cover
Contact Name
Hero Patrianto
Contact Email
jurnal.atavisme@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atavisme@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Buduran, Sidoarjo 61252, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
ISSN : 1410900X     EISSN : 25035215     DOI : 10.24257
Core Subject : Education,
Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Juni dan Desember.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME" : 8 Documents clear
UNSUR BUDAYA MATERIAL DALAM NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI Hikmasari, Miftahurohmah; Sahayu, Wening
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.63 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.586.200-216

Abstract

This research aims to classify the term of material culture containing in the Entrok novel written by Okky Madasari. This research also provided an analysis related to the underlying reason for the cultural terms which are included in the category of the terms of material culture. In particular, the discussed problems in the present research involve the terms of material culture which only exist in Indonesia and mostly related to the Javanese culture. This research is qualitative descriptive research. The result shows that there are six categories of material culture terms consisting of food, house, clothes, transportation, daily equipment, and art instruments. The findings reveal 53 terms dividing into: (1) 25 food terms, (2) 10 houses terms, (3) 9 clothes terms, (4) 3 transportation terms, (5) 3 daily equipment terms, and (6) 3 art instruments terms. These terms are material culture terms representing the characteristic of Indonesian culture.
HASRAT SARTIKA SARI DALAM KUMPULAN PUISI ELEGI TITI GANTUNG: PERSPEKTIF PSIKOANALISIS LACANIAN Anggreini, Heny; Pujiharto, Pujiharto
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.981 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.585.144-158

Abstract

Penelitian ini untuk menyelidiki hasrat subjek Sartika melalui puisi-puisinya yang terkumpul dalam antologi puisi Elegi Titi Gantung sebagai upaya mengungkapkan ke-diri-an subjek yang selalu tersembunyi karena direpresi oleh aturan, hukum, dan budaya. Tujuan tersebut muncul karena subjek (manusia) tidak pernah benar-benar mengetahui hasratnya. Hasrat tersebut selalu digantikan dengan objek hasrat yang lain. Berdasarkan permasalah tersebut, maka persoalan yang diangkat adalah (1) bagaimana rangkaian penanda sebagai manifestasi hasrat Sartika Sari melalui mekanisme metafora dan metonimia dalam kumpulan puisi Elegi Titi Gantung? (2) Bagaimana hasrat Sartika Sari yang termanifestasikan dalam kumpulan puisi Elegi Titi Gantung? Penelitian ini menggunakan perspektif Lacanian, yaitu untuk menemukan kondisi bawah sadar subjek (penyair). Hasil penelitian ini adalah Sartika berhasrat untuk menjadi perempuan eksis dan menjadi perempuan idaman. Menjadi perempuan eksis akan menunjukkan keberadaan diri Sartika sebagai subjek di tatanan Simbolik. Sementara, menjadi perempuan yang diidamkan merupakan bentuk negosiasi Sartika pada dirinya yang menginginkan kebebasan.
EKSISTENSI KEARIFAN LOKAL MADURA DI ERA MODERN DALAM KUMCER CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN Farida, Nur; Andalas, Eggy Fajar
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.388 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.581.217-232

Abstract

Kearifan lokal menjadi sumber pengetahuan dan pandangan dunia masyarakat pemiliknya. Akan tetapi, modernitas dan berbagai perkembangannya yang sering dipersepsi sebagai sebuah tata nilai baru yang lebih unggul dibanding nilai lokal memberikan ancaman terhadap eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal Madura dan eksistensinya di era modern. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas karya Zainul Muttaqin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak-catat. Teknik analisis data dilakukan dengan penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Madura lebih didominasi oleh sejumlah tata nilai yang bersifat sakral dengan mengedepankan pada aspek-aspek spiritualitas orang Madura. Berbagai kearifan lokal tersebut harus bergulat dengan dirinya sendiri dan pengaruh dari luar untuk tetap dapat bertahan. Di era modern ini, kearifan lokal Madura berada dalam ambang pergeseran, yaitu pemertahanan terhadap sejumlah tata nilai luhur yang telah diwariskan selama bergenerasi atau ikut dalam arus modernisasi yang mengedepankan pembangunan dan rasionalitas.    
PEREMPUAN DAN KEMATIAN: DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN APPOINTMENT IN SAMARRA KARYA W. S. MAUGHAM Rahmat Setiawan; Sri Nurhidayah
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.247 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.576.159-171

Abstract

William Somerset Maugham's short story “The Appointment in Samarra” (1933) narrates a theme of how someone cannot avoid death, but the death is represented through a female figure. The research aims to expose a critic toward the representation of death through female character which is a cultivation of patriarchal ideas through literary works. This research used deconstruction framework as a reference to expose the paradox between woman and death. This was a qualitative research with an intertextuality approach. The data were in the form of quotations in the text and the source of the data was William Somerset Maugham’s short story “The Appointment in Samarra”. The data were collected through documentation technique and analysed with interpretation method. The results showed that the representation of death through woman was a patriarchal discourse and, with deconstructive reading, the narrative presented a paradoxical side; on one side, it presented that woman had horrible character, but on the other side, the horrible character implied power. Dismantling of the patriarchal discourse made the decon-structive process in this text became study of feminist deconstruction.
HEROIC JOURNEY OF KATNISS EVERDEEN IN SUZANNE COLLINS' NOVEL CATCHING FIRE Fakhruddin, Rohmat Anang
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.138 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.553.233-245

Abstract

This  research  aims  to reveal  the  journey  of  Katniss  Everdeen  by using monomyth cycle in Suzanne Collins? novel Catching  Fire (2009).  This research used  the  literary criticism that employs the monomyth cycle of Joseph  Campbell. The monomyth theory was used to explore Katniss? heroic journey within the novel Catching Fire.  All data were classified into the following stages of monomyth cycle: departure, initiation, and return. Each stage represented the development of Katniss?s traits during her journey. From the analysis, it was discovered that Katniss began her journey by adapting herself in Victor?s Village after winning the 74th Hunger Games. She began her journey after President Snow provided her a challenge to convince him to reduce the uprising acts in each District. She refused to return home since she must rescue Peeta. Therefore, this paper concludes that this novel can be a continuity step of Katniss? Journey for transforming herself to be a heroine at the end of her Journey.
CERITA PENDEK MALAYSIA: INTERAKSI SIMBOLIK UNTUK MEMBANGUN CITRA ETNIS CINA Anwar, M. Shoim
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.296 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.575.185-199

Abstract

Abstrak: Jumlah penduduk dari ethnic China di Malaysia menduduki urutan ketiga, setelah etnik Melayu dan India.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi simbolik untuk membangun citra etnik China di Malaysia dalam kumpulan cerpen Menara 7.  Dengan meminjam teori interaksi simbolik sebagai dasar,  dalam cerpen-cerpen yang ditulis oleh pengarang beretnik China, usaha membangun citra ditampakkan melalui penggunaan judul, penokohan, serta  misi budaya di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa cerita pendek juga digunakan untuk sarana diplomasi budaya secara intern, sebagai menifestasi sastra bertendes.          
KONSTRUKSI IDENTITAS DIRI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL HEBI NI PIASU DAN HAIDORA KARYA KANEHARA HITOMI Friandini, Asri Rizki; Rahayu, Lina Meilinawati; Saleha, Amaliatun
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.322 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.580.129-143

Abstract

Seseorang membentuk identitas bukan hanya dari pengaruh lingkungan sosial saja namun juga kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi identitas diri tokoh utama di dalam 2 novel Jepang yang berjudul ?Hebi ni Piasu? dan ?Haidora? karya Kanehara Hitomi. Novel ini mendeskripsikan pembentukan identitas diri dan ditampilkan melalui tubuh serta busana yang mana pembentukan ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial serta kecemasan. Terlebih lagi, di Jepang dikenal istilah ikizurasa yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kosong dan terisolir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Data dalam analisis ini didapatkan dari dua novel karya Kanehara Hitomi yang berjudul ?Hebi ni Piasu? dan ?Haidora?. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini adalah teori identitas diri. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi identitas diri tokoh utama terbentuk karena pengaruh dari diri dan kecemasan serta lingkungan sosial. Tokoh utama kedua novel juga menunjukkan bahwa mereka menggunakan konstruksi identitas diri ini sebagai alat untuk bertahan hidup.
TUBUH, SUBJEK SEKSUAL, DAN KEKUASAAN DALAM NOVEL TELEMBUK: DANGDUT DAN KISAH CINTA YANG KEPARAT KARYA KEDUNG DARMA ROMANSHA Santoso, Joko
ATAVISME Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v22i2.587.172-184

Abstract

Women's bodies as sexual objects are always in power relations. In Telembuk Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat, the characters of Diva and Mak Dayem are the representations of women's bodies as well as sexual objects in the power relation circle. This study aims to illustrate how women (Diva and Mak Dayem) compete with power by trying to make their bodies as sexual subjects in the novel Telembuk. The theory used in this study was the Power of Discourse theory proposed by Michel Foucault. According to the type of data, this study was a qualitative research. The data source was Kedung Darma Romansha?s novel Telembuk: Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat published in 2017. This study used discursive formation method to analyse the data. The results of this study were 1) the metaphysical body becomes the strategy of telembuk women to utter anti-power, 2) telembuk as a woman strategy to be a sexual subject.

Page 1 of 1 | Total Record : 8