cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
Pengaruh Tata Ruang Bangsal terhadap Perilaku Pasien Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta Devi, Nadia Puspita; Nurjayanti, Widyastuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2615.043 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11564

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu asset berharga yang dimiliki setiap manusia. Kesehatan terdiri dari dua macam yaitu kesehatan fisik/jasmani dan kesehatan psikis/rohani. Penyakit psikis lebih sulit terdeteksi dibandingkan penyakit fisik karena biasanya timbul akibat adanya gangguan pada kesehatan jiwa/mental. Gangguan jiwa atau gangguan mental merupakan sindrom atau pola perilaku seseorang berkaitan dengan adanya gejala penderitaan (distress) yang menyerang salah satu fungsi penting pada tubuh manusia. Orang-orang dengan gangguan kesehatan biasanya diwadahi di rumah sakit. Individu dengan gangguan kesehatan jiwa, diwadahi di rumah sakit jiwa. Sebelum menjalankan rehabilitasi, pasien mental yang memerlukan rawat inap terlebih dahulu ditempatkan di bangsal. Bangsal memiliki peran yang besar dalam mempengaruhi kondisi psikologis pasien dan kondisi kesehatan dan keamanan pasien. Tata ruang bangsal baik secara zonasi maupun penataan interior pada bangsal harus diperhatikan mengingat pengguna utama ruang tersebut adalah pasien dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pola tata ruang bangsal di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta dan bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku pasien. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif berupa wawancara dan pengamatan langsung terhadap objek penelitian. Data hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan metode behavioral mapping dan metode superimposed. Penelitian ini menghasilkan elemen-elemen tertentu seperti jarak antar tempat tidur, elemen jendela dan pintu, dan suasana pada ruang, yang dapat mempengaruhi perilaku tertentu pada pasien.
Perkembangan Arsitektur Bale Banjar Ditinjau Dari Fungsi Dan Pelestarian Budaya Bali Juniastra, I Made
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.12732

Abstract

Banjar adat di bali umumnya menerapkan konsep Tri Hita Karana dalam menata bangunan wantilan bale banjar, yaitu Parhyangan yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, Palemahan yang mencerminkan hubungan manusia dengan lingkungan sekitar, dan Pawongan yang mencerminkan hubungan manusia satu dengan manusia lainnya. Namun seiring perkembangan jaman dan teknologi kini wantilan bale banjar yang sudah waktunya direnovasi dengan desain bertingkat. Timbul pertanyaan apakah yang sebenarnya melatarbelakangi desain bertingkat tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi desain awal wantilan dan menentukan beberapa wantilan bale banjar yang berarsitektur bali yang dianggap layak untuk mewakili wantilan-wantilan bale banjar yang ada di bali. Konsep bangunan bertingkat diterapkan karena ada beberapa pertimbangan yaitu untuk memperluas space bale banjar seiring pertambahan jumlah krame banjar, perkembangan jaman yaitu dengan memiliki bangunan bertingkat menimbulkan suatu kebanggaan akan kemajuan banjar, dan pertimbangan ekonomi untuk fungsi komersial. Semasih desain balai banjar tetap berpedoman pada arsitektur tradisional bali yaitu menerapkan konsep nawa sanga dan tri angga dalam penataan zoning dan tampilan fisik bangunan, maka wantilan bale banjar tersebut bisa diklasifkasikan sebagai bagian dari perkembangan budaya bali.
Proses Kreatif Perancangan Arsitektur Masjid Era Pemerintahan Soekarno dan Soeharto Adam, Rizky; Ardhiati, Yuke
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3287.252 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13328

Abstract

Masjid memiliki makna tempat bersujud bagi umat Islam, serta memiliki peranan yang sangat penting bagi umat Islam baik dari segi pelayanan ibadah dan pemberdayaan umat. Terbangunnya masjid-masjid di Indonesia pasti memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun ada hal yang dapat mempengaruhi terbangunnya sebuah masjid yaitu proses kreatif masing masing Presiden, pengaruh kekuasan dan budaya. Tidak hanya bangunan bangunan monument saja yang memiliki pengaruh kekuasaan dan pengalaman. Kini masjid pun bisa menjadi ekspresi dari kekuasaan orang yang diberi amanah pada masa itu. Tujuan penulisan ini adalah agar khalayak dapat mengetahui bahwasanya Presiden mempunyai kuasa dalam membangun negara dengan berdasarkan pengalaman pribadi yang dialaminya serta menghasilkan perbedaan perkembangan arsitektur yang istimewa. Penulisan ini menggunakan pendekatan sejarah dan literatur serta pendekatan secara arsitektural yaitu mengamati dari gaya arsitektur. Hasil penulisan ini membawa kesimpulan bahwa Soekarno memiliki gagasan yang modern dan monumental dan Soeharto lebih mengusung gagasan arsitektur bernuansa lokal. Proses kreativitas seseorang tidak akan berhenti dan akan selalu berproses berdasarkan latar belakang budaya mereka berasal, pengalaman hidup yang menjadi identitas sang presiden yang berkuasa pada masa tersebut.
Kajian Arsitektur Vernakular (Ruang dan Struktur) Lampung: Desa Pekon Hujung Lampung Barat matondang, adelia enjelina; Sani, A. Asrul
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1912.031 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13308

Abstract

Arsitektur vernakular Lampung saat ini masih dapat ditemui dibeberapa daerah di Lampung. Seiring dengan perkembangan zaman jumlah bangunan tradisional ini semakin lama semakin berkurang. Mulai dari alasan tidak lagi mampu menampung kegiatan manusia moderen juga karena dianggap kuno yang menjadi faktor utama menghilangnya bangunan tradisional ini. Desa Pekon Hujung merupakan salah satu daerah yang berada di Kecamatan Belalau, Lampung Barat. Desa ini dipilih menjadi lokasi penelitian karena desa ini masih memiliki bangunan vernakular Lampung yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Arsitektur vernakular Lampung merupakan warisan leluhur budaya yang akan sulit ditemukan lagi di lingkungan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa arsitektur vernakular Lampung dengan lokasi penelitian di Desa Pekon Hujung. Arsitektur vernakular Desa Pekon Hujung merupakan gambaran mengenai bentuk, denah, tata ruang yang tercermin melalui kebudayaan masyarakat Desa Pekon Hujung terhadap lingkungan alam dan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang telaah budaya menghuni dalam konteks hunian tradisional guna memberikan kesadaran bagi arsitek, pemilik, pengguna, dan pemerintah untuk mempertimbangkan kearifan budaya sebagai bagian dalam setiap keputusan desain yang diambil, baik dari sisi kekhasan maupun dari sisi keaslian.
Kualitas dan Kenyamanan Jalur Pedestrian di Penggal Jalan Slamet Riyadi Surakarta Damia, Fildzati Nazala; Nugrahaini, Fadhilla Tri
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2858.091 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11627

Abstract

Jalur pedestrian berfungsi sebagai salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas. Namun tak jarang dari sekian banyak jalur pedestrian yang tersebar di berbagai tempat, banyak yang memiliki kualitas tidak baik. Salah satu pedestrian terdapat di penggal Jalan Slamet Riyadi Surakarta, yaitu di kawasan dengan berbagai macam bangunan fungsi perekonomian. Kawasan ini berpotensi menjadi kawasan dengan pedestrian yang ramai oleh pengguna. Tujuan dari penelitian adalah untuk meninjau tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Jalan Slamet Riyadi menurut pengguna, serta mengetahui kesesuaian jalur pedestrian berdasarkan fungsi dan standar menurut peraturan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengambilan data secara observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menemukan terdapat bagian-bagian pedestrian yang secara kualitas tidak sesuai standar dan kelengkapan sarana penunjang yang berbeda-beda. Hal ini perlu mendapat perhatian untuk dilakukan perawatan sarana prasarana pedestrian agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
ANALISIS PREFERENSI VISUAL LANSKAP PLANTING SCREEN DI GEDUNG PERPUSTAKAAN Nabilah, Rizka
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.11295

Abstract

Preferensi visual digunakan untuk menentukan alternatif desain fisik. Hal tersbut berfungsi saat perencanaan dan desain bangunan. Metode penelitian yang digunakan dengan Scenic Beauty Estimation (SBE) pada empat montase gambar yang dibuat. Penilaian SBE dilakukan pada 30 mahasiswa arsitektur lanskap. Hasil menunjukkan desain planting screen yang menjadi preferensi responden adalah montase foto kombinasi vegetasi hijau dan berbunga dengan nilai 0,983.  
Transformasi Digital dalam Perancangan Arsitektur: Studi Kasus Perkuliahan Daring STUPA 2 Arsitektur UMS Syamsiyah, Nur Rahmawati; Putri, Hafizhah Winda; Laksana, Nadiifa Firsty
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2452.49 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13322

Abstract

Dunia dikejutkan dengan wabah pandemic Covid-19, yang mengacaukan seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Semua sekolah ditutup dan dianjurkan belajar di rumah, dengan metode pembelajaran online atau daring. Tujuan tulisan ini adalah menyampaikan hasil penelitian tentang pendapat mahasiswa peserta Studio Perancangan Arsitektur (STUPA)2 terhadap perkuliahan daring meliputi tingkat kesulitan dalam memahami materi dan kemanfaatan teknologi transformasi digital dalam menunjang pembelajaran STUPA2. Metode penelitian adalah diskriptif kualitatif dan kuantitatif, dilakukan dengan menyaring pendapat mahasiswa melalui kuesioner dalam googleform. Sejumlah 137 responden adalah mahasiswa peserta STUPA 2, sejumlah 44% sulit memahami materi, sehingga memerlukan pendampingan intensif terutama saat mendisain denah. Mahasiswa merasa belum berpengalaman dalam merancang, sehingga ada ketakutan saat membuat disain, terutama saat membuat gambar potongan (41%), namun percaya diri saat membuat gambar tampak (28%). Literasi digital yang didukung platform Schoology sangat diperlukan dalam memahami transformasi gambar secara digital menjadi cetak, berkolaborasi dengan emosi mahasiswa untuk menghasilkan disain kreatif dan mampu bereksplorasi disain. Tanpa literasi digital kemajuan teknologi tidak sepenuhnya dapat digunakan sebagai alat komunikasi disain, terutama bagi mahasiswa yang baru sepertiga bagian mengenal STUPA.
Pemetaan Ruang Bermain Anak di Kawasan Permukiman Padat di Kelurahan Kemijen Semarang Widyasamrarti, Hasti; Karmilah, Mila; Rahman, Boby
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.024 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11641

Abstract

Keterbatasan ruang dan fasilitas umum di permukiman padat penduduk membuat anak-anak lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang sebagai tempat bermain. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan distribusi tempat bermain, memahami persepsi, setting, dan perilaku anak anak di Kelurahan Kemijen Semarang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik, melalui pengamatan berupa behavior setting pada setiap ruang bermain anak, atau lebih tepatnya melalui placed centered mapping atau pemetaan berdasarkan tempat yang berfungsi untuk mengetahui adaptasi ruang bermain anak. Hasil penelitian menyebutkan bahwa anak-anak menggunakan lokasi bermain yang berbahaya, yakni di pinggir sungai, di pinggir rel kereta api, atau di atap rumah pompa. Anak anak memiliki persepsi positif terhadap sungai, yang bermakna mereka tidak melihat sungai sebagai lokasi yang berbahaya untuk bermain.
Penggunaan dan Penguasaan Ruang Berbasis Gender di UMS Qomariah, Nor Laely; Saputra, Andika
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2102.585 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11565

Abstract

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam di Indonesia yang memiliki beberapa pola penggunaan dan penguasaan ruang berbasis gender di dalam lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan dan penguasaan ruang berbasis gender di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pemahaman lebih jauh tentang penggunaan ruang berbasis gender dan penekanannya dalam penggunaan ruang, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat agar pengguna di lingkungan UMS dapat melangsungkan kegiatan dengan nyaman dan tenang. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik pemetaan perilaku person-centered maps, place centered maps, dan physical trace pada ruang luar di lingkungan UMS. Hasil penelitian menunjukkan pola aktifitas pada penggunaan dan penguasaan ruang berbasis gender di lingkungan UMS.
PROSES KREATIF PERANCANGAN ARSITEKTUR MASJID ERA PEMERINTAHAN SOEKARNO DAN SOEHARTO Adam, Rizky
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.11790

Abstract

Masjid memiliki makna tempat bersujud bagi umat islam, serta memiliki peranan yang sangat penting bagi umat islam baik dari segi pelayanan ibadah dan pemberdayaan umat. Terbangunnya masjid-masjid di Indonesia pasti memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun ada hal yang dapat mempengaruhi terbangunnya sebuah masjid yaitu Proses kreatif masing-masing Presiden, pengaruh kekuasan dan budaya. Tidak hanya bangunan-bangunan monument saja yang memiliki pengaruh kekuasaan dan pengalaman.. Kini masjid pun bisa menjadi ekspresi dari kekuasaan orang yang diberi amanah pada masa itu. Tujuan penulisan ini adalah agar khalayak dapat mengetahui bahwasanya Presiden mempunyai kuasa dalam membangun negara dengan berdasarkan pengalaman pribadi yang dilaminya serta menghasilkan perbedaan perkembangan arsitektur yang istimewa. Penulisan ini menggunakan pendekatan sejarah dan literatur serta pendekatan secara arsitektural yaitu mengamati dari gaya, arsitektur. Hasil penulisan ini membawa kesimpulan bahwa Soekarno memiliki gagasan yang modern dan monumental dan Soeharto lebih mengusung gagasan arsitektur bernuansa lokal. Proses kreativitas seseorang tidak akan berhenti dan akan selalu berproses berdasarkan latar belakang budaya mereka berasal, pengalaman hidup yang menjadi identitas sang presiden yang berkuasa pada masa tersebut. Â