cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2017): ISTEK" : 15 Documents clear
PENERIMAAN PARA AMIL TERHADAP SISTEM AKUNTANSI PENGELOLAAN KEUANGAN MASJID BERBASIS WEB Agung Wahana; Yana Aditia Gerhana; Wisnu Uriawan; Undang Syaripudin
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem akuntasi keuangan masjid merupakan sistem pegelolaan keuangan untuk sektor publik yang mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), masjid merupakan entitas yang mengelola dana umat dalam bentuk zakat, infaq dan shodaqah (ZIS). Model akuntansi ini didefinisikan sebagai bentuk akuntansi dana masyarakat. Akuntansi sektor publik memiliki pengertian sebagai suatu proses pengumpulan, pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaan dan pelaporan transaksi keuangan suatu organisasi publik (masjid) yang menyediakan informasi laporan keuangan bagi para pengelola masjid maupun para donatur yang berguna untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini menjelaskan tentang hasil pengukuran penerimaan pengelolan keuangan Masjid terhadap sistem akuntansi pengelolaankeuangan Masjid. Technology Acceptance Model (TAM) digunakan sebagai model pengukuran. Hasil pengukuran pada setiap konstruk/variabel TAM, menunjukan bahwa para amil menerima sisten tersebut dengan positif.
ESTIMASI INTERVAL KEPERCAYAAN (CONFIDENCE INTERVAL) PARAMETER MODEL PROSES GEOMETRIK WEIBULL PADA ANALISIS UJI HIDUP UNTUK DATA TERSENSOR TIPE II Asep Solih; Rini Cahyandari; Tarkinih Tarkinih
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menentukan prosedur estimasi interval kepercayaan (confidence interval) parameter model proses geometrik pada analisis uji hidup (life testing) untuk data tersensor tipe II yang berdistribusi Weibull. Metoda kemungkinan maksimum (maximum likelihood) digunakan dalam penaksiran parameter, penyelesaian taksiran interval kepercayaan diselesaikan dengan metoda numerik Newton Raphson dan bootstrap percentile CI dengan selang kepercayaan 95%
EFEK LARVASIDA HASIL FRAKSINASI METANOL DAUN Aglaia glabrata TERHADAP LARVA Aedes aegypti Asep Supriadin; Rohana Kudus; Vina Amalia
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aglaia glabrata merupakan salah satu spesies tumbuhan dari famili Meliaceae. Salah satu kandungan Aglaia sp. adalah senyawa siklopentatetrabenzohidrofuran yang bermanfaat sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam hasil fraksinasi metanol daun A. glabrata, dengan analisis uji fitokimia dan sfektrum FTIR. Selain itu dalam penelitian ini dilakukan juga uji larvasida ekstrak metanol dan hasil fraksinasi dari daun A. glabrata terhadap larva Aedes aegypti. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang dihasilkan difraksinasi menggunakan metode Kromatografi Cair Vakum (KCV), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG). Uji fitokimia dilakukan pada sampel fraksi awal dan fraksi B4D. Fraksi awal ekstrak metanol daun A. glabrata positif alkaloid, terpenoid, tanin, flavonoid, dan saponin, sedangkan pada fraksi B4D positif tanin dan steroid. Analisis spektrum FTIR fraksi B4D didapatkan gugus fungsi –OH, - CH, C=O, -CH2-, C=C aromatik dan C-O. Larva Aedes aegypti yang digunakan yaitu larva instar III untuk menentukan uji larvasida. Data mortalitas Aedes aegypti dianalisis probit dengan SPSS 16,00 untuk mengetahui LC50 selama 24 jam. Ekstrak dapat dikategorikan toksik bila nilai LC50
IMPLEMENTASI METODE PROMETHEE UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA Ichsan Taufik; Undang Syaripudin; Jumadi Jumadi
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Providing scholarships at a college is usually given every year even every semester by the number and variety of donors scholarship, this may cause problems in selecting awardees so we need a system that can select students to receive a scholarship. One method is a method of decision support systems Promethee (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation). Promethee is a method of determining the order or priority in multicriteria analysis. From the assessment of priority used in outranking relationship, where to indicate their priorities and preferences for each criterion these methods focus on the value (value) without thinking about the method of calculation. This study can provide a solution in the form of recommendations for the selection of appropriate candidates receive scholarships per department based on criteria supplied (father's occupation, mother's occupation, the number of parents income, number of dependent elderly people, home ownership, active organization).
PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI KOTORAN AYAM TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING (Tubifex tubifex) Astuti Kusumorini; Tri Cahyanto; Lutfhi Dewi Utami
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacing sutra adalah salah satu jenis pakan hidup yang disenangi karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutera terdiri dari lumpur dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan media kultur dengan fermentasi kotoran ayam terhadap biomassa dan populasi cacing sutera. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei bertempat di kebun Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Cacing digunakan adalah cacing sutera berukuran 1,4-2,3 cm. Jumlah cacing yang ditebar 10 gram untuk luasan 0,091 m2 dan debit air 0,35 l/menit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan P0 (tanpa pemupukan), P1 (Fermentasi kotoran ayam 75g/ 20 hari), P2 (150g/20 hari), P3 (225g/ 20 hari) dan P4 (300g/ 20 hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pupuk fermentasi kotoran ayam memberikan pengaruh nyata (p
EFISIENSI PUPUK NITROGEN DAN FOSFOR DENGAN PENAMBAHAN PUPUK HAYATI PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) VARIETAS PERTIWI-3 M Subandi; Sofiya Hasani; Wawan Satriawan
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi substitusi relatif pupuk hayati pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - September 2015 di kebun percobaan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK): A=tanpa pemupukan, B=100% NP, C=100% NP + pupuk hayati 50 kg ha-1, D=75% NP + pupuk hayati 50 kg ha-1, E=50% NP + pupuk hayati 50 kg ha-1, F=25% NP + pupuk hayati 50 kg ha- 1, G=75% NP + pupuk hayati 100 kg ha-1, H=50% NP + pupuk hayati 100 kg ha-1, I=25% NP + pupuk hayati 100 kg ha-1. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, berat 100 biji, hasil, relative agronomi effectiveness (RAE) dan efisiensi substitusi relatif (ESR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati pada dosis pupuk NP yang lebih rendah dari rekomendasi belum mampu peningkatkan semua parameter pertumbuhan dan hasil. Efektivitas pupuk hayati masih rendah (RAE
PELABELAN TOTAL TAK TERATUR TOTAL PADA GRAF BUNGA Siti Julaeha; Ita Luspitasari; Esih Sukaesih
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu pelabelan total disebut pelabelan-k total tak teratur total dari jika setiap dua titik dan yang berbeda di memenuhi dan setiap dua sisi dan yang berbeda memenuhi dimana dan . Label minimum pada yang memenuhi pelabelan-k total tak teratur total disebut total irregularity strength pada , yang dinotasikan Pada skripsi ini akan ditentukan nilai total tak teratur total pada graf bunga
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN EM4 (Effective Microorganisms-4) PADA FERMENTASI LIMBAH PADAT BIOETANOL TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR Yani Suryani; Iman Hernaman; Neng Hilma Hamidah
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya penggunaan bahan bakar nabati atau yang sering disebut bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak fosil sedang ditingkatkan. Selain lebih ramah lingkungan, mampu diproduksi secara terus menerus, juga bahan yang digunakan untuk membuat bioetanol sangat banyak terdapat di alam termasuk bermacammacam limbah. Salah satu bahan baku pembuatan bioetanol yang sudah banyak digunakan adalah singkong. Proses pembuatan bioetanol menghasilkan limbah baik padat ataupun cair. Keberadaan limbah padat bioetanol biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan menurunkan serat kasar limbah padat bioetanol sehingga bisa dijadikan pakan yang lebih baik untuk pertumbuhan hewan ternak. Limbah bioetanol difermentasi dengan EM4 (Effective Microorganisms 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pada faktorial 5 x 2 dengan 5 kali pengulangan. Faktor pertama adalah perlakuan EM-4, yaitu A=0%, B=0.25%, C=0.5%, D=0.75%, dan E=1%. Masing-masing unit percobaan menggunakan 250 g sampel limbah. Faktor kedua adalah lamanya fermentasi yaitu selama 4 hari dan 8 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu penambahan EM-4 sebanyak 1% yang difermentasi selama 4 hari adalah yang terbaik, dengan kandungan protein 3.53% dan kandungan serat kasar 13.19%.
SETTLEMENT KHAS BEBERAPA JENIS TANAH Encu Sutarman
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consolidasi atau proses keluarnya air pori dari ruang pori akibat adanya beban diatas tanah dasar berupa timbunan atau beban konstruksi menyebabkan tejadinya settlement atau penurunan. Pekerjaan timbunan menyangkut permasalahan beban dan consolidasi serta settlement yang akan berpengaruh terhadap stabilitas konsruksi diatas timbunan sehingga perlu kajian awal untuk dapat mengetahui salah satu karakteristik tanah dasar konstruksi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya settlement khas dari jenis - jenis tanah yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi. Dari rekayasa geoteknik, makro struktur lebih penting karena dapat mengontrol perilaku rekayasa dari tanah seperti halnya: Kekuatan geser tanah, settlement dan displacement serta drainase.Struktur tanah menghasilkan respon terhadap perubahan eksternal didalam lingkungan seperti halnya beban, air, temperatur serta faktor – faktor lainnya. Kemampuan fluida untuk mengalir melalui media yang porous merupakan sifat teknis yang disebut daya rembesan atau permeabilitas, dimana fluida itu air dan media porous merupakan massa tanah. Tahanan geser tanah ditentukan oleh besarnya tegangan effektif didalam tanah, tegangan effektif tidak dapat ditentukan secara langsung tetapi harus diketahui tegangan total dan tekanan air pori. Penurunan (settlement) terjadi jika material tanah menerima beban diatasnya. Settlement yang terjadi merupakan perubahan regangan sepanjang kedalaman. Indek tekanan atau indek kompresi Azzouz, 1976 mengusulkan; Tanah tidak organis dan tanah organis. Metode analisis yang digunakan berlandaskan pada parameter jenis tanah berdasarkan Terzaghi dan Peck 1976. Analisis tegangan akibat beban serta penambahan tekanan vertical ∆σv dari persamaan Bousinesq (1885). Analisis geoteknik dapat menentukan dan mengetahui penyebab terjadinya settlement yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi, pengaruh consolidasi serta permeabilitas pada tanah dasar timbunan. Analisis ini juga berdasarkan sifat physis tanah serta kuat geser tanah. Berdasarkan hasil analisis; a. Beban 100 kN berupa timbunan/ konstruksi yang mana settlement untuk ketebalan tanah dasar 5 m: rasio settlement soft montmorillonite clay terhadap soft very organic clay sebesar137,6%. dan rasio settlement bog peat terhadap pen peat sebesar184%. b. Settlement merupakan fungsi (Cc) atau fungsi (Is) besarnya berbanding lurus dengan Indeks Tekanan Cc atau Indeks Settlement Is. Settlement yang terjadi untuk Bog peat melebihi ketebalan tanah dasarnya sehingga perlu evaluasi pengaruh hilangnya tegangan akibat beban metode Bousinesq, mengetahui hilangnya tegangan dikedalaman tertentu akibat beban dapat dijadikan batas maksimum settlement yang terjadi.
POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI DENGAN PT INDOFOOD FRYTO-LAY MAKMUR PADA USAHATANI KENTANG INDUSTRI VARIETAS ATLANTIK (Suatu Kasus di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut) Kundang Harisman
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usahatani kentang industri varietas Atlantik yang dilakukan petani di Desa Cigedug pada pola kemitraan dan pendapatan petani dari usahatani kentang industri varietas Atlantik. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Objek penelitian adalah variabel-variabel yang berhubungan dengan penelitian, yaitu usahatani keragaan kentang industri, bentuk kemitraan, biaya dan pendapatan. Unit analisanya yaitu petani kentang industri yang bermitra dengan PT Indofood FrytoLay Makmur. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usahatani kentang Atlantik pola kemitraan merupakan suatu kegiatan ekonomi. Petani kentang Atlantik yang melakukan kemitraan dengan PT Indofood Fryto-Lay Makmur, dalam satu tahun melaksanakan usahatani kentang sebanyak dua kali periode. Kerangka sistem usahataninya menyangkut subsistem penyediaan sarana produksi, proses produksi, dan pemasaran. Penyediaan sarana produksi meliputi penyediaan lahan, pupuk, obatobatan, obat-obatan, tenaga kerja, dan biaya panen disediakan oleh petani, sedangkan perusahaan mitra membantu dalam penyediaan bibit import. Dalam hal pemasaran, setiap hasil produksi yang memenuhi spesifikasi produk dapat ditampung oleh perusahaan mitra. Pola kemitraan usahatani kentang Atlantik di Desa Cigedug antara petani dengan PT Indofood Fryto-Lay Makmur berbentuk pola kemitraan pasar yang saling menguntungkan, yaitu perusahaan mitra diuntungkan dengan adanya pasokan bahan baku yang pasti dan petani mendapatkan keuntungan dari penjualan produknya dengan ketersediaan pasar yang telah siap menampung produknya. Besarnya biaya produksi usahatani kentang Atlantik ditentukan dengan besarnya biaya tetap dan biaya variabel. Rata-rata total biaya produksi dengan luas lahan 2,28 ha mencapai Rp. 86.726.526,45, sedangkan produksi yang dapat dipasok petani dan dapat diterima oleh perusahaan adalah 33.804,95 kg dengan harga Rp. 9.750 per kg, hasil penjualan yang diterima petani dalam satu periode tanam mencapai rata-rata Rp. 126.708.562,5 sehingga pendapatan yang diperoleh petani pada pola kemitraan adalah Rp. 39.001.912,5 (≈Rp. 17.106.101,97) yang merupakan selisih dari harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15