J/mm² (turun 84 %) dari raw material, 0.331952 J/mm² (turun 83 %) dari raw material. Untuk pengujian kekerasan baja ST 37 raw material adalah 63, 60,6 HRC dan dan pada spesimen yang di quenching adalah 64, 61.5 HRC, 64.6, 62.7 HRC, 68.5, 63.6 HRC. Rata-rata harga HRC mengalami peningkatan pada tiap- tiap suhu pemanasan, dari nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai kekerasan mengalami peningkatan yang kurang signifikan seiring dengan peningkatan suhu pemanasan benda kerja, dan kandungan karbon yang terdapat pada solar tidak mempengaruhi hasil peningkatan kekerasan pada proses quenching. Kata kunci : Heat treatment, Holding time, Quenching dengan solar
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN COD(CHEMICAL OXYGEN DEMOND), pH, BAU, DAN WARNA PADA LIMBAH CAIR TAHU R. D. Ratnani; I. Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.296

Abstract

Di Indonesia banyak terdapat industri tahu mulai dari industri kecil sampai ke industri besar. Dari kegiatan industri tersebut, timbul limbah yang mengandung zat organik sangat tinggi. Kandungan zat organik dalam limbah cair tahu berpotensi mencemari lingkungan, sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk melakukan penanganan terhadap limbah yang timbul tersebut. Salah satu upaya awal untuk menangani hal tersebut adalah melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan eceng gondok untuk menurunkan kandungan COD, meningkatkan/ menormalkan pH, menjernihkan limbah, dan mengurangi bau yang timbul. Penelitian ini dilakukan di pabrik pengolahan tahu Desa Cangkiran Kota Semarang. Penelitian ini memanfaatkan eceng gondok untuk menyerap limbah organik yang menyebabkan limbah cair menjadi COD tinggi, pH rendah, warna keruh dan berbau sangat menyengat. Proses penanaman dilakukan dalam bak beton dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 145 cm, dan tinggi 120 cm. Dalam penelitian ini diamati penurunan kandungan COD, peningkatan pH, perubahan warna, dan perubahan bau yang timbul setiap hari selama 8 hari dengan menggunakan media eceng gondok. Hasil percobaan Terjadi penurunan COD sampai ambang batas yang diperbolehkan yaitu terjadi penurunan dari 768 ppm menjadi 208 ppm dan pada ulangan yang dilakukan dari 672 ppm menjadi 160 ppm dimana sudah di bawah baku mutu bedasakan Perda Jateng No. 10 tahu 2004. Terjadi peningkatan nilai pH. Diawal proses, pH dari limbah cair tahu adalah 4.2 dan naik sampai 7.4 demikian juga setelah diulang mulai 4.6 naik menjadi 7.3. Perubahan warna pada penelitian ini kurang memuaskan karena tidak terjadi perubahan warna tetapi hanya berubah tingkat kejernihan di awal, warna limbah cair tahu adalah kuning keruh bahkan ada busanya dan setelah diolah berwarna kuning jenih. Dalam pengamatan perubahan bau, pada hari ke 4 bau sudah berkurang. Akan beda kalau tidak diolah semakin lama maka akan semakin bau Kata kunci : penyerapan, limbah cair tahu, eceng gondok .
STUDI KINETIKA PERTUMBUHAN ASPERGILLUS NIGER PADA FERMENTASI ASAM SITRAT DARI KULIT NANAS DALAM REAKTOR AIR-LIFT EXTERNAL LOOP Kristinah Haryani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.297

Abstract

Nanas banyak dimanfaatkan dalam industri makanan untuk dijadikan buah dalam kaleng. Dari industri pengalengan nanas banyak dihasilkan limbah padat berupa kulit dan bonggol. Limbah kulit dan bonggol nanas masih mengandung glukosa dan sukrosa cukup tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat. Asam sitrat dibuat dengan fermentasi dalam reaktor air-lift external loop dengan bantuan jamur Aspergillus niger. Agar pertumbuhan jamur optimum maka diperlukan nutrien tambahan yaitu NH4H2PO4 , KH2PO4, MgSO4.7H2O. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika pertumbuhan Aspergillus niger pada fermentasi dalam reactor air lift external loop. Variabel – variabel yang berpengaruh pada fermentasi asam sitrat adalah bahan-bahan pengubah, bahan penetral, nutrisi mikrobial, antiseptik, aerasi, pH dan sumber karbon. Pada penelitian ini digunakan variabel tetap : tekanan, laju aerasi, suhu,pH, konsentrasi mikroba dan nutrisi. Sedangkan untuk variabel berubah ada 2 macam yaitu : konsentrasi gula (10%,15%,20%) dan waktu fermentasi dilakukan selama 7 hari dengan pengambilan sampel setiap 8 jam untuk dianalisa konsentrasi mikroba dan konsentrasi asam total. Reaktor yang digunakan adalah reaktor air-lift external loop dan bahan bakunya berupa limbah bonggol dan kulit nanas. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa pada konsentrasi 10% mempunyai laju tumbuh spesifik yang lebih besar jika dibandingkan dengan konsentrasi 15% dan 20%. Laju tumbuh spesifik pada konsentrasi 10% sebesar 0,0429 jam-1 , sedangkan pada konsentrasi 15% dan 20% masing-masing sebesar 0,0396 jam- 1 dan 0,0385 jam-1 . Pada konsentrasi 10% juga diperoleh asam total yang lebih besar jika dibandingkan dengan konsentrasi 15% dan 20%. Kata kunci: Limbah kulit nanas, Reaktor air-lift external loop, Fermentasi asam sitrat,Kinetika pertumbuhan Aspergillus niger
TINJAUAN/REVIEW MODEL EMPIRIK KONSUMSI BAHAN BAKAR KENDARAAN N. Sinaga; T. Priangkoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.298

Abstract

Model empirik merupakan pendekatan praktis dalam pembuatan model konsumsi bahan bakar. Model-model empirik konsumsi bahan bakar kendaraan dibagi menjadi dua, yaitu model untuk daerah perkotaan dan jalan bebas hambatan. Model-model awal hanya menghubungkan konsumsi bahan bakar dengan kecepatan rata-rata. Model kemudian berkembang dengan menambahkan parameter-parameter lain yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Asesmen yang dilakukan menunjukkan bahwa model empirik konsumsi bahan bakar kendaraan penumpang tidak memasukkan parameter kendaraan dan parameter perilaku berkendaraan secara lengkap, sehingga memiliki keterbatasan keberlakuannya. Model empirik konsumsi bahan bakar kendaraan penumpang juga memiliki ketidaktepatan yang tinggi. Kata Kunci: Bahan Bakar, Model Empirik

Page 1 of 1 | Total Record : 10