cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Industri
ISSN : 14126869     EISSN : 24604038     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Teknik Industri is a scientific journal that aims to participate in developing the scientific field of Industrial Engineering, contains the results of research and theoretical study from lecturers, researchers and industry practitioners. Jurnal Ilmiah Teknik Industri is administered by the Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta and published by the Muhammadiyah University Press (MUP).
Arjuna Subject : -
Articles 766 Documents
EVALUASI FASILITAS KERJA BAGIAN FINISHING PERUSAHAAN MEUBEL DENGAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) Pratiwi, Indah
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 4, No.1, Agustus 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depo Interior merupakan perusahaan interior yang menghasilkan mebel. Perusahaan ini belum dilengkapi dengan fasilitas dan metode kerja yang baik, sehingga pekerja sering mengalami keluhan rasa sakit dan lelah pada bagian-bagian tubuh tertentu. Dalam bekerja postur tubuh yang tidak baik dan pengulangan pekerjaan yang tinggi beresiko besar terhadap penyebab penyakit tulang belakang. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi postur kerja yang tidak baik bagi pekerja bagian finishing. Postur kerja diamati dengan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Pengamatan dilakukan pada 2 elemen pekerjaan yaitu pengamplasan dan penyemprotan. Langkah berikutnya : (1) tubuh dibagi menjadi dua bagian, yaitu kelompok A dan B, (2) pengelompokan skor postur bagian tubuh, (3) pengembangan grand skor dan daftar tindakan.
PENINGKATAN KINERJA OHMS (ORDER HANDLING MANUFACTURING SYSTEM) MELALUI SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) Budiarto, Slamet
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10, No. 2, Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, untuk meningkatkan kinerja OHMS yang karakteristiknya lebih kompleks, digunakan soft systems methodology yang banyak membantu para manajer untuk menyelesaikan masalah yang bervariasi dan kompleks. Permasalahan tersebut sering menemui kegagalan dalam penyelesaiannya ketika pendekatan system engineering (SE) digunakan. Penelitian menunjukan gambaran aktivitas lebih jelas, dan penentuan indikator lebih terstruktur dengan mengkombinasikan IDEF0. Melalui soft systems methodology yang dikuantitatifkan pada langkah debating menunjukan aktivitas A4, yaitu membuat produk, paling penting dengan bobot 35,32%. Dari hasil dekomposisi aktivitas kritis meliputi A12: merencanakan program produksi dengan bobot 9,17%, A41: mengendalikan produksi dengan bobot 9,17%, A32: mendapatkan kapasitas produksi, dengan bobot 8,72% dan A45: mengetes rakitan akhir dengan bobot 8,72%. Selanjutnya kinerja yang perlu dicermati pada ICOM’s (Input, Control, Output, Mechanism), lebih banyak pada input aktivitas kritis.
SISTEM DETEKSI GANGGUAN DEPRESI PADA ANAK-ANAK DAN REMAJA Haryanto, Haryanto; Wahyuni, Hartati Dyah; Nandiroh, Siti
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 14, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depression or mental stress is not happen to adults only. Children and adolescents may also experience depression. About 5 percent of children and adolescents in Indonesia suffer depression.  Depression prevalent in schools and in their families. Behavior change is a sign of depression, such as suddenly said he wanted to die or living alone. Early diagnosis and treatment are very important for children and adolescents depressed. Cognitive behavioral therapy (CBT) and interpersonal psychotherapy (IPT) are forms of individual therapy proven to be effective in treating depression, in addition to the use of antidepressant drugs. The author makes a system of early detection of depressive disorders in children and adolescents, to monitor children and adolescents suffer from depression or not. The system used in the early detection utilizing web technology and mobile phone. Monitoring and inputting existing symptoms in children and adolescents is done through a test of depression. Test depression then processed and entered into a database. Test results will indicate the degree of depression based on the scores. With that score, the degree of depressed children and adolescents monitored can be concluded.
EFISIENSI WAKTU PRODUKSI ES BATU SEBAGAI IMPLIKASI URUTAN PENJADWALAN KEDATANGAN JOB YANG TEPAT Tannady, Hendy; Steven, Steven
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 1, Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi adalah salah satu cara tempuh strategis dalam apa yang kita kenal dengan perbaikan terus menerus (Continuous Improvement). Penelitian ini membahas tentang dampak dari pengaturan urutan kedatangan Job pada industri es batu terhadap efisiensi konsumsi waktu kerja dari mesin produksi, penelitian menggunakan Algoritma Gupta sebagai metode untuk mencari solusi alternatif dari kedatangan job. Indikator pertama yang digunakan adalah jumlah nilai makespan yang diperoleh dari setiap urutan job dan nilai Mean Flow Time (MFT) apabila ditemui nilai makespan yang sama. Setelah kedua indikator dapat teridentifikasi, maka diperoleh urutan job yang paling tepat dalam tujuannya untuk efisiensi waktu.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN BERDASARKAN TINGKAT PELAYANAN DAN HARGA KAMAR MENGGUNAKAN APLIKASI FUZZY DENGAN MATLAB 3.5. Pratiwi, Indah; Prayitno, Edi
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 4, No. 2, Desember 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan yang baik dimana perusahaan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan agar terpenuhinya permintaan dan harapan konsumen (Sugiarto, 2000). Konsumen menghendaki pelayanan yang diterima cepat dan baik, dan itu merupakan nilai dalam peningkatan kualitas dalam pelayanan. Penelitian ini melihat seberapa besar kepuasan konsumen dan pengaruh tingkat pelayanan dan harga kamar terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa hotel Istana berdasarkan aplikasi fuzzy pada toolbox matlab 3.5.0.  Langkah-langkah yang dilakukan adalah pada metode analitis terdapat tiga tahapan logika fuzzy, yaitu 1) fuzzyfication, terdiri dari membentuk variabel yang digunakan dan membentuk himpunan kabur, 2) inferensi, merupakan penentuan aturan dari sistem logika kabur, 3) defuzzyfication, disebut tahap penegasan dimana input dari proses penegasan adalah himpunan kabur dari komposisi himpunan aturan kabur, dan output merupakan domain himpunan kabur tersebut. Hasil dari pengolahan data, meliputi : input terdiri dari a) tingkat kualitas pelayanan didapat bilangan real 5,5 dengan domain [5 8] yang artinya variabel tingkat pelayanan baik, b) tingkat harga kamar dengan bilangan real 5,5 dengan domain [5 8] yang artinya tingkat harga kamar murah. Output hanya satu yaitu tingkat kepuasan konsumen dengan bilangan real 43,9. fuzzy, toolbox matlab 3.5.0, kepuasan konsumen hotel
BEBAN KERJA DAN MIKROKLIMAT RUANG KERJA PERAJIN UANG KEPENG (PIS BOLONG) UD. KAMASAN BALI DI DESA KAMASAN KLUNGKUNG Ariati, Ni Nengah; Dewantari, Ni Made
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10, No. 2, Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kerajinan logam antara lain membuat pis bolong saat ini sedang berkembang di kabupaten Klungkung, sebagai sarana persembahyangan mutlak diperlukan. Selain untuk masyarakat Bali, komoditi ini juga disiapkan untuk diekspor ke luar negeri dengan membuat berbagai macam perhiasan, patung, hiasan dinding, dsb. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu basah, suhu kering, kelembaban udara dan beban kerja pekerja di bagian peleburan logam. Dari hasil penelitian menunjukkan rerata usia pekerja adalah 21,8 tahun dengan simpang baku 3,27 tahun. Rerata pengalaman kerja 4,2 tahun dengan rentangan berkisar antara 3–6 tahun. Beban kerja pekerja di bagian peleburan logam termasuk beban kerja dalam katagori berat dengan rerata denyut nadi kerja 125,54 denyut/menit. Perbedaan denyut nadi istirahat dengan denyut nadi kerja cukup tinggi yaitu 60,16. Rerata % CVL pekerja adalah 90,86% dengan simpang baku 1,89. Kondisi lingkungan kerja di bagian peleburan logam berada pada garis biru yang berarti waktu kerja yang diijinkan adalah 50% bekerja dan 50% istirahat dilakukan setiap jam supaya pekerjaan dapat berlangsung selama 8 jam sehari. Dapat disarankan untuk mengurangi beban kerja, organisasi kerja perlu diperbaiki misalnya dengan istirahat pendek 5 menit setiap jam/setiap sekali periode peleburan logam dan pada saat istirahat pendek pekerja diberikan minuman berkalori seperti teh manis dan kudapan untuk memenuhi kebutuhan gizi pekerja.
PERANCANGAN SISTEM INSENTIF MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN INSENTIF KELOMPOK Pramudyo, Cahyono Sigit
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10, No. 1, Juni 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan human capital dan sumberdaya-sumberdaya yang lain secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Salah satu bagian dari fungsi manajemen adalah pemberian kompensasi. Penelitian memfokuskan pada perencanaan sistem insentif kelompok. Perencanaan sistem insentif ini bertujuan untuk memberikan dasar yang transparan dengan tingkat perbedaan insentif yang tidak terlampau besar antara penerima insentif yang terendah dan tertinggi. Tahapan dalam penelitian ini meliputi : penentuan variabel yang berperan dalam menentukan pemberian insentif , penentuan model pembobotan tiap variabel, formulasi pembagian insentif dan pembuatan simulasi perhitungan. Model pembagian insentif memberikan dasar yang transparansi dengan tingkat perbedaan insentif yang tidak terlampau besar antara penerima insentif yang terendah dan tertinggi.
PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA MENENGAH PADA SISTEM KELISTRIKAN KOTA SAMARINDA Muslimin, Muslimin
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 14, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demand of electric power in Samarinda continuously increasing in line with development of Samarinda city. To fill the demand of electricity in the future at a certain period, it is necessary to know precisely the demand for electricity in the certain period. This research has been carried out mid-term electric load forecasting electricity system in Samarinda using Artificial Neural Network (ANN). This method is an excellent method for finding non-linear relationship between load with economic factors are varied, and can make adjustments to the changes.The result of this study indicates that the selection of parameters such as the learning method, the number of neurons, hidden layer and influence the accuracy of forecasting the electrical load. From the results of electric power load forecasting medium term Samarinda MSE values obtained by 6,9134E + 03, using the parameters training and network configuration [7-70-1]. Retrieved peak load in 2020 amounted to 741 MW, close to the electrical plan of PT. PLN (Persero) amounting to 718 MW. In the electricity load forecasting is well known that the annual burden will increase.
MINIMALISASI BIAYA PENGIRIMAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN JOINT SHIPMENT MODEL Setyaningsih, Ira; Prasetyo, Muhrisad Dwi
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 1, Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi dan  kuantitas optimal pengiriman produk dengan meminimalisasi jumlah biaya kirim yang dikeluarkan oleh PT.ABC ke beberapa hypermarket. Dengan menggunakan Joint shipment model maka dapat dihitung Kuantitas Pengiriman Ekonomis yang kemudian dibandingkan dengan kapasitas alat  angkutnya. Setelah itu dapat dicari frekuensi pengiriman optimal  dan waktu  pengiriman untuk masing-masing produk, sehingga dapat diketahui jumlah pengiriman optimal.  Hasil dari kuantitas pengiriman ekonomis antara lain; pengiriman produk dari PT. DI ke   PT. ABC  sebanyak 255 box, untuk pengiriman produk dari  PT. F & B ke PT. ABC  sebanyak 213 box, untuk pengiriman dari PT. ABC ke hypermarket CA sebanyak 57 box, untuk pengiriman dari PT. ABC ke hypermarket CM sebanyak 62 box, untuk pengiriman dari PT. ABC ke hypermarket GG sebanyak 61 box, dan untuk pengiriman dari PT. ABC ke hypermarket LSG sebanyak  60 box, untuk pengiriman dari PT. ABC ke hypermarket LSS sebanyak 61 box. Dengan model konvensional biaya yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp.30.818.450, sedangkan dengan model ini perusahaan hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp.15.948.600. Sehingga penghematan yang diperoleh perusahaan sebesar Rp.14.869.850.
PENINGKATAN KUALITAS JARINGAN KOMUNIKASI SEKTOR INDUSTRI DENGAN INTELLIGENT NETWORK SEBAGAI UPAYA PERLUASAN DAERAH PEMASARAN Haryanto, Haryanto; Nandiroh, Siti
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 4, No.1, Agustus 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satu hal yang paling penting dalam upaya peningkatan profit adalah dengan penambahan dan perluasan daerah pemasaran, serta adanya sistem informasi yang terpadu dari pusat ke tiap unit yang dimiliki. Perluasan daerah pemasaran dapat diwujudkan dengan adanya sistem telekomunikasi yang lancar dan dapat menjangkau di tiap daerah yang akan dijadikan sebagai daerah pemasaran. Sehingga hal ini diharapkan tidak akan menghambat proses pendistribusian produk maupun informasi dari tiap daerah tujuan. Intelligent Network (Jaringan Cerdas) adalah suatu arsitektur jaringan telekomunikasi yang memiliki tujuan untuk memberikan framework sehingga kerja dari jaringan untuk implementasi, kontrol, dan management menjadi lebih efektif serta lebih ekonomis, dan lebih cepat proses kerjanya dibandingkan arsitektur jaringan yang digunakan saat ini. Untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi memerlukan infrastruktur yang memadai. Tidak luput dari standar mengenai spesifikasi yang menyangkut mobile system yang akan digunakan. Sehingga perkembangan suatu teknologi akan dapat berefek terjangkaunya komunikasi di daerah-daerah yang terisolasi, sehingga meningkatkan perkembangan daerah tersebut, bahkan tidak menutup kemungkinan dengan adanya peningkatan jaringan komunikasi di daerah maka akan memunculkan daerah-daerah sentra produksi di bidang industri. Peningkatan mobilitas komponen usaha yang tidak diperkirakan sebelumnya, semakin menuntut kemampuan sistem jaringan komunikasi dan data, serta pengembangan jenis-jenis pelanggan baru. Dengan adanya peranan Intelligent Network sebagai konsep arsitektur jaringan, maka akan mendapatkan solusi yang lebih baik untuk memenuhi segala kebutuhan.

Page 10 of 77 | Total Record : 766


Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 22, No. 2, December 2023 Vol. 22, No. 1, June 2023 Vol. 21, No. 2, December 2022 Vol. 21, No. 1, June 2022 Vol. 20, No. 2, December 2021 Vol. 20, No. 1, June 2021 Vol. 19, No. 02, December 2020 Vol. 19, No. 1, June 2020 Vol. 18, No. 2, Desember 2019 Vol. 18, No. 1, Juni 2019 Vol. 18, No. 1, Juni 2019 Vol. 17, No. 2, Desember 2018 Vol. 17, No. 2, Desember 2018 Vol. 17, No. 1, Juni 2018 Vol. 17, No. 1, Juni 2018 Vol. 16, No. 2, Desember 2017 Vol. 16, No. 2, Desember 2017 Vol. 16, No. 1, Juni 2017 Vol. 16, No. 1, Juni 2017 Vol. 15, No. 2, Desember 2016 Vol. 15, No. 2, Desember 2016 Vol. 15, No. 1, Juni 2016 Vol. 15, No. 1, Juni 2016 Vol. 14, No. 2, Desember 2015 Vol. 14, No. 2, Desember 2015 Vol. 14, No. 1, Juni 2015 Vol. 14, No. 1, Juni 2015 Vol. 13, No.2, Desember 2014 Vol. 13, No.2, Desember 2014 Vol. 13, No. 1, Juni 2014 Vol. 13, No. 1, Juni 2014 Vol. 12, No. 2, Desember 2013 Vol. 12, No. 2, Desember 2013 Vol. 12, No. 1, Juni 2013 Vol. 12, No. 1, Juni 2013 Vol. 11, No. 2, Desember 2012 Vol. 11, No. 2, Desember 2012 Vol. 11, No. 1, Juni 2012 Vol. 11, No. 1, Juni 2012 Vol. 10, No. 2, Desember 2011 Vol. 10, No. 2, Desember 2011 Vol. 10, No. 1, Juni 2011 Vol. 10, No. 1, Juni 2011 Vol. 6, No. 2, Desember 2007 Vol. 6, No. 2, Desember 2007 Vol. 6, No. 1, Agustus 2007 Vol. 6, No. 1, Agustus 2007 Vol. 5, No. 3, April 2007 Vol. 5, No. 3, April 2007 Vol. 5, No. 2, Desember 2006 Vol. 5, No. 2, Desember 2006 Vol. 5, No. 1, Agustus 2006 Vol. 5, No. 1, Agustus 2006 Vol. 4, No. 3, April 2006 Vol. 4, No. 3, April 2006 Vol. 4, No. 2, Desember 2005 Vol. 4, No. 2, Desember 2005 Vol. 4, No.1, Agustus 2005 Vol. 4, No.1, Agustus 2005 Vol. 3, No. 2, Desember 2004 Vol. 3, No. 2, Desember 2004 Vol. 3, No. 1, Agustus 2004 Vol. 3, No. 1, Agustus 2004 Vol. 2, No. 3, April 2004 Vol. 2, No. 3, April 2004 Vol. 2, No. 2, Desember 2003 Vol. 2, No. 2, Desember 2003 Vol. 1, No. 3, April 2003 Vol. 1, No. 3, April 2003 More Issue