cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
PENGARUH JENIS KATODA TERHADAP GAS HIDROGEN YANG DIHASILKAN DARI PROSES ELEKTROLISIS AIR GARAM Munawar Alfansury Siregar; Khairul Umurani; Wawan Septiawan Damanik
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i2.10386

Abstract

Produksi hidrogen dengan bahan baku air yang sedang dikembangkan ialah proses  elektrolisis. Tetapi karena proses elektrolisis membutuhkan energi listrik sebagai pemicu terjadinya  reaksi, sehingga proses ini memberikan  efisiensi yang relative rendah. Proses elektrolisis dapat dijalankan jika ketrsediaan akan sumber energi listrik yang murah lagi mudah didapatkan. Upaya menurunkan jumlah pemakaian energi listrik pada proses elektrolisis seperti pengujian dengan pariasi jarak katoda dan anoda, campuran elektrolit dan jenis elektroda yang digunakan terus dikembangkan agar dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi belum menuai hasil yang memuaskan. Oleh sebab itu penulis merasa perlu melakukan penelitian tentang pengaruh jarak katoda dan anoda terhadap tekanan gas yang di hasilkan pada proses elektrolisis air garam. Penelitian ini menggunakan sumber arus baterai 12V, dan jarak yang telah ditetapkan pada katoda dan anoda ialah 80 mm,120 mm dan 200 mm. Jenis elektroda yang digunakan Stainless steel, Aluminium dan Tembaga, dengan jumlah campuran garam yang terlarut dalam air ialah 250 gram dalam lima liter air, atau sekitar 50 gram perliter air. Hasil dari pengujian tekanan gas yang dihasilkan oleh elektroda yang berbahan stainless steel lebih tinggi dibandingkan oleh elektroda yang berbahan aluminium dan tembaga  dan semakin dekat jarak elektroda maka tekanan gas yang dihasilkan semakin tinggi. Dengan menggunakan manometer tabung U tekanan gas hidrogen diukur pada elektroda stainless steel pada sisi katoda jarak 80 mm sebesar 9733 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda 9246 Pa, jarak 120 mm tekanan hydrogen pada sisi katoda 7884 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda 7838 Pa, pada jarak 200 mm tekanan hydrogen pada sisi katoda  5937 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda 6326 Pa. Sedangkan tekanan hydrogen pada elektroda Aluminium pada sisi katoda  9246.8 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda  9052 Pa,  dan tekanan hidrogen pada elektroda Tembaga tekanan pada sisi katoda  6034 Pa, dan tekanan klorin pada sisi 5840 Pa. Hasil menunjukkan perbandingan tekanan pada jarak yang telah di tetapkan dan perbandingan tekanan pada setiap jenis elektroda
SIMULASI SPRINGBACK BENCHMARK PROBLEM CROSS MEMBER NUMISHEET 2005 Akhmad Arif Wahyudi; Waluyo Adi S; Tri Widodo Besar Riyadi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v7i1.3080

Abstract

PENGARUH KOEFISIEN GESEKAN PADA PROSES MANUFAKTUR Tri Widodo Besar Riyadi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v6i1.3148

Abstract

Pada proses manufaktur, faktor gesekan antara permukaan benda kerja dengandie memegang peranan yang sangat penting karena akan menentukan besarbeban dan gaya yang dibutuhkan selama penekanan, umur peralatan,formability benda kerja, dan kualitas produk. Selain itu, faktor gesekan jugasangat penting dalam perhitungan analitik dan numerik terhadap tegangan,regangan, dan dalam memprediksi gaya penekan secara empiris. Meskipunmekanika gesekan antar permukaan sangat rumit, tetapi sangatlah pentinguntuk mendefinisikan seberapa besar nilainya, dalam hal ini berupa faktorgesekan atau koefisien gesekan. Beberapa pengujian telah dilakukan untukmengetahui seberapa besar koefisien gesek, diantaranya adalah ringcompression test. Pada penelitian ini akan dipelajari bagaimana pengaruhkoefisien gesek terhadap proses manufaktur khususnya pada proses ekstrusi.Penelitian dilakukan secara paralel dengan eksperimen dan metode elemenhingga yang menggunakan software ABAQUS. Hasil penelitian menunjukkanbahwa semakin besar nilai koefisien gesek, maka gaya penekanan akan semakintinggi.
PENGARUH BATIKAN LURUS TERHADAP KOEFISIEN GRIP BAHAN BAN PADA DAN JALAN SEMEN UNTUK KONDISI JALAN KERING DAN BASAH Pramuko Ilmu Purboputro; Muhammad Alfatih Hendrawan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v18i1.3943

Abstract

REKAYASA DAN RANCANG BANGUN MESIN PILIN PLAT Eka Sigit Naharudin Faihz; Bibit Sugito
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v16i2.1511

Abstract

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia setelah sandang (pakaian) dan pangan (makanan). Pembangunan perumahan suatu daerah tentunya tidak lepas dari peningkatan pertumbuhan penduduk di daerahnya. Sehingga tidak dipungkiri lagi bahwa semakin banyak penduduk maka dengan otomatis akan bertambahnya kebutuhan papan (rumah).              Sehingga tidak dipungkiri lagi kebutuhan akan properti rumah akan meningkat. Oleh sebab itu kami merangcang desain mesin pilin untuk teralis model spiral. Yang bertujuan untuk memudahkan dan memenuhi kebutuhan dari konsumen.Dinilai dari sudut pandang ekonomi dapat disimpulkan bahwa bisnis dalam bidang properti memiliki nilai eksistensi yang cukup besar. Beberapa bisnis properti perumahan selain bidang konsultan dan pembangunan adalah desain interior dan eksterior. Desain interior mencakup penataan ruang dan seluruh kebutuhan di dalam rumah. Sedangkan desain eksterior lebih menitik beratkan pada tampilan rumah dari luar seperti area taman, pagar rumah dan lain sebagainya.               Desain interior rumah selain menggunakan unsur kayu, saat ini mulai banyak ditambah logam. Alasannya adalah karena sifat logam yang kuat tahan  lama dan mudah dalam perawatannya. Bisnis interior dan eksterior rumah yang berhubungan dengan logam adalah teralis jendela, tangga rumah, meja, kursi, dan lain sebagainya. Jenis logam yang digunakan bermacam-macam antara lain adalah besi pipa, besi beton, besi profil kotak, dan besi plat strip.  Salah satu model besi yang menarik saat ini adalah besi model spiral atau sering disebut juga besi ulir tempa. Besi model spiral adalah hasil inovasi dari besi kotak. Seperti yang dilakukan oleh beberapa industri kecil menengah (UKM) atau bengkel-bengkel las. Inovasi tersebut dilakukan untuk menghasilkan produk baru yang berbeda serta meningkatkan daya jualnya. 
ANALISIS TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN PADA HASIL PEMESINAN MESIN MILLING DENGAN VARIASI TINGGI PENCEKAMAN BENDA KERJA DAN TINGGI PEMASANGAN ENDMILL CUTTER Z Zainuddin
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v20i2.8531

Abstract

Studi ini ditujukan untuk mengetahui tekstur permukaan dari proses pemesinan dengan beberapa variasi posisi. Posisi yang diuji dalam penelitian ini adalah posisi tinggi pencekaman endmill dan posisi pencekaman specimen. Menurut penelitian-penelitian yang terdahulu, variabel yang menyebabkan kekasaran permukaan adalah penggunaan variasi parameter pemesianan, jenis perlakuan pemesinan yang kurang optimal dan geometri pahat. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil variabel perlakuan posisi dan pencekaman baik spesimen maupun pemasangan endmill untuk mengetahui kondisi paling optimal terhadap tingkat kekasaran permukaan. Hasil Penelitian ini didapatkan Tingkat kekasaran pada tinggi pencekaman endmill menunjukkan bahwa semakin mendekati flute maka akan semakin kasar karena ada rongga flute yang tidak tercekam, dan pencekaman semakin ke atas dari panjang endmill juga akan semakin kasar karena terjadi vibrasi yang besar saat proses pemakanan, rekomendasi dari penelitian ini agar mendapat nilai kekasaran yang optimal adalah memasang pahat di antara batas tengah panjangnya endmill sampai ke batas flute pada endmill.
THE EFFECT OF CRITICAL TRACTION IN COHESIVE ZONE MODEL FOR FATIGUE CRACK GROWTH RETARDATIO Hendery Dahlan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v17i2.2883

Abstract

A cohesive zone model for simulation of fatigue crack growth is presented. The cohesive zone model is one of many alternative approaches used to simulate fatigue crack growth. The model incorporates a relationship between cohesive traction and separation in the zone ahead of a crack tip. The model introduces irreversibility into the constitutive relationships by means of damage accumulation with cyclic loading. The traction-separation relationship underpinning the cohesive zone model is not required to follow a predetermined path, but is dependent on irreversibility introduced by decreasing a critical cohesive traction parameter. The approach can simulate fatigue crack growth without the need for re-meshing and caters for single overloading. This study shows the retardation phenomenon occurring in elastic plastic-materials due to single overloading. Increasing the value of critical cohesive traction increases the extent of plastic zone at the crack tip which causes the fatigue crack growth to retard. Plastic materials can generate a significant plastic zone at the crack which is shown to be well captured by the cohesive zone model approach.
PENGARUH PEMASANGAN ALAT PENINGKAT KUALITAS BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SPESIFIK MOTOR BENSIN Alim Kurnia Ismawan; Sunardi Wiyono; Nur Aklis
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v11i1.3193

Abstract

IMPLEMENTASI SISTEM SAFETY DEVICE ENGINE OIL LEVEL PC 200-7 BERBASIS ARDUINO R Randis; Syaeful Akbar; Rony Darmawan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v19i2.7508

Abstract

Penelitian ini merancang dan membuat suatu Safety device engine oil level yang akan diaplikasikan pada unit Komatsu PC 200-7. Sistem ini menggunakan engine oil level switch sebagai sensor untuk mengukur level oli pada oil pan. Operator dapat memperoleh informasi dari output LCD yang menampilkan text karakter dan buzzer sebagai indikator bunyi serta sistem ini juga mampu menonaktifkan starting sistem jika level oli mesin pada batas bawah (low). Pengujian alat dilakukan dengan mengurangi oli mesin sampai batas bawah (low), dan output dapat bekerja dengan baik. Begitu pula ketika dilakukan penambahan oli mesin sampai level diatas batas low, output dari sistem juga bekerja dengan sempurna. Pengujian dilakukan sebanyak 5 kali percobaan dan diperoleh hasil yang sesuai dengan standart pengujian alat yang diharapkan sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ini dapat bekerja dengan baik.
Application of Silicon Nitride (Si3N4) Ceramics in Ball Bearing Wijianto Wijianto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v15i1.2296

Abstract

This paper is discus about silicon nitride ceramics in application to ball bearing. Silicon nitride (Si3N4) have advance properties such as consistent at temperatureoperation up to 1000°C, greater thermal shock resistance, lower density and low thermal expansion. This properties gives some benefit for ball bearing material such as higher running speed, reduce vibration of the shaft, will improve the life time and maintenance cost, lower heat generated, less energy consumption, lower wear rate, reducing noise level and reduce of using lubricant.The sintering methods are used to produce ball bearing from silicon nitride. Some techniques can be applied to increase ceramics strength which are reduce porosity, reduce grain size, reduce surface flaw and proof stressing.The surface finishing of the ceramic bearing is very important because silicon nitride as a brittle material, its strength is limited to the flaw sizes especially the flaw at the surface.