Budaya kerja guru merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi mutu pendidikan di sebuah lembaga. Budaya kerja yang positif, seperti disiplin, profesionalitas, tanggung jawab, dan komitmen terhadap tugas, berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan produktif. Sebaliknya, budaya kerja yang kurang baik dapat berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan, menghambat perkembangan potensi siswa, dan menurunkan prestasi sekolah secara keseluruhan. Adapun masalah dalam penelitian di madrasah ibtidaiyah di lampung selatan di antaranya: Bagaimanakah integritas guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lampung Selatan, Bagaimanakah profesionalitas guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lampung Selatan, Bagaimanakah inovasi guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lampung Selatan, Bagaimanakah tanggung jawab guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lampung Selatan Bagaimanakah keteladanan guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber Data terdiri dari Pengawas, Kepala Madrasah, siswa dan Guru. Teknik analisa data melalui langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi.Teknik pemeriksaan keabsahan data didasarkan pada tiga kriteria yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Penelitian ini mengungkapkan beberapa temuan penting mengenai peran budaya kerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Lampung Selatan Integritas ditunjukkan dengan tekad dan kemauan aparatur sipil negara dan guru untuk berbuat baik, bijaksana dalam menyelesaikan problem kerja, mematuhi aturan yang berlaku bagi aparatur sipil negara dan aturan agama yang dianut oleh aparatur sipil negara, serta menolak suap, gratifikasi dan korupsi;Inovasi yang ditunjukkan dengan sistem program yang selalu disempurnakan secara berkala, keterbukaan pegawai dam menerima kritik yang membangun, selalu meningkatkan kompetensi dengan mengikuti asesmen yang berlaku, dan pemanfaatan teknologi dan informasi untuk menjalankan dan mensosialisasikan program;Tanggung jawab ditunjukkan dengan penyelesain program yang cukup tepat sesuai dengan target yang ditentukan, serta menerima evaluasi yang konstruktif dalam program evaluasi triwulan;Keteladanan ditunjukkan dengan palayanan yang baik bagi masyarakat, dan adanya bimbingan dari sejawat aparatur sipil negara serta kepala MIN 1 Lampung Selatan, MIN 2 Lampung Selatan dan MIN 6 Lampung Selatan.