cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
PERBANDINGAN KUALITAS RUBBER BUSHING PRODUK PASARAN DENGAN BUATAN SENDIRI Masyrukan, Masyrukan; Azmi, Muhammad Alfian Nurul
Media Mesin Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti dan mengetahui kualitas karet peredam per daun baik itu yang ada di pasaran maupun buatan sendiri, dalam hal ini untuk mengetahui kualitas tersebut, dilakukan beberapa pengujian yaitu pengujian tarik, tekan, kekerasan Shore A, Komposisi Kimia dengan metode SEM dan uji foto makro, dari pengujian tersebut didapatkan hasil sesuai dengan formulasi atau campuran yang ada.              Dalam penelitiannya penulis menggunakan metode perbandingan, yaitu dengan melakukan pengujian yang telah ditentukan,pengujian itu berlaku untuk produk buatan sendiri maupun produk pasaran, yang kemudian dari pengujian tersebut diperoleh hasil atau data, yang berbeda-beda dan bervariasi, ini menunjukkan bahwa tiap produk atau sampel memiliki kualitas yang berbeda-beda pula.              Berdasarkan pengujian dan penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil yang bervariasi, dari pengujian tarik pada produk pasaran memiliki kekuatan tegangan tarik 22,35 kg sedangkan pada produk buatan sendiri nilai kekuatan tarik yang paling tinggi terdapat pada sampel C yaitu 12,12 kg, pada pengujian tekan antara produk buatan sendiri dengan produk yang ada di pasaran memiliki selisih kekuatan tekan antara 0,7 mm sampai 5,95 mm dari ke semua spesimen, dilihat dari ukuran baik itu panjang, tebal dan lebarnya, dari uji kekerasan diperoleh hasil pada produk pasaran atau spesimen pembanding memiliki nilai kekerasan 71 shore A dan pada spesimen buatan sendiri nilai kekerasan tertinggi terdapat pada sampel C yaitu 40,57, haisl dari pengujian komposisi kimia dengan metode uji SEM total kandungan komposisi kimia yang terkandung pada spesimen produk pasaran lebih tinggi daripada buatan sendiri yaitu 11,42%, sedangkan spesimen buatan sendiri terdapat pada sampel A yaitu 10,84%, dari pengujian foto struktur makro yang terlihat pada gambar spesimen produk pasaran pada permukaan agak kasar dibandingkan dengan produk buatan sendri yang halus dan padat.
Perbandingan Unjuk Kerja Kompor Methanol dengan Variasi Diameter Burner Subroto, Subroto
Media Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini sebagian masyarakat masih anyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga maupun industri, walaupun harga minyak tanah naik cukup tinggi karena subsidi dari pemerintah dicabut. Untuk mengurangi ketergantungan minyak tanah perlu penggunaan bahan bakar alternatif yaitu methanol. Methanol mempunyai kelebihan mudah didapatkan di lapangan dan dengan harga yang lebih murah dari minyak tanah. Kompor methanol sudah dikenal masyarakat akan tetapi penggunaannya masih sangat terbatas karena unjuk kerjanya masih kurang baik dibandingkan kompor minyak tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja kompor methanol melalui pengaruh variasi diameter burner.              Penelitian dimulai dengan rancang bangun burner terbuat dari bahan kuningan dengan tiga macam model dengan variasi diameter burner dan tinggi burner maupun jumlah lubang tetap. Pengujian unjuk kerja berdasarkan karakteristik pembakaran dilakukan melalui water boiling test. Parameter yang diukur meliputi temperatur api pembakaran, temperatur air, konsumsi bahan bakar, dan waktu pendidihan.              Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi diameter burner berpengaruh terhadap karakteristik pembakaran yang dihasilkan. Temperatur pembakaran yang tinggi dicapai oleh burner dengan diameter 12,8mm dan 10mm, konsumsi bahan bakar yang kecil burner diameter 12,8mm dan waktu pendidihan yang pendek dicapai burner 12,8mm. Jadi kompor methanol dengan unjuk kerja terbaik adalah kompor methanol dengan diameter burner 12,8mm.
Peningkatan Kinerja Impak Pada Rekayasa Bahan Komposit Berpenguat Coconut Fiber Bermatrik Gypsum Untuk Decorative Panelling Hariyanto, Agus
Media Mesin Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh fraksi volume terhadap peningkatan kekuatan impak komposit berpenguat coconut fiber (serat kelapa) bermatrix gyosum. Bahan utama penelitian ini adalah serat kelapa sebagai penguat dan gypsum sebagai matrik pada fraksi volume serat kelapa 20%, 30%, 40% dan 50% pada ketebalan komposit 20 mm. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan (press mold). Spesimen dan prosedur pengujian impak jenis izod mengacu pada standar ASTM D 5941. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh fraksi volume serat kelapa 20%, 30%, 40% dan 50% pada ketebalan komposit 20mm terhadap kekuatan impak pada komposit berpenguat serat kelapa meningkat. Kekuatan impak komposit berpenguat serat kelapa paling optimu pada fraksi volume 50% sebesar 0,065 Joule/mm2.Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh fraksi volume terhadap peningkatan kekuatan impak komposit berpenguat coconut fiber (serat kelapa) bermatrix gyosum. Bahan utama penelitian ini adalah serat kelapa sebagai penguat dan gypsum sebagai matrik pada fraksi volume serat kelapa 20%, 30%, 40% dan 50% pada ketebalan komposit 20 mm. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan (press mold). Spesimen dan prosedur pengujian impak jenis izod mengacu pada standar ASTM D 5941. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh fraksi volume serat kelapa 20%, 30%, 40% dan 50% pada ketebalan komposit 20mm terhadap kekuatan impak pada komposit berpenguat serat kelapa meningkat. Kekuatan impak komposit berpenguat serat kelapa paling optimu pada fraksi volume 50% sebesar 0,065 Joule/mm2.
HARD RUBBER COMPOSITES BERPENGUAT SERAT KENAF UNTUK PANEL Hariyanto, Agus
Media Mesin Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh variasi sulfur 25 dan 30 phr (per hundred rubber) komposit berpenguat serat kenaf dan peningkatan kekuatan tarik, bermatrix hard natural rubber (Ebonite).              Bahan utama penelitian adalah compount natural rubber/ebonite, serta kenaf acak. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan panas (Hot Press Mold). Komposit tersusun terdiri dari serat kenaf dengan ebonite. Fraksi berat serat kenaf 8%. Spesimen dan prosedur pengujian tarik mengacu pada standar ASTM D 638-02.              Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh variasi sulfur 25 dan 30 phr terhadap kekuatan tarik pada komposit berpenguat serat kenaf meningkat. Kekuatan tarik komposit berpenguat serat kenaf sebesar 12 dan 29 Mpa. Kekuatan tarik memiliki harga yang paling optimum pada komposit berpenguat serat kenaf dengan variasi sulfur 30 phr.
Pengaruh Komposisi Serat Kelapa Terhadap Kekerasan, Keausan, dan Koefisien Gesek Bahan Kopling Gesek Kendaraan Purboputro, Pramuko Ilmu; Kusuma, Rahmat
Media Mesin Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadapa keausan dan kekerasan spesimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genueine Part (SGP). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbk tembaga, fiberglass dan resin phenolic. Pembuatan dilakukan dengan proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan) dimasukkan ke dala oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 80°C selama 40 menit dan spesimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga spesimen kampas kopling variasi serat kelapa, serbuk tembaga dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekeraan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun spesimen kampas kopling. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa dengan fraksi serat kelapa sebesar 40%, serbuk tembaga sebesar 20%, fiberglass 20% dan resin phenolic 20% didapat harga kekerasan 4,098 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,14 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,19 mm/jm. Sehingga mendekati harga kampas kopling SPG dengan harga kekerasan 3,974 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,15 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,2 mm/jm.
Application of Silicon Nitride (Si3N4) Ceramics in Ball Bearing Wijianto, Wijianto
Media Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is discus about silicon nitirde ceramics in application to ball bearing. Silicon nitride (Si3N4) have advance properties such as consistent at temperature operation up to 1000°C, greater thermal shock resistance, lower density and low thermal expansion. This properties gives some benefit for ball bearing material such as higher running speed, reduce vibration of the shaft, will improve the life time and maintenance cost, lower heat generated, less energy consumption, lower wear rate, reducing noise level and reduce of using lubricant.              The sintering methods are used to produce ball bearing from silicon nitride. Some techniques can be applied to increase ceramics strength which are reduce porosity, reduce grain size, reduce surface flaw and proof stressing.              The surface finishing of the ceramic bearing is very important because silicon nitride as a brittle material, its strength is limited to the flaw sizes especially the flaw at the surface.
Pengaruh Waktu Tahan Celup Terhadap Nilai Kilap dan Ketebalan Lapisan Tembaga Pada Proses Elektoplating Baja Karbon Tinggi Riyadi, Tri Widodo Besar; Masyrukan, Masyrukan; Sugito, Bibit
Media Mesin Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elekroplating merupakan proses pelapisan logam dengan logam lain dalam satu larutan elektrolit dimana arus searah yang dialirkan melalui anoda dan katoda akan menimbulkan rekasi reduksi dan oksidasi sehingga bahan anoda akan tergerus dan melapisi bahan katoda. Kualitas produk elektroplating sangat dipengaruh oleh beberapa faktor antara lain jenin bahan yang digunakan dan pemilihan parameter celup terhadap kilap dan ketebalan lapisan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan material plat baja karbon tinggi sebagai katoda dan tembaga sebagai anoda. Persiapan bahan katoda dilakukan mulai dari memotong bahan, meratakan dan pemolesan permukaan dengan mesin dan kertas gerinda. Proses plating dilakukan dengan voltase 7 volt, dan menggunakan variasi waktu tahan celup selama 5, 7 dan 9 detik. Benda hasil elektroplating kemudian diuji nilai kilap lapisannya dengan gloss meter dan ketebalan lapisannya dengan thickness gauge. Hasil pengujian kilap menunjukkan bahwa dengan waktu plating 5 detik diperoleh nilai kilap sebesar 134,7 GU, waktu plating 7 detik diperoleh nilai kilap 133,7 GU dan waktu plating 9 detik diperoleh nilai kilap sebesar 129,5 GU. Sedangkan pengujian ketebalan menunjukkan bahwa dengan waktu plating 5 detik diperoleh ketebalan lapisan sebesar 0202 μm, waktu plating 7 detik diperoleh ketebalan sebesar 0,270 μm dan waktu plating 9 detik diperoleh ketebalan sebesar 0,294 μm.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TUNGKU PEMBAKARAN DENGAN AIR HEATER TANPA SIRIP Putro, Sartono; Sumarwan, Sumarwan
Media Mesin Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan air heater tanpa sirip pada tungku pembakaran terhadap temperatur tungku pembakaran, temperatur gas cerobong, waktu pendidihan air dan mengetahui nilai efisiensi tungku pembakaran dengan bahan bakar sekam padi.              Metode penelitian yang digunakan berupa pengujian pengaruh temperatur tungku pembakaran, temperatur gas cerobong, temperatur gas air heater, lama waktu pendidihan air, serta mengetahui nilai efisiensi thermal tungku berbahan bakar sekam padi dengan penambahan air heater tanpa sirip sebagai laluan udara dalam proses pembakaran dengan variasi kecepatan udara 9,5 m/s, 10,5 m/s, 11,5 m,s.              Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan udara pada air heater sangat berpengaruh pada temperatur tungku pembakaran, temperatur gas cerobong, waktu pendidihan air dan efisiensi tungku. Dimana temperatur tungku tertinggi didapat pada kecepatan udara 9,5 m/s dengan temperatur 636°C, temperatur gas cerobong tertingii 427° pada kecepatan udara 11,5 m/s, waktu pendidihan air tercepat pada kecepatan udara 9,5 m/s dengan waktu total 100menit dan nilai efisien tungku pembakaran terbaik adalah 64,65% pada percobaan tungku pembakaran dengan penambahan air heater tanpa sirip dengan kecepatan udara 9,5 m/s.
Optimasi Kecepatan Udara Pada Kondensor Terhadap Prestasi Kinerja AC mobil Dengan Fluida Kerja Freon 12 Tjahjono, Tri; Arna, Desi
Media Mesin Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian tentang sistem pendingin AC mobil yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui laju aliran udara yang optimum pada sistem tersebut terhadap prestasi kerjanya. Aliran udara dinyatakan dengan kecepatan udara yang melintasi kondensor pada bagian sistem pendingin tersebut. Cara yang ditempuh yaitu dengan melakukan penelitian secara eksperimental. Unjuk kerja diukur dengan parameter kerja kompresi, laju aliran kalor kondensasi, laju aliran kalor evaporasi, dampak refrigerasi dan koefisien prestasi (COP). Pada eksperimen ini diawali dengan perakitan sistem pendingin AC mobil yang terdiri kompresor, kondensor, receiver dryer, katup ekspansi dan evaporator. Bahan pendingin (refrigeran) yang dipergunakan adalah refrigeran freon-12. Untuk keperluan pengambilan data dipergunakan alat ukut seperti alat ukur tekanan (manometer), termometer, anemometer, higrometer, tachometer. AC dilengkapi ruang kabin berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Pada kecepaan udara yang melintasi kondensor sebesar 19 feet/s akan memberikan efek pendinginan yang optimal dibandingkan pada kecepatan udara yang melintasi kondensor kurang dari 19 feet/s. Pada kecepatan udara tersebut sistem AC mampu memberikan efek pendinginan pada rentang temperatur 15,5:16°C. Semakin tinggi kecepatan udara yang melintasi kondensor menyebabkan efek refrigerasi yang dibangkitkan semakn rendah. Semakin tinggi kecepatan udara yang melintasi kondensor kinerja AC semakin meningkat sehingga sistem AC bekerja secara optimal pada kecepatan 19 feet/s
Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi Listrik Pada Rumah Tangga Purbaningrum, Sanurya Putri
Media Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population growth fastly causes the amount of energy consumption is increasing. Accretion of energy consumption without the addition of the source will cause the disruption of existing energy distribution system. Meanwhile, alternative energy development takes a long time while the demand for energy cannot be postponed. To overcome this, the goverment has issued Goverment Regulation No. 70 Year 2009 on Konsevarsi Energi. Main part of energy conversion includes an audit of energy that knowing the profile of energy use, identify energy waste and develop measures to prevent it. Energy audit can be conducted on the use of electricity in a building, such as households. Electrical energy consumption in households tend to be wasteful because people cannot regulate electric energy consumption in households. Electrical energy consumption could be reduced if energy use had been planned earlier. Therefore, in this study focused on opportunities saving electrical energy by conducting energy audits. From the results of energy audits can be arranged steps and strategies that will be done in order to obtain saving electrical energy consumption in households. Beside it, this study also will be obtained a system which can be directly applied in the community. The method performed in this study is to create a new system which was performed on the system load replacement lamp, magic com, televisisons, computers and implement energy management strategies. Energy management strategy adopted is to change the paint color froam a dark room with bright colors, adding a new window and redigning the room based on standards set by IEEE 802.3az. from the resulting new system can occur energy savings of 65.4% compared to the old system.

Page 3 of 37 | Total Record : 366