cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Perbandingan Unjuk Kerja Kompor Methanol dengan Variasi Diameter Burner Subroto, Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini sebagian masyarakat masih anyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga maupun industri, walaupun harga minyak tanah naik cukup tinggi karena subsidi dari pemerintah dicabut. Untuk mengurangi ketergantungan minyak tanah perlu penggunaan bahan bakar alternatif yaitu methanol. Methanol mempunyai kelebihan mudah didapatkan di lapangan dan dengan harga yang lebih murah dari minyak tanah. Kompor methanol sudah dikenal masyarakat akan tetapi penggunaannya masih sangat terbatas karena unjuk kerjanya masih kurang baik dibandingkan kompor minyak tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja kompor methanol melalui pengaruh variasi diameter burner.              Penelitian dimulai dengan rancang bangun burner terbuat dari bahan kuningan dengan tiga macam model dengan variasi diameter burner dan tinggi burner maupun jumlah lubang tetap. Pengujian unjuk kerja berdasarkan karakteristik pembakaran dilakukan melalui water boiling test. Parameter yang diukur meliputi temperatur api pembakaran, temperatur air, konsumsi bahan bakar, dan waktu pendidihan.              Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi diameter burner berpengaruh terhadap karakteristik pembakaran yang dihasilkan. Temperatur pembakaran yang tinggi dicapai oleh burner dengan diameter 12,8mm dan 10mm, konsumsi bahan bakar yang kecil burner diameter 12,8mm dan waktu pendidihan yang pendek dicapai burner 12,8mm. Jadi kompor methanol dengan unjuk kerja terbaik adalah kompor methanol dengan diameter burner 12,8mm.
ANALYSIS OF SOUND PRESSURE LEVEL (SPL) AND LAY OUT OF ENGINES IN THE FACTORY Wijianto, Wijianto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modeling layout of engines in the factory is very useful to know how many dB sound pressure level that are occur in the building in order to avoid hearing damage of employees that are caused by noise. The objective of this research is to know how many dB sound pressure level that are occur in the factory with engine composition such as boiler, diesel, turbine, motor and gear box with dimension of building are 40 m length, 35 m width and 10 m height. With MATLAB analysis can be obtain that the highest SPL is 104.7 dB and the lowest is 93.5 dB, so, this range are dangerous for human hearing. To avoid hearing damage in this area, employees must use hearing protector.
STUDI KARAKTERISTIK AIRFOIL NACA 2410 DAN NACA 0012 PADA BERBAGAI VARIASI ANGLE OF ATTACK Sarjito, Sarjito
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the past, for making and investigating performance of airfoil should be conducted by trial and error, and often a lot of materials waste. Since every time, if we would like to change of the model, we have to produce new model first for doing next investigation. Beside that, for testing the airfoil should be physically done in the wind tunnel, it is not very easy to get information of pressure and velocity distribution accurately. Now adays, it can be done computationally, faster and cheaper by using both of open sources and commercial software. The aim of this research is to investigate the characteristics of airfoil performance. It covers the pressure distribution, velocity around the airfoil, and visualization of trajectories. Comparison between symmetric airfoil NACA-0012 and asymmetric airfoil NACA2410 performance will be explained, especially relationship between CL, CD versus a computationally. Experiment is preceded by making of symmetric airfoil model as well as asymmetric airfoil model by using design foil open source software, and then for adjusting angle of attach was assisted by the AutoCAD software, after that, meshing and solving process to be done in the Solid Work Cosmos Flow software 2007. Analysis covers distribution of pressure, velocity and trajectories simulation. The result of the research shows, that increasing of angle of attach will be followed by increasing of lift coefficient polynomially, other than coefficient lift is drag coefficient which proportional with angle of attach. However, it can be seen that NACA-0012 has the higher coefficient of lift and drag coefficient than NACA-2410. These patterns has also be compared with U.S Department of Transportation Federal Aviation document, apparently there has similar trend each others
PENGARUH PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT ENCENG GONDOK DENGAN MATRIKS POLIESTER Purboputro, Pramuko Ilmu
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan material komposit pada saat ini semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut yang semakin meluas mulai dari yang sederhana seperti alat-alat rumah tangga sampai sektor industri. Penelitian komposit diperkuat serat enceng gondok ini bertujuan mengetahui kekuatan tarik, kekuatan impak, kekuatan bending komposit serat enceng gondok dengan panjang 25 mm, 50 mm dan 100 mm dengan fraksi volume 80% matrik polyesterdan 20% serat enceng gondok. Dari hasil pengujian didapat harga kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh komposit dengan panjang serat 100 mm yaitu 11,02 MPa, dengan modulus elastisitas 11023,33 MPa, Harga impak tertinggi dimiliki oleh komposit dengan panjang serat 50 mm yaitu 0,002344 j/mm2 .
STUDI EKSPERIMENTAL KONDENSOR PIPA KONSENTRIK Putro, Sartono
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondensor merupakan salah satu alat utama dalam proses pembuatan minyak atsiri. Penggunaan kondensor yang masih sederhana dalam pengolahan minyak atsiri oleh para petani minyak atsiri, mendorong untuk dilakukan penelitian ini. Kegiatan meliputi perancangan dan pengujian model kondensor untuk mengetahui kapasitas kondensat, daya pompa, dan koefisien perpindahan kalor menyeluruh dengan  variasi Bilangan Reynold  fluida dingin. Jenis kondensor yang digunakan dalam penelitian  ini adalah kondensor pipa konsentrik  dengan  aliran fluida berlawanan arah. Fluida dingin mengalir pada sisi shell dan fluida panas mengalir pada sisi tube. Bahan shell dari  mild steel dengan dimensi: diameter luar 50,6 mm,  diameter dalam 49,7 mm, dengan panjang  1500 mm. Adapun bahan tube dari tembaga dengan diameter luar 25,7 mm sedangkan diameter dalamnya 23,6 mm dengan panjang tube 1700 mm. Adapun jumlah kondensor yang digunakan dua buah dipasang secara seri atas bawah. Data-data yang diambil adalah temperatur masuk dan keluar fluida dingin, temperatur masuk fluida panas,  kapasitas kondensat dan beda tekanan masuk dan keluar fluida dingin. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah dengan meningkatnya bilangan Reynold, maka kapasitas kondensat, daya pompa serta koefisien perpindahan kalor menyeluruhnya mengalami peningkatan. Pada bilangan Reynold 2000, 4000, 6000, 8000 dan 10000, diperoleh kapasitas kondensat sebesar 0,00148; 0,00179; 0,00204; 0,00246; 0,00262 kg/s, besarnya daya pompa 0,129; 0,256; 0,401; 0,597; 0,836 W, dan koefisien perpindahan kalor menyeluruhnya 21,090; 28,867; 30,832; 35,811; 37,793 W/m2K.
ANALISIS PENGARUH PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN AMPAS TEBU DAN SEKAM PADI DENGAN MEMBANDINGKAN PEMBAKARAN BRIKET MASING-MASING BIOMASS Tjahjono, Tri; Rachman, Abidin; Subroto, Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, harga bahan bakar semakin mahal dan tingkat pemakaian bahan bakarminyak bumi semakin meningkat, hal ini sudah terlihat pada fenomena yang terjadidimana pengambilan minyak bumi yang dilakukan terus menerus yang mengakibatkantipisnya cadangan minyak bumi yang ada. Oleh kerena itu timbul pemikiran untukmembuat bahan bakar alternatif yang berasal dari campuran batubara dan sampahpertanian ( ampas tebu dan sekam padi).Penelitian ini meneliti laju pembakaran pada bahan bakar padat, yaitu : pembakaranbriket campuran batubara, ampas tebu dan sekam padi dengan membandingkanpembakaran briket masing- masing biomass dengan perbandingan campuran 50%batubara : 50 % Biomass, dengan kecepatan udara 0,3 m/s.Dari penelitian didapatkan bahwa laju pembakaran briket tertinggi adalah padapembakaran ampas tebu. Sedang penambahan ampas tebu kedalam sekam padiakan memperbaiki peforma pembakaran dari sekam, dimana sekam padi mempunyaipembakaran yang rendah, juga pencampuran kedua biomass tersebut akanmemperbaiki polusi yang ditimbulkan.
STANDAR KEKASARAN PERMUKAAN BIDANG PADA YOKE FLANGE MENURUT ISO R.1302 dan DIN 4768 DENGAN MEMPERHATIKAN NILAI KETIDAKPASTIANNYA Atedi, Bimbing; Agustono, Djoko
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik suatu kekasaran permukaan memegang peranan penting dalam perancangan komponen mesin. Hal tersebut perlu dinyatakan dengan jelas misalnya dalam kaitannya dengan gesekan, keausan, pelumasan, ketahanan kelelahan, perekatan dua atau lebih komponen-komponen mesin. Yoke flange adalah merupakan bagian dari komponen otomotive pada transmisi penggerak roda belakang , yang salah satu bagian permukaan perlu memenuhi kekasaran dengan spesifikasi tertentu. Dimana permukaan komponen tersebut diperlukan suatu standar kekasaran permukaan yang ditetapkan dalam perancangan yaitu menurut standar ISO R 1302 dengan kode N8 dengan nilai Ra = 3,2 µm. Sebagai master produk pengukuran terhadap nilai kekasaran permukaan perlu dilakukan pengukuran geometrik secara teliti dengan memperhatikan nilai ketidakpastian pengukurannya. Dengan analisis dari nilai ukurnya, diharapkan hasil dari proses produksi melalui pemesinan yang dilakukan, seluruh produknya dapat memenuhi persyaratan sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.
STUDI PROSES ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING DENGAN ELEKTRODA TEMBAGA Partono, Patna; Riyadi, Tri Widodo Besar
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrical Discharge Machining (EDM) dewasa ini makin banyak digunakan di industri manufaktur khususnya untuk menangani permesinan material yang sangat keras dan tidak dapat dilakukan dengan metode permesinan tradisional. Dalam proses EDM, pahat elektroda akan mengikis material benda kerja sesuai dengan bentuk pahatnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel arus terhadap laju pengikisan material (material removal rate), diameter pemotongan, keausan elektroda, dan kekasaran permukaan. Penelitian dilakukan menggunakan elektroda tembaga dan dan benda kerja baja ST-37. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar arus yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas permukaan hasil proses EDM. Dengan naiknya arus maka maka akan seiring dengan bertambahnya laju pemakanan material benda kerja, dimensi celah antara elektroda dan benda kerja, keausan elektroda dan kekasaran permukaan benda kerja.
KINERJA TUNGKU GASIFIKASI DOWNDRAFT CONTINUE BAHAN BAKAR SEKAM PADI Subroto, Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gasifikasi adalah mengambil gas metana yang terkandung pada bahan bakar padat sehingga jika digunakan pembakarannya akan lebih bersih.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain tungku gasifikasi yang efisien dengan merancang bangun dan menguji kinerja tungku tersebut. Kinerja tungku gasifikasi diuji dengan cara melihat karakteristik pembakarannya. Parameter karakteristik pembakaran meliputi temperatur pembakaran, waktu awal penyalaan dan lama nyala efektif pembakaran. Penelitian dimulai dengan merancang bangun tungku gasifikasi tipe downdraft continue, dimana aliran udara gasifikasi mengalir searah dengan gas metana yang dihasilkan. Bahan bakar dimasukan ke tungku secara periodik terus menerus selama proses pembentukan gas metana berlangsung, setelah terjadi pembentukan gas langsung dinyalakan. Gas asap hasil pembakaran dipakai untuk mendidih kan air, kemudian dicatat data temperatur pembakaran, waktu penyalaan awal, lama nyala efektif, temperatur air, dan lama pendidihan.  Penelitian menghasilkan temperatur pembakaran tertingggi  rata-rata hampir sama dengan isi ulang bahan bakar maupun tanpa isi ulang. Waktu penyalaan awal lebih cepat dengan isi ulang bahan bakar dibandingkan tanpa isi ulang. Lama nyala efektif pembakaran lebih lama dengan isi ulang dibandingkan tanpa isi ulang  dan kalor hasil pembakaran lebih besar dengan isi ulang dibandingkan tanpa isi ulang.
PENGEMBANGAN BAHAN KAMPAS REM SEPEDA MOTOR DARI KOMPOSIT SERAT BAMBU TERHADAP KETAHANAN AUS PADA KONDISI KERING DAN BASAH Purboputro, Pramuko Ilmu
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk menemukan komposisi bahan kampas rem yang optimal  non asbes, yang mempunyai karakteristik dinamik yang lebih baik. Komposisi dilakukan dari serat bambu,fiberglass, serbuk aluminium, dengan pengikat poliester. Pengujian awal yang dilakukan adalah kekerasan bahan dan keausan pada kondisi kering dan pembasahan air. Hasil yang didapat adalah kampas rem dengan komposisi Variasi 1 adalah paling keras , dengan harga kekerasan sebesar  14,47 BHN yang lebih keras dibanding produk di pasaran dengan harga kekerasan 13,7 BHN.  Pengujian Keausan Ogoshi pada kondisi kering maksimal mempunyai nilai keausan yang paling rendah yaitu sebesar 0.00041mm2/kg. Untuk Pengujian Keausan Ogoshi Kondisi basah dengan air, diperoleh bahwa, bahan kampas rem dengan Variasi 1 paling rendah keausannya yaitu sebesar 0,0062 mm2/kg. Kondisi basah dengan oli, diperoleh bahwa, bahan kampas rem dengan Variasi 2 paling rendah keausannya yaitu sebesar 0,0003 mm2/kg.

Page 9 of 37 | Total Record : 366