cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2.1 (2017)" : 39 Documents clear
Pengaruh Kegiatan Penyuluhan terhadap Pengetahuan dan Sikap Kesehatan Reproduksi Remaja Siswa-siswi SMAN 5 Mataram Wulandari, Fitri; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Pujiarohman, Pujiarohman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini, remaja rentan dan berisiko terhadap masalah kesehatan reproduksi seperti seks pranikah, HIV AIDS, kehamilan dan aborsi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dan sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi. Perlu ada pendidikan untuk mencegah terjadinya masalah terkait kesehatan reproduksi, salah satunya melalui penyuluhan. Tujuan: Mengetahui pengaruh kegiatan penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja siswa-siswi SMAN 5 Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimental one group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 5 Mataram yang berjumlah 61 orang yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Subyek diberi kuesioner untuk pretest dilanjutkan dengan penyuluhan. Setelah itu dilakukan diskusi atau sesi tanya jawab dan diberi posttest pada akhir penyuluhan. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap rerata pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja setelah dilakukan penyuluhan. Rerata pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sebelum kegiatan penyuluhan adalah 16,36 dan sesudah kegiatan penyuluhan rerata pengetahuan meningkat menjadi 18,26. Peningkatan terjadi sebesar 11,61%. Sedangkan rerata sikap kesehatan reproduksi remaja sebelum kegiatan penyuluhan adalah 24,13 dan sesudah kegiatan penyuluhan meningkat menjadi 25,44. Peningkatan terjadi sebesar 5,42%. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p<0,05, hal ini menunjukkan adanya pengaruh kegiatan penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja. Kesimpulan: Penyuluhan meningkatkan pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja siswa-siswi SMAN 5 Mataram secara signifikan.
Perbedaan Total Lesi Wajah Sebelum dan Sesudah Aplikasi Sabun Wajah dengan Kandungan 1,5% Triklosan pada Akne Vulgaris Derajat Ringan-Sedang Afifah, Hanan; Hidajat, Dedianto; Widiastuti, Ida Ayu Eka
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Akne vulgaris merupakan self-limited disease dengan mikroorganisme komensal seperti P.acne pada permukaan kulit dan duktus yang terjadi terutama pada remaja. Membersihkan wajah dengan sabun lembut dan mengandung antibakteri merupakan salah satu standar terapi akne vulgaris derajat ringan hingga sedang yang efektif serta berhubungan dengan penurunan jumlah total lesi akne vulgaris. Tujuan: Mengetahui perbedaan total lesi wajah sebelum dan sesudah penggunaan sabun wajah dengan kandungan 1,5% triklosan pada akne vulgaris derajat ringan-sedang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain uji klinik acak buta ganda. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 59 responden yang merupakan santri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunung Sari, Lombok Barat berusia 15-19 tahun dengan akne vulgaris derajat ringan hingga sedang. Sampel terbagi menjadi kelompok kontrol yang menggunakan sabun plasebo dan kelompok perlakuan yang menggunakan sabun Phisohex® masing-masing selama 14 hari. Hasil: Pada penelitian menunjukkan perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemakaian sabun Phisohex® dan sabun plasebo dengan nilai p=0,000 (p<0,05) pada masing-masing kelompok. Persentase penurunan lesi sebesar 42,48% pada kelompok Phisohex® dan 38,98% pada kelompok plasebo. Terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah total lesi akne vulgaris pada kelompok yang mencuci wajah dengan sabun Phisohex® dengan kelompok yang mencuci wajah dengan sabun plasebo, p=0,007 (p<0,05) (p=0,007; CI 95%). Kesimpulan: Persentase penurunan jumlah total lesi akne vulgaris pada kelompok Phisohex® lebih besar dibandingkan dengan kelompok plasebo. Sabun Phisohex® lebih efektif dibandingkan sabun plasebo.
Perbedaan Total Lesi Wajah Sebelum dan Sesudah Aplikasi Sabun Wajah yang mengandung Chlorhexidine Digluconate 0,1% terhadap Akne Vulgaris Derajat Ringan-Sedang Yuniartiningtyas, Pitaloka; Hidajat, Dedianto; Widiastuti, Ida Ayu Eka
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Akne vulgaris merupakan self-limited disease dengan mikroorganisme komensal seperti P.acne pada permukaan kulit dan duktus yang terjadi terutama pada remaja. Membersihkan wajah dengan sabun lembut dan mengandung antibakteri merupakan salah satu standar terapi akne vulgaris derajat ringan hingga sedang yang efektif serta berhubungan dengan jumlah total lesi akne vulgaris. Tujuan: Mengetahui perbedaan total lesi akne derajat ringan-sedang pada wajah sebelum dan sesudah penggunaan sabun pencuci wajah yang mengandung chlorhexidine digluconate 0,1%. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain uji klinik acak buta ganda. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 59 responden yang berasal dari Siswa Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunung Sari, Lombok Barat. Sampel terbagi menjadi kelompok kontrol yang menggunakan sabun plasebo dan kelompok perlakuan yang menggunakan sabun masing-masing selama 14 hari. Hasil: Pada penelitian menunjukan perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemakaian sabun plasebo dan sabun Topicare®, dengan p=0,000 (p<0,05) pada masing-masing kelompok. Persentase penurunan lesi sebesar 35,75% pada kelompok dan 38,98% pada kelompok plasebo. Terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah total lesi akne vulgaris pada kelompok yang mencuci wajah dengan sabun Topicare® dengan kelompok yang mencuci wajah dengan sabun plasebo, p=0,001 (p<0,05) (p=0,001; CI 95%). Kesimpulan: Persentase penurunan jumlah total lesi akne pada kelompok plasebo lebih besar dibandingkan dengan kelompok Topicare®. Sabun plasebo lebih efektif dibandingkan sabun Topicare®.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinifera) terhadap Kadar High Density Lipoprotein (HDL) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus ) Jantan yang Diinduksi Hiperkolesterol Fitriani, Tri Anna; Lestarini, Ima Arum; Priyambodo, Seto
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anggur hitam sebagai tanaman lokal diduga dapat digunakan sebagai bahan untuk mencegah aterosklerosis, dan hiperlipidemia. Buah anggur hitam (Vitis vinifera) memiliki kandungan antioksidan flavonoid yang tinggi. Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera) terhadap kadar HDL pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi hiperkolesterol. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimen dengan rancangan penelitian post test only randomized controlled group design. Hewan percobaan yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan strain Wistar sebanyak 24 ekor tikus. Tikus putih tersebut dibagi menjadi 6 kelompok yaitu K1 diberi diet normal, K2 diinduksi hiperkolesterol, K3 diinduksi hiperkolesterol dan larutan simvastatin, kelompok (P1, P2, P3) diinduksi hiperkolesterol dan diberikan ekstrak buah anggur hitam dengan dosis 200 mg, 400 mg, dan 800 mg. Kadar HDL yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik non parametrik Kruskal Wallis. Hasil : Rerata kadar HDL paling rendah dan paling tinggi ditemukan pada kelompok K1 dan K3 yaitu 15± 8,1 mg/dl dan 28,25 ± 12,99 mg/dl. Rerata kadar HDL pada kelompok K2 yaitu 19,25 ± 6,55 mg/dl, sedangkan rerata HDL pada kelompok P1, P2, P3 berturut-turut adalah 18,5 ± 5,06 mg/dl, 21,75 ± 14,77 mg/dl, 22,25 ± 10,84 mg/dl. Kesimpulan : Pemberian ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera) pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dengan dosis 200 mg, 400 mg, dan 800 mg belum dapat meningkatkan rerata kadar HDL.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinifera) terhadap Kadar Trigliserida Darah pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan yang Diinduksi Hiperkolesterol Hapsari, Dita Nur; Lestarini, Ima Arum; Priyambodo, Seto
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, sekitar 7,2% penduduk menderita Penyakit Jantung Koroner. Penyakit Jantung Koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan karena penyempitan arteri koronaria akibat proses aterosklerosis. Faktor resiko penyebab aterosklerosis antara lain hiperlipidemia, kebiasaan merokok, diebetes millitus, kurangnya aktifitas, dan stress. Hiperlipidemia merupakan kenaikan kadar kolesterol, trigliserida ataupun keduanya. Aterosklerosis dapat dicegah dengan mengubah pola hidup dengan memperhatikan pola makan yang sehat salah satunya dengan buah anggur hitam. Kadar flavonoid pada anggur hitam meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga berpengaruh terhadap kadar trigliserida serum. Metode: Desain penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Besar sampel penelitian adalah 24 ekor, dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal (K1), kelompok yang diinduksi hiperkolesterol 28 hari (K2), kelompok yang diinduksi simvastatin 14 hari (K3), kelompok perlakuan dengan dosis anggur hitam selama 14 hari masing-masing 200 mg/200 grBB/hari (P1), 400 mg/200 grBB/hari (P2), dan 800 mg/ 200grBB/hari (P3).Selanjutnya data akan dianalisa dengan uji One-way ANOVA. Hasil: Nilai rerata kelompok normal (K1) adalah 42,8 ± 24,7 kelompok K2 adalah 59,3 ± 30,4 gr/dl , K3 adalah 63,0 ± 23,2 gr/dl. Nilai kelompok perlakuan dosis berturut-turut P1 adalah 90,3 ± 30,8 gr/dl, P2 adalah 55,3 ± 41 gr/dl, dan P3 adalah 50,3 ± 14,7 gr/dl. Dari uji statistik menggunakan One-way ANOVA didapatkan nilai p 0,311 (p>0,05) yang dapat diartikan bahwa tidak ada penurunan kadar trigliserida secara bermakna. Simpulan: Pemberian ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera. L) tidak berpengaruh secara bermakna terhadap perbedaan rerata kadar trigliserida darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang diinduksi hiperkolesterol
Pengaruh Pemberian Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinifera) terhadap Kadar Kolesterol Total pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus ) yang Diinduksi Hiperkolesterol Ramadhani, Arsy Cahya; Lestarini, Ima Arum; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Buah anggur merupakan pangan fungsional yang memiliki kandungan polifenol tinggi diantaranya senyawa flavonoid dan resveratrol yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera) terhadap penurunan kadar kolesterol total pada tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperkolesterol. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Post Test Only Controlled Group Design. Sampel penelitian adalah 24 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok K1 hanya diberikan pakan konsentrat tanpa induksi hiperkolesterol, kelompok K2 hanya diinduksi hiperkolesterol, kelompok K3 diinduksi hiperkolesterol dan diberi simvastatin, kelompok P1, P2, dan P3 diinduksi hiperkolesterol dan diberi ekstrak anggur hitam dengan dosis masing-masing 1 g/kgBB/hari, 2 g/kgBB/hari, dan 4 g/kgBB/hari selama 14 hari. Pengaruh pemberian ekstrak anggur hitam dievaluasi dengan pengukuran kadar kolesterol total. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Kruskal-Wallis. Hasil : Rerata kadar kolesterol total pada kelompok K1, K2, K3, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 39,75 ± 4,65 mg/dl; 44,50 ± 3,00 mg/dl; 42,25 ± 4,65 mg/dl; 41,75 ± 8,88 mg/dl; 38,00 ± 14,79 mg/dl; 43,75 ± 6,70 mg/dl. Hasil uji statistik dengan Kruskal-wallis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,781 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada setiap kelompok. Kesimpulan : Pemberian ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera) tidak memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total pada tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperkolesterol.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinifera) terhadap Kadar LDL pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus ) yang Diinduksi Hiperkolesterol Anggarini, Ni Kadek Widya; Lestarini, Ima Arum; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anggur hitam (Vitis vinifera) memiliki pigmen warna gelap yang memiliki kandungan antioksidan flavonoid tinggi yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera) terhadap penurunan kadar kolesterol LDL tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperkolesterol. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan pengambilan data sesudah perlakuan. Sampel yang digunakan adalah tikus wistar jantan dewasa berjumlah 24 ekor. Tikus dibagi dalam 6 kelompok yaitu satu kelompok merupakan kelompok normal (KN). Dua kelompok tikus merupakan kelompok kontrol, yaitu kelompok kontrol negatif yang diinduksi hiperkolesterol saja dan kelompok kontrol positif yang diinduksi hiperkolesterol dan diberikan simvastatin. Tiga kelompok yang lain merupakan kelompok perlakuan (P1, P2, P3) yang dibedakan berdasarkan dosis pemberian ekstrak buah anggur yaitu 1g/kgBB/hari, 2g/kgBB/hari, 4g/kgBB/hari. Kadar LDL yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik Kruskal Wallis. Hasil : Rerata kadar LDL terendah ditemukan pada kelompok K(-) dan kelompok P2 yaitu 12,19 ± 10,42 mg/dl dan 12,19 ± 5,39 mg/dl. Rerata tertinggi ditemukan pada KN yaitu 18,56 ± 2,90 mg/dl. Rerata kadar LDL kelompok K(+), P1 dan P3 yaitu 17,25 ± 3,24 mg/dl, 17,44 ± 5,03 mg/dl dan 16,13 ± 10,15 mg/dl. Kesimpulan : Pemberian ekstrak buah anggur hitam (Vitis vinifera) tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperkolesterol.
Pengaruh Pemberian Spons Laut (Clathria sp.) terhadap Hitung Jenis Limfosit Mencit Balb/C yang Diinfeksi Plasmodium Berghei Ibadurrahman, Muhammad Zaky; Wardoyo, E Hagni; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi malaria disebabkan karena kurangnya pengendalian vektor, kebiasaan masyarakat, bertambahnya daerah endemis dan peningkatan resistensi obat antimalaria. Resistensi obat malaria konvensional, seperti klorokuin, sulfadoksin/pirimetamin saat ini telah banyak dilaporkan sehingga mendorong usaha untuk mencari bahan antiplasmodium baru, khususnya menggunakan biota laut yang memiliki potensi tinggi untuk diteliti lebih lanjut. Spons Clathria sp adalah salah satu biota laut yang mengandung senyawa alkaloid yang memiliki aktivitas antiplasmodium. Metode: Penelitian eksperimental dengan pre-post test control group design Sejumlah 30 ekor mencit jantan galur Balb/C diinfeksi dengan Plasmodium berghei secara intraperitoneal. Sampel kemudian diagi menjadi 6 kelompok; 4 kelompok diberi ekstrak alkaloid Clathria sp dengan dosis masing-masing 50, 100, 150, 200mg/kgBB, 2 kelompok lainnya diberikan akuades 5ml (K-) dan klorokuin 5mg/kgBB selama 7 hari. Pada hari pertama dan terakhir dilakukan pengambilan darah tepi untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Oneway-Anova atau uji yang setara, kemudian dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD bila diperlukan. Hasil: Hasil analisis statistik hitung jenis leukosit menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol negatif dengan nilai signifikansi p=0,003 (P1), p=0,017 (P2), p=0,030 (P3), dan p=0,001 (P4) (p<0,05) didapatkan pada hitung jenis limfosit. Kesimpulan: Pemberian ekstrak Spons laut Clathria sp berpengaruh terhadap hitung jenis limfosit mencit yang Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei.
Hubungan Riwayat Atopi dengan Tingkat pada Santri Di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari Lombok Barat Keparahan Lesi Skabies NTBTahun 2015 Gani, Martina Rizki Prihartini; Hapsari, Yunita; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti di pesantren, asrama, rumah sakit, dan rumah jompo. Manifestasi klinis dari skabies antara lain gatal di malam hari, kemerahan yang kadang disertai dengan papul, burrow, dan ekskoriasi yang timbul akibat dari garukan pada daerah yang gatal. Sensititivitas terhadap tungau maupun produk tungau tampaknya memiliki peranan penting dalam manifestasi klinis skabies sehingga pada orang atopi kemungknan dapat mengalami gejala yang lebih berat. Metode : Penelitian ini menggunakan desain rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 100 orang yang diambil secara consecutive sampling. Sampel kemudian diberikan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas untuk menilai riwayat atopi dan tingkat keparahan lesi skabies. Selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat menggunakan kolmogorov-smirnov untuk menilai hubungan riwayat atopi dengan tingkat keparahan lesi skabies menggunakan software SPSS 17.0 for Windows. Hasil : Didapatkan sebanyak 52 (52%) santri memiliki riwayat atopi sedangkan 48 (48%) lainnya tidak memiliki riwayat atopi. Santri dengan derajat keparahan lesi ringan sebanyak 69 santri (69%), sedang 26 (26%) dan berat 5 santri (5%). Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-smirnov diperoleh p=0,045 pada hubungan riwayat atopi dengan tingkat keparahan lesi skabies. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara riwayat atopi dengan tingkat keparahan lesi skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari
Hubungan Tingkat Pruritus dengan Tingkat Keparahan Lesi Skabies pada Santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 Failasufi, Khalida; Hapsari, Yunita; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varian hominis. Gejala klinis utama pada skabies adalah rasa gatal. Gatal semakin hebat pada malam hari dan menyebabkan gangguan pada tidur. Sensitivitas alergi terhadap tungau maupun produk tungau memiliki peranan penting dalam menyebabkan pruritus dan menimbulkan lesi di bagian tubuh yang terkena tungau. Lesi skabies ditandai dengan adanya terowongan, papul /nodul skabies pada kulit penderitanya. Rasa gatal yang hebat menyebabkan santri akan sering melakukan garukan sehingga seiring bertambahnya penyebaran tungau melalui migrasi akibat garukan, rasa gatal dan lesi akan menjadi meluas di tubuh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 94 santri. Data diperoleh melalui observasi dan pembagian kuesioner kepada responden. pengolahan data dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Didapatkan santri dengan tingkat pruritus ringan sebanyak 2 orang (2,13%), sedang 71 (75,53%) dan berat 21 (22,34%). Santri dengan tingkat keparahan lesi ringan sebanyak 57 (60,64%), sedang 27 (28,72%) dan berat 10 (10,64%). Santri dengan tingkat pruritus sedang dengan tingkat keparahan lesi ringan berjumlah 50 (87,72%), keparahan lesi sedang 20 (74,07%) dan keparahan lesi berat 3 (30%). Santri dengan tingkat pruritus berat dan tingkat keparahan lesi ringan berjumlah 7 (12,28%), keparahan lesi sedang 7 (25,93%) dan keparahan lesi berat 7 (70%). Analisis data menggunakan uji Chi-square diperoleh p=0,000 pada hubungan tingkat pruritus dengan tingkat keparahan lesi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pruritus dengan tingkat keparahan lesi skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari NTB tahun 2015.

Page 3 of 4 | Total Record : 39