cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH SUDUT PITCH TERHADAP PERFORMA TURBIN ANGIN DARRIEUS-H SUMBU VERTIKAL NACA 0012 Aklis, Nur; Syafi’i, H’mim; Prastiko, Yunika Cahyo; Sukmana, Bima Mega
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan sumber daya energi fosil serta makin meningkatnya kesadaran akan usaha untuk melestarikan lingkungan  mendorong manusia untuk mengembangkan energy alternatif . Angin adalah salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Energi angin dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin yang kemudian menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Salah satu jenis turbin angin sumbu vertical yang banyak mendapat perhatian adalah Darrieus tipe-H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut pitch terhadap performa turbin angin sumbu vertikal. Sudu didesain berdasar dengan aerofoil NACA 0012, dengan panjang chord 0,3 m. Dimater (D) sudu  0,44 m dan tinggi (H) 0,6 m. Variasi sudut pitch yang digunakan adalah (350, 400, 450, 500, 550, 600). Pengambilan data  ini dilakukan dengan menggunakan wind tunnel dengan kecepatan angin 4,8 m/s. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa turbin angin dengan sudut pitch 550 lebih efektif dalam mengekstrak energi angin, dengan efesiensi masing-masing  4,62%,.
BONES WITH BIOCERAMICS Wijianto, Wijianto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discuss about ceramics in application as bone implant. Bioceramics for instance Hydroxyapatite, usually is abbreviated with HA or HAp, is a mineral that is very good physical properties as bone replacement in human body. To produce Hydroxyapatite, coating process is used which have good potential as they can exploit the biocompatible and bone bonding properties of the ceramic. There are many advantages and disadvantages of bioceramics as bone implant. Advantages of hydroxyapatite as bone implant are rapidly integrated into the human body, and is most interesting property that will bond to bone forming indistinguishable unions. On contrary, disadvantages of hydroxyapatite as bone implant are poor mechanical properties (in particular fatigue properties) mean that hydroxyapatite cannot be used in bulk form for load bearing applications such as orthopaedics and poor adhesion between the calcium phosphate coating and the material implant will occur.
STUDI DISTRIBUSI TEKANAN ALIRAN MELALUI PENGECILAN SALURAN SECARA MENDADAK DENGAN BELOKAN PADA PENAMPANG SEGI EMPAT Sarjito, Sarjito; Subroto, Subroto; Kurniawan, Arif
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  mempelajari  distribusi tekanan dan penurunan tekanan pada aliran satu fase, melalui penampang pipa persegi dengan belokan (elbow) dan mengalami pengecilan saluran (sudden contraction) ditinjau dari berbagai sudut pandang. Rasio pengecilan saluran yang dipakai adalah S= 0.6, S = 0.667 dan S = 0.8 Penelitian dilakukan dengan mengalirkan fluida melalui rotameter sebelum masuk seksi uji.  Kemudian, Debit aliran yang dipakai sebagai parameter yang divariasi dalam penelitian ini, yaitu 2 gpm, 4 gpm dan 8 gpm. Dengan mnggunakan fluida satu fase yang berupa air. Titik pengukuran tinggi tekanan diambil pada bagian dinding depan dan dinding samping seksi uji. Pada bagian depan seksi uji, diambil 15 titik pengukuran sebelum dinding kontraksi dan 15 titik pengukuran sesudah dinding kontraksi. Pada bagian dinding samping seksi uji, diambil 9 titik pengukuran sebelum dinding kontraksi dan 9 titik pengukuran sesudah dinding kontraksi. Penelitian menghasilkan bahwa setiap kenaikan kecepatan selalu diikuti dengan penurunan tekanan, begitu juga sebaliknya. Pada pipa (S) = 0,6 dengan debit 8gpm, sebelum kontraksi mempunyai kecepatan (v1)= 0.0683 m/s dan tekanan 109 Kg/m2 pada sumbu saluran (titik 3c), kemudian setelah melewati dinding kontraksi tekanan turun menjadi -30 Kg/m2 pada kecepatan aliran (v2)= 0.1896 m/s. Ketika aliran mendekati sudut belokan (90o ) terjadi peningkatan tekanan karena adanya perlambatan aliran. Debit aliran berpengaruh pada besarnya tekanan, semakin besar debit aliran semakin besar juga tekanan yang dapat di ukur. Pada debit aliran (Q) 4 GPM dalam saluran rasio 0,667, aliran masuk bertekanan 85 Kg/m2  ketika debit dinaikkan menjadi 8 GPM tekanan naik menjadi 133 Kg/m2. Namun semakin jauh posisi aliran dari dasar pipa maka akan semakin kecil tekanannya. Semakin besar luas penampang pipa maka akan semakin kecil Bilangan Reynoldsnya, untuk rasio pengecilan 0,6 pipa outlet (A= 0.0025m2) pada Q = 0.000171m3/det diperoleh harga Re = 3379.53795, pada rasio pengecilan 0,667 (A= 0.0016 m2) pada Q = 0.000171 m3/det diperoleh harga Re = 4224.42244 dan untuk rasio pengecilan 0,8 pipa outlet (A= 0.0016 m2) pada debit (Q) = 0.000171 m3/det diperoleh harga Re = 4224.42244. Bilangan  Reynolds juga akan naik seiring dengan besarnya debit aliran. 
PENINGKATAN KOEFISIEN PERPINDAHAN KALOR ALIRAN AIR MENGGUNAKAN GELEMBUNG UDARA Putro, Sartono
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan koefisien perpindahan kalor konveksi dapat dilakukan dengan memodifikasi permukaan saluran  dengan pemasangan sirip. Adapun permasalahan yang ditimbulkan dalam modifikasi ini  adalah  kesulitan pabrikasi dan meningkatkan pressure drop. Perpindahan kalor dalam media aliran gas-cair banyak dijumpai dalam komponen-komponen sistem konversi energi. Perpindahan kalor yang terjadi ditentukan oleh koefisien perpindahan kalor  yang dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh hubungan kompleks antara properties fluida, dimensi dan permukaan pipa, serta pola aliran (flow pattern) dua fasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan debit air, debit udara dan fluks kalor terhadap koefisien perpindahan kalor. Penelitian dilakukan dengan mengalirkan air dari atas dan udara dari bawah dalam bentuk aliran gelembung. Pipa uji  terdiri atas pipa tembaga dengan Di 24 mm panjang 800 mm dililit dengan elemen pemanas listrik sepanjang pipa. Ujung atas dan bawah pipa uji disambung dengan pipa transparan untuk mengetahui pola aliran yang terjadi. Untuk mengukur temperatur dinding dipasang termokopel di dinding luar pada lima titik sepanjang pipa uji, sedangkan temperatur fluida diukur dengan memasang termokopel pada sumbu pipa di tujuh titik sepanjang pipa uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien perpindahan kalor eksperimen meningkat dengan meningkatnya debit udara dan menurun dengan meningkatnya debit air. Koefisien perpindahan kalor eksperimen juga meningkat dengan meningkatnya fluks kalor listrik. Koefisien perpindahan kalor prediksi Chen maupun Ghajar memiliki harga yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan  hasil eksperimen. Kondisi penelitian berada pada: kualitas gas (x) 0,000058 sampai 0,000116, dan fraksi hampa (a) 0,0462 sampai 0,1021, serta fluks kalor listrik (q”)1627,189 W/m2 sampai 11398,62 W/m2.
PENGARUH PENAMBAHAN PARTIKEL CHROMIUM TERHADAP KEKERASAN ALUMINA YANG MENGANDUNG 20%BERAT SILIKA Subardi, Subardi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan partikel chromium terhadap kekerasan alumina yang mengandung 20% berat silica. Komposit matrik alumina keramik (Al2O3) yang mengandung 20 % berat silica (SiO2) diperkuat dengan 0, 3, 6, 9, 12 dan 15 % volume partikel chromium (Cr) telah dibuat dengan metode pressureless sintering. Masing-masing komposisi di-mixing dengan proses basah (dengan alkohol) selama 5 jam, dikeringkan selama 24 jam pada temperatur kamar dan dilanjutkan dengan mixing kering selama 5 jam. Pembuatan spesimen berbentuk silindris (diameter d = 15 mm; tebal t = 5 mm) dilakukan dengan uniaxial-pressing pada tekanan 120 MPa. Sintering dilakukan di lingkungan argon dengan laju pemanasan 3oC/menit sampai 800oC dan ditahan selama 30 menit, kemudian dinaikkan dengan laju pemanasan 5oC/menit hingga temperatur 1450oC dan ditahan selama 60 menit. Pendinginan dilakukan di dalam furnace dengan cara mematikan power kefurnace. Kondisi komposist mengalami tegangan radial tarik sedangkan tegangan tangensial tekan. Pengujian kekerasan Vickers dengan beban 153,2 N menunjukkan penurunan kekerasan bahan dari 892 MPa (tanpa penguat Cr) menjadi 329 MPa (komposit dengan 15 % volume Cr). Porositas pada permukaan keramik komposit Al2O3 - SiO2 /12% Vol Cr pada suhu 1450 masih cukup besar.
PENELITIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS BAJA KARBON RENDAH AKIBAT PENGARUH PROSES PENGARBONAN DARI ARANG KAYU JATI Masyrukan, Masyrukan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pada penelitian ini, proses pengarbonan (carburising) yang dilakukan adalah dengan menambahkan kandungan unsur karbon (C) ke dalam permukaan baja. Sumber karbon diperoleh dari arang kayu jati yang telah ditumbuk halus. Temperatur yang digunakan selama proses pengarbonan adalah 900°C, dengan variasi waktu penahanannya 2 jam,  4 jam, dan 6 jam. Setelah itu didinginkan dengan air (quench). Pembuatan benda uji dilakukan untuk mendapatkan sampel dan supaya memudahkan dalam pelaksanaan penelitian.  Pengujian yang dilakukan adalah pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan dan pengujian impact.Pengujian kekerasan yang telah dilakukan terhadap material pengarbonan menghasilkan distribusi kekerasan dari permukaan menuju inti, untuk masing-masing waktu penahanan yang berbeda. Untuk waktu penahanan 2 jam mulai HVN 257,5 Kg/mm²  sampai 205,3 Kg/mm² menuju inti ; 4 jam mulai HVN 273,1 Kg/mm² sampai 204,4 Kg/mm² menuju inti ; 6 jam mulai HVN 274,6 Kg/mm²  sampai 204,4 Kg/mm² menuju inti.Hasil pengamatan foto struktur mikro melalui microscope olympus photomicrographic system dihasilkan foto struktur mikro untuk raw material dan carburising sama terdapat ferit dan perlit,  untuk yang dikarburising struktur mikronya,  yaitu ferit  dan perlit.  Semakin lama proses karburising,  semakin banyak pula kandungan perlitnya yang mengakibatkan semakin tingginya tingkat kekerasan. Hasil pengujian impak menunjukkan rata-rata harga impak untuk spesimen raw material = 0,350 J/mm2, waktu penahanan 2 jam = 1,013 J/mm2 , spesimen waktu penahanan 4 jam = 0,600 J/mm2, spesimen waktu penahanan 6 jam = 1,590 J/mm2.
PROSES QUENCHING DAN TEMPERING PADA SCMnCr2 UNTUK MEMENUHI STANDAR JIS G 5111 Darmawan, Agung Setyo
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja SCMnCr produksi PT. Baja Kurnia Klaten mempunyai harga kekerasan 210.8 HB dan kekuatan tarik 539.21 N/mm2. Baja produksi PT. Baja Kurnia Klaten ini belum memenuhi standar JIS G 5111 untuk Baja SCMnCr. Oleh karena itu dilakukan proses quenching yang dilanjutkan dengan proses tempering pada baja SCMnCr2 untuk memenuhi standar tersebut. Proses quenching dilakukan dengan temperatur austenitisasi 850 oC. Proses tempering dilakukan dengan temperatur penahanan 600 oC dan variasi waktu penahanan 20, 30, dan 45 menit. Sesudah dilakukan proses heat treatment, Baja SCMnCr2 diuji strukturmikro, kekerasan, dan kekuatan tariknya. Foto struktur mikro baja SCMnCr2 setelah diquenching dan kemudian ditempering memperlihatkan fasa ferit dan martensit temper. Setelah dilakukan quenching dan tempering, harga kekerasan untuk waktu penahanan 20, 30, dan 45 menit adalah 298.6 HB, 285 HB, dan 254.7 HB dan harga kekuatan tarik untuk waktu penahanan 20, 30, dan 45 menit adalah 931.73 N/mm2, 846.54 N/ mm2, dan 878.18 N/mm2. Harga kekerasan dan kekuatan ini sudah memenuhi standar JIS G 5111. Kenaikan harga kekerasan dari sebelum ke sesudah proses heat treatment disebabkan oleh terbentuknya fasa martensit temper. Sementara, penurunan kekerasan akibat waktu penahanan tempering yang semakin lama disebabkan oleh membesar dan semakin banyaknya fasa ferit.
PENGARUH KOMPOSISI PEREKAT TEPUNG PADA BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR Prabowo, Widodo Hari; Lutfiana, Muhammad Viki; Rosid, Rosid; Ubaidillah, Muhammad Burhanuddin
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Energi yang berasal dari biomassa misalnya limbah baglog, yang selama ini dibuang atau tidak dimanfaatkan, merupakan limbah yang dapat dikonfersi menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Limbah baglog  jamur dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara, mengubah limbah tersebut menjadi biobriket. Tujuan penelitian dilakukan untuk pengkajian laju pembakaran, nilai kalor, kadar abu, kadar air, kadar zat yang menguap, kadar karbon dan drop test pada biobriket. Metode yang digunakan dalam pembuatan menggunakan perbandingan A (1:1:1) dengan komposisi tepung kanji 250 gram limbah baglog 250 gram dan air 250 ml, perbandingan B (1:2:2) dengan komposisi tepung kanji 250 gram limbah baglog 500 gram dan air 500 ml, perbandingan C (1:3:3) dengan komposisi tepung kanji 250 gram  limbah baglog 1000 gram dan air 1000 ml. Pembutan yang pertama dengan penghancuran limbah baglog dan pengeringan, pencampuran tepung, limbah baglog dan air, pengepresan biobriket kemudian dikeringkan. Hasil penelitian memperoleh nilai kalor, kadar air, kadar karbon dan kadar zat yang menguap terdapat pada biobriket sampel A (1:1:1) sebesar 4065,69 kal/g, 5%, 15,4%, dan 71,4 %  untuk kadar abu terbaik terdapat pada sampel B (1:2:2) sebesar 4,8%. Kata kunci: Limbah baglog, biobriket, bahan bakar fosil, jamur tiram  ABSTRACT Energy derived from biomass such as baglog waste that has been disposed or not utilized, is a waste that can be converted into alternative energy sources of fossil fuel. Wastes baglog mushrooms are used as fuel by the way, turning the waste into bio briquette. The aim of this research is to test the combustion rate, calorific value, ash content, moisture content, volatile substance content, carbon content and drop test on bio briquett. The method used in the preparation uses A (1: 1: 1) comparison with starchy flour composition 250 grams of baglog 250 grams and 250 ml water, B ratio (1: 2: 2) with  starchy flour composition 250 grams baglog 500 grams and water 500 ml, C ratio (1: 3: 3) with starch flour composition 250 grams of baglog waste 1000 grams and water 1000 ml. Making the first with the destruction of baglog waste and drying, mixing flour, baglog waste and water, briquette pressing then dried. The results of the research were obtained values of caloric, water content, carbon content and the content of volatile substances in A (1: 1: 1) biobriket of 4065.69 cal / g, 5%, 15.4%, and 71.4% The best ash content was found in sample B (1: 2: 2) of 4.8%. The results obtained of calorific value, moisture content, carbon content and volatile substances were found in A (1: 1: 1) sample biobriket of 4065, 69 cal / g, 5%, 15.4%, and 71.4% for the best ash content were found in sample B (1: 2: 2) of 4.8%. Keywords : Baglog waste, bio briquette, fossil fuel, oyster mushroom
PENGARUH TEMPERATUR KARBONASI TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET SAMPAH KOTA Himawanto, Dwi Aries
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the research was find out the effect of carbonization temperature to the combustion characteristic of Municipal Solid Waste (MSW) briquette as an alternative solid fuel. The broquette manufacturing started when the MSW with contain 10 % weight of non organic matter crushed into litle pieces, limestone and mollases as a binder ,and pressed in pressing machine. The formed biobriquette were taken into a carbonization furnace to carbonize in three diferent temperature i.e. 80 0C, 120 0C, and 140 0C, then taken into furnace to find tthe combustion characterictics. The results of the research show that the 120 0C carbonize briquette give the best combustion performance .
PENGARUH ANNEALING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAHAT HSS DENGAN UNSUR PADUAN UTAMA CROM Sugito, Bibit
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mencocokkan fase yang ada padapahat HSS dengan standard pengujian yang ada setelah bahan mengalamiannealing. Pelaksanaanya dilakukan dengan memanaskan spesimen terlebih dahulu denganproses annealing, baru kemudian dilakukan pengujian yang meliputi bahan yangdiannealing maupun tidak terhadap unsure kimia, kekerasan dan struktur mikroyang terjadi Dari hasil pengujian dan pengamatan didapatkan hasil dan kesimpulan sebagaiberikut bahwa, paduan utamanya lebih dari 7 % ini berarti termasuk baja paduantinggi. ( Baja chrom )Pada bagian dalam sebelum di Annealing kekerasan ratarata1059,86 kg/mm2,. Sedangkan pada bagian dalam setelah di Annealingkekerasan rata-rata adalah 300,46 kg/mm2,bahan sebelum di Annealing terdapatlima fase, yaitu fase martensit, sementite, FeCr, Co. Sedangkan sesudah diAnnealing terdapat empat fase yaitu fase perlite, sementite, FeCr, Co dan Mo .