cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
Pemodelan Lahan Rawa Pasang Surut Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan GIS Untuk Penentuan Zona Hidrotopografi (Studi Kasus: Delta Pulau Petak Kalimantan) Ferry Sobatnu; Achmad Rusdiansyah; Mahmud Mahmud
POROS TEKNIK Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v8i1.380

Abstract

Pengembangan lahan rawa berarti mengubah lahan rawa sedemikian rupa sehingga tercipta suatu lingkungan baru yang cocok untuk pengembangan budidaya pertanian dan pemukiman. Proses pengembangan lahan dapat memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan geography infomation system (GIS) untuk membuat digital elevation model (DEM). Pembuatan model menerapkan metode interpretasi dan rektifikasi citra dengan cara interpolasi irregular pada tiap rona pixcel citra dan mengacu pada data perwakilan dilapangan. Zona-zona hidrotopografi di dapat dengan menganalisis model lahan komparatif terhadap komponen elevasi muka air. Hasil pemodelan menunjukan karakteristik lahan Delta Pulau Petak terbentuk dari dua sungai besar, Sungai Barito sepanjang 139,58 km dan Sungai Murung-Kapuas sepanjang 120,30 km. Batas ketinggian berjumlah 18 klaster dengan ketinggian maksimum mencapai +4 meter dan ketinggian minimum mencapai -18 meter terhadap muka air rerata. Luas lahan 284.936,81 ha dan jarak keliling 298,04 km. Relief topografi lahan relatif datar. Luas wilayah terluapi air pasang berdasarkan bagian zona hidrotopografi untuk zona A mencapai 35% dengan ketinggian air 0,39 meter, zona B mencapai 61% dengan tinggi air 0,96 meter dan zona C mencapai 4% dengan tinggi air 1,32 meter. Kegunaan lain dari model ini dapat membuat sistem manajemen basis data jaringan irigasi pulau petak. Validasi model ini telah dilakukan dilapangan dengan hasil memuaskan
Geokimia Batubara Untuk Beberapa Industri Dessy Lestari S; M. Amril Asy’ari; Rachmat Hidayatullah
POROS TEKNIK Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v8i1.381

Abstract

Dewasa ini perkembangan batubara sebagai sumber energi alternatif mampu bersaing dengan sumber daya utama yaitu minyak dan gas bumi. Banyak kerugian dan kerusakan yang terjadi akibat tidak diketahuinya karakteristik batubara. Batubara yang tidak memenuhi persyaratan dapat menghasilkan produktivitas yang rendah. Agar produktifitas industri yang memakai batubara tetap terjaga efesiensi dan efektifitasnya maka karakteristik geokimia batubara dari suatu daerah penambangan harus diketahui terlebih dahulu.Untuk mengetahui karakteristik geokimia dilakukan dengan cara analisa proksimat yaitu menentukan kandungan air, kandungan zat terbang, kandungan abu dan kandungan karbon tetap, dan analisa ultimat untuk menentukan kandungan karbon, kandungan sulfur, kandungan hidrogen dan kandungan oksigen. Selain kedua analisa tersebut juga terdapat sifat-sifat penting batubara untuk industri yaitu coal size High Heating Value (HHV), Hardgrove Grindability Index (HGI), ash funshion characteristic, nilai kalor (calorific value) serta sifat caking dan coking.Karakteristik geokimia batubara dalam bidang industri terutama Untuk PLTU diperlukan spesifikasi batubara dengan rata-rata adalah HHV 5242 kcl/kg, moisture 23 %, volatile matter 30,3 %, kandungan abu 7,8 %, kandungan sulfur 0,4 %, dan HGI-nya adalah 61,8. Indusri semen adalah nilai kalor cukup tinggi > 6000 cl/gr, volatile matter medium maksimum 36-42 %, moisture maksimum 12 %, kadar abu maksimum 6 %, kadar sulfur maksimum 0,8 %, kadar alkali dalam abu maksimum 2 % dan variasi kualitas tidak lebih dari 10 % . Untuk industri pengolahan logam, persyaratan batubaranya adalah nilai kalori tinggi > 6000 cl/gr, kandungan C dan H dominan, volatile matter harus mengandung CO / C, kandungan abu maksimal 6 %, sulfur kurang dari 0,0025 %, moisture dan fosfor rendah.
Logika Fuzzy Dalam Penentuan Bobot Kriteria Pada Pemilihan Varietas Pada Unggul Nurmahaludin Nurmahaludin; Gunawan Rudi Cahyono
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i2.384

Abstract

Peningkatan produktivitas padi dapat dilakukan dengan pemilihan varietas padi yang tepat. Pengalihan dari varietas lokal ke varietas unggul diperlukan karena varietas lokal memiliki umur panen lama dan potensi hasil yang rendah, walaupun rasa dan tekstur nasinya disukai oleh masyarakat setempat. Pemilihan varietas unggul kemudian menjadi permasalahan tersendiri karena terdapat banyak varietas unggul yang masing-masing mempunyai karakteristik berbeda-beda, sehingga pemilihan tersebut harus didasarkan pada sejumlah kriteria yang hendak dipenuhi.Model decision support system digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dimana outputnya adalah varietas padi yang direkomendasikan oleh sistem. Kriteria yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan adalah potensi hasil, rata-rata hasil, umur panen, ketahanan terhadap hama wereng coklat, serta tekstur nasi yang dihasilkan. Metode pengambilan keputusan dalam penelitian ini adalah fuzzy-weighted product.Pengujian model dilakukan untuk menghitung besar nilai preferensi tiap alternatif, dalam hal ini varietas padi unggul. Alternatif yang dipilih adalah yang memiliki nilai preferensi tertinggi dibanding alternatif lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, diperoleh varietas unggul padi rawa dan padi sawah yang mempunyai nilai preferensi terbesar masing-masing adalah INPARA 1 dan INPARI 1 dengan nilai preferensi V=0.1598 dan V=0.03936
PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK Nurmahaludin Nurmahaludin
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peramalan beban listrik jangka pendek menjadi penting untuk menjamin ketersediaan daya listrik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Salah satu metode untuk peramalan beban listrik jangka pendek adalah menggunakan jaringan syaraf tiruan. Pada penelitian ini digunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) sebagai algoritma pelatihan jaringan syaraf tiruan untuk meramalkan waktu beban puncak. Algoritma Backpropagation dan Regresi Linear Berganda diujikanuntuk kemudian digunakan sebagai pembanding dengan PSO.Arsitektur jaringan syaraf tiruan dibangun dengan tiga lapisan, yaitu lapisan input, sebuah lapisan tersembunyi, dan lapisan output. Lapisan input menggunakan dua buah neuron, lima neuron pada lapisan tersembunyi, dan satu neuron pada lapisan output. Karena merupakan aplikasi peramalan time series, maka input yang digunakan adalah beban listrik pada hari ini t(h) dan hari sebelumnya t(h-1). Sedangkan output adalah prakiraan beban pada keesokan harinya t(h+1) pada jam yangsama.Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma pelatihan PSO memberikan rata-rata kesalahan peramalan yang lebih kecil yaitu sebesar 2.492% dibandingkan dengan Backpropagation sebesar 2.504%. Sedangkan penggunaan jaringan syaraf tiruan baik dengan PSO maupun Backpropagation, memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode regresi liner berganda dengan rata-rata error 2.492% dan 2.504%. berbanding 3.754% jika menggunakan regresi liner berganda
PERANCANGAN ALGORITMA BELAJAR JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Nurmahaludin Nurmahaludin
POROS TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan syaraf tiruan menggunakan konsep belajar untuk menyelesaikan permasalahan. Dalam proses belajar tersebut, jaringan akan mengatur bobot-bobotnya agar mampu mengenali pola hubungan antara input dan output yang diberikan. Modifikasi bobot-bobot jaringan dilakukan dengan menggunakan suatu algoritma yang disebut dengan algoritmabelajar.Pada makalah ini digunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) sebagai algoritma belajar jaringan syaraf tiruan. Jaringan kemudian diujikan pada aplikasi prakiraan temperatur udara harian menggunakan model time series.Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan algoritma belajar PSO memberikan hasil yang cukup baik dengan rata-rata kesalahan prakiraan 2.41% pada prakiraan temperatur udara minimum dan 3.81% pada prakiraan temperatur udara maksimum. Jika dibandingkan dengan algoritma Backpropagation, error pada proses pelatihan dan rata-rata error pada proses pengujian yang dihasilkan tiap iterasi relatif lebih baik, walaupun waktu komputasi yang diperlukanlebih lama
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER PERCEPTRON PADA APLIKASI PRAKIRAAN CUACA Joni Riadi; Nurmahaludin Nurmahaludin
POROS TEKNIK Vol. 4 No. 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap informasi prakiraan cuaca suatu daerah menjadi penting bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu metode untuk aplikasi prakiraan cuaca adalah dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan. Pada penelitian ini algoritma Backpropagation akan digunakan sebagai algoritma pelatihan jaringan syaraf tiruan pada aplikasi prakiraantemperatur dan kelembaban udara harian rata-rata.Jaringan syaraf tiruan yang akan diujikan mempunyai tiga buah neuron pada lapisan input, tiga neuron pada lapisantersembunyi, dan satu output.Input yang digunakan adalah temperatur udara pada hari sebelumnya (h), (h-1) dan (h-2). Sedangkan output jaringan adalah temperatur dan kelembabanudara yang akan diramalkan hari berikutnya (h+1).Hasil pengujian menunjukkan model jaringan syaraf tiruan yang digunakan memberikan hasil yang cukup baik denganrata-rata kesalahan prakiraan sebesar 1.61% pada prakiraan temperatur udara dan 4.94% untuk prakiraan kelembaban udara
Rancang Bangun Sistem Monitoring Populasi Hama Tanaman Padi Berbasis Web dan Gateway Gunawan Rudi Cahyono; Nurmahaludin Nurmahaludin
POROS TEKNIK Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v8i2.388

Abstract

Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman padi khususnya hama penggerek batang seringkali menyebabkan kerusakan mulai dari intensitas ringansampai puso. Pencegahan dan pengendalian hama penggerek batang padi khususnya pada fase ngengat (imago) sebelum bertelur akan menekan potensi kehilangan hasil sehingga produktivitas padi meningkat. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya adalah membuat prototype alat perangkap hama tanaman padi yang akan melakukan identifikasi terhadap hama penggerek batang.Pada penelitian ini dibangun sistem monitoring dan peringatan dini serangan hama tanaman padi berdasarkan jumlah populasi hama di suatu lokasi. Sistem yang dibangun berbasis web, SMS Gateway, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) secara terintegrasi. Data yang diamati adalah jumlah populasi hama yang termonitor dan terkirim otomatis secara wireless.Hasil pengujian menunjukkan akurasi data yang baik pada modul penerima data jumlah hama yang dikirimkan oleh modul pengirim, sesuai dengan data yang diterima oleh smsgateway dan server web. Sistem yang dibuat memberikan informasi secara lebih dini mengenai perkembangan populasi hama dalam lokasi yang dipantau sehingga dapat menyusun rencana tindakan untuk pengendalian terhadap hama tersebut.
Pengantar Elemen Logika Fuzzy Muhammad Irwan Yanwari
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i2.500

Abstract

Logika fuzzy pada umumnya digunakan untuk menangani kasus dimana terdapat elemen keraguan, ketidak pastian, dan bias pada kasus yang ditangani. Pada penelitian ini terdapat penjelasan mendasar dalam implementasi logika fuzzy, sehingga dapat membantu penelitian lainnya dalam melakukan implementasi logika fuzzy pada kasus yang ditanganinya.
Penentuan Nilai CBR dan Nilai Penyusutan Tanah Timbunan (Shrinkage Limit) Daerah Barito Kuala Ahmad Norhadi; Muhammad Fauzi; M. Yogi Indra Rukmana
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i1.506

Abstract

Tanah dalam ilmu teknik sipil, mempunyai peranan penting karena tanah sebagai pendukung kekuatan kontruksi di atasnya , maka dari itu pentingnya mengetahui sifat-sifat tanah, nilai activity, dan persentase penyusutan pada tanah timbunan yang akan digunakan guna menghindari tidak tercapainya atau kegagalan dalam perencanan saat menggunakan tanah asli, maka dilakukanlah penelitian tanah asli dari Jl. Semangat Karya yang bertepatan di daerah Barito Kuala. Pengujian yang dilakukan dengan alasan untuk mengetahui sifat sifat tanah asli yang akan digunakan dalam kegiatan kontruksi terdiri dari kadar air sesuai dengan SNI 03-1965:2008, berat jenis sesuai dengan SNI 03-1964:2008, batas plastis sesuai dengan SNI 03-1966:2008, batas cair sesuai dengan SNI 03-1967:2008, hydrometer sesuai dengan SNI 03-3423:2008, nilai activity, CBR sesuai SNI 03 - 1744 – 1989, dan penelitian shringkage limit sesuai SNI 03 - 1996 – 1990. Berdasarkan penelitian dan perhitungan data dari sampel tanah (disturbed) daerah Barito Kuala, maka didapatkan nilai sifat sifat tanah seperti kadar air (W) 98,52%, berat jenis (Gs) 2,415, batas cair (LL) 45%, batas plastis (PL) 33,85%, Plastisitas Indeks (PI) 11,2% Kadar Air Optimum (Omc) 34,9% , Kepadatan kering 1,120 Kg/Cm3 dan CBR design sebesar 3,9%, hasil perhitungan nilai Shrinkage Limit sebesar 38% dan nilai Activity tanah sebesar 2,6. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa tanah ini termasuk OL dengan O untuk lanau organic dikarenakan hasil analisis hydrometer didapatkan ukuran butiran 0,002 mm sampai 0,0074 dengan tingkat plastisitas, kadar air yang cukup tinggi, sehingga termasuk tanah yang tidak baik jika digunakan untuk menahan suatu beban kontruksi di atasnya.
Pengaruh Bentuk Galvanis Sebagai Serat Pada Beton Ditinjau Dari Kuat Tarik Belah Dan Kuat Lentur Beton Karmila Achmad; Sunarno Sunarno
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i1.507

Abstract

Serat dalam beton berfungsi mencegah retak-retak sehingga menjadikan beton lebih kuat daripada beton tanpa serat. Kawat galvanis banyak digunakan karena murah, mudah dibentuk dan mudah perawatannya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan material serat buatan yang relatif murah dan mampu meningkatkan kekuatan beton secara optimal ditinjau dari kuat tarik dan kuat lentur. Material agregat halus yang digunakan dalam penelitian ini adalah material lokal pasir Samboja. Jenis Serat yang digunakan berupa serat buatan kawat galvanis berbentuk linting, spiral dan crimped. Hasil penelitian menunjukan bahwa benda uji BC1 (Crimped Ñ„ 1cm) memiliki kekuatan tarik terbesar dan L5 (Linting 5) memiliki kekuatan lentur terbesar dibandingkan benda uji lainnya. Besarnya kuat tarik yaitu 10,44 MPa dan kuat lentur sebesar 7,03 MPa.