cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI KOTORAN AYAM TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING (Tubifex tubifex) Astuti Kusumorini; Tri Cahyanto; Lutfhi Dewi Utami
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacing sutra adalah salah satu jenis pakan hidup yang disenangi karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutera terdiri dari lumpur dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan media kultur dengan fermentasi kotoran ayam terhadap biomassa dan populasi cacing sutera. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei bertempat di kebun Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Cacing digunakan adalah cacing sutera berukuran 1,4-2,3 cm. Jumlah cacing yang ditebar 10 gram untuk luasan 0,091 m2 dan debit air 0,35 l/menit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan P0 (tanpa pemupukan), P1 (Fermentasi kotoran ayam 75g/ 20 hari), P2 (150g/20 hari), P3 (225g/ 20 hari) dan P4 (300g/ 20 hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pupuk fermentasi kotoran ayam memberikan pengaruh nyata (p
PENAMBAHAN EKSTRAK TOGE PADA MEDIA NATA DE COCO Kelik Putranto; Ahmad Taofik
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata dihasilkan oleh suatu spesies bakteri penghasil asam asetat yaitu Acetobacter xylinum. Bakteri tersebut dapat membentuk polikel tebal (nata) di atas permukaan medium air kelapa. Penambahan ekstrak toge pada media air kelapa bertujuan untuk meningkatkan kandungan Vitamin, Nitrogen dan fosfat agar nata de coco yang dihasilkan lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak toge dalam medium air kelapa yang tepat sehingga diperoleh beberapa karakteristik nata de coco yang baik. Konsentrasi ekstrak toge yang digunakan dalam percobaan ini terdiri dari konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Kriteria pengamatan dalam penelitian ini meliputi pengamatan terhadap sifat kimia, sifat fisik dan sifat organoleptik nata de coco. Pengamatan sifat kimia meliputi kadar air dan kadar serat kasar. Pengamatan sifat fisik meliputi rendemen dan ketebalan, sedangkan pengamatan organoleptik meliputi warna, kekenyalan, dan rasa. Hasil percobaan menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak toge 10% menghasilkan nata de coco dengan karakteristik yang baik. Penetapan ini berdasarkan pada kadar air (95,82%), kadar serat kasar (2,87%), rendemen (98,97%), ketebalan (4,68mm), tingkat kesukaan terhadap warna (skor 4,26), kekenyalan (skor 3,57) dan rasa (skor 4,40) dari total skor 5.
EFISIENSI PUPUK NITROGEN DAN FOSFOR DENGAN PENAMBAHAN PUPUK HAYATI PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) VARIETAS PERTIWI-3 M Subandi; Sofiya Hasani; Wawan Satriawan
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi substitusi relatif pupuk hayati pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - September 2015 di kebun percobaan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK): A=tanpa pemupukan, B=100% NP, C=100% NP + pupuk hayati 50 kg ha-1, D=75% NP + pupuk hayati 50 kg ha-1, E=50% NP + pupuk hayati 50 kg ha-1, F=25% NP + pupuk hayati 50 kg ha- 1, G=75% NP + pupuk hayati 100 kg ha-1, H=50% NP + pupuk hayati 100 kg ha-1, I=25% NP + pupuk hayati 100 kg ha-1. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, berat 100 biji, hasil, relative agronomi effectiveness (RAE) dan efisiensi substitusi relatif (ESR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati pada dosis pupuk NP yang lebih rendah dari rekomendasi belum mampu peningkatkan semua parameter pertumbuhan dan hasil. Efektivitas pupuk hayati masih rendah (RAE
PELABELAN TOTAL TAK TERATUR TOTAL PADA GRAF BUNGA Siti Julaeha; Ita Luspitasari; Esih Sukaesih
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu pelabelan total disebut pelabelan-k total tak teratur total dari jika setiap dua titik dan yang berbeda di memenuhi dan setiap dua sisi dan yang berbeda memenuhi dimana dan . Label minimum pada yang memenuhi pelabelan-k total tak teratur total disebut total irregularity strength pada , yang dinotasikan Pada skripsi ini akan ditentukan nilai total tak teratur total pada graf bunga
Analisis Kandungan Vitamin C Makroalga serta Potensinya bagi Masyarakat di Kawasan Pantai Timur Cagar Alam Pananjung Pangandaran Tia Setiawati; Maitala Sari
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makroalga merupakan sumber terbaharukan yang potensial. Makroalga memiliki kandungan nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, serat, lemak, mineral dan berbagai vitamin. Salah satu vitamin yang terkandung adalah vitamin C yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C makroalga serta potensinya bagi masyarakat di kawasan Pantai Timur Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode jelajah dengan bantuan garis transek, analisis kandungan vitamin C makroalga menggunakan metode iodometri dan kajian potensi makroalga menggunakan metode wawancara. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan kandungan vitamin c pada delapan jenis makroalga yang ditemukan yaitu: Gracillaria eucheumioides 0,0401 mg/g, Halimeda macroloba 0,077 mg/g, Halymenia harveyana 0,036 mg/g, Gracillaria salicornia 0,0559 mg/g, Valoniopsis pachynema 0,0529 mg/g, Gracillaria coronipifolia 0,0478 mg/g, Borgesinia forbesii 0,1121 mg/g, Acanthophora spicifera 0,0459 mg/g. Berdasarkan pengetahuan masyarakat setempat potensi makroalga sebagai bahan pangan (agar), bahan obat dan bahan pakan abalon. Dapat disimpulkan bahwa kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada Borgesinia forbesii 0,1121 mg/g dan terendah terdapat pada Halymenia harveyana 0,036 mg/g serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai potensi makroalga.
RESPONS MENTIMUN JEPANG (Cucumis sativus L.) Var. Roberto TERHADAP PERENDAMAN BENIH DENGAN GIBERELIN (GA3) DAN BAHAN ORGANIK HASIL FERMENTASI (BOHASI) Suryaman Birnadi
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An experiment was conducted to study the effect of plant growth regulator gibberellin (GA3) and banana stem bohasi on growth and results of Japanese Cucumber (Cucumis Satifus L. Var Robberto) has been done in Tolengas, Sumedang since March 2015 to May 2015. Using Randomized Group Design factorial with three replications consisting of two factors. The first factor is the appropriation of plant growth regulator gibberellin (GA3) which consists of: (1) 0 ppm; (2) 100 ppm; (3) 200 ppm; (4) 300 ppm. The second factor is banana stem bohasi consisting of: (1) 0 t ha-1 (2) 10 t ha-1 (3) 20 t ha-1 with the observation parameters plant height, number of leaves, the weight of fresh stover, the weight of dry stover and the weight of the fruit crop on each plant. The results showed that no interaction between the administration of growth regulator gibberellin (GA3) and banana stem bohasi fertilizer on all parameters of observation. Best effect is shown by the plants treated with growth regulator gibberellin (GA3) concentration of 200 ppm (g2) and banana stem Bohasi manure 20 t ha-1 parameter on plant height, number of leaves, the weight of fresh stover and the weight of the fruit crop on each plant.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN EM4 (Effective Microorganisms-4) PADA FERMENTASI LIMBAH PADAT BIOETANOL TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR Yani Suryani; Iman Hernaman; Neng Hilma Hamidah
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya penggunaan bahan bakar nabati atau yang sering disebut bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak fosil sedang ditingkatkan. Selain lebih ramah lingkungan, mampu diproduksi secara terus menerus, juga bahan yang digunakan untuk membuat bioetanol sangat banyak terdapat di alam termasuk bermacammacam limbah. Salah satu bahan baku pembuatan bioetanol yang sudah banyak digunakan adalah singkong. Proses pembuatan bioetanol menghasilkan limbah baik padat ataupun cair. Keberadaan limbah padat bioetanol biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan menurunkan serat kasar limbah padat bioetanol sehingga bisa dijadikan pakan yang lebih baik untuk pertumbuhan hewan ternak. Limbah bioetanol difermentasi dengan EM4 (Effective Microorganisms 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pada faktorial 5 x 2 dengan 5 kali pengulangan. Faktor pertama adalah perlakuan EM-4, yaitu A=0%, B=0.25%, C=0.5%, D=0.75%, dan E=1%. Masing-masing unit percobaan menggunakan 250 g sampel limbah. Faktor kedua adalah lamanya fermentasi yaitu selama 4 hari dan 8 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu penambahan EM-4 sebanyak 1% yang difermentasi selama 4 hari adalah yang terbaik, dengan kandungan protein 3.53% dan kandungan serat kasar 13.19%.
PERBEDAAN KEANEKARAGAMAN DAN KOMPOSISI DARI SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA ZONASI DI HUTAN GUNUNG GEULIS SUMEDANG Ida Kinasih; Tri Cahyanto; Zhia Rizki Ardian
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman merupakan salah satu indikator kestabilan suatu komunitas. Salah satu sumber daya yang berperan dalam komunitas adalah serangga permukaan tanah. Serangga sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati memiliki peranan penting dalam jaring makanan yaitu, sebagai herbivor, karnivor, dan detrivor. Hutan Gunung Geulis yang sebagian dikelola masyarakat berpengaruh pada kelimpahan, distribusi dan keanekaragaman jenis biota penghuni Hutan termasuk serangga permukaan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi serangga permukaan tanah pada dua zonasi di Hutan Gunung Geulis yang berbatasan dengan desa Jatiroke. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2014 dengan menggunakan metode survei yaitu pengambilan sampel serangga secara langsung dengan menggunakan pitfall trap. Setiap zonasi dipasang 30 pitfall trap. Jebakan dipasang selama 24 jam dan dilakukan sampling setiap satu minggu sekali selama 5 minggu. Selain itu juga mencatat faktor lingkungan seperti kelembaban tanah, pH tanah, dan ketebalan seresah. Hasil penelitian didapat pada zona 2 (600 mdpl) terdapat jumlah individu serangga yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan zona 1 (400 mdpl), dengan komposisi serangga 7 ordo dengan 14 famili dari (1001 individu) pada zona 1, sedangkan pada zona 2 didapatkan 6 ordo dengan 13 famili dari (1077 individu). Adanya perbedaan pH tanah, ketebalan serasah, serta vegetasi pada kedua zona tersebut memungkinkan adanya perbedaan keanekaragaman dan komposisi serangga tanah.
RANCANG BANGUN SIMULASI MOBILE IP PADA JARINGAN WLAN Eki Ahmad Zaki
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile IP (MIP) adalah mekanisme adelivery untuk mengirim alamat IP yang sebelumnya digunakan sehingga ketika perangkat terhubung Local Area Networks Wireless (WLAN) tidak perlu melakukan konfigurasi ulang saat bergerak. Mekanisme kerja pada rancangan ini adalah Mobile Node (MN) pada posisi awal berada di area Access Point 1 (AP 1) dengan ip address 10.1.1.1 atau pada area Home Agent (HA), hal ini memungkinkan Corresspondent Node (CN) berkomunikasi langsung dengan MN. Kemudian MN berpindah tempat pada coverage area AP 2 sehingga CN mengalami putus komunikasi dengan MN. Agar dapat tetap berkomunikasi antara CN dengan MN maka digunakan transfer data dengan tunneling.
SETTLEMENT KHAS BEBERAPA JENIS TANAH Encu Sutarman
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consolidasi atau proses keluarnya air pori dari ruang pori akibat adanya beban diatas tanah dasar berupa timbunan atau beban konstruksi menyebabkan tejadinya settlement atau penurunan. Pekerjaan timbunan menyangkut permasalahan beban dan consolidasi serta settlement yang akan berpengaruh terhadap stabilitas konsruksi diatas timbunan sehingga perlu kajian awal untuk dapat mengetahui salah satu karakteristik tanah dasar konstruksi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya settlement khas dari jenis - jenis tanah yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi. Dari rekayasa geoteknik, makro struktur lebih penting karena dapat mengontrol perilaku rekayasa dari tanah seperti halnya: Kekuatan geser tanah, settlement dan displacement serta drainase.Struktur tanah menghasilkan respon terhadap perubahan eksternal didalam lingkungan seperti halnya beban, air, temperatur serta faktor – faktor lainnya. Kemampuan fluida untuk mengalir melalui media yang porous merupakan sifat teknis yang disebut daya rembesan atau permeabilitas, dimana fluida itu air dan media porous merupakan massa tanah. Tahanan geser tanah ditentukan oleh besarnya tegangan effektif didalam tanah, tegangan effektif tidak dapat ditentukan secara langsung tetapi harus diketahui tegangan total dan tekanan air pori. Penurunan (settlement) terjadi jika material tanah menerima beban diatasnya. Settlement yang terjadi merupakan perubahan regangan sepanjang kedalaman. Indek tekanan atau indek kompresi Azzouz, 1976 mengusulkan; Tanah tidak organis dan tanah organis. Metode analisis yang digunakan berlandaskan pada parameter jenis tanah berdasarkan Terzaghi dan Peck 1976. Analisis tegangan akibat beban serta penambahan tekanan vertical ∆σv dari persamaan Bousinesq (1885). Analisis geoteknik dapat menentukan dan mengetahui penyebab terjadinya settlement yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi, pengaruh consolidasi serta permeabilitas pada tanah dasar timbunan. Analisis ini juga berdasarkan sifat physis tanah serta kuat geser tanah. Berdasarkan hasil analisis; a. Beban 100 kN berupa timbunan/ konstruksi yang mana settlement untuk ketebalan tanah dasar 5 m: rasio settlement soft montmorillonite clay terhadap soft very organic clay sebesar137,6%. dan rasio settlement bog peat terhadap pen peat sebesar184%. b. Settlement merupakan fungsi (Cc) atau fungsi (Is) besarnya berbanding lurus dengan Indeks Tekanan Cc atau Indeks Settlement Is. Settlement yang terjadi untuk Bog peat melebihi ketebalan tanah dasarnya sehingga perlu evaluasi pengaruh hilangnya tegangan akibat beban metode Bousinesq, mengetahui hilangnya tegangan dikedalaman tertentu akibat beban dapat dijadikan batas maksimum settlement yang terjadi.