cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
A Diversity of Copepods in Gajah Mungkur in Wonogiri Regency, Central Java, Indonesia Roziaty, Efri; Arianto, Afrika; Listiawati, Vina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i2.23143

Abstract

GajahMungkur Reservoir is a freshwater ecosystem thatis located6kmsouthofWonogiri Regency,CentralJavaProvince. Zooplankton is the primary consumer in the food chain of aquatic ecosystems. One of the common zooplankton found in freshwater ecosystem is copepod. Copepod is sensitive organism and play an important role as bioindicatator of water quality. The aimed of this study was to investigate the copepods diversity in Gajah Mungkur Reservoir. The method applied to this study is exploration and application of purposive sampling techniques in sampling.  Copepods were collected from three different station, namely Station 1 (fishing area), Station 2 (tourism area), and Station 3 (fish cage area or keramba). The abiotic parameters were found to be varied on each station. Results showed that Gajah Mungkur Reservoir has moderately diverse copepods species with the average of diversity index 1.21. There were 7 species of copepods found in Gajah Mungkur Reservoir which mostly dominated by Mesocyclops sp., especially in Station 1 (fishing area). Meanwhile Microcyclops sp. was only found in Station 3 (fish cage area or keramba), suggesting that this species has a potential as bioindicator in Gajah Mungkur Reservoir. This study suggest that changes in physicochemical parameters might influence the diversity and abundance of copepod in Gajah Mungkur Reservoir.
STRUKTUR ANATOMIS OVARIUM DAN PERKEMBANGAN BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) Adi, Bayu Nowo; Susanti, Siti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8909

Abstract

Adas (Foeniculum vulgare Mill.) merupakan tanaman yang digunakan secara luas sebagai tanaman obat dan rempah terutama bagian buah. Pemahaman mengenai struktur anatomis ovarium dan perkembangannya menjadi buah dapat dijadikan sebagai dasar studi untuk pengembangan metode pemanfaatan buah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari struktur anatomis ovarium dan perkembangan buah adas. Sampel ovarium dan buah adas dalam 9 fase umur difiksasi dengan larutan FAA. Preparat dibuat dengan menggunakan metode parafin dengan pewarnaan tunggal menggunakan safranin 1% dan diamati di bawah mikroskop cahaya menggunakan OptiLab. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan deskriptif. Ovarium bunga adas memiliki dua daun buah yang terdiri atas lapisan jaringan epidermis dan lapisan jaringan parenkim dengan bentuk sel membulat dan ruang antar sel yang sempit. Terdapat lima berkas pembuluh dan vittae pada bagian tengah lapisan parenkim. Masing-masing daun buah terdapat satu kantung embrio dan akan berkembang menjadi satu merikarpium. Eksokarpium berkembang dari epidermis ovarium dan 2-3 lapis sel parenkim di bawahnya, mesokarpium berkembang dari sel parenkim pada bagian tengah, serta endokarpium berkembang dari sel parenkim yang berbatasan dengan ruang ovulum. Eksokarpium dan endokarpium tidak mengalami perkembangan dan menipis di akhir perkembangan buah. Berkas pembuluh dan vittae masih dapat diamati di akhir fase. Berkas pembuluh bermigrasi ke sudut-sudut buah adas dan membentuk rigi.
DISTRIBUSI SPASIAL ARTHROPODA PADA TUMBUHAN LIAR DI KEBUN BIOLOGI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Kirana, Chandra
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.871

Abstract

Distribusi merupakan penyebaran suatu organisme dalam struktur populasi. Distribusi serangga hama maupun musuh alami terjadi dalam dua cara yaitu secara spasial (berdasarkan di-mensi ruang) dan temporal (berdasarkan dimensi waktu). Penelitian ini bertujuan untuk mendes-kripsikan dan menganalisis distribusi spasial Arthropoda pada tumbuhan liar di Kebun Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif deng-an pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: penelitian pendahuluan untuk mengamati jenis-jenis Arthropoda yang ada pada lokasi pengamatan; penentuan tum-buhan yang diamati yaitu Centella asiatica L. dan Ageratum conyzoides L; serta pengamatan kunjungan Arthropoda pada kedua tumbuhan tersebut. Metode pengamatan yang digunakan adalah visual control. Pengamatan distribusi spasial dilakukan pada tiga tempat tumbuhan Centella asi-atica L. dan Ageratum conyzoides L. yang ditentukan berdasarkan jauh dekatnya dengan jalan setapak dan sumber air. Distribusi spasial pada tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Ageratum conyzoides L. di kebun Biologi FMIPA UM Malang menunjukkan variasi yang berbeda-beda. Daerah yang dekat dengan jalan rata-rata frekuensi kunjungan harian lebih rendah daripada daerah yang lebih jauh dengan jalan setapak.
Keanekaragaman Dan Kelimpahan Gulma Pada Tumpangsari Jagung Manis Dengan Kacangan Setiawan, Agus Nugroho; Sarjiyah, Sarjiyah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.10814

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman penting bagi Indonesia, umumnya ditanam secara monokultur dengan jarak tanam lebar yang menyebabkan banyak gulma. Pengendalian gulma kebanyakan dilakukan secara manual atau kimiawi yang efektivitas dan efisiensinya rendah. Salah satu metode yang potensial untuk mengendalikan gulma adalah tumpangsari. Tanaman yang sesuai untuk ditumpangsarikan dengan jagung manis adalah kacangan, yang mempunyai karakter berbeda dengan jagung manis. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kacangan terhadap mikroklimat, keanekaragaman dan kelimpahan gulma, serta mendapatkan jenis kacangan yang efektif untuk menekan gulma. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan percobaan faktor tunggal yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah jenis kacangan yang terdiri atas 5 jenis yaitu kacang tanah, kedelai, kacang tunggak, kacang merah dan kacang hijau, serta penanaman jagung manis monokultur sebagai pembanding. Pengamatan gulma dilakukan dengan analisis vegetasi dengan 5 petak sampel setiap petak perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang tumbuh pada tumpangsari jagung manis+kacangan sebanyak 33 jenis, didominasi oleh gulma tekian dan daun lebar, yaitu Cyperus rotundus, Cynodon dactylon, Physallis angulata dan Phyllantus niruri; semua jenis kacang pada tumpangsari mampu menekan pertumbuhan gulma, dengan kemampuan menekan gulma yang paling tinggi yaitu kacang tunggak; dan keberadaan kacangan sebagai tanaman sela di antara jagung manis pada tumpangsari tidak menurunkan hasil jagung manis.
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI INSEKTISIDA ELEKTRIK UNTUK MENGENDALIKAN NYAMUK PENULAR PENYAKIT DBD Aseptianova, Aseptianova; Fitri Wijayanti, Tutik; Nurina, Nita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5178

Abstract

Penggunaan obat anti nyamuk berbahan dasar kimia marak dilakukan seiring meningkatnya populasi nyamuk demam berdarah (DBD). Pencegahan nyamuk dengan memanfaatkan bahan alami menjadi salah satu alternatif yang tidak hanya menguntungkan bagi manusia tapi juga lingkungan sekitar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas daun mint, lengkuas, Sambiloto, babadotan, daun alpukat, daun salam, pucuk merah, dan daun zodia sebagai obat anti nyamuk elektrik terhadap nyamuk Aedes aegypti. Prosedur penelitian dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 8 variabel bebas (8 tanaman) dan 1 variabel terikat (nyamuk Aedes aegypti). Jumlah perlakuan sebanyak 9 dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa dalam waktu 5 menit, ekstrak yang paling efektif untuk mortalitas nyamuk adalah pada ekstrak daun Alpukat dan daun Salam sebanyak 100%, ekstrak lengkuas sebanyak 82,22%, esktrak daun Mint sebanyak 51,11%, dan ekstrak daun Babadotan sebanyak 8,89%. Ekstrak daun salam dan daun alpukat mampu membunuh nyamuk dalam waktu 5 menit, lengkuas dan daun mint mampu membunuh nyamuk dalam waktu 10 menit dengan persentase lengkuas yang lebih besar. Ekstrak daun Babadotan mampu membunuh nyamuk dalam waktu 20 menit, sedangkan ekstrak Zodia mampu membunuh nyamuk dalam waktu 30 menit (perhitungan menit ke-25 dan menit ke-30). Hasil analisis menunjukkan signifikansi sebesar (0,00) 0,05 yang berarti ekstrak tanaman berpengaruh nyata terhadap mortalitas nyamuk Aedes aegypti L.
Pengaruh Ekstrak Buah Pinang Muda (Areca catechu) Terhadap Pertumbuhan Kapang Pada Rimpang Jahe Gunawan, Arvidhea Safira; Mustikaningtyas, Dewi; Dewi, Pramesti; Widiatningrum, Talitha
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i1.17203

Abstract

Jahe merupakan tanaman herbal dengan peminat yang tersebar di seluruh dunia. Menurut data yang disebutkan oleh Food and Agriculture Organization di tahun 2019, produksi jahe di Indonesia sebanyak 174 ribu ton dan Indonesia menempati urutan keenam sebagai negara dengan hasil produksi jahe terbesar di Asia. Tingginya minat masyarakat terhadap jahe mengakibatkan melonjaknya produksi jahe sehingga muncul permasalahan baru salah satunya kerusakan pada rimpang jahe. Sehingga alternatif pengendalian dengan fungisida alami diperlukan. Buah pinang memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, tannin, phenol, steroid, alkaloid yang dapat berperan sebagai anti-kapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah pinang muda terhadap  pertumbuhan kapang pada rimpang jahe segar dan simplisia kering rimpang jahe. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah adanya penghambatan pertumbuhan kapang dari penambahan ekstrak dengan pengenceran. Sedangkan perlakuan ekstrak tanpa pengenceran kurang memberikan pengaruh dalam penghambatan pertumbuhan kapang.
ANALISIS PERTUMBUHAN IKAN NILA YANG DIBUDIDAYA PADA AIR MUSTA'MAL Oktapiandi, Oktapiandi; Sutrisno, Joko; Sunarto, Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: March 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7982

Abstract

Perbandingan Kemampuan Migrasi Adipose-Derive Stem Cells Asal Manusia pada Berbagai Medium Pertumbuhan Rosadi, Imam; Karina, Karina; Rosliana, Iis; Widyastuti, Tias; Wahyuningsih, Komang A; Sobariah, Siti; Afini, Irsyah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 1: March 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i1.10432

Abstract

Kualitas Perairan Sungai Musi di Kota Palembang Sumatera Selatan Windusari, Yuanita; Sari, Netta Permata
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: March 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Sungai Musi di perairanKelurahan 5 Ulu (titik 1 pada ordinat  02o59’41.2”S dan 104o 45’39.3’’E dan 7 Ulu (Titik 2 pada ordinat 02o59’39.3’’S dan 104o45’42.1’’E) di Kecamatan Seberang Ulu IKota Palembang. Parameter fisika, kimia, dan biologi perairan diukur di lapangan dan di laboratorium. Hasil menunjukkan kualitas perairan Sungai Musi untuk nilai-nilai dari beberapa parameter kimia seperti amonia, sulfida, besi, mangan, klorida lebih tinggi dari standar nilai yang diperbolehkan dalam suatu perairan sungai. Total colifrom sebesar 2400 koloni/100 ml  pada di Titik 1 juga melebihi batas kelayakan untuk nilai total coliform di perairan sungai.Berdasarkan hasil ini dapat dinyatakan kualitasperairan Sungai Musi, khususnya di lokasi sampling tidak layak digunakan untuk konsumsi karena terindikasi tercemar polutan dari industri dan feses.
Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Santhyami, Santhyami; Kusumadhani, Annur Indra; Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16523

Abstract

Lichen dapat berfungsi sebagai bioindikator pencemaran udara di suatu daerah karena sifatnya yang sensitif terhadap polusi. Lichen mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim. Sensitivitas lichen terhadap pencemaran udara dapat dilihat melalui perubahan keanekaragamannya. Lichen dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bentuk thalusnya yaitu Crustose, Foliose, dan Fruticose. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara di Kawasan Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2021 menggunakan metode kombinasi antara teknik purposive sampling dan eksplorasi (penelusuran lokasi). Hasil penelitian lichen yang dilakukan di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah yang terdiri atas 11 titik ditemukan 12 spesies lichen yang berasal dari 7 famili yang diantaranya Lecanoraceae, Graphidaceae, Parmeliaceae, Caliciaceae, Arthoniaceae, Pyrenulaceae, dan Stereocaulaceae. Jenis lichen tersebut termasuk dalam kelompok talus foliose dan crustose. Nilai indeks keanekaragaman (H’) lichen di Kota Surakarta yaitu 1,92 dimana menunjukan tingkat keanekaragaman yang tergolong sedang. Presentase jumlah koloni lichen tertinggi pada spesies Lepraria lobificans Nyl. yaitu 38% dan terendah Parmelia sp. yaitu 0,07%.