cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
Perencanaan Ulang Tebal Lapis Perkerasan Jalan Ruas Mabuun - SP. Empat Haruai dengan Menggunakan Metode AASHTO93 Jamaludin Jamaludin; fathurrozi fathurrozi
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i2.897

Abstract

Dengan adanya pertumbuhan jumlah lalulintas harian rata-rata (LHR)  yang melintas pada ruas jalan Mabuun - Sp. Empat Haruai, masalah tingkat layanan kapasitas dukung konstruksi perkerasan mengalami penurunan. Berdasarkan permasalahan ini perlu dilakukan perencanaan ulang untuk menghitung tebal lapisan perkerasan berdasarkan jumlah beban lintasan kendaraan yang melintas terhadap karakteristik tanah dasar pada ruas jalan Mabuun - Sp. Empat Haruai ini. Perencanaan ulang tebal lapis konstruksi jalan ini bertujuan agar dapat memberikan layanan selama umur rencana hingga tahun 2032, maka berapakah dimensi yang diperlukan untuk masing-masing lapisan perkerasan, yakni lapis permukaan, lapis pondasi atas, lapis pondasi bawah. Pada perencanaan ini dilakukan pengamatan langsung di lapangan yaitu ruas jalan Mabuun - Sp. Empat Haruai. Analisa perhitungan ulang dilakukan dengan Metode American Assosiation of State Highway and Transportation Officials 1993 (AASHTO93). Dari hasil pembahasan diperoleh faktor pertumbuhan lalulintas (i) 5,668 % pertahun. Pada subgrade diperoleh CBR karakteristik 6,404 %, dengan menggunakan Structural Number (SN) 6, diperoleh D1 lapis permukaan (Surface) 10 cm, D2 lapis pondasi atas (Base) 15 cm, dan D3 lapis pondasi bawah (Sub Base) 61 cm.
Studi Perbandingan Produktivitas Wheel Loader John Deere 744K Dan Dump Truck Hino500 FM260TI Pada Pemuatan Batubara Ke Tongkang Di PT. Sembilan Saudara Energi Kalimantan Selatan Rahma Norfaeda; Rachmat Miftahul Akbar; Dessy Lestari Saptarini; Nurfitriah Nurfitriah
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i2.914

Abstract

Pemuatan batubara atau loading adalah tahapan terakhir dari kegiatan produksi pertambangan dan telah siap untuk penjualan. Proses pemuatan batubara menuju tongkang di PT. Sembilan Saudara Energi memiliki dua metode yaitu, menggunakan Wheel loader John Deere 744k dan Dump truck HINO 500 FM 260 TI. Data produktifitas pemuatan didapatkan dengan pengamatan langsung dilapangan, yaitu data cycle time dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kedua alat yang digunakan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, rata-rata dari efisiensi kerja dan produktifitas kerja alat muat Wheel loader John Deere 744 k adalah 83% dan 867,6 ton/jam. Sedangkan rata-rata efisiensi kerja dan produktifitas kerja alat muat Dump truck HINO 500 FM 260 TI adalah 80% dan 104,31 m3/jam. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan metode pemuatan menggunakan Wheel loader John Deere 744k lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan Dump truck HINO 500 FM 260 TI.
Perbandingan Perhitungan Luas Tanah Poliban dengan Metode Perhitungan Segitiga dan Metode Perhitungan Koordinat Riska Hawinuti
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i1.915

Abstract

Bermacam cara untuk melakukan perhitungan luasan bidang tanah, dikombinasikan dengan metode, peralatan dan sumberdaya manusia yang tepat akan menghasilkan perhitungan yang mendekati ukuran aslinya. Penggunaan alat dengan akurasi rendah dalam hal ini adalah peralatan manual menyebabkan data luas lahan yang dihasilkan menjadi kurang akurat. Hal ini menyebabkan kebingungan pada pemilik lahan maupun pemilik lahan disekitarnya. Sehingga perlunya data pembanding antara dua alat ukur berbeda dengan metode berbeda untuk memperkaya data perhitungan luas tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran lapangan dengan dua alat dan dua metode berbeda, dimana hasilnya akan dibandingkan dengan perhitungan resmi yang telah dikeluarkan BPN. Alat dan metodenya adalah Theodolit Digital dengan metode perhitungan Luas Segitiga dan GPS Handhelds dengan metode perhitungan Koordinat. Luas tanah Politeknik Negeri Banjarmasin yang menjadi patokan sesuai data resmi adalah 65.098 M2. Hasil perhitungan luas dengan menggunakan Metode Perhitungan Segitiga adalah 65.916,533 M2 dengan persentase 101,271 % (+1,271 %); luas dengan Metode Perhitungan Koordinat adalah 64.513,5 M2 dengan persentase 99,116 % (-0,884%).
Pengamatan Pola Muat Terhadap Produktivitas Alat Gali Muat Pada Pengupasan Lapisan Tanah Penutup Sofwan Hadi; kartini kartini
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i2.916

Abstract

Kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) merupakan suatu proses pemindahan lapisan tanah penutup yang bertujuan untuk mengambil bahan galian yang berada dibawahnya. Kegiatan pengupasan overburden dilakukan pada tahapan awal penambangan. Penelitian dilakukan dengan cara mencari bahan-bahan pustaka, pengamatan langsung di lapangan, dan wawancara. Tujuannya Untuk mengetahui pola muat yang digunakan dan produktivitas alat gali muat. Objek penelitian adalah Excavator Komatsu 1250, dengan melakukan perhitungan waktu siklus, bucket fill factor, efisiensi kerja dan produktifitas alat gali muat. Hasil pengamatan waktu siklus dikelompokkan berdasarkan pola muat yang digunakan dalam memperhitungkan produktivitas alat gali muat. Pola muat yang digunakan oleh alat gali muat adalah top loading, bench loading, double bench loading, back loading, dan bottom loading. Waktu siklus rata-rata pola muat top loading 20 detik, bench loading 22 detik, double bench loading 24 detik, bottom loading 26 detik, dan back loading 31,detik. Hasil produktivitas berdasarkan pola muat: Top loading adalah 861,084 bcm/jam, Bench Loading adalah 782,803 bcm/jam, Double Bench Loading adalah 717,57 bcm/jam, Bottom Loading adalah 646,601 bcm/jam, dan Back Loading adalah 515.856 bcm/jam. Pola muat yang menghasilkan produktivitas paling tinggi adalah top loading dengan angka produktivitas 861,084 bcm/jam. Akan tetapi tidak semua pola muat top loading dapat diterapkan, tergantung kondisi di lapangan.
Analisis Hasil Belajar Mahasiswa dengan Clustering Menggunakan Metode K-Means Berlian Juliartha Martin Putra; Dwi Ariani Finda Yuniarti
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i2.927

Abstract

Hasil belajar mahasiswa dapat menjadi sebuah informasi yang sangat penting terhadap kemajuan pembelajaran di sebuah Perguruan tinggi. Evaluasi hasil belajar diperlukan untuk menghindari mahasiswa yang lulus tidak tepat waktu, mahasiswa mengundurkan diri, meningkatkan prestasi mahasiswa, dan bahan evaluasi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya. Evaluasi mahasiswa dilakukan secara terus menerus minimal sekali setiap semesternya, apabila dilakukan secara manual maka membutuhkan upaya dan waktu tersendiri sehingga tidak efektif dan efesien. Penelitian ini mengajukan analisis hasil belajar mahasiswa dengan teknik clustering. Clustering merupakan metode data mining untuk pengelompokan data, salah satunya adalah metode K-Means. Tahapan dalam penelitian ini yaitu: data collection, preprocessing, seleksi fitur, clustering menggunakan metode simple K-Means dengan tool Waikato Environment for Knowledge Analysis (WEKA) dan perhitungan jarak menggunakan Euclidean Distance dan analisa cluster. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pengelompokan hasil belajar mahasiswa menggunakan variabel IPK memberikan Sum of Squared Errors (SSE) lebih kecil dibandingkan pengelompokan dengan variabel nilai di setiap mata kuliah. Rata-rata SSE yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,1135 dari 4 kali percobaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode clustering menggunakan K-Means bisa digunakan untuk mengelompokan nilai mahasiswa dan menganalis hasil belajar mahasiswa setiap semesternya sehingga memudahkan dalam evaluasi mahasiswa.
Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Laju Perpindahan Panas Pada Pendinginan Panel Surya Muhammad Munthaha; Gunawan Rudi Cahyono; Pathur Razi Ansyah
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i1.941

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi, energi matahari mampu diubah menjadi energi listrik menggunakan panel surya (photovoltaic). Namun banyak permasalahan muncul sehingga mengurangi performanya, salah satunya adalah temperatur panel yang meningkat mengakibatkan efisiensinya turun, sehingga panel surya perlu dijaga temperaturnya. Beberapa metode dilakukan untuk menjaga temperatur panel salah satunya yaitu didinginkan dengan hembusan udara. Pada prosesnya terjadi perpindahan panas secara konveksi baik natural maupun paksa. Oleh karena itu perlu diketahui besar energi yang dipindahkan agar metode pendinginan dengan hembusan udara menjadi efektif. Pada penelitian ini dilakukan analisis seberapa besar pengaruh kecepatan udara terhadap laju perpindahan panas konveksi paksa dengan variasi kecepatan udara mulai dari 2 m/s - 5 m/s dengan interval kenaikan 1 m/s. Dari hasil pengujian didapat pada kecepatan udara 2 m/s temperatur berkisar 33,75 ℃ – 40,5 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 7,44 watt – 36,16 watt. Pada kecepatan udara 3 m/s temperatur berkisar 33,62 ℃ – 39,44 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 9,56 watt – 43,69 watt. Pada kecepatan udara 4 m/s temperatur berkisar 33,54 ℃ – 38,25 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 11,41 watt – 46,29 watt. Pada kecepatan udara 5 m/s temperatur berkisar 33,43 ℃ – 37,6 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 12,66 watt – 49,58 watt.
Pengaruh Engine Speed dan Throttle Position pada Proses Pembuangan Muatan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar OHT Ahmad Hendrawan; Muhammad Syafwansyah Effendi; Darmansyah Darmansyah; Anhar Khalid
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i1.942

Abstract

Pada bisnis pertambangan, Off Highway Truck (OHT) merupakan salah satu unit yang sangat baik digunakan untuk mengangkut dan memindahkan material dengan skala muatan yang cukup besar. Semakin besar ukuran dari unit tersebut maka semakin banyak beban yang mampu diangkut oleh OHT yang digunakan sehingga menyebabkan konsumsi bahan bakar juga akan meningkat seiring dengan besar truck OHT yang digunakan. Kenaikan beban yang diterima unit dan kenaikan rpm yang dihasilkan oleh engine mengakibatkan konsumsi bahan bakar ikut bertambah. Untuk penelitian ini, perlu untuk menyelidiki engine speed dan throttle position yang tepat supaya didapatkan konsumsi bahan bakar yang efisien. Data yang diolah adalah hasil pengukuran engine speed, throttle position dan konsumsi bahan bakar pada OHT dan kemudian dianalisa apakah ada pengaruh engine speed dan throttle position terhadap konsumsi bahan bakar dengan statistik. Dari hasil uji statistik serta analisa dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang erat antara Throttle Position, Engine Speed dan Fuel Consumption dimana didapatkan semua nilai koefisien korelasi mendekati 1, dimana pengaturan Throttle Position dan Engine Speed berpengaruh pada Fuel Consumption. Pada engine speed 1450 rpm dan throttle position 57% didapatkan pemakaian bahan bakar yang paling efisien pada proses pembuangan muatan OHT.
Studi Potensi Bahan Galian Bijih Emas (Au) Menggunakan Data Geolistrik Pada Desa Buang Baru Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara Muhammad Rizhan; Ahmad Rizani; Reza Adhi Fajar; Fajar Djihad
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i1.943

Abstract

Studi potensi bahan galian emas (Au) dilakukan di Desa Buang Baru, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara dengan menggunakan data geolistrik konfigurasi Pol - Dipol sebanyak 4 titik. Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan berdasarkan sifat kelistrikan batuannya. Emas merupakan native element dari batuan beku yang mempunyai sifat kelistrikan batuan yang kontras dengan batuan disekitarnya yang umumnya berupa batuan sedimen, sehingga metode geolistrik cocok digunakan untuk mengidentifikasi keberadaannya di bawah permukaan sekaligus menghitung potensi  volume. Kegiatan pengukuran menghasilkan dua macam model, yaitu penampang 2D dan block model 3D. Pesebaran nilai tersebut diinterpretasikan sebagai lokasi keberadaan dari potensi emas yang terdapat diarea pengukuran. Area dengan nilai resistivity >1000 ohm.m diinterpretasikan sebagai area pesebaran batuan tersilisifikasi. Area dengan nilai 100-1000 ohm.m diinterpretasikan sebagai area pesebaran batuan terargilitkan dengan didalam area-area tersebut, terdapat interpretasi dari keberadaan bijih emas, yaitu area berwarna ungu kemerahan dengan nilai IP >250 msec. Interpretasi model 3D menunjukan bahwa alterasi batuan di area pengukuran secara umum didominasi oleh batuan yang terargilitkan. Batuan tersilisifikasi secara umum mengisi bagian tepi dari batuan terargilitkan pada model dengan bijih terbentuk diselimuti oleh batuan-batuan tersebut. batuan yang diinterpretasikan mengandung emas, terhitung memiliki volume 623.000 m3.
Studi Pengaruh Pendinginan Terhadap Udara Performa Panel Surya Dengan Beban Lampu Led Pathur Razi Ansyah; Gunawan Rudi Cahyono; Muhammad Muntaha; Joni Riadi
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i2.965

Abstract

Pemanfaatan panel surya sebagai pembagkit listrik sudah sangat populer beberapa tahun belakangan. Potensi surya yang mereta diberbagai daerah di Indonesia sehingga pemerintah Indonesia mencanangkan pembangkit listrik pada tahun 2050 didominasi oleh PLT Surya, PLT Biomasa, dan PLT Air. Pengembangan PLTS tidak terlepas dari komponen panel surya. Permasalahan panel surya yang sering muncul adalah ketika temperatur panel meningkat maka effisiensi panel surya menurun sehingga diperlukan media pendingin. Pada penelitian ini, eksperimen terhadap pengaruh pendingin udara terhadap temperatur permukaan panel dengan memanfaatkan kotak pendingin dan rangkaian panel surya disatukan dengan beban lampu LED 12 V. Hasil ekperimen menunjukkan bahwa pendingin media udara dengan kecepatan 5 m/s dapat menurunkan temperatur panel sebesar 21%, meningkatkan daya keluaran dan efisiensi listrik masing-masing sebesar 7-10% dan 0.3%. Semakin tinggi kecepatan udara pendinginan panel, maka temperatur permukaan panel semakin turun. Semakin tinggi temperature permukaan panel maka semakin renda daya keluaran dan efisiesi listrik panel surya.
Identifikasi Geospasial Cuaca dan Kelembapan Terhadap Penyebaran Virus COVID-19 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Provinsi Kalimantan Selatan Faris Ade Irawan; Henyningtyas Suhel; Arif Eko Wibawanto
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i2.974

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan termasuk wilayah yang beriklim tropis. Suhu rata-rata selama tahun 2019 sebesar 27,2 oC. Suhu tertinggi mencapai 37,1oC pada bulan Oktober 2019. Rata-rata kelembapan udara selama tahun 2019 adalah sebesar 80%, dengan kelembapan udara tertinggi berada pada bulan Desember 2019 yaitu sebesar 87,0%. Perkembangan kasus covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) tergolong cepat. Terhitung tiga minggu sejak kasus pertama diumumkan Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan (P3) covid-19 pada 22 Maret 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melakukan pengujian dan identifikasi hipotesis dari jurnal yang sebelumnya melalui pendekatan analisis geospasial dengan dua variabel cuaca dan kelembapan terhadap penyebaran virus covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan dengan memperhatikan faktor-faktor pendukung seperti keadaan topografi Kalimantan Selatan dengan memanfaatakan teknologi Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus positif covid-19 meningkat secara signifikan dibulan mei-juli dengan akumulasi sebanyak 2930 orang yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Suhu yang dihasilkan pada bulan tersebut berkisar (30ºC-33ºC) dan kelembapan yang dihasilkan pada bulan tersebut berkisar (77-87%), kemudian hasil uraian identifikasi terhadap hipotesis bahwa pernyataan dari keempat hipotesis tersebut tiga ditolak dan satu diterima.