cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro
ISSN : -     EISSN : 24077933     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro aims to provide a forum for researches on agrotechnology science to publish the articles about plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, and plant protection issues.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2025)" : 13 Documents clear
Perbaikan sifat tanah eks-likuifaksi melalui amandemen bahan organik serta implikasinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lokal palu Sudewi, Sri; Minarni; Bangkele, Lisa Indriani; Jumardin; Sayani
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.51372

Abstract

Tanah bekas likuifaksi umumnya memiliki kandungan bahan organik sangat rendah (<1%), struktur tanah rusak, porositas tidak stabil, serta aktivitas mikroba yang menurun sehingga memerlukan amandemen organik untuk memulihkan sifat fisik, kimia, dan biologinya. Pupuk kandang sapi menjadi pilihan solusi karena kaya C-organik dan unsur hara makro serta mudah terdekomposisi, sedangkan arang sekam berperan memperbaiki aerasi dan porositas tanah berpasir. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pupuk kandang sapi dan arang sekam sebagai bahan amandemen tanah eks-likuifaksi di Desa Jono Oge serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lokal Palu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, yaitu amandemen tanah + pupuk kandang (1:1), tanah + arang sekam (1:1), tanah + pupuk kandang + arang sekam (1:1:1), tanah + pupuk kandang (2:1), tanah + arang sekam (2:1), tanah + pupuk kandang + arang sekam (2:1:1), dan tanah tanpa amandemen sebagai kontrol dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi tanah bekas likuifaksi, pupuk kandang dan arang sekam rasio 1:1:1 memiliki tinggi tanaman (44,50 cm), bobot segar umbi (20,70 g), dan bobot kering umbi (8,97 g) bawang merah lokal palu tertinggi. Aplikasi bahan organik dengan proporsi seimbang terbukti efektif merehabilitasi tanah bekas likuifaksi dan meningkatkan produktivitas bawang merah lokal Palu sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi pertanian berkelanjutan pada lahan pasca bencana. ABSTRACT Post-liquefaction soil has very low organic matter content (<1%), damaged soil structure, unstable porosity, and decreased microbial activity, so it requires organic amendments to restore its physical, chemical, and biological properties. Cow manure is a solution of choice because it is rich in organic carbon and macronutrients and is readily decomposed, while rice husk charcoal improves aeration and porosity in sandy soil. This study aims to assess the effectiveness of cow manure and rice husk charcoal as amendments to post-liquefaction soil in Jono Oge Village and their impact on the growth and yield of local shallots in Palu. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments:  soil + manure (1:1), soil + rice husk charcoal (1:1), soil + manure + rice husk charcoal (1:1:1), soil + manure (2:1), soil + rice husk charcoal (2:1), soil + manure + rice husk charcoal (2:1:1), and soil without amendment as a control with five replications. The parameters observed were soil physical, chemical, and biological properties, plant growth and yield. The results showed that manure and rice husk charcoal in a ratio of 1:1:1 produced the highest of height (44.50 cm), fresh weight of bulbs (20.70 g), and dry weight of bulbs (8.97 g) of local Palu shallot plants. Organic materials application in balanced proportions has been proven effective in rehabilitating liquefied soil and increasing local Palu shallots productivity, suggesting its potential as a sustainable agricultural strategy in post-disaster areas.
Introducing microbial-coated fertilizer to increase the yield and quality of broccoli in a pot experiment Hindersah, Reginawanti; Rochimi Setiawati, Mieke; Rahmatika Risanti, Rara; Aditya, Fasa; Bina Nugraha, Gita
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.51511

Abstract

Increasing broccoli yield and quality is essential to meet consumer expectations for nutrient-rich vegetables. Implementing a balanced mix of chemical fertilizers and biofertilizers may support this goal. A greenhouse experiment was conducted to examine the effect of Bacillus-coated NPK combined fertilizer (BCN) on the growth, nutrient uptake, yield, and vitamin content of broccoli heads. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with seven treatments and four replications. These treatments included different combinations of BCN type and dose, two levels of NPK, and a control without fertilizer. Results showed that BCN did not affect plant growth or N, P, and K content in the soil, but it increased the chlorophyll content index, nutrient uptake, and the shoot-to-root ratio. Although BCN did not influence yield, it enhanced Vitamin B-complex and K levels in the broccoli heads. The study concluded that in this short-term experiment, BCN improved N, P, and K levels in the shoots and increased the nutritional value of broccoli heads.  ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NBB tidak memengaruhi pertumbuhan tanaman dan kandungan N, P, dan K dalam tanah, tetapi meningkatkan indeks kandungan klorofil, penyerapan hara, dan rasio pucuk terhadap akar. Meskipun tidak mempengaruhi hasil panen, NBB meningkatkan vitamin B kompleks dan K di bunga brokoli.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam percobaan jangka pendek, NBB meningkatkan nutrisi N, P, dan K  pada tajuk serta nilai gizi bunga brokoli.
Analisis jalur antara dosis pupuk kalium dengan fisiologi, pertumbuhan, dan hasil hanjeli pulut Wicaksono, Fiky Yulianto; Qinthara Nail Haysa; Yuwariah, Yuyun; Irwan, Aep Wawan; Nurmala, Tati; Umiyati, Uum
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.52192

Abstract

Kalium merupakan unsur hara yang berperan penting pada produksi tanaman serealia, namun peranannya pada tanaman hanjeli pulut (Coix lacryma-jobi L. var. ma-yuen) masih belum diungkapkan dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh langsung maupun tidak langsung pupuk kalium terhadap karakter fisiologi, pertumbuhan, dan hasil tanaman hanjeli. Percobaan dilakukan dari bulan Januari sampai Mei 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, pada ketinggian 750 m di atas permukaan laut dengan ordo tanah Inceptisols. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk KCl, yaitu 0; 62,5; 125; 250; 375; dan 500 kg ha-1. Pengamatan dilakukan pada indeks kandungan klorofil, konduktansi stomata, indeks luas daun, bobot biomassa, nisbah pupus akar, jumlah srisip, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah malai per anakan, jumlah biji per malai, bobot 100 butir, dan bobot biji per tanaman. Analisis data menggunakan korelasi Pearson dan Analisis Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kalium berpengaruh langsung terhadap indeks kandungan klorofil, konduktansi stomata, jumlah srisip per anakan, jumlah malai per anakan, jumlah biji per malai, dan bobot biji per tanaman. Pengaruh tidak langsung dosis pupuk kalium terjadi pada komponen pertumbuhan, yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, nisbah pupus akar, dan indeks luas daun, melalui jalur komponen fisiologi. Dosis pupuk kalium juga mempengaruhi jumlah anakan produktif secara tidak langsung melalui jalur komponen fisiologi dan komponen pertumbuhan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa kekurangan kalium dapat dilihat lebih dini melalui pengukuran komponen fisiologi. ABSTRACT Potassium is a nutrient that plays a crucial role in cereal crop production, but its role in Job's tears (Coix lacryma-jobi L.) remains unclear. This study aims to find the direct and indirect effects of potassium fertilizer on the physiological characteristics, growth, and yield of Job's tears. The experiment was conducted from January to May 2024 at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, at an altitude of 750 m above sea level, with Inceptisols as the soil order. The experimental design employed a Randomized Block Design (RBD), comprising six treatments and four replications. The treatments applied were KCl fertilizer doses, namely 0, 62.5, 125, 250, 375, and 500 kg ha-1. Observations were made on the chlorophyll content index, stomatal conductance, leaf area index, biomass weight, shoot-to-root ratio, number of shoots, number of tillers, number of productive tillers, number of panicles per tiller, number of seeds per panicle, weight of 100 grains, and weight of seeds per plant. Data analysis used Pearson correlation and Path Analysis. The results showed that potassium dose directly affected the chlorophyll content index, stomatal conductance, number of shoots per tiller, number of panicles per tiller, number of seeds per panicle, and seed weight per plant. The potassium dose affected growth components, including plant height, number of tillers, root drop ratio, and leaf area index, indirectly through the physiological component pathway. The dose of potassium fertilizer also affected the number of productive tillers indirectly through the physiological and growth components pathway. The results of this study indicated that early detection of potassium deficiency is possible by assessing physiological components.

Page 2 of 2 | Total Record : 13