cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2015): ISTEK" : 15 Documents clear
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR Lia Kamelia
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Augmented Reality (AR) adalah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya tiga dimensi (3D) ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi .Model 3 dimensi biasa digunakan sebagai alat bantu pengajaran untuk membuat para peserta didik lebih memahami materi yang diberikan. Teknologi AR sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang yang beragam, termasuk dalam bidang pendidikan. salah satu mata kuliah yang bisa mengaplikasikan teknologi AR adalah mata kuliah kimia dasar. Saat ini mata kuliah kimia dasar merupakan matakuliah yang tidak menyenangkan bagi peserta didik, terutama bagi mahasiswa fakultas tekhnik tingkat pertama yang mendapat mata kuliah ini. Salah satu penyebabnya adalah kimia mempunyai banyak konsep yang sukar untuk dipahami dan dibayangkan, seperti struktur atom dan bentuk molekul dalam ikatan kimia. Sehingga dibutuhkan media pembelajaran alternatif dalam rangka meningkatkan pemahaman konsep kimia secara interaktif. Pada mata kuliah kimia dasar terdapat beberapa materi dasar yang membutuhkan imajinasi yang tinggi untuk bisa memahami materi tersebut,seperti materi atom dan molekul, sistem periodik, ikatan kimia, hidrokarbon dan beberapa materi lainnya. AR memberikan interaksi yang lebih realistis dan merupakan kemajuan dari sebuah metoda teknologi yang menjanjikan dan bisa memotivasi pengguna untuk terlibat dalam sistem pembelajaran yang lebih aktif. Pada paper ini akan dibahas bagaimana pembelajaran mata kuliah kimia dasar menjadi lebih efektif dengan teknologi AR.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELUNTAS ( Pluchea indica (L.) LESS. ) TERHADAP Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Anggita Rahmi Hafsari; Tri Cahyanto; Toni Sujarwo; Rahayu Indri Lestari
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) merupakan salah satu tanaman yang terdapat di Indonesia yang pemanfaatannya belum digali secara maksimal. Daun beluntas diketahui dapat digunakan sebagai obat berbagai penyakit karena senyawa fitokimia yang ada di dalamnya. Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan sehingga bakteri penyebab jerawat tumbuh didalamnya dan memacu inflamasi. Bakteri tersebut adalah Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun beluntas dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes serta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan berbagai macam konsentrasi dari 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta digunakan tetrasiklin sebagai pembanding dan aquadest sebagai kontrol. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dihasilkan ekstrak kental yang kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasilnya diketahui bahwa ekstrak daun beluntas memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes terlihat dengan adanya zona hambat yang dibentuk. Diameter zona hambat pada konsentrasi 1% sebesar 9 mm, konsentrasi 2% sebesar 7,67 mm, konsentrasi 3% sebesar 8,67 mm, konsentrasi 4% sebesar 8,83 mm, dan konsentrasi 5% sebesar 9 mm.
POTENSI DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn), DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis), DAN DAUN BENALU MANGGA (Dendrophthoe pentandra) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PENCEGAH KANKER Nunung Kurniasih; Mimin Kusmiyati; Riska Puspita Sari; Riza Wafdan
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker dapat dicegah menggunakan antioksidan, suatu senyawa yang bersifat imunomodulator yang dapat menguatkan sel-sel yang sehat untuk menghadang kanker. Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi sebagai antikanker yang berasal dari tanaman antara lain adalah flavonoid glikosida, tanin, stigmasterol, dan inhibitor histone deacetylase (HDAC). Senyawa ini terdapat pada beberapa tanaman misalnya sirsak, binahong, benalu dan lain sebagainya. Sampel segar daun sirsak, binahong dan benalu dihaluskan, dimaserasi dengan metanol. Kemudian ekstrak metanol dipartisi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat sampai menghasilkan ekstrak air. Ekstrak air dipekatkan dan diskrining fitokimia kemudian diuji daya antioksidannya dengan metode DPPH ((1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan larutan kontrol berupa vitamin C. Ketiga ekstrak daun ini memiliki kandungan senyawa flavanoid, polifenol dan saponin. Diperoleh hasil IC50 daun sirsak sebesar 6,23 ppm, daun binahong 3,30 ppm sedangkan pada daun benalu adalah 33,31 ppm. Ketiga daun ini memiliki potensi untuk mencegah kanker.
PENGGUNAAN KNN (K-NEARST NEIGHBOR) UNTUK KLASIFIKASI TEKS BERITA YANG TAK-TERKELOMPOKKAN PADA SAAT PENGKLASTERAN OLEH STC (SUFFIX TREE CLUSTERING) Jumadi Jumadi Jumadi; Edi Winarko
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumen teks yang dipublikasi di internet dari hari ke hari semakin banyak jumlahnya. Salah satu teknologi internet yang paling sering terjadi proses pemuktahiran konten dokumen teks ini, adalah microblogging yang dijadikan sebagai sarana untuk membangun komunitas di dunia maya dan penyebar informasi yang praktis dan cepat. Salah satunya adalah Twitter yang merupakan salah satu social media dengan jumlah tweet yang dipublikasi dalam hitungan jam oleh para pemilik akun tersebut, khususnya para jurnalis. Berita-berita yang dipublikasi oleh para jurnalis melaui Twitter terkadang kurang nyaman untuk dibaca oleh para pembaca berita. Karena berita-berita tersebut ditampilkan secara tersusun beruntun ke bawah pada halaman web tersebut. Tetapi setelah tweet-tweet yang ada dikelompokkan secara tematik jadi semakin menarik karena pembaca dapat memilih berita-berita tertentu yang telah dikelompokkan oleh Algoritma Suffix Tree Clustering (STC). Tetapi pada algoritma ini, masih tetap menghasilkan dokumen-dokumen yang tidak memiliki kelompok. Pada Penelitian ini, dokumen-dokumen tersebut mencoba untuk di klasifikasikan ke dalam kelompok yang ada dengan menggunakan Algoritma K-Nearset Neighbor (KNN).
KEMAMPUAN BELAJAR BERNYANYI PADA BURUNG KENARI JANTAN MUDA (Serinus canaria Linn.) YANG DIDEDAHKAN SECARA LIVE-TUTORING DAN TAPE-TUTORING Ucu Julita; Lulu Lusianti Fitri; Yayu Tsamrotul Fuadah
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burung kenari merupakan burung bernyanyi yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Memiliki variasi warna yang beragam dan kombinasi warna yang unik. Lingkungan sosial merupakan faktor penting dalam proses belajar bernyanyi, beberapa spesies termasuk burung kenari (Serinus canaria Linn.) mampu belajar lebih baik dengan metode pembelajaran secara live-tutoring dari pada secara tape-tutoring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendedahan suara burung kenari jantan dewasa secara tape-tutoring dan live-tutoring terhadap emisi nyanyian burung kenari jantan muda. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan (Februari-Mei 2011). Enam ekor burung kenari jantan muda dan dua burung tutor dibagi kedalam dua kelompok perlakuan proses belajar yaitu kelompok tape-tutoring dan kelompok live-tutoring. Perlakuan pendedahan suara dilakukan setiap pagi dari pukul 10.00-14.00 WIB selama 16 minggu. Hasil analisis suara diuji dengan menggunakan uji t. Penilaian kualitas nyanyian burung kenari muda dilakukan dengan metode pendedahan dan pencuplikan suara serta dianalisis dengan program komputer Avisoft-Sonagraph Pro’. Pencuplikan suara dilakukan hingga diperoleh 50 cuplikan nyanyian setiap bulan selama empat bulan perlakuan dari setiap individu burung. Parameter suara nyanyian yang diukur meliputi: durasi nyanyian, song repertoire, syllable repertoire, repertoire size, dan jumlah tipe silabel dalam satu nyanyian. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa burung kenari jantan muda yang didedahkan secara ‘live-tutoring’ dalam proses pembelajarannya mampu menghasilkan kualitas nyanyian yang paling baik dan berbeda nyata (P

Page 2 of 2 | Total Record : 15