Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEMAMPUAN BELAJAR BERNYANYI PADA BURUNG KENARI JANTAN MUDA (Serinus canaria Linn.) YANG DIDEDAHKAN SECARA LIVE-TUTORING DAN TAPE-TUTORING Ucu Julita; Lulu Lusianti Fitri; Yayu Tsamrotul Fuadah
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burung kenari merupakan burung bernyanyi yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Memiliki variasi warna yang beragam dan kombinasi warna yang unik. Lingkungan sosial merupakan faktor penting dalam proses belajar bernyanyi, beberapa spesies termasuk burung kenari (Serinus canaria Linn.) mampu belajar lebih baik dengan metode pembelajaran secara live-tutoring dari pada secara tape-tutoring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendedahan suara burung kenari jantan dewasa secara tape-tutoring dan live-tutoring terhadap emisi nyanyian burung kenari jantan muda. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan (Februari-Mei 2011). Enam ekor burung kenari jantan muda dan dua burung tutor dibagi kedalam dua kelompok perlakuan proses belajar yaitu kelompok tape-tutoring dan kelompok live-tutoring. Perlakuan pendedahan suara dilakukan setiap pagi dari pukul 10.00-14.00 WIB selama 16 minggu. Hasil analisis suara diuji dengan menggunakan uji t. Penilaian kualitas nyanyian burung kenari muda dilakukan dengan metode pendedahan dan pencuplikan suara serta dianalisis dengan program komputer Avisoft-Sonagraph Pro’. Pencuplikan suara dilakukan hingga diperoleh 50 cuplikan nyanyian setiap bulan selama empat bulan perlakuan dari setiap individu burung. Parameter suara nyanyian yang diukur meliputi: durasi nyanyian, song repertoire, syllable repertoire, repertoire size, dan jumlah tipe silabel dalam satu nyanyian. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa burung kenari jantan muda yang didedahkan secara ‘live-tutoring’ dalam proses pembelajarannya mampu menghasilkan kualitas nyanyian yang paling baik dan berbeda nyata (P
Bioactivity of Sauropus androgynus and Elephantopus scaber to CD4+IL2+ and CD4+IL4+ T Cells Modulation in Balb/c Pregnant Mice Model of Typhoid Yayu Tsamrotul Fuadah; Moch. Sasmito Djati; Sri Widyarti
The Journal of Experimental Life Science Vol. 5 No. 2 (2015)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.997 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2015.005.02.02

Abstract

Pregnant woman have higher risk to get infection, because pregnancy decreasing the cell T activity. Sauropus androgynus and Elephantopus scaber has substance like saponin and flavonoid which has been well known as natural imunomodulator, particularly to increase amount of immunocompetent cell. This research is important to recognize effective supplement supply for immunomodulator of S. androgynus and E. scaber to increase mice's (Mus musculus Balb/c) immune system. This research conducted in seven treatments by 3 repetitions for each treatment by using pregnant mice which has been infected by bacteria Salmonella typhimurium (dose 107 CFU.mL-1). Bacteria are injected to mice intraperitoneal in day 5th after giving combination of extract E. scaber and S. androgynus. The dose of E. scaber and S. androgynus combination are 200; 150:37.5; 100:75; 50: 112.5; 150. Five group of treatment were infected by S. typhimurium. Two other groups were the control, namely negative control which was only given NaCMC 0.05% without infection and positive control which was given NaCMC 0.05% and infected by S. typhimurium. After being injected, treatment was redone till the day of surgery. The surgery was executed in day 12th and 18th of pregnancy. Data were analyzed using ANOVA (p < 0.05) and Duncan test. Result indicated that extract of S. androgynus and E. scaber could increase amount of immune system in pregnant mice. This was indicated from significant increasing in amount of cell T CD4+IL2+ and CD4+IL4+ in pregnant mice which has been infected by S. thypimurium. Formula of extract S. androgynus and E. scaber which could return immune condition was approached condition of healthy pregnant mice such as E. scaber 200 mg.kg-1 BW; E. scaber 100 mg.kg-1 BW and S. androgynus 75 mg.kg-1 BW; E. scaber 50 mg.kg-1 BW and S. androgynus 112.5 mg.kg-1 BW; and S. androgynus 150 mg.kg-1 BW, respectively. Keywords: CD4+IL2+,CD4+IL4+, E. scaber, Immunomodulator, S. androgynus, S. typhimurium
Budaya Kerja Guru Dalam Meningkatkan Mutu Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kabupaten Lampung Selatan Fuadah, Yayu Tsamrotul; Umami, Ida; Pane, Erina
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.7403

Abstract

Budaya kerja guru merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi mutu pendidikan di sebuah lembaga. Budaya kerja yang positif, seperti disiplin, profesionalitas, tanggung jawab, dan komitmen terhadap tugas, berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan produktif. Sebaliknya, budaya kerja yang kurang baik dapat berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan, menghambat perkembangan potensi siswa, dan menurunkan prestasi sekolah secara keseluruhan.  Adapun masalah dalam penelitian di madrasah ibtidaiyah di lampung selatan di antaranya: Bagaimanakah integritas guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah  di Kabupaten Lampung Selatan, Bagaimanakah profesionalitas guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah  di Kabupaten Lampung Selatan, Bagaimanakah inovasi guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah  di Kabupaten Lampung Selatan, Bagaimanakah   tanggung   jawab   guru   dalam meningkatkan mutu Madrasah   Ibtidaiyah   di Kabupaten Lampung Selatan Bagaimanakah keteladanan guru dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah  di  Kabupaten Lampung Selatan.   Penelitian ini menggunakan Pendekatan Deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber Data terdiri dari Pengawas, Kepala Madrasah, siswa dan Guru. Teknik analisa data melalui langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi.Teknik pemeriksaan keabsahan data didasarkan pada tiga kriteria yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.  Penelitian ini mengungkapkan beberapa temuan penting mengenai peran budaya kerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Lampung Selatan Integritas ditunjukkan dengan tekad dan kemauan aparatur sipil negara dan guru untuk berbuat baik, bijaksana dalam menyelesaikan  problem  kerja,  mematuhi  aturan  yang  berlaku bagi  aparatur   sipil  negara  dan  aturan  agama   yang  dianut oleh aparatur sipil negara, serta menolak suap, gratifikasi dan korupsi;Inovasi  yang  ditunjukkan  dengan  sistem  program  yang selalu disempurnakan secara berkala, keterbukaan pegawai dam menerima kritik yang membangun, selalu meningkatkan kompetensi dengan  mengikuti  asesmen    yang    berlaku,    dan pemanfaatan  teknologi  dan  informasi  untuk menjalankan  dan mensosialisasikan  program;Tanggung  jawab ditunjukkan dengan penyelesain program yang cukup tepat sesuai dengan target   yang   ditentukan,   serta menerima  evaluasi   yang  konstruktif  dalam program evaluasi triwulan;Keteladanan ditunjukkan dengan palayanan yang baik bagi masyarakat,   dan   adanya   bimbingan   dari   sejawat    aparatur  sipil negara serta kepala MIN 1 Lampung Selatan, MIN 2 Lampung Selatan dan MIN 6 Lampung Selatan.
Pengaruh Problem Based Learning Berbantu Geoboard terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Kelas IV SD Suryani, Ade; Fuadah, Yayu Tsamrotul; jam, Jam; Rodin, Sahrodin
Absorbent Mind Vol 4 No 2 (2024): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v4i2.6397

Abstract

Improving critical thinking skills is one of the main goals of 21st century education, especially at the elementary school level. This ability is important to help students analyze problems, find solutions, and make decisions logically. However, initial observations showed that fourth-grade students of SD Negeri 1 Jatimulyo still had difficulty in developing this ability, especially in mathematics subjects that require an understanding of abstract concepts. Therefore, innovation in learning models is needed to support the improvement of students' critical thinking skills. One approach that can be used is a problem-based learning model that involves teaching aids, such as a geoboard. A geoboard is a simple but effective teaching aid that can help students understand geometric concepts through exploration and visualization activities. The use of this tool is expected to not only increase students' interest in learning but also hone their critical thinking skills in an interactive and fun way. This study was conducted to examine the effectiveness of this approach in improving students' critical thinking skills.
THE INFLUENCE OF MEDIA ON THE PROMOTION OF SCHOOL FINANCING MANAGEMENT BASED ON SOCIAL CAPITAL EMPOWERMENT Fuadah, Yayu Tsamrotul; Izzah, Azqiya Akidatul; Murtafiah, Nurul Hidayati
JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam) Vol 9, No 1 (2023): JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam)
Publisher : STIT AL MULTAZAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jpgmi.v9i1.182

Abstract

The limited source of education funding in Indonesia is an issue that never stops rolling. Managing school funding sources does not only involve financial, material, and school personnel capital but also related to managing social capital. The selection of social capital as an alternative to madrasah empowerment needs to begin with the formation of critical awareness by each madrasa, that change is a necessity that needs to be done to free madrasahs from helplessness.  Social capital is just one of the other capitals that supports education funding at the macro and micro levels. The application of social capital supported by trust, social norms and social networks in financing education in schools is expected to increase cooperation in order to achieve the common goal of building independent human beings. 
Pengaruh Problem Based Learning Berbantu Geoboard terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Kelas IV SD: The Influence of Geoboard-Assisted Problem Based Learning on Critical Thinking Skills of Fourth Grade Elementary School Children Suryani, Ade; Fuadah, Yayu Tsamrotul; jam, Jam; Rodin, Sahrodin
Absorbent Mind Vol. 4 No. 2 (2024): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v4i2.6397

Abstract

Improving critical thinking skills is one of the main goals of 21st century education, especially at the elementary school level. This ability is important to help students analyze problems, find solutions, and make decisions logically. However, initial observations showed that fourth-grade students of SD Negeri 1 Jatimulyo still had difficulty in developing this ability, especially in mathematics subjects that require an understanding of abstract concepts. Therefore, innovation in learning models is needed to support the improvement of students' critical thinking skills. One approach that can be used is a problem-based learning model that involves teaching aids, such as a geoboard. A geoboard is a simple but effective teaching aid that can help students understand geometric concepts through exploration and visualization activities. The use of this tool is expected to not only increase students' interest in learning but also hone their critical thinking skills in an interactive and fun way. This study was conducted to examine the effectiveness of this approach in improving students' critical thinking skills.