cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Konservasi Mangrove Berbasis TRM (Tanam Rawat Monitoring) untuk Menjaga Sumberdaya Laut di Cengkrong, Trenggalek Paringsih, Novia Citra; Setyono, Prabang; Sunarto, Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6882

Abstract

Hutan Mangrove terletak di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah mengalami penurunan spesies diakibatkan perilaku konsumtif masyarakat dalam memanfaatkan mangrove. Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga kesetabilansumberdaya laut khususnya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada tiga zonasi, melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar terkait partisipasi dalam konservasi mangrove, dan membuatstrategi konservasi hutan mangrove berbasis Tanam Rawat Monitoring. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, pengambilan data mangrove random sampling dan pengambilan data wawancara kepada masyarakat sekitar purposive sampling. Analisis vegetasi menggunakan Indeks Nilai Penting, analisis partisipasi masyarakat menggunakan Pressure State Response. Hasil penelitian zonasi A didominasi Sonneratia alba (99,84%) kategori pohon, Sonneratia alba (89,03%) kategori anakanpohon, Rhizophora mucronata (80,74%) kategori semai, zonasi B didominasi Sonneratia alba (120,57%) kategori pohon, Sonnratia alba (57,55%) kategori anakan pohon, Sonneratia alba, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata (32,47%)kategori semai, zonasi C didominasi Lumnitzera racemosa (132,40%) kategori pohon, Xylocarpus granatum (113,03%) kategori anakan pohon, Lumnitzera racemosa (60,28%) kategori semai. Pendekatan partisipatif dan kemitraan kepadamasyarakat sekitar melalui Pokmaswas Kejung Samudera berjalan lancar. Kesimpulannya konservasi berbasis Tanam Rawat Monitoringdi kawasan mangrove Cengkrong lebih efektif untuk diterapkan,  konservasi mangrove tersebut diharapkan dapat menjadi role model masyarakat untuk menjaga hutan mangrove dan sumberdaya laut.
Efficacy of Endophytic Bacteria Pantoea dispersa Strain DSM 30073 on The Growth of Ipomoea reptans Rahayu, Triastuti; Sidiq, Yasir; Anhari, Minhatul Ulya; Zulperi, Dzarifah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 10, No 2: September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v10i2.23183

Abstract

Pantoea dispersa strain DSM 30073 is an endophytic bacterium isolated from the Ambon banana plant. From in vitro tests, this strain shows characteristics such as PGPB (Plant Growth Promoting Bacteria) and can support the growth of Cavendish banana plants, but its effect on Ipomoea reptans is unknown. The purpose of this study was to determine the efficacy of endophytic bacteria Pantoea dispersa strain DSM 30073 against the growth of Ipomoea reptans. The research design used was a one-factor Complete Randomized Design (CRD), namely inoculation frequency (P): control (P0), one-time inoculation (P1), and two-time inoculation (P2). The inoculum was confirmed to be pure by gram staining and cultured on NB medium with a 24-hour shake at room temperature. After 24 hours, the cells were harvested, and a suspension was made by adding Ringer's solution until it reached an OD600 nm of 0.8 – 1. Seeds were sterilized using 70 % alcohol followed by 1 % NaOCl for 1 minute each, then washed using sterile aquadest 3 times.  Sterile seeds were inoculated with an inoculum suspension for 30 minutes (P1). After inoculation, seeds are planted on a sterile soil medium. Repeated inoculation is carried out on the 11th day (P2). The growth of Ipomoea reptans is observed: plant height (cm), number of leaves (strands), leaf stretch (cm), wet weight of the plant (g), root length (cm), and number of roots (total). After 30 days, data on plant height 16.1 cm (control) – 17.4 cm (inoculation), wet weight of plants 1.1 g (control) – 1.4 g (inoculation 2 times), number of leaves 7 strands (control) – 8 strands (inoculation 2 times), and leaf stretch 10.2 cm – 10.9 cm (inoculation 2 times). Inoculation of Pantoea dispersa strain DSM 30073 had no effect on plant height growth, wet weight, leaf number, and leaf stretch but was significantly different in root parameters. It can be concluded that the Pantoea dispersa was not seen to support the growth of Ipomoea reptans significantly until 30 days after inoculation.
Analisis E. Coli Pada Air Minum Dalam Kemasan Yang Beredar Di Kota Tasikmalaya Meylani, Vita; Putra, Rinaldi Rizal
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9241

Abstract

Drinking water is the main need of humans as living things. Over time, humans are more practical so that for drinking needs they prefer to use bottled drinking water or refill drinking water. The high demand for bottled water raises the number of drinking water companies that issue bottled drinking water products. However, the quality of bottled water still needs to be assessed because it is not through pasteurization or other processing. So the microbiological content remains to be investigated. This study aimed to determine the bacteriological content in bottled drinking water. This study uses the Most Probable Number (MPN) method to test its bacterial content and gamma ray radiation to test its radiosensitivity. The sample in this study was bottled drinking water of various brands circulating in the City of Tasikmalaya. Based on the research results obtained from 13 samples there is 1 sample containing E. coli which is code B1 with a total bacterial content of 7 cells per 100 ml. So it can be concluded L samples are known to contain E. coli as much as 1.9 x 105 cells per ml.
Keanekaragaman Mollusca (Bivalvia Dan Polyplacophora) Di Wilayah Pesisir Biluhu Provinsi Gorontalo Baderan, Dewi Wahyuni; Hamidun, Marini Susanti; Utina, Ramli
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.13798

Abstract

Bivalvia dan Polyplacophora menjadi salah satu dari beragam sumber daya hayati yang dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia baik secara lokal maupun dalam skala besar sejak dulu. Meskipun demikian, data dasar terkait pola distribusi maupun keanekaragaman Bivalvia dan Polyplacophora masih sangat terbatas, bahkan jika dibuat perbandingan dengan Kelas Gastropoda yang kerabat dekatnya.. Tujuan penelitian ini: 1) untuk mengetahui komposisi jenis Bivalvia dan Polyplacophora; 2) mengetahui nilai Indeks Keanekaragaman, Kemerataan dan kekayaan Jenis; dan 3) nilai kepadatan. Metode yang digunakan adalah metode jelajah. Penelitian ini menemukan enam spesies Bivalvia dan Polyplacophora yakni Hippopus hippopus, Mactra cuneata, Anadara antiquata, Tucetona pectunculus, Pinctada margaritifera dan Achantopleura gemmata. Tingkat keanekaragaman tertinggi berada pada stasiun I dengan nilai H'=1,641. Indeks kemerataan (E) Bivalvia dan Polyplacophora secara berurut pada stasiun I, II, dan III yakni 0,916; 0,821; 0,9. Indeks kekayaan jenis Bivalvia dan Polyplacophora dimana stasiun I berjumlah 1,3294, stasiun II berjumlah 1,6981 dan stasiun III berjumlah 1,5533. Nilai kepadatan tertinggi dimiliki oleh spesies Hippopus hippopus pada stasiun I yakni 0,0008 Ind/m2. Spesies dengan nilai kepadatan terendah yakni tiga spesies (Anadara antquata, Tucetona penctuculus dan Achantopleura gemmate) pada stasiun II, dan  spesies Tucetona penctuculus pada stasiun III dengan nilai kepadatan masing-masing sebesar 0,00004 Ind/m2.
SINYAL INTRASEL PEMICU REORGANISASI SITOSKELETON SEL MAST PADA REAKSI HIPERSENSITIVITAS TIPE I Jatmiko, Safari Wahyu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1631

Abstract

Sel mast mempunyai peranan yang penting dalam terjadinya reaksi hipersensitivitas tipe I. Degranulasi sel mast diyakini mendasari peran sel mast dalam memunculkan reaksi tersebut. Proses degranulasi sel mast terjadi karena berpindahnya granula sel mast dari sitoplasma menuju ke membran sel dan memuntahkan isi granula ke lingkungan sekitarnya. Proses transport ini sangat ditentukan oleh reorganisasi  sitoskeleton yang terdiri atas mikrotubulus, aktin mikrofilamen, dan intermediate filament. Reorganisasi sitoskeleton diawali dengan aktifasi sel mast oleh ikatan antara alergen dengan IgE yang menempel pada FcεR. Aktfasi sel mast diperkuat dengan adanya ikatan antara c-Kit pada permukaan membran sel mast dengan c-Kit ligan. Aktifasi ini menimbulkan serangkaian proses intrasel yang memicu inisiasi reorganisasi.
Jenis Tumbuhan Obat yang Dimanfaatkan Oleh Masyarakat Rt 09 Rw 04 Desa Kayen Pati Jawa Tengah Rahma, Klarisa Aulia; Nugroho, Ary Susatyo; Mulyaningrum, Eko Retno; Hayat, Muhammad Syaipul
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.17141

Abstract

Etobotani dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji pemanfaatan tumbuh-tumbuhan oleh masyarakat dalam suatu lingkungan tertentu. Semua jenis tumbuhan masuk dalam kajian etnobotani salah satunya adalah tumbuhan obat. Sejalan dengan kondisi pandemi, tumbuhan obat merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk masyarakat RT 09 RW 04 Dukuh Kranggan Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat RT 09 RW 04 Dukuh Kranggan Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada tanggal bulan November - Desember 2021 menggunakan metode deskripsi kualitatif melalui survei dan wawancara. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 18 jenis tumbuhan obat yang ditemukan di RT 09 RW 04 Dukuh Kranggan Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah. Adapun jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masayarakat berjumlah 16 jenis. Jenis tumbuhan obat tersebut adalah belimbing wuluh, kelor, jambu merah, sirih merah, kencur, jahe, lidah buaya, pepaya, serai, salam, katuk, sirsak, daun binahong, yodium, jeruk nipis dan beluntas. Adapun beberapa manfaat dari tumbuhan obat tersebut adalah sebagai obat batuk, obat luka, obat asam urat dan menjaga imunitas.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ZA PADA TANAMAN MURBEI TERHADAP KOKON ULAT SUTERA ALAM Fauziah, Riski; Prihatin, Jekti; Suratno, Suratno
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5929

Abstract

Pupuk ZA merupakan pupuk anorganik yang mengandung nitrogen dan sulfur. Nitrogen merupakan unsur hara utama pada pertumbuhan tanaman yang merupakan penyusun protein, sedangkan sulfur merupakan penyusun 21 asamamino pembentuk protein. Protein dibutuhkan oleh Bombyx mori L. untuk metabolisme dalam tubuhnya serta untuk pembentukan kokon. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk ZA pada tanamanmurbei terhadap kokon ulat sutera alam (B. mori). Tanaman murbei yang diberi perlakuan pupuk ZA berumur 1 bulan dari penanaman, dan digunakan sebagai pakan setelah berumur 3 bulan dari penanaman. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh tanaman murbei yang diberi pupuk ZA terhadap berat kokon (F=8,767, p=0,000) dan diameter kokon (F=2,914, p=0,036). Rerata berat kokon tertinggi yaitu pada P3 (18,75 g/polybag) dengan rerata 1,91 g. Rerata diameter kokon tertinggi pada P3 (18,75 g/polybag) dengan rerata 2,08 cm.
Cytotoxic Effects of Plant Bioactive Compounds on T47d Breast Cancer Cells Line: A Review Firmansyah, Tio; Saraswati, Utami; Ilham, Kurniadi; Jannatan, Robby; maliza, rita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 10, No 1: March 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v10i1.23534

Abstract

The continuous cell line known as T47D cells originates from the isolation of epithelial cells from the ductal breast tissue of a 54-year-old woman with metastatic breast cancer. Numerous plant species have been employed in alternative anti-breast cancer therapy, showing advancements in recent years. The aim of this systematic review is to assess the potential bioactive compounds from herbal plant extracts and analyze the effects of herbal plants on T47D breast cancer cells. This research employs a systematic approach to gather articles, encompassing related research questions, chosen databases, keyword selection, inclusion and exclusion criteria, as well as outcomes and conclusions regarding the collected articles. From the reviewed articles, several plants exhibit anti-breast cancer activity on T47D cell lines, namely Calamintha incana, Sterculia quadrifida, Psidium guajava, Uncaria nervosa, Syzygium aqueum, Capsicum annum, Bauhinia scandens, Lansium domesticum, and Garcinia cowa due to their content of bioactive compounds such as triterpenoids, alkaloids, phenolics, flavonoids, saponins, and tannins. These bioactive compounds from the plants exert significant influence on cell cycle, proliferation, fatty acid synthesis, and apoptosis of cancer cells.
POTENSI EKSTRAK SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI LARVASIDA PENGENDALI POPULASI Aedes albopictus Widyastuti, Dyah Ayu; Rahayu, Praptining; Dewi, Lussana Rossita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: March 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7991

Abstract

JENIS-JENIS KELELAWAR PEMAKAN BUAH SUBORDO MEGACHIROPTERA DAN SEBARAN SPASIAL DI KECAMATAN GUNUNGWUNGKAL KABUPATEN PATI Fithria, Tsania Zuyyina; Priyono, Bambang; Setiati, Ning; Partaya, Partaya
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8691

Abstract

Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang yang berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap. Jenis-jenis spesies kelelawar mewakili sekitar 24% dari semua spesies mamalia. Kecamatan Gunungwungkal mempunyai potensi sumber daya alam dengan banyaknya pohon buah. Masyarakat pada umumnya menganggap kelelawar sebagai hama karena memakan buah-buahan dari tanaman budidaya perkebunan, sehingga banyak perburuan kelelawar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis kelelawar pemakan buah Subordo Megachiroptera dan sebaran spasial di Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Sampel kelelawar buah diambil 3 titik yaitu Desa Pesagen, Sidomulyo, dan Jrahi. Setiap titik pengambilan sampel masing-masing dipasangi 3 mistnet. Sampel diambil berdasarkan karakter masing-masing titik dari beberapa macam pohon buah yang diperkirakan terdapat jenis-jenis kelelawar buah. Kelelawar buah Subordo Megachiroptera yang tertangkap sebanyak 419. Jumlah total Cynopterus minutus sebanyak 260 ekor sedangkan Macroglossus minimus sebanyak 159 ekor. Sebaran spasial Cynopterus minutus ditemukan paling banyak di Desa Pesagen karena mempunyai lebih banyak kebun buah rambutan, kelengkeng, matoa, sawo manila. Macroglossus minimus ditemukan paling banyak di Desa Jrahi karena terdapat kebun pisang yang lebih banyak.