cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2012)" : 20 Documents clear
PEKTIN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU BIOSORBEN LOGAM BERAT L Kurniasari; I Riwayati; . Suwardiyono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.278

Abstract

Berbagai kegiatan manusia sangat berpotensi menghasilkan limbahlogam berat. Limbah ini bila tidak diolah dengan baik akan menimbulkanpencemaran lingkungan serta meracuni makhluk hidup termasuk manusia.Diantara berbagai alternatif pengolahan limbah yang mengandung logamberat, penggunaan biosorben memiliki beberapa keunggulan, diantaranyabiaya yang relatif murah, efisiensi yang tinggi pada larutan encer sertakemudahan proses regenerasinya. Diantara berbagai bahan baku biosorben,pektin merupakan salah satu komponen tumbuhan yang banyak mengandunggugus aktif, yaitu komponen yang berperan penting dalam proses biosorpsi.Pektin banyak terdapat pada daun, kulit dan buah pada berbagai tanaman.Pektin yang dapat diaplikasikan sebagai biosorben logam berat adalah pektinjenis LMP (Low Methoxyl Pectin) yang dapat langsung diambil dari tanamanyang mengandung LMP atau dari HMP (High Methoxyl Pectin) yangmengalami proses demetilasi atau modifikasi. Kinetika proses biosorpsi logamberat dengan biosorben pektin dapat mengikuti model kinetika tingkat duasemu, sedangkan kesetimbangan isothermnya dapat mengikuti model Langmuiratau Freunlich. Beberapa penelitian penggunaan pektin sebagai biosorbenlogam berat diantaranya adalah penggunaan pektin dari pulpa gula beet danpektin dari kulit buah durian.Kata kunci : biosorben, logam berat, pektin
POTENSI PRODUKSI ANDROGRAPHOLIDE DARI SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) MELALUI PROSES EKSTRAKSI HIDROTROPI R.D Ratnani; I Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.279

Abstract

Andrographolide merupakan senyawa fitokimia yang memiliki berbagaifungsi kesehatan. Salah satunya, andrographolide memiliki sifat sebagai antimalaria. Andrographolide dapat dengan mudah larut dalam methanol, ethanol,pyridine, asam asetat, dan aceton, tetapi sedikit larut dalam ether dan air.Ekstraksi andrographolide yang telah banyak diterapkan adalah ekstraksimenggunakan alkohol. Proses tersebut menyebabkan terjadinya degradasiandrographolide. Larutan hidrotrop dapat meningkatkan kelarutan senyawayang tidak larut dalam air. Ekstraksi andrographolide menggunakan larutanhidrotrop dapat diterapkan karena andrographolide merupakan senyawa yangtidak larut dalam air. Ekstraksi andrographolide menggunakan larutanhidrotrop berupa larutan sodium salisilat dan sodium asetat mampumenghasilkan ekstrak dengan berat masing-masing 0,57 g dan 0,18 g.Kata Kunci: andrographolide, hidrotop, ekstraksi, sambilotio
PREDIKSI KELARUTAN THEOBROMINE PADA BERBAGAI PELARUT MENGGUNAKAN PARAMETER KELARUTAN HILDEBRAND I. Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.280

Abstract

Indonesia sebagai penghasil kakao ketiga terbesar ketiga diduniaberpotensi menghasilkan limbah berupa kulit biji buah kakao. Kulit biji buahkakao mengandung protein yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sertatheobromine yang dapat digunakan sebagai produk farmasi. Theobromine darikulit biji buah kakao dapat dipisahkan melalui proses ekstraksi. Salah satufaktor yang mempengaruhi proses ekstraksi adalah jenis pelarut. Pemilihanpelarut pada proses ekstraksi dapat dilakukan berdasarkan prediksi kelarutansolut menggunakan parameter kelarutan Hildebrand. Nilai parameter kelarutanHildebrand theobromine adalah 20,977 MPa1/2. Pelarut yang memiliki deviasinilai parameter kelarutan Hildebrand yang kecil adalah metilen klorida danaceton sehingga dapat diartikan bahwa theobromine mudah larut dalam metilenklorida dan aceton.Kata Kunci: theobromine, parameter kelarutan Hildebrand
ANALISA TEGANGAN TARIK DAN KEKERASAN BESI BETON BERTULANG PASCA KEBAKARAN B. Pratowo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.281

Abstract

Kebakaran yang terjadi pada bangunan gedung mengakibatkan bahanbahanyang ada akan mengalami kerusakan, begitu pula dengan besi betonbertulang, bahkan akibat suhu yang tinggi perubahan tersebut akan mengalamibentuk besi beton bertulang baik ditinjau dari bentuk fisik maupun yang lainnya.Pengujian besi beton bertulang di lakukan sebelum kebakaran dan sesudahkebakaran dan mesin yang digunakan untuk Uji tarik adalah Mesin uji tarikComputer Servo Control Material Testing Machines dan untuk mesin Ujikekerasan adalah Metode Rockwell-B. Dimana besi beton bertulang itu telahamengalami kenaikan suhu ± 200 dan kebakaran selama 3 sampai dengan 4 jam.Pengujian terhadap besi beton bertulang ini sejauh mana pengaruh terhadappasca kebakaran dan sebelumnya dan perbandingannya antara pengujian tarikdan pengujian kekerasan.Kata kunci : Besi Beton Bertulang, Uji Tarik, Uji Kekerasan,Kebakaran
PENGARUH PREKLORINASI TERHADAP PROSES START UP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAPIOKA SISTEM ANAEROBIC BAFFLED REACTOR H Mulyani; S B Sasongko; D Soetrisnanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.283

Abstract

Tingginya kandungan sianida dalam limbah cair tapioka ditengarai dapatmenjadi inhibitor bagi proses pengolahan biologi. Keberadaan sianida dapatmengakibatkan lebih lamanya waktu start up diperlukan untuk memperolehkultur bakteri dalam reaktor anaerob yang dapat bekerja stabil menurunkankadar polutan dan memperlambat proses dekomposisi senyawa organik. Kajianmengenai pengaruh preklorinasi fresh feed terhadap proses start up operasiAnaerobic Baffled Reactor 2 baffle perlu dilakukan. Penelitian ini terbagimenjadi 3 tahapan utama yaitu inokulasi benih lumpur, preklorinasi fresh feeddan operasi start up secara batch sampai tercapai kadar COD efluen yangstabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair tapioka dengan CODinfluen 8000 mg/L dan pH 4,84 memerlukan 9 hari start up dengan COD efluen954 mg/L. Peningkatan pH influen menjadi 8 mampu menghasilkan kadar CODefluen 347 mg/L dalam 6 hari start up. Preklorinasi terhadap fresh feed denganpenambahan kalsium hipoklorit berdasar perbandingan rasio mol klor dansianida sebesar 1:1 dapat mengurangi waktu start up hingga hanya menjadi 5hari dan menurunnya COD efluen hingga mencapai kadar 230 mg/L.Kata kunci: Tapioca wastewater; Anaerobic Baffled Reactor; startup; prechlorination
ANALISA KEAUSAN STEADY STATE PADA KONTAK PIN-ON-DISC DENGAN SIMULASI ELEMEN HINGGA F N Maulana; I Syafa'at; . Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.284

Abstract

Mekanisme kontak antara komponen yang satu dengan yang lain dapatterjadi dalam komponen mesin. Hal ini akan mengakibatkan berbagaimasalah, diantaranya adalah keausan. Dalam kontak sliding, para penelitimembagi keausan menjadi tiga fase, yaitu: running-in, steady state (fasetunak) dan wear out. Pada fase steady state, penyesuaian laju keausan,tekanan kontak, kekasaran permukaan, dan konformalitas permukan yangsaling kontak telah mencapai kondisi yang stabil Analisa keausan pin-ondiscantara baja dengan baja dimodelkan dengan metode elemen hingga(FEM). Kontak sliding disederhanakan menjadi model asperity 2D denganinput sifat-sifat material menggunakan software ABAQUS. Hasil simulasiberupa tekanan kontak rata-rata digunakan untuk menghitung keausanModel Archard. Updating geometry dilakukan untuk mengetahui besarnyakeausan yang terjadi pada pin. Hasil pemodelan menunjukkan jari-jarikontak dan keausan mengalami peningkatan sangat signifikan pada tahapawal, kemudian mencapai kestabilan seiring dengan bertambahnya jaraksliding. Kestabilan tercapai setelah menempuh jarak sliding 38125 mm.Fenomena kestabilan aus ini memperlihatkan bahwa sistem telah beradadalam fase steady state setelah melewati running-in dalam aplikasipemesinan.Kata kunci : keausan, pin-on-disc, steady state, ABAQUS, metodeelemen hingga
PENGARUH MODEL SISTEM SALURAN PADA PROSES PENGECORAN ALUMINIUM DAUR ULANG TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN CORAN PULLI DIAMETER 76 mm DENGAN CETAKAN PASIR K Roziqin; H Purwanto; I Syafa'at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.285

Abstract

Pengecoran daur ulang merupakan salah satu alternatif pengembanganindustri pengecoran di Indonesia. Pulli merupakan salah satu produk hasilpengecoran dengan bahan dari aluminium. Kualitas produk pengecoran salahsatunya dipengaruhi oleh sistem saluran. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hasil pengecoran secara bentuk visual, struktur mikro dankekerasan terhadap variasi sistem saluran. Penelitian dilakukan denganmembuat tiga macam sistem saluran dengan temperatur tuang 700 oC. Hasilmenunjukkan bahwa dari ketiga model sistem saluran tersebut pola saluran Adan pola saluran C tidak terdapat cacat penyusutan, sedangkan hasil coranpada pola saluran B masih terdapat cacat penyusutan yang terletak dibagiantengah coran. Pada pengamatan struktur mikro, pola saluran C lebih sedikitcacat porositasnya dibandingkan dengan pola saluran A dan B. Pada Ujikekerasan menunjukkan bahwa pola saluran A pada spesimen A1 dan A3mempunyai kekerasan yang paling tinggi diantara spesimen yang lain yaitusebesar 77,40 BHN. Sedangkan kekerasan terendah terdapat pada polasaluran C yaitu pada spesimen C2 sebesar 74,40 BHN. Hal tersebut karenalaju pembekuan terakhir terletak pada bagian tengah coran. Jadi semakinlama laju pembekuannya semakin rendah kekerasannya.Kata kunci: Pengecoran Cetakan Pasir, Aluminium Daur Ulang,Struktur Mikro, Kekerasan.
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTAR DAN KECEPATAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL FCD 40 PADA MESIN BUBUT CNC A Zubaidi; I Syafa'at; . Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.286

Abstract

Dengan perkembangannya teknologi CNC (Computer NumericalControl), sebuah industri yang bergerak dibidang engineering yangmemerlukan tingkat kepresisian dimensi dengan toleransi yang kritis dalammembuat sebuah produk, maka CNC lebih dipilih untuk mencapai maksuddan tujuan tersebut karena CNC lebih mempunyai keunggulan daripadamesin konvensional karena CNC tidak banyak seting, tool bergerak secaraotomatis ,pergerakan mesin dapat dimonitor, sehingga dalam pengerjaansebuah material dengan variasi kecepatan pemakanan dan variasi kecepatanputar (rpm) dapat dikontrol melalui monitor.Berkenaan dengan ini penulis mencoba melakukan analisis terhadapkekasaran permukaan material FCD 40 dengan melakukan pembubutan 5spesimen dengan variasi feeding (0,05; 0,10; 0,10; 0,20 dan 0,25mm/rev)dengan diameter 30 mm dan 5 spesimen dengan variasi rpm (700, 800, 900,1000 dan 1100) dengan diameter 25 mm, sedangkan pahat yang digunakaninsert CNMG 120408N-UX tanpa pendingin.Pengukuran kekasaran material menggunakan alat surface testerTR100 dengan mengambil 12 titik daerah pengecekan yang berbeda perspesimen, data yang didapat adalah hasil rata-rata dari harga Ra danRt/Rz.Kesimpulan yang didapat bahwa terjadi peningkatan harga Ra danRt/Rz lebih dari 10% dengan penambahan 0.05rev/min pada variasi feeding,sedangkan pada variasi rpm terjadi penurunan akan tetapi tidak lebih dari10% per 100 rpm.Kata kunci: kekasaran permukaan, feeding, FCD40
ANALISIS PENGARUH MODEL SISTEM SALURAN DENGAN POLA STYROFOAM TERHADAP SIFAT FISIS DAN KEKERASAN PRODUK PULI PADA PROSES PENGECORAN ALUMINIUM DAUR ULANG L H Ashar; H Purwanto; S M.B Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.287

Abstract

Pemanfaatan kembali aluminium bekas merupakan salah satu alternatifuntuk menanggulangi kelangkaan bahan baku aluminium, selain itu akanlebih menghemat sumber daya alam yang ada. Kualitas produk pengecoransalah satunya dipengaruhi oleh sistem saluran. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui hasil coran, struktur mikro dan kekerasan terhadap bentuksistem saluran, penelitian dengan membuat tiga macam sitem salurandengan temperatur tuang 7000C. metode penelitian dengan cara tiga modelsistem saluran.Hasil menunjukkan bahwa dari ketiga model sistem salurantersebut mempunyai cacat yang berbeda, untuk pola saluran B dan Cterdapat cacat penyusutan (Shrinkage) di tengah-tengah coran, sedangkanuntuk pola saluran A tidak terdapat cacat penyusutan akan tetapi terdapatcacat drop (tonjolan pada permukaan hasil coran). Hasil Struktur mikropengecoran pada pola saluran A, B dan C masing-masing terdapat cacatporositas dimana pada pola saluran C lebih sedikit cacat porositasnyadibandingkan dengan pola saluran A dan paling banyak cacat porositasnyaterdapat pada pola saluran B dan pada hasil uji kekerasan Untuk nilaikekerasan pola saluran A lebih tinggi nilai kekerasannya 75,8 BHNdibanding dengan Pola saluran B 70,8 BHN dan pola saluran C 70,73 BHN.Kata kunci : Aluminium daur ulang, pengecoran evaporative, sistemsaluran, struktur mikro, kekerasan
ANALISA PENGARUH BAHAN DASAR PELUMAS TERHADAP VISKOSITAS PELUMAS DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR M Arisandi; . Darmanto; T Priangkoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i1.288

Abstract

Kontak mekanik adalah hal yang tidak bisa dihindari pada permesinan,meminimalkan keausan akibat kontak adalah dengan cara memberikanpelumas pada sistem tersebut. Ketahanan viskositas pelumas terhadaptemperatur sangat dipengaruhi oleh jenis bahan dasar pelumas. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh bahan dasar pelumas terhadapviskositas dan konsumsi bahan bakar. Pada penelitian ini menggunakan jenispelumas mineral, semi sintetik dan sintetik. Pengukuran dilakukan padasetiap jarak tempuh 500 km dengan jarak total 2000 km. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa pelumas sintetik mempunyai kesetabilan viskositaspaling baik, pada temperatur kerja maupun kamar, pelumas mineral palingrendah kesetabian viskositanya baik pada suhu kerja maupun suhu kamar,kesetabilan viskositas pada temperatur kerja cendrung lebih baik jikadibandingkan pada temperatur kamar untuk semua jenis pelumas dankonsumsi bahan bakar paling irit pada pemakaian pelumas sintetik.Kata kunci: pelumas,viscositas,gesekan,temperatur

Page 1 of 2 | Total Record : 20