cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
PERILAKU PENGUNJUNG ANAK DI TAMAN WISATA EDUKASI SATWA STUDI KASUS: KEBUN BINATANG GEMBIRA LOKA DI YOGYAKARTA Mahfuzhoh, Elma; Saputra, Andika
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.341 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10850

Abstract

Fenomena yang terjadi pada masa kini adalah maraknya anak-anak dijadikan sebagai sasaran utama pembelajaran dalam wisata edukasi, salah satunya objek adalah kebun binatang Gembira Loka di Yogyakarta yang merupakan salah satu sasaran utama pembelajaran wisata edukasi bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pengunjung anak di Kebun Binatang Gembira Loka serta faktor spasial yang menyebabkan terjadinya perilaku pada pengunjung anak. Koleksi satwa yang beraneka ragam serta tata ruang yang bervariasi di Kebun Binatang Gembira Loka, beragam perilaku dari pengunjung anak dapat diidentifikasi serta diintrepetasikan sesuai dengan karakteristik lingkungan maupun kepribadian anak, meliputi aspek tingkat keaktifan anak, interaksi anak, dan respon anak terhadap lingkungan yang berbeda. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan observasi partisipasi pasif sebagai teknik pencarian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan pengunjung anak terjadi di zona-zona awal, serta faktor spasial yang paling mempengaruhi perilaku pengunjung anak adalah tata ruang zonasi secara makro. Penelitian ini juga menemukan tidak berfungsinya pagar pembatas sebagai respon pengujung anak terhadap kondisi lingkungan.
PERILAKU MASYARAKAT PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAMPUNG KEBANGSREN SURABAYA Ghifari, M. Nu?man Al; Firdausan, Syam Zaki
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.04 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10593

Abstract

Kampung Kebangsren adalah perkampungan yang terletak di tengah kota Surabaya, yang dikelilingi oleh kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan dan kawasan perhotelan. Kawasan Kampung Kebangsren tumbuh semakin padat, sehingga ruang terbuka semakin berkurang luasnya. Padahal keberadaan ruang terbuka sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dengan skala yang besar guna memenuhi kebutuhan bersama warga kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan ruang terbuka dan faktor-faktor pembentuk ruang terbuka di kawasan Kampung Kebangsren. Metode penelitian yang digunakan adalah Behavioural Mapping, dengan melakkan survei lokasi dan mendokumentasikan pola kehidupan masyarakat Kampung Kebangsren untuk kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah bahwa Kampung Kebangsren memiliki hubungan bermasyarakat yang erat, sehingga keterbatasan lahan tidak menjadi masalah utama, dimana masyarakat Kampung Kebangsren tetap mampu mengelola lahan yang sedemikian rupa menjadi sebuah ruang terbuka yang optimal dengan cara-cara yang cerdas.
ARSITEKTUR JAWA PADA WUJUD BENTUK DAN RUANG MASJID AGUNG SURAKARTA Adityaningrum, Dewi; Pitana, Titis Srimuda; Setyaningsih, Wiwik
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.755 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10864

Abstract

Budaya tradisi memiliki estetika tersendiri. Arsitektur tradisional Jawa memiliki nilai estetika tersendiri yang merupakan manifestasi dari cara orang Jawa hidup dalam menanggapi lingkungan. Joglo sebagai bangunan arsitektur Jawa merupakan representasi simbolis dari realitas yang nilainya telah melampaui bentuk dan struktur bangunan. Masjid Agung Surakarta adalah masjid yang berkaitan dengan masuknya Islam di tanah Jawa. Pengaruh dari nilai-nilai lokal menjadikan masjid tersebut memiliki nilai-nilai arsitektur Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan mengetahui wujud representasi Arsitektur Jawa dan menemukan unsurunsur yang memuat nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa pada Masjid Agung Surakarta, sehingga nilai-nilai dari kehidupan masyarakat Jawa tersebut juga berimbas pada masjid Jawa lainnya yang mengambil prototipe dari masjid ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat unsur-unsur pada Masjid Agung Surakarta yang mengadopsi nilai-nilai budaya dan arsitektur Jawa. Berbagai elemen pembentuk masjid yang berkaitan erat dengan apa yang ada pada arsitektur Jawa, yaitu atap tajug yang menjadi penanda tipe masjid Jawa adalah unsur bentuk yang paling dominan, ruang dalem dan pendopo, soko guru, atap tajug tumpang tiga dan atap limasan, serta pajupat dan pancer.
PERAN MASJID AT TAQWA WONOGIRI TERHADAP LINTASAN SEJARAH ISLAM DI WONOGIRI Nugroho, Rizqi Bayu; Saputra, Andika
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.446 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10602

Abstract

Kota Islam adalah kota yang awalnya dibangun pada semasa Nabi Muhammad SAW, dengan mempertimbangkan konsep ideologi kota yang bercorak Islami dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Ciri utama kota Islam adalah kehadiran masjid di dalam wilayah kota. Salah satu kota yang menghadirkan bangunan masjid sebagai unsur utama dalam tata ruangnya adalah Kota Wonogiri yang memiliki Masjid At-Taqwa di pusat kota yang berdekatan dengan alun-alun dan kantor bupati. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi peran Masjid At-Taqwa dalam lintasan sejarah Kota Wonogiri. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini mengungkap perluasan peran Masjid At-Taqwa pada dimensi fungsi pendidikan dini yang diselenggarakan di masjid, meliputi pendidikan tingkat PAUD dan TK, selain peningkatan peran peribadatan shalat.
EVALUASI KESESUAIAN PENATAAN AREA KULINER KAWASAN OBYEK WISATA PANTAI WIDURI TERHADAP STANDAR PARIWISATA PANTAI Pratami, Ayu Candra; Indrawati, Indrawati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.436 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10872

Abstract

Area kuliner non-formal di Pantai Widuri Pemalang menjadi spot yang paling diminati oleh pengunjung. Namun, pembangunan area kuliner non-formal dinilai belum sesuai dengan aturan dan standar pariwisata pantai. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi mengenai penataan area kuliner Pantai Widuri dengan tujuan untuk mengetahui penyebab dan proses terbentuknya area kuliner non-formal, mengidentifikasi pelanggaran-pelanggaran berkenaan dengan standar fasilitas, serta mengetahui tanggapan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan objek dan pendekatan subjek. Pendekatan objek dilakukan terhadap aspek fisik areakuliner Pantai Widuri dengan acuan Permenpar Nomor 3 Tahun 2018 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pariwisata dan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang Tahun 20112031. Pendekatan subjek penelitian dilakukan kepada pengunjung area kuliner formal dan non-formal dengan metode kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area kuliner non-formal Pantai Widuri belum sesuai dengan standar maupun aturan yang berlaku. Area kuliner non-formal terbentuk karena kondisi morfologi Pantai Widuri dan preferensi pengunjung, yaitu pencapaian yang mudah, tarif parkir, dan makanan terjangkau, serta view yang menarik. Hasil evaluasi ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengelola dalam mengembangkan kawasan Pantai Widuri agar sesuai dengan standar, aturan, serta minat pengunjung.
TIPOLOGI RUANG PUBLIK PUSAT PERBELANJAAN (STUDI KASUS: SOLO GRAND MALL, SOLO PARAGON MALL, DAN SOLO SQUARE) Primadani, Aulia Fatih; Nurhasan, Nurhasan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.889 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10851

Abstract

Perkembangan kota-kota di Indonesia menyebabkan perubahan terhadap gaya hidup masyarakat. Akibatnya pusat perbelanjaan bertransformasi menjadi ruang publik perkotaan favorit menggantikan ruang terbuka publik kota yang sekarang mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya. Oleh karena itu banyak unsur ruang publik yang dimasukkan ke dalam fungsi pusat perbelanjaan, sehingga terciptalah fasilitas-fasilitas yang bersifat publik. Bentuk dan lokasi peletakan ruang publik yang terdapat pada pusat perbelanjaan memiliki pola keteraturan yang sama. Pola yang sama dari ruang publik saling berkorelasi menghasilkan tipologi. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini berpusat pada tiga pusat perbelanjaan di Kota Solo yaitu: Solo Grand Mall, Solo Paragon Mall, dan Solo Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipologi bentuk dan fungsi ruang publik pusat perbelanjaan ialah square atau melebar sebagai tempat melakukan kegiatan ditempat atau menetap dan linier atau melorong sebagai tempat sirkulasi atau kegiatan tidak menetap.
KARAKTERISTIK VISUAL BANGUNAN PASCA KERUSUHAN MEI 98 SEBAGAI PEMBENTUK WAJAH KOTA SURAKARTA Wicaksono, Bangkit Adhi; Astuti, Dyah Widi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.883 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10594

Abstract

Era pergantian Orde Baru menuju Era Reformasi yang terjadi di Indonesia menyebabkan berbagai kerusuhan. Surakarta merupakan salah satu kota yang mengalami kerusuhan. Banyak massa yang melakukan aksi kerusuhan yang berdampak pada kerusakan bangunan di Kota Surakarta. Banyak kerugian yang terjadi. Pasca kerusuhan bangunan mulai direnovasi, namun hal ini mengakibatkan tampilan visual bangunan telah berubah. Penelitian ini bertujuan mencari perbedaan visual sebelum dan sesudah kerusuhan, faktor pengaruhnya, dan pengaruh perubahan terhadap wajah Kota Surakarta. Metode yang dipilih adalah metode komparasi dengan membandingkan data tahun 1998 dengan 2019. Terdapat tujuh sampel bangunan yang dianggap mewakili citra tampilan wajah Kota Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukan indikator yang berubah dari ketujuh sampel bangunan tersebut yaitu : garis, bentuk, dan irama. Faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah rasa keamanan yang kurang sehingga mengakibatkan para penduduk merenovasi bangunan yang rusak. Keadaan ini mengakibatkan perubahan fasad bangunan menjadi lebih tertutup, kuat, dan aman. Hal ini mempengaruhi tampilan bangunan sehingga memicu terbentuknya wajah Kota Surakarta yang kaku dan kokoh.
NUANSA TEMPAT SAKRAL DI KOTA DEMAK Marwoto, Marwoto
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.585 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10865

Abstract

Kota Demak sarat dengan nilai-nilai yang bersifat inspiratif bagi para peziarah. Adanya artefak masjid dan makam Wali menjadi pertanda bahwa Kota Demak memiliki simbol religius sejak peradaban Islam berkembang di tanah Jawa. Nilai tradisi mewarnai bentuk budaya masyarakat setempat dan menjadi bagian dalam pelestarian peninggalan sejarah di Kota Demak. Perkembangan Kota Demak telah mengalami kemajuan dan perubahan yang memungkinkan terjadinya pergeseran makna dan simbol kota. Kondisi ini menjadi isu penting untuk diangkat berupa pertanyaan sampai kapan nilai-nilai kesakralan Kota Demak akan tetap bertahan? Melalui pendekatan analisa diakronik dalam bentuk penelusuran sejarah perkembangan Kota Demak dan interpretasi terhadap tata ruang, akan dikaji dan menemukan makna ruang atau tempat yang bersifat sakral. Area atau lokus penelitian dibatasi pada tempat dengan daya tarik terkuat bagi para peziarah. Hasil dari tulisan ini mengetengahkan bahwa terdapat makna simbol spiritualyang sangat kuat pada makam Sunan Kalijaga dibandingkan keberadaan simbol-simbol lain yang bersifat teraba (tangible) seperti pada bangunan Masjid Agung Demak
POLA PENGGUNA JALAN PADA JALUR PEDESTRIAN SEPANJANG KORIDOR JALAN EMBONG MALANG SURABAYA Syafi?i, Dinda Oktaviani; Pambagus, Febriska Alya Putri; Kartika, Auriellia Laksmi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2180.993 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10832

Abstract

Koridor pedestrian Jl. Embong Malang Surabaya merupakan salah jalur pedestrian di kawasan Surabaya. Pedestrian sendiri berfungsi memfasilitasi pejalan kaki agar tercipta rasa aman dan nyaman saat melintasi jalan raya atau pergi dari satu tempat dalam jarak tertentu dengan menggunakan moda jalan kaki. Pedestrian Embong Malang sendiri dibagi menjadi dua berdasarkan posisinya yaitu pedestrian utara dan selatan. Adanya perbedaan fasilitas dan lingkungan antar kedua pedestrian ini mengakibatkan adanya perbedaan tingkat pengguna aktivitas pedestrian itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk membahas fasilitas, tingkat aktivitas dan faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat aktivitas koridor pedestrian Jl. Embong Malang. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengambilan data melalui observasi menggunakan teknik pengamatan Person Centered Maps Dan Place Centered Maps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pedestrian sisi selatan lebih lengkap, sehingga tingkat penggunaan aktivitas lebih tinggi, terutama pada saat libur dengan jalur menuju pusat pebelanjaan. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi tingkat penggunaan pedestrian, yaitu: waktu penggunaan pedestrian, kondisi lingkungan di area pedestrian, dan dimensi serta ketersediaan fasilitas pedestrian.
PENERAPAN TOLOK UKUR MAC DARI GREENSHIP NEIGHBORHOOD VERSI 1.0 DAN EVALUASI SUBJEKTIF PADA KAWASAN KEBUN RAYA INDROKILO DI BOYOLALI. Kholid, Naufal; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.805 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10854

Abstract

Kebun Raya Indrokilo (KRI) merupakan kawasan cagar alam yang dibangun sebagai sarana edukasi dan konservasi tumbuhan hutan hujan dataran rendah dan sebagai bentuk upaya menjaga keanekaragaman hayati dari degradasi habitat. Untuk itu kawasan ini menarik untuk diteliti bagaimana penerapan arsitektur hijau pada kawasan serta bagaimana opini pengunjungmengenai sarana yang ada. Penelitian ini ditujukan untuk menilai penerapan tolok ukur movement and connectivity (MAC) dan mengetahui evaluasi subjektif dari pengunjung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berupa penjelasan dari penilaian parameter MAC, dan metode kuantitatif dalam memberikan penilaian dan prosentase evaluasi subjektif. Data hasil tolok ukur MAC dikomparasikan dengan hasil wawancara dengan jumlah sample 20 orang pengunjung Kebun Raya dengan intensitas kunjungan yang bervariasi. Hasil yang diperoleh dari kawasan ini adalah  Kebun Raya Indrokilo memenuhi 17 nilai dari 26 nilai maksimal pada kategori MAC dan persentase kepuasan pengunjung sebesar 45%. Adanya upaya penerapan arsitektur hijau pada kawasan Kebun Raya Indrokilo oleh pengelola, dapat dilihat dari penilaian MAC dari greenship yang diterapkan oleh KRI mencapai 13% dari 21% persentase maksimal pada kategori tersebut tetapi perlu adanya sinergi antara penerapan greenship dengan upaya edukasinya kepada masyarakat.

Page 10 of 34 | Total Record : 331