cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP GINGEROL PADA JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DENGAN EKSTRAKTOR BERPENGADUK Indriyana Putri Arifianto; Dwi Handayani; Ilyas Teguh Pangestu; Rosian Oktavian; Kresna Suryadi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2654

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu jenis rempah rempah yang tergolong dalam suku Zingiberaceae yang telah digunakan secara luas di dunia baik sebagai bumbu dapur maupun sebagai obat medis terhadap penyakit-penyakit ringan. Bagian utama dari jahe yang digunakan adalah rimpang. Produk olahan jahe yang dapat dikembangkan adalah oleoresin jahe yang mengandung komponen gingerol, shogaol, zingerone, resin dan minyak atsiri. Ginger oleoresin berkisar antara 3,2-9,5%, sedangkan kandungan gingerol dalam oleoresin antara 14-25% dan shogaol di oleoresin antara 2,8-7,0%. Mempertimbangkan manfaat jahe yang mengandung antioksidan tinggi yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan mencegah pertumbuhan tumor, perlu untuk mengekstraksi rimpang jahe untuk menentukan jumlah gingerol yang diekstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh pada ekstraksi gingerol dari rimpang jahe dengan ekstraktor berpengaduk dan kondisi yang relatif baik. Dalam penelitian ini, percobaan dilakukan dengan berbagai suhu (60oC, 80oC, dan 100oC) dan waktu 30 menit dan 60 menit. Kandungan Gingerol diukur dengan analisa menggunakan spektofotometer VIS. Analisis hasil pengaruh suhu menunjukkan bahwa hasil ekstraksi 500 gram bubuk Jahe menggunakan 8 liter air sebagai pelarut yang paling optimal adalah dengan suhu 100 oC.Kata Kunci: ekstraksi, jahe, gingerol, spectrofotometer, suhu
STUDI BANDING PERFORMA TIANG UTAMA BUS UNTUK MODEL TUNGGAL DAN MODEL GANDA DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI METODA ELEMEN HINGGA Budi Setiyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2659

Abstract

Sehingga setiap komponen dari bus harus memiliki struktur rangka yang kuat terutama pada tiang utama. Masing-masing tiang utama umumnya dibuat dari sebuah baja profil tunggal (model tunggal). Tetapi tiang utama bus ini juga dapat dibuat dari gabungan dua buah baja profil dengan cara di las (model ganda) yang mempunyai dimensi luar yang sama dengan model tunggal. Penelitian ini bertujuan memodelkan dan membandingkan performa tiang utama sebuah bus untuk tiang model tunggal dan model ganda dengan menggunakan FEM (Finite Element Method). Hasil simulasi FEM adalah berupa tegangan dan displacement. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tegangan dan displacement pada tiang utama model tunggal yaitu berturut turut sebesar 1,287 x 106 N/m2 dan 6,448 x 10-1 mm. Sedangkan tegangan dan displacement pada tiang utama model ganda yaitu berturut turut sebesar 2,936 x 106 N/m2 dan 1,580 mm.  Dari hasil simulasi, bentuk rangka tiang utama yang terbaik adalah tiang utama model tunggal karena memiliki tingat keamanan yang tinggi dibandingkan dengan tiang model ganda baik dari sisi tegangan maupun displacement.Kata kunci: FEM, model tunggal, model ganda, tiang utama
TEGANGAN PULLOUT DAN PEREKAAN PERMUKAAN PADA SERAT DAUN PANDAN DURI (PANDANUS TECTORIUS) – RESIN POLYESTER Achmat Riyanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2664

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan kebutuhan material komposit semakin meningkat, salah satunya teknologi material komposit berpenguat serat alam, serat daun pandan duri berpotensi  untuk  dijadikan  sebagai  bahan  baku  material komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan foto mikro serat daun pandan duri dengan perlakuan perendaman air laut. Pengujian pull-out juga dilakukan untuk mengetahui tegangan geser serat dengan matrik resin polyester. Serat daun pandan duri yang direndam kedalam air laut, dengan variasi waktu 0, 1, 2, 3, dan 4 minggu. Hasil yang diperoleh dari uji tarik serat tunggal menunjukkan bahwa pada perendaman selama 2 minggu memiliki nilai kekuatan tarik yang optimal  sebesar 28,65 Mpa, hal ini juga terbukti dari hasil foto mikro serat yang menunjukan kepadatan sub celahnya. Sedangkan kekuatan tarik serat tanpa perlakuan perendaman dan perendaman selama 1, 3, dan 4 minggu berturut-turut adalah 22,57 MPa, 24,43 MPa, dan 18,96 MPa. Kemudian pada pengujian pull out nilai tegangan geser tertinggi sebesar 1,33 MPa lebih tinggi dibanding tanpa perlakuan perendaman dan perendaman air laut 1, 3, dan 4 minggu berturut-turut yaitu sebesar 0,09 MPa, 1,11 MPa, 1,21 MPa, dan 1,07 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, serat daun pandan duri mempunyai kompatibilitas yang baik dengan resin polyester setelah diberi perlakuan perendaman air lautKata kunci: serat daun pandan duri, resin uji pull-out, kompatibilitas
PENENTUAN PARAMETER DISTRIBUSI PADA METODE CLAHE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS OBJEK BAWAH AIR Dwi Puji Prabowo; Ricardus Anggi Pramunendar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2655

Abstract

Laut merupakan salah satu  kekayaan alam yang dimiliki oleh indonesia, dimana indonesia memiliki luas lautan hingga 6,49 juta km persegi. Banyak ekosistem yang hidup di laut sebagai salah satunya adalah ikan dimana ikan merupakan komodittas penopang perekonomian negara indonesia. Sehingga pendeteksian objek bawah air merupakan salah satu tindakan awal dalam menjaga ekosistem . dalam pendeteksian objek bawah laut dipengaruhi oleh kualitas citra bawah air. Kualitas bawah air sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas citra bawah air adalah panjang gelombang yang berbeda disetiap objek yang ada, masalah intensitas cahaya yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar objek. Penelitian ini mengusulkan metode clahe dengan menggunakan parameter distribusi  sehingga diharapkan  mampu memberikan peningkatan kualitas citra yang lebih maksimal.dengan menggunakan 3 parameter distribusi nantinya akan dianalisis untuk menentukan parameter distribusi manakah yang paling baik untuk digunakan dalam membantu meningkatkan kualitas objek bawah air. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dievaluasi menggunakan MSE, PCQI, dan PNSR sehingga hasil analisis akan lebih akurat . dari penelitian yang dilakukan menghasilkan bahwa metode clahe dengan parameter distribusi Exponent yang memiliki hasil yang lebih baik yaitu nilai MSE yang diperoleh paling rendah 115.1217 yang artinya tingkat eror yang dihasilkan paling kecil dibandingkan dengan yang lain, kemudian nilai PNSR 27.5192 Db merupakan nilai tertinggi yang artinya tingkat kemiripan paling baik dan nilai PCQI yang dihasilkan exponent adalah 1.1686 yang artinya distribusi exponen yang > 1 merupakan terjadi peningkatan kualitas objek yang telah diteliti.Kata kunci : bawah air, clahe , parameter distribusi
ANALISIS LAJU KOROSI BAJA ST 60 PASCA PROSES LAS GTAW DENGAN VARIASI ARUS LAS 80, 100, 120 A DAN DIRENDAM PADA LARUTAN HCL BERSUHU 40̊ CELCIUS Gabriyel Aditya Yudi; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2660

Abstract

Korosi merupakan suatu proses dimana proses ini menimbulkan suatu masalah karena dapat menghambat sebuah pekerjaan. Dalam hal ini korosi juga dapat menyerang besi baja ST60, baja yang dalam kehidupan sehari hari sangat mudah untuk diaplikasikan. Salah satu pengaplikasiannya adalah pembuatan pipa. Pipa digunakan sebagai sarana transportasi pengalir cairan, karena dianggap lebih murah dan effisien, slah satunya aliran HCl. Untuk mendapat panjang pipa yang diinginkan dapat digunakan proses pengelasan sebagai penyambung. Dalam tulisan ini dilakukan pengujian laju korosi serta pengaruh korosi terhadapt baja ST60 dengan variasi arus las 80, 100, 120 A dan tanpa proses pengelasan yang direndam dalam larutan HCl selama 72 jam. Hasilnya Dengan hasil selisih rata rata tanpa pengelasan 17,07 gram dan dengan las-an 120A didapat 15,48 gram.Serta laju korosi tertinggi pada proses tanpa pengelasan yaitu 13,6.102MPY, setelah itu turun 1,4% yaitu di pengelasan 80A dengan hasil 13,43.102MPY, kemudian turun kembali 4,8% menjadi 12,8.102MPY dan terakhir laju korosi terendah dengan pengelasan 120A, turun 9,3% menjadi 12,35.102MPY. Serta uji kekerasan 80A yang semula 61,3 naik menjadi 61,53 dengan menggunakan metode HRB. Hal tersebebut terjadi di semua spesimen termasuk 100A, 120A dan tanpa proses pengelasan. Dapat diketahui semakin tinggi amper semakin tinggi kekerasan karena semakin tinggi temperaturnya, dan berbanding terbalik dengan laju korosinya yang semakin rendah.Kata kunci: korosi, laju korosi, baja st60, GTAW
ANALISA KEAUSAN DISC BESI COR DENGAN METODE MATEMATIKA SEDERHANA MENGGUNAKAN TRIBOMETER PIN-ON-DISC TANPA PELUMAS Imam Syafa’at; Abdul Khalim; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2665

Abstract

Semakin maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang mechanical engineering khususnya di bidang tribologi, maka akan semakin banyak terungkap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi umur pemakaian  komponen dari sebuah mesin. Besi cor adalah salah satu bahan untuk membuat komponen dari suatu mesin. Penelitian kali ini menggunakan tribometer pin-on-disc dengan besi cor A (79.5 HRB), besi cor B (82 HRB) dan besi cor A (86.5 HRB) sebagai disc dan bola baja AISI 52100 berdiameter 8,0 mm dengan kekerasan 60 HRC sebagai pin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan material disc dan ukuran diameter pin terhadap nilai lebar kontak keausan, koefisien keausan berdimensi, volume dan tinggi keausan yang terjadi pada besi cor. Kajian juga membandingkan hasil keausan dengan berbagai model yang yang telah ada sebelumnya. Analisa perhitungan menggunakan penurunan geometri berdasarkan rumus matematika dasar sederhana dan menggunakan metode penurunan persamaan Archard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar kontak keausan, koefisien keausan berdimensi (KD), ketinggian keausan (h) dan volume keausan (V) mempunyai hubungan berbalik nilai dengan kekerasan material dan senilai dengan jarak sliding (s). Ukuran diameter pin mempunyai hubungan sebanding dengan lebar kontak aus, koefisien keausan berdimensi (KD), ketinggian keausan (h) dan volume keausan (V). Semakin keras suatu material maka keausan yang terjadi akan semakin kecil.Kata kunci: keausan, besi cor, pin-on-disc, Archard, metode sederhana
PREDIKSI KENAIKAN HEAT RATE TURBIN UAP PADA PEMBANGKIT LISTRIK BERKAPASITAS 660 MW Muhammad Sagaf; Saharul Alim
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3075

Abstract

PATI TALAS (Colocasia Esculenta (L.) Schott) SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PATI INDUSTRI Nita Aryanti; Yovita Asih Kusumastuti; Wida Rahmawati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i1.1759

Abstract

Kandungan pati dalam talas mencapai 13-29% dengan karakteristik yang baik. Penelitian ini difokuskan pada ekstraksi pati dari umbi talas, tepung talas dan modifikasi pati dengan hidrolisa asam. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh metode ekstraksi dan modifikasi pati talas terhadap karakteristik produk serta sifat amilograf pati talas. Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri dari pembuatan pati dari umbi talas dan tepung talas, modifikasi pati talas, analisis hasil pati dan karakterisasi pati. Karakterisasi pati meliputi kadar air, kadar pati, kadar amilosa, kadar amilopektin dan karakterisasi fisik. Sedangkan karakterisasi fisik yang dilakukan adalah bentuk dan ukuran granula pati (berdasarkan hasil Scanning Electron Microscopy), serta sifat amilografi pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield pati yang diperoleh dari umbi talas lebih besar dari yield pati yang diperoleh dari tepung talas yaitu sebesar 46,67%. Karakterisasi pati talas menunjukan bahwa kadar air pati modifikasi menunjukkan nilai yang paling rendah yaitu 5.3%. Pati dari umbi talas memiliki kadar pati dan amilopektin paling tinggi dibandingkan dengan pati hasil penelitian lainnya dengan nilai kadar pati 80% dan kadar amilopektin 74,45%. Sedangkan kadar amilosa pati hasil penelitian lebih rendah dibandingkan dengan kadar amilosa pati komersial lainnya. Temperatur gelatinisasi paling tinggi terjadi pada pati dari umbi talas yaitu, 70oC. Hasil SEM pada pati talas menunjukan bahwa bentuk pati talas cenderung bulat dengan ukuran granula mendekati pati jagung dan pati beras. Kata kunci: pati, talas, modifikasi, asam
STUDI OPTIMASI FAKTOR KEAMANAN FOOTREST SEPEDA MOTOR X BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA Imam Syafa’at; Darmanto Darmanto; Endon Priyanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1636

Abstract

Di zaman yang sudah modern ini, sepeda motor merupakan moda transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga keberadaanya sangatlah banyak, untuk itu diperlukan komponen-komponen sepeda motor yang aman digunakan bagi pengendaranya. Footrest merupakan komponen yang mempunyai fungsi untuk pijakan kaki pembonceng agar lebih nyaman dalam berkendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa tegangan, defleksi, dan faktor keamanan serta optimasi footrest. Berbagai pembebanan dilakukan pada pemodelan antara lain meliputi pembebanan dengan kondisi pembonceng duduk dengan kedua kaki pertumpu pada footrest, Pembonceng berdiri, motor jatuh kesamping, motor dan pengendara jatuh kesamping, motor tertabrak dari belakang dan motor tertabrak dari depan, pemodelan pembebanan menggunakan bantuan software Autodesk Inventor Professional 2013. Hasil yang didapat setelah dilakukan simulasi analisa adalah kekuatan struktur komponen berupa tegangan, defleksi dan faktor keamanan. Pada pembebanan dengan kondisi footrest tertabrak dari belakang beresiko besar terhadap patahnya footrest dengan tegangan von mises 504,8 MPa, faktor keamanannya yaitu 0,54. Defleksi terbesar juga terjadi pada pembebanan tipe ini yaitu 0,7372 mm. Setelah dilakukan optimasi hasilnya pemberian radius menjadi 7 mm pada area yang rawan kegagalan (patah) mendapatkan hasil faktor keamanan yang paling tinggi. Kata kunci: defleksi, faktor keamanan, footrest, optimasi, tegangan.
ANALISIS SIFAT MEKANIS PROPELER PERAHU NELAYAN TRADISIONAL BERBAHAN ALUMINIUM Suyanto Suyanto; Syafaat Imam
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2183

Abstract

Nelayan tradisional di pantai utara Jawa Tengah banyak yang menggunakan propeler dengan bahan aluminium tuang sebagai penggerak kapal kayu, dengan pertimbangan harga yang murah. Pada umumnya propeler yang digunakan tidak berumur lama. Kerusakan yang paling banyak terjadi adalah patah pada daun propeler Hal ini disebabkan adanya benturan dengan benda keras. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi dan sifat mekanis aluminium sebagai bahan propeler. Pengujian yang dilakukan meliputi uji komposisi, uji densitas, uji kekerasan, uji tarik, dan struktur mikro. Hasil uji komposisi menunjukkan adanya unsur paduan dominan berupa Si, Zn, dan Fe. Nilai porositas yang dimiliki bahan adalah 7%. Sementara itu kekerasan rata-rata bahan adalah 83,6 BHN, kekuatan tarik sebesar 139,2 MPa, dan %EL sebesar 2,48%. Keberadaan unsur Fe dan Zn menyebabkan nilai kekerasan Aluminium meningkat. Nilai porositas yang cukup tinggi menyebabkan aluminium bersifat getas.Kata kunci : Aluminium, Propeler, Perahu, Tradisional