cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
PERKADERAN INTELEKTUAL PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH KABUPATEN SUKOHARJO Lestari, Muflihah Dwi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkaderan intelektual yang ada di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo (PC IMM Kabupaten Sukoharjo). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah pengkaderan intelektual PC IMM kabupaten Sukoharjo. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perkaderan intelektual yang diterapkan dalam PC IMM Kabupaten Sukoharjo ada dua jenis yaitu perkaderan intelektual utama dan pendukung. Perkaderan intelektual utama dalam bentuk kegiatan Baret Merah (BM) dan Sukoharjo Intelektual School (SI School), sedangkan perkaderan intelektual pendukung dilaksanakan dalam bentuk diskusi. Metode yang diterapkan dalam perkaderan intelektual ada tiga yaitu Focus Group Discussion (FGD), presentasi, dan penugasan. Pelaksanaan perkaderan intelektual memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung ada yang dari dalam tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo, antara lain: (1) Orientasi gerakan didirikanya IMM Sukoharjo diarahakan ke intelektual; (2) Kondisi PC IMM Sukoharjo yng memiliki visi misi keilmuan dan kebiasaan diskusi. Faktor dari luar tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo adanya dukungan dari demisioner lembaga atau instansi Muhammadiyah. Faktor penghambat perkaderan intelektual PC IMM Kabupaten Sukoharjo: (1) Dari segi pelaksana kurang konsistennya panitia terhadap jobdisk yang menjadi amanahnya, sehingga mempengaruhi konsep yang sudah disusun rapi kurang terlaksana dengan baik; (2) Masih ada pimpinan ataupun kader  yang kurang minat dalam bidang keilmuan, sehingga target semua pimpinan dan kader menguasai keilmuan dengan baik belum sepenuhnya terlaksana; (3) Kendala keuangan menjadi hal yang belum terpecahkan, kerena PC IMM Kabupaten Sukoharjo masih sangat tergantung dengan bantuan dari pihak pihak lain
TRANSISI MADRASAH TSANAWIYAH KE SEKOLAH MENENGAH ATAS (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MODERN MUHAMMADIYAH IMAM SYUHODO SUKOHARJO) Shobahiya, Mahasri
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi terhadap alasan pemilihan penyelenggaraan bentuk satuan pendidikan MTs sementara pada jenjang pendidikan di atasnya dalam bentuk SMA yang ada di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Imam Syuhodo Sukoharjo. Bahwa alasan pemilihan penyelenggaraan bentuk satuan pendidikan MTs sementara pada jenjang pendidikan di atasnya dalam bentuk SMA yang ada di Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Sukoharjo dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu (1) Bidang kurikulum; dengan satuan pendidikan SMA yang merupakan lembaga pendidikan di bawah binaan Kemendikbud, pengembangan kurikulum relatif lebih leluasa dan dirasakan ada kebebasan, termasuk mengembangkan kurikulum berbasis pesantren Muhammadiyah; (2) Bidang kesejahteraan; dengan satuan pendidikan SMA yang merupakan lembaga pendidikan di bawah binaan Kemendikbud dirasakan lebih sejahtera, karena lembaga cukup mudah memperoleh bantuan. Hal itu sangat terasa ketika dibandingkan dengan MTs yang berada di bawah binaan Kemenag; dan (3) Bidang administrasi; dengan satuan pendidikan SMA yang merupakan lembaga pendidikan di bawah binaan Kemendikud dirasakan urusan administrasi tidak seribet dan sesulit dalam bentuk MTs yang berada di bawah binaan Kemenag.
KEPUASAN MAHASISWA DAN PIMPINAN FAKULTAS DALAM PEMBELAJARAN STUDI ISLAM 1 DAN 2 MODEL BAITUL ARQAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA (Studi Kasus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Zuhri, Saifuddin
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Kepuasan Mahasiswa dan Pimpinan Fakultas dalam Pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam Universitas Muhammadiyah Surakarta.Jenis penelitian yang penulis lakukan berupa penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode interview terpimpin (Guide interview) dan metode Angket atau kuesioner. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatifd mahasiswa dan pimpinan FKIP-UMS di dapat kesimpulan bahwa, (a) Kepuasan mahasiswa atas pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam dalam hal: a) Aspek Fasilitator dan Materi, yakni: pertama, Materi/pokok bahasan dengan buku rujukan dan pelaksanaan Kuliah Studi Islam  sudah sesuai Materi. Kedua, fasilitator dalam menerangkan perkuliahan dapat memahamkan Mahasiswa, mangkaitkan materi dengan kasus sehari-hari, menguasai materi perkuliahan, namun demikian perlu adanya pendalaman materi dikarenakan masih ada juga fasilitator yang tidak menguasai materi. b) Aspek Pelayanan dan fasilitas, yakni: Waktu yang disediakan untuk penyelenggaraan Baitul Arqom 3 hari 4 malam adalah waktu yang sangat pendek, MCK sangat kurang dengan jumlah mahasiswa yang banyak, tempat Istirahat//tidur banyak, namun kotor dan keras ketika digunakan untuk tidur, Ruang kelas untuk Kuliah  Mahasiswa perlu diperluas, dikarenakan terlalu sempit, Ketersediaan PPPK sudah ada, namun obatnya masih minim, Pelayanan mobil antar-jemput mahasiwa sangat terbatas sehingga kadang berjubel dan datang telambat. (b) Pimpinan FKIP-UMS terlihat menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 model Baitual Arqam, hal ini terlihat pernyataan-pernyataan beliau yang sangat puas dengan adanya kegiatan ini, yakni: mahasiswa sudah memiliki inisiatif untuk dimulai membaca do’a dan membaca al-Qur’an, setelah selesai ditutup dengan membaca do’a kafarotul majlis, memakai pakaian ada perubahan lebih baik, etika lebih bagus ddalam proses belajar mengajar mahasiswa lebih (berani bertanya, se-ring), berani memberi kultum setelah BA, keaktifan, kedisiplinan meningkat dalam hal mental, mahasiswa angkatan 2014 memiliki mental yang baik.
WAKAF DALAM DISKURSUS FIQH KONTEMPORER: Perspektif Majelis Tarjih Muhammadiyah Budiman, Achmad Arief
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran tentang wakaf dalam hukum Islam bergerak secara progresif dan mengarah pada upaya melestarikan manfaat dan meningkatkan produktifitas aset wakaf. Progresifvitas tersebut merupakan manifestasi dari ijtihad dalam fiqh kontemporer yang melakukan terobosan bagi kemajuan wakaf, dengan tetap mengacu pada maqasid al-syari’ah yaitu kemaslahatan. Esensi pengaturan wakaf yang secara umum bersifat ijtihadiyah, memungkinkan dilakukan inovasi-inovasi baik dalam konsepsinya maupun praktek pengelolaannya. Dalam fiqh kontemporer ketentuan wakaf diformulasikan dalam bentuk; perluasan obyek wakaf, keluwesan dalam penentuan jangka waktu wakaf, relatifitas syarat wakaf yang ditentukan waqif, hingga perlunya akomodasi terhadap prinsip-prinsip manajemen modern sebagai sistem pengelolaan wakaf
DJAZMAN AL-KINDI: PENDIDIKAN DAN PERKADERAN Rushd, Dartim Ibnu; Suryanto, Joko
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah pilar sebuah kemajuan peradaban manusia. Di antara begitu banyak tokoh di dalam dunia pendidikan, beliau adalah Djazman Al-Kindi, atau yang bernama lengkap Mohammad Djazman Al-Kindi. Beliau selain sebagai tokoh pendidikan, beliau juga adalah aktivis sekaligus kader Muhammadiyah. Pendidikan bagi beliau harus menyatu dengan perkaderan, sebagaimana pendahulunya K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah adalah sebagai tempat untuk pencerdasan umat dan sekaligus tempat untuk melahirkan kader-kader yang akan melanjutkan kelangsungan persyarikatan tersebut. Pendidikan adalah perkaderan, tetapi di saat yang sama perkaderan adalah pendidikan. Hal ini dapat dilihat dengan didirikanya UMS oleh beliau adalah selain sebagai tempat pengkajian ilmu juga sebagai tempat membina kader-kader Muhammadiyah
MUHAMMADIYAH DAN GERAKAN PENCERAHAN Dartim, Dartim; Afianto, Dodi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah is the Islamic movements that make Islam as the soul in any aspects of life. complexity of the faith problems dan Muamalah that hit people make Muhammadiyah should be able to be creative in dawah. The challenge in keeping Islam in order to become a genuine religion of various forms of shirk and hypocrisy is still relevant. New TBC styles or modern TBC, such as secularism, liberalism, materialism, syncretism and relativism, and other isms that it is shirk and modern hypocrite which are no less dangerous than the traditional TBC. In addition the problem of poverty, economic disparities, pornography, crime and other social problems remains a heavy burden for the nation. Islamic progressive of Muhammadiyah as a trade mark in this period is a movement of enlightenment for the people and nation.
MENGUATKAN IKATAN BERMUHAMMADIYAH (Sebuah Refleksi Penelitian Gerakan Islam) Jinan, Mutohharun
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah untuk membangun soliditas internal. Dalam beberapa tahun terakhir terdengar gejala menurunnya semangat dalam memahami khittah di kalangan warga Muhammadiyah sehingga banyak yang tertarik dengan model dan ideologi gerakan lain. Di kalangan  bawah ditemukan beberapa faktor yang membuka peluang adanya migrasi warga Muhammadiyah ke gerakan lain. Faktor yang dimaksud adalah konflik internal diantara pimpinan, keinginan sebagian warga untuk menghidupkan kembali Muhammadiyah berbasis pengajian, dan semakin memendarnya otoritas ulama utamanya munculnya “ulama muda”.  Seluruh aktivis Muhammadiyah harus terus menggelorakan semangat penguatan ikatan internal tanpa kehilangan visi mondial.
PERUBAHAN MODE BUSANA MUSLIMAH PADA JAMA’AH MUHAMMADIYAH DI YOGYAKARTA TAHUN 1919-1989 Safitri, Nur Amaliyah; Santoso, Edy Budi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang perubahan mode busana muslimah pada jama’ah Muhammadiyah di Yogyakarta pada tahun 1919-1989. Perubahan yang terjadi meliputi kerudung dan pakaian. Dimulai dari tahun 1919 yang mulai dikenalkankerudung jenis Igal dan Mudhowarah oleh K.H. Ahmad Dahlan, yang kemudian menjadi pelopor munculnya kerudung ‘Aisyiyah.  Pada tahun 1931 Muhammadiyah mengadakan kongres dengan hasil menetapkan kerudung sebagai aksesoris wajib bagi setiap perempuan Muhammadiyah. Sedangkan untuk pakaian perempuan Muhammadiyah menggunakan kebaya dengan model tangkepan yang lebih menutup bagian muka dada dibandingkan dengan model kutu baru. Terjadi perubahan pakaian yaitu pada tahun 1950an, dimana perempuan Muhammadiyah menggunakan baju kurung, yang kemudian disusul dengan banyaknya model baju kurung dengan banyak variasi dengan hiasan-hiasan agar tidak terlihat kaku. Munculnya kerudung menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru yaitu para pengrajin kerudung dan toko-toko penjual kerudung. Selain itu juga terdapat golongan-golongan yang menentang adanya kewajiban memakai kerudung ini karena menurutnya budaya Arab
AKTUALISASI NILAI-NILAI PROFETIK KUNTOWIJOYO DI DALAM PENDIDIKAN (Studi Kasus Di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen) Fuadi, Harris
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikrl ini merupakan penelitian lapangan tentang efektivitas nilai-nilai profetik pada siswa di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, di simpulkan bahwa pembentukan perilaku Islami di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen dengan menggunakan model, adapun caranya adalah dengan juga berusaha untuk memberikan contoh yang baik serta keteladanan dalam berperilaku baik kepada siswa, seperti berpakaian rapi, menutup aurat, menjaga tutur kata dan sopan santun. Pembentukan nilai profetik dari pemikiran Kuntowijoyo di dalam dunia pendidikan dapat dilakukan dengan adanya kerja sama yang baik antar tenaga kependidikan di sebuah lembaga pendidikan. Lebih jauh dengan didukung dengan perumusan visi dan misi serta program kerja yang tepat dapat menjadi bentuk aktualisasi dari pemikiran Kuntowijoyo di lembaga pendidikan tersebut
GAGASAN DASAR DAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H AHMAD DAHLAN Arofah, Siti
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini bermula dari rasa penasaran peneliti terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berjumlah puluhan, ratusan bahkan ribuan, yang mana sekolah-sekolah tersebut merupakan hasil dari pemikiran K.H Ahmad Dahlan. Lebih tepatnya bukan pada sekolahnya, namun pada pemikiran luar biasa beliau terutama dalam bidang Pendidikan Islam. Pendidikan Islam memiliki peran besar dalam menentukan nasib bangsa. Penyebaran pendidikan dianggap kurang merata khususnya di daerah-daerah terpencil. Untuk itu K.H Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) turut andil memberikan hasil perwujudan pemikirannya dalam melihat masalah yang timbul di daerah pribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa gagasan dasar yang melatarbelakangi pemikiran K.H Ahmad Dahlan dan apa saja pemikiran-pemikirannya pada Pendidikan Islam. Dari penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan hasil bahwa gagasan dasar pemikiran K.H Ahmad Dahlan dilatarbelakangi beberapa hal, diantaranya: (1) Keprihatinan terhadap umat Islam pribumi, (2) Kesenjangan pendidikan, dan (3) Pertarungan melawan Kristen. Sedangkan pemikiran-pemikiran K.H Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan Islam diantaranya: (1) Mendirikan sekolah, (2) Lahir “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, (3) Kerjasama dengan pemerintah Belanda, (4) Mengadopsi sistem pendidikan, serta (5) Dakwah.

Page 3 of 19 | Total Record : 189