cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
PROSES NORMALIZING DAN TEMPERING PADA SCMnCr2 UNTUK MEMENUHI STANDAR JIS G 5111 Darmawan, Agung Setyo; Masyrukan, Masyrukan; Ariyandi, Riski
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja SCMnCr merupakan baja produk pengecoran produksi PT. Baja Kurnia Klaten. Untuk mengetahui apakah baja ini sudah memenuhi standar kekuatan JIS G 5111 dengan kekuatan tarik minimum 590 N/mm2 , maka dilakukan pengujian struktur mikro dan kekuatan pada raw material. Pengujian kekuatan pada raw material baja ini memperlihatkan hasil dibawah standar yaitu kekuatan tariknya 539.21 N/mm2 . Oleh karena itu dilakukan proses normalizing dan tempering pada baja SCMnCr2 untuk memenuhi standar tersebut. Sesudah dilakukan proses heat treatment Baja SCMnCr2 diuji strukturmikro dan kekuatan tariknya. Foto struktur mikro baja SCMnCr2 setelah dinormalizing dan kemudian ditempering memperlihatkan butir yang lebih kecil dibanding raw materialnya.. Setelah dilakukan normalizing dan tempering harga kekuatan naik menjadi 685.51 N/mm2 dan akan menurun menjadi 664.21N/mm2 ketika waktu penahanan tempering diperlama menjadi 45 menit. Hal ini disebabkan karena meningkatnya ukuran butir ferit dan perlit.
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BIOBRIKET CAMPURAN AMPAS AREN, SEKAM PADI, DAN BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Triyanto, Joko; Subroto, Subroto; Effendy, Marwan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa (ampas aren dan sekam padi) merupakan bahan hayati yang biasanyadianggap sebagai sampah dan sering dimusnahkan dengan cara dibakar. Biomassayang berasal dari limbah pertanian ini menjadi masalah umum didaerah pedesaankarena mengganggu lingkungan. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang mampuuntuk mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi, dengan menjadikan biomassa (ampas aren dan sekam padi) sebagai bahan dasar biobriketPenelitian ini diawali dengan pengumpulan bahan dasar berupa ampas aren,sekam padi, dan batubara, serta aspal sebagai bahan perekat, setelah itu dilakukanuji proximate bahan dasar. Pembuatan biobriket dengan komposisi 100% ampas aren;100% sekam padi;40%ampas aren,40% sekam padi,dan 20% batubara;30% ampas aren, 30% sekam padi, dan 40% batubara; 20% ampas aren, 20% sekam padi, dan 60% batubara;dan 100% batubara serta bahan perekat aspal 10% dari berat total biobriket. Biobriket dibuat dengan berat 5 gram. Setelah itu dilakukan pengujian karakteristik pembakaran, yang meliputi penurunan massa, laju pembakaran, dan temperatur pembakaran biobriket.Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur tertinggi pembakaran dihasilkanoleh biobriket dengan komposisi 100% batubara. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar komposisi batubara, maka temperatur biobriket yang dihasilkan semakin tinggi. Tingginya kadar karbon pada batubara akan membuat temperatur puncak yang akan dicapai semakin lama. Sedangkan penurunan massa paling cepat terjadi pada komposisi 100% ampas aren dan 100% sekam padi, hal ini dikarenakan ampas aren dan sekam padi mempunyai volatile matter tinggi sehingga menyebabkan mudah terbakar.
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN ARANG KAYU DAN JERAMI Subroto, Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, harga bahan bakar minyak semakin membumbung tinggi, sebagai alternatif maka dilakukan penelitian tentang potensi biomass jerami dan arang kayu sebagai sumber energi alternatif. Tujuan penelitian ini adalah mencampur jerami dan arang dengan komposisi tertentu dan menentukan karakter pembakarannya, sehingga nantinya dapat diketahui komposisi mana yang paling baik digunakan. Dalam penelitian ini komposisi yang diuji adalah biobriket dengan perbandingan prosentase jerami: arang kayu = 30% : 70%, 40% : 60%, 50% : 50%. Pengujian pembakaran dilakukan dengan kecepatan udara konstan  untuk mengetahui besarnya laju pengurangan massa, laju pembakaran dan temperatur pembakaran, kemudian dilanjutkan dengan pengujian emisi polutan. Berdasarkan percobaan dan parameter yang telah diuji, biobriket dengan campuran 50% jerami dan 50% arang kayu mempunyai laju pembakaran yang tinggi. Penambahan biomasa juga dapat menurunkan emisi polutan yang dihasilkan pada saat pembakaran. Komposisi biobriket terbaik yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari adalah komposisi arang kayu : jerami = 50% : 50% karena lebih ramah lingkungan, sedangkan untuk kebutuhan industri, komposisi terbaik dengan pencapaian temperatur tertinggi adalah komposisi arang kayu : jerami = 70% : 30%.
STUDI PENGARUH TEMPERATUR TEMPER TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN KETAHANAN KOROSI PADUAN Fe-1,26Al-1,05C Kartikasari, Ratna
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan Fe-Al-C merupakan paduan baru kandidat pengganti stainless steel konvensional, dimana unsur Al berperan menggantikan unsur mahal (Cr) pada stainless steel konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur temper terhadap sifat mekanik dan ketahanan korosi paduan Fe-1,26Al-1,05C. Bahan baku peleburan terdiri dari: scrap baja Mn rendah, Al murni dan Fe-C. Peleburan menggunakan dapur induksi frekwensi tinggi kapasitas 50 kg dengan alloying di dalam ladle. Austenitisasi sampai temperatur 900oC dilanjutkan dengan quenching dalam media air. Proses temper dilakukan pada temperatur 250oC, 300oC, 350oC, 400oC dan 450oC. Pengujian yang dilakukan adalah foto struktur mikro, pengujian tarik, pengujian kekerasan dan pengujian korosi dalam media 3,5% NaCl dengan metoda kehilangan berat. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa paduan Fe1,26Al-1,05C as cast mempunyai struktur ferit dan perlit, kecenderungan pembentukan struktur ferit terjadi dengan semakin tinggi temperatur temper. Kekuatan tarik maksimum terjadi setelah hardening yaitu sebesar 82,7kg/mm2 dengan regangan tertinggi sebesar 47,2% setelah temper 450oC. Kekerasan tertinggi sebebesar 287,1 VHN terjadi setelah hardening. Hasil pengujian korosi menunjukkan bahwa laju korosi paduan 1,26Al-1,05C as cast akan menurun dengan semakin tinggi temperatur temper.
THE EFFECTS OF PACK CARBURIZING USING CHARCOAL ON PROPERTIES OF MILD STEEL Supriyono, Supriyono
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to study the effects of pack carburizing using charcoal on properties of mild steel. The properties are represented by the results of microstructure, hardness test and tensile test.  The carburizing process was conducted in the temperature of 930oC which is the austenite temperature of the mild steel. The source of carbon was charcoal. The specimens were held for 2, 3 and 4 hours at the carburizing temperature. The carbon content of the raw amterial was 0.17%. The raw material was hypoeutectoid steel with ferrite and pearlite phases in its microstructure.  After the carburizing process, the microstructure can be divided into two zones e.i. case zone and core zone. The case zone consists of hypereutectoid, eutectoid, and hypoeutectoid sub-zone. The core zone is the same as raw material. The longer the holding time will result in the deeper the case zone and the stronger the material.
SIMULASI SPRINGBACK BENCHMARK PROBLEM CROSS MEMBER NUMISHEET 2005 Wahyudi, Akhmad Arif; S, Waluyo Adi; Riyadi, Tri Widodo Besar
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numisheet 2005 merupakan suatu konferensi internasional yang membahas tentang perubahan konsep dan teknologi baru pada lingkup simulasi sheet metal forming, konsep dan teknologi baru tersebut dimasudkan untuk memenuhi kebutuhan semua industri metal forming. Untuk memenuhi kebutuhan para desainer dan juga ilmu pengetahuan, konferensi menentukan tiga  permasalahan yang lebih dikenal dengan BENCHMARK PROBLEM, yaitu Benchmark I, Benchmark II, dan Benchmark III. Benchmark problem ini dimaksudkan agar designer dapat mengevaluasi model pada proses sheet metal forming dengan melakukan pengujian eksperimental maupun simulasi model.Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis komponen cross member benchmark II Numisheet 2005 dengan menggunakan metode simulasi numerik. Untuk keperluan proses simulasi numerik pada komponen cross member digunakan File Nas dari 2 jenis file yang tersedia pada benchmark II numisheet 2005 yaitu IGES File dan NAS File.Proses penelitian dan simulasi numerik komponen cross member ini menggunakan solver ABAQUS V64 PR11 dengan bantuan solver MSC. PATRAN dengan prosedur mengikuti guidelines numisheet 2005.Springback selalu terjadi pada sheet metal forming untuk itu perlu diperhatikan karena pengaruhnya sangat penting terhadap perubahan bentuk dan ukuran pada produk akhir yang dihasilkan. Perolehan informasi tentang springback digunakan untuk mendesain dies serta mengontrol ketelitian pada saat memproses bentuk komponen dan memprediksi kegagalan pada proses stamping yang dilakukan.
REKAYASA BAHAN KOMPOSIT HYBRID SANDWICH BERPENGUAT SERAT KENAF DAN SERAT GELAS DENGAN CORE KAYU PINUS Hariyanto, Agus
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh ketebalan core melintang dan core membujur terhadap peningkatan kekuatan Impak komposit hibrid sandwich kombinasi serat kenaf dan serat gelas bermatrix Polyester dengan core kayu pinus. Mekanisme perpatahan diamati dengan photo makro. Bahan utama penelitian adalah serat kenaf anyam dan serat E-Glass anyam, resin unsaturated polyester 157 BQTN, kayu pinus. Hardener yang digunakan adalah MEKPO dengan konsentrasi 1%. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan (press mold). Komposit hibrid sandwich tersusun terdiri dari dua skin (lamina komposit hibrid) dengan core ditengahnya. Lamina komposit hibrid sebagai skin terdiri dari beberapa lamina serat gelas anyam dan lamina serat kenaf anyam. Fraksi volume serat komposit hibrid sebagai skin adalah 30%. Core yang digunakan adalah kayu pinus yang dipotong pada arah melintang dan arah membujur. Core yang digunakan ada 4 macam variasi ketebalan yaitu 5, 10, 15 dan 20 mm. Spesimen dan prosedur pengujian impak charpy mengacu pada standart ASTM D 5942. Penampang patahan dilakukan foto makro untuk mengidentifikasi pola kegagalannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ketebalan core melintang menurunkan energi serap dan kekuatan impak secara signifikan komposit hibrid sandwich. Seiring dengan peningkatan ketebalan core membujur juga menurunkan energi serap dan kekuatan impak secara signifikan pula. Namun, energi serap dan kekuatan impak pada core membujur meningkat secara signifikan dibandingkan dengan core melintang . Mekanisme patahan diawali oleh kegagalan komposit skin bagian tarik, core gagal geser, dan diakhiri oleh kegagalan skin sisi tekan. Pada bagian daerah batas core dan komposit skin menunjukkan adanya kegagalan delaminasi.
KAJI NUMERIK PENCEGAHAN PERTUMBUHAN RETAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE MODIFIKASI BENTUK STOP-DRILLED HOLE (SDH) Dahlan, Hendery; Rusli, Meifal; Dwianda, Yudi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu mekanisme kegagalan yang utama dalam aplikasi teknik atau komponen mesin adalah penjalaran retak kelelahan. Penjalaran retak ini biasanya dimulai dari titik-titik pada daerah yang mengalami konsentrasi tegangan yang tinggi. Oleh karena itu salah satu metode untuk menghambat penjalaran retak adalah  mereduksi konsentrasi tegangan dimana salah satu metode yang digunakan adalah pemberian lubang di ujung retak atau dikenal dengan stop-drilled hole (SDH). Pada penelitian ini akan dikembangkan modifikasi bentuk model SDH. Pada dasarnya model yang dikembangkan ini adalah merubah bentuk pada sisi lubang agar tidak berbentuk lengkungan sehingga  konsentrasi tegangan menurun di daerah tersebut. Pemodelan lubang yang dikembangkan pada peneltian ini adalah penggambungan dua lubang dan tiga lubang pada ujung retak. Pada penelitian ini akan dilakukan penghitungan faktor konsentrasi tegangan untuk variasi jari-jari lubang yang diberikan. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian dua lubang dan tiga lubang pada ujung cetak tersebut dapat mereduksi faktor konsentrasi tegangan dengan signifikan, nilai faktor konsentrasi tegangan antara dua lubang dan tiga lubang tidak berbeda signifikan terutama dengan meningkatnya nilai jari-jari lubang. Sementara itu, faktor konsentrasi tegangan tetinggi terjadi pada daerah perubahan geometri pada lubang untuk pemberian dua atau tiga lubang, akan tetapi faktor konsentrasi tegangannya masih cukup rendah jika dibandingkan dengan pemberian satu lubang. Kata Kunci : Konsentrasi Tegangan, Penjalaran Retak, Stop-Drilled Hole (SDH)   ABSTRACT One of the major failure mechanisms in engineering applications or machine components is the propagation of fatigue cracking. The spreading of these cracks usually are started from the points on the regions that are  experiencing high stress concentrations. Therefore, one of the method to inhibit this crack propagation is reducing the stress concentration in which one of the used methods  is the provision of a hole at the end of a crack or known as a stop-drilled hole (SDH). In this research will be developed  a modification form of SDH model. Basically the developed model is changing the shape on the hole side so there are not forming of the curve so that the stress concentration decreases in this area. The developed hole model in this research is the binding of two holes and three holes at the crack tip. This research will be calculated the stress concentration factor for variation of given hole radius. From the research that has been done, it can be concluded that the two holes and three holes on the tip of the crack can reduce the stress concentration factor significantly. Moreover,  the value of the stress concentration factor between two holes and three holes is not significantly different, especially with the increment of the hole radius. Meanwhile, the high stress concentration factor occured in the geometrical change area of the hole for two or three holes, but the stress concentration factor is still quite low when compared to the one hole. Keywords : Stress Concentration, Crack Propagation, Stop-Drilled Hole (SDH)
THE EFFECT OF CRITICAL TRACTION IN COHESIVE ZONE MODEL FOR FATIGUE CRACK GROWTH RETARDATIO Dahlan, Hendery
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A cohesive zone model for simulation of fatigue crack growth is presented. The cohesive zone model is one of many alternative approaches used to simulate fatigue crack growth. The model incorporates a relationship between cohesive traction and separation in the zone ahead of a crack tip. The model introduces irreversibility into the constitutive relationships by means of damage accumulation with cyclic loading. The traction-separation relationship underpinning the cohesive zone model is not required to follow a predetermined path, but is dependent on irreversibility introduced by decreasing a critical cohesive traction parameter. The approach can simulate fatigue crack growth without the need for re-meshing and caters for single overloading. This study shows the retardation phenomenon occurring in elastic plastic-materials due to single overloading. Increasing the value of critical cohesive traction increases the extent of plastic zone at the crack tip which causes the fatigue crack growth to retard. Plastic materials can generate a significant plastic zone at the crack which is shown to be well captured by the cohesive zone model approach.
PENGARUH KOEFISIEN GESEKAN PADA PROSES MANUFAKTUR Riyadi, Tri Widodo Besar
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses manufaktur, faktor gesekan antara permukaan benda kerja dengandie memegang peranan yang sangat penting karena akan menentukan besarbeban dan gaya yang dibutuhkan selama penekanan, umur peralatan,formability benda kerja, dan kualitas produk. Selain itu, faktor gesekan jugasangat penting dalam perhitungan analitik dan numerik terhadap tegangan,regangan, dan dalam memprediksi gaya penekan secara empiris. Meskipunmekanika gesekan antar permukaan sangat rumit, tetapi sangatlah pentinguntuk mendefinisikan seberapa besar nilainya, dalam hal ini berupa faktorgesekan atau koefisien gesekan. Beberapa pengujian telah dilakukan untukmengetahui seberapa besar koefisien gesek, diantaranya adalah ringcompression test. Pada penelitian ini akan dipelajari bagaimana pengaruhkoefisien gesek terhadap proses manufaktur khususnya pada proses ekstrusi.Penelitian dilakukan secara paralel dengan eksperimen dan metode elemenhingga yang menggunakan software ABAQUS. Hasil penelitian menunjukkanbahwa semakin besar nilai koefisien gesek, maka gaya penekanan akan semakintinggi.

Page 10 of 37 | Total Record : 366