cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship)
ISSN : 24773824     EISSN : 24770574     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
OPTIMALISASI KECERDASAN SISWA DENGAN INTENSITAS PEMBINAAN OLIMPIADE MATEMATIKA Achmad Fauzan
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam cara yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan supaya mampu bersaing dengan bangsa lain, salah satunya dengan diadakan kompetisi atau yang lebih dikenal dengan istilah olimpiade. Kendati demikian, tidak setiap institusi pendidikan misalnya sekolah mampu untuk memulai atau rutin untuk memberikan pembinaan guna persiapan mengikuti olimpiade tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan pembinaan olimpiade dengan tujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade dalam hal ini khususnya bidang matematika. Metode kegiatan ini menggunakan sistem pendampingan secara berkala.  Kegitan pembinaan dilaksanakan pada setiap hari kamis selama bulan Januari hingga April 2018 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) YAPI Pakem Kabupaten Sleman,  Yogyakarta. Setelah dilaksanakan pembinaan, dilakukan uji perbandingan menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perkembangan siswa serta klasterisasi K-Means guna melihat karakteristik dari siswa. Berdasarkan Uji Wilcoxon didapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya pembinaan olimpiade matematika. Kendati demikian, nilai rata-rata tersebut masih dibawah target yang diharapkan oleh tim pengabdian yakni 65. Hal ini dimungkinkan karena berdasarkan analisis klaster, sebanyak hanya 27% siswa yang antusias dan fokus dalam mengikuti pembinaan sementara 73% siswa masih kurang fokus dalam pembinaan olimpiade. Selain itu juga pembinaan masih merupakan hal baru bagi siswa tersebut. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara kegiatan pembinaan ini merupakan kegiatan yang positif dan membantu pihak sekolah tidak hanya dari pihak murid namun juga pihak sekolah itu sendiri. Sebagai indikator minimal adalah membuka wawasan baru siswa terkait olimpiade matematika. Banyak hal yang masih perlu diperbaiki, hal ini menjadi evaluasi dan tantangan bahwasannya diperlukan waktu yang lebih lama dan pertemuan yang lebih intensif dalam proses pembinaan lebih kurang 1 hingga 1,5 tahun dengan pertemuan setiap pekan 1 hingga 2 pertemuan. Kegiatan ini dapat diusahakan oleh tim guru matematika sekolah tersebut yang nantinya masih tetap bisa berkomunikasi dengan tim peneliti.
KKN-PPM PENGEMBANGAN KERAJINAN BATIK SEBAGAI WISATA EDUKASI DI DESA KEBON, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN Sahabudin Sidiq; Tuasikal Muhammad Amin; Soni Laksono
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kebon berupaya mengembangkan dan melestarikan kerajinan Batik dengan meningkatkan kemampuan sumber daya pembatik agar memiliki kemampuan berkarya secara baik dalam membatik.  Dengan kemampuan produksi yang besar batik desa Kebon dairahkan untuk mengembangan saluran pemasaran secara lebih luas.   .Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin Batik dan pemerintah desa yaitu belum ada pembinaan yang terpadu untukpembinaan kapasitas SDM, manajemen pengelolaan dan pemasaran.  Belum ada daya dukung teknologi informasi yang dikuasai oleh para pelaku Batik di Desa Kebon..Beberapa program secara garis besar diarahkan untuk peningkatan kapasitas kelompok pembatik agar turut serta dalam pembelajaran, diantaranya  penyusunan dokumen informasi sebagai basis sebaran informasi, tersusun profil potensi wisata batik desa Kebon, mengembangan sebaran informasi pemasaran melalui web yang lebih khusus. Penyediaan pusat edukasi produk Batik bagi konsumen serta pelestarian motif Batik generasi lama  agar tetap terjaga keberadaannya. dikawatirkan punah. 
THE EFFECT OF DISCOUNT PRICES AND COMPETITIVENESS OF MOBILE INTERNET SERVICES IN IMPROVING CUSTOMER LOYALTY THROUGH THE SERVICES QUALITY OF TELECOMMUNICATION PROVIDER AS MODERATION VARIABLES IN THE COMMUNITIES IN MEDAN CITY Hendra Jonathan Sibarani; Fenny Krisna
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telecommunication providers are internet service providers. The purpose of the research was carried out to increase the growth and even distribution of telecommunication network infrastructure development which could further reach and improve access to information for the Indonesian people more broadly. This research method uses a quantitative approach, a type of quantitative descriptive research with the nature of research that is explanatory. The population in this study were people in the city of Medan who came from the District of Medan - Petisah. Sampling used in this study using the Slovin formula so that the number of samples used in this study was 100 people. Sampling uses a non-probability sampling approach. The type of sampling chosen is accidental sampling with a type of qualified volunteer sample. Research data analysis method is descriptive statistical analysis and multiple regression analysis. The results obtained in this study are that discount prices, service competitiveness and service quality as a moderating variable simultaneously have a positive and significant effect in increasing customer loyalty in the community in Medan City but on service competitiveness variables have a negative value and no significant effect in improving customer loyalty. Moderation variables are proven to be able to influence discount prices, service competitiveness in increasing customer loyalty in the community in the city of Medan, with a coefficient of determination of 15%  
INOVASI TISU BASAH PEMBERSIH ALAT MAKAN Nauvaldy Achmad Fachreza; Tsabitah Shofiyana; Jihan Suraya; Anggita Nurul Annisa; Alfiyyah Hasanah
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya minat masyarakat terhadap travelling dan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat membuat sebagian besar masyarakat kesulitan untuk membersihkan alat makannya dengan baik. Akibatnya, kebanyakan masyarakat hanya membilas peralatan makan tersebut dengan air atau mengelapnya dengan tisu biasa atau kain. Padahal, kegiatan mengelap atau membilas saja tidak cukup untuk mengangkat kotoran pada alat makan. Dishue merupakan tisu basah yang dikhususkan untuk membersihkan alat makan khususnya bagi penggemar travelling dan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Dishue hadir dengan dua varian aroma yang membantu menghilangkan bau sisa makanan pada alat makan. Varian aroma tersebut adalah green tea dan lemon. Dishue dipasarkan dengan tiga jenis kemasan yaitu, Dishue yang berisi dua lembar tisu seharga Rp3.000,00, enam lembar tisu seharga Rp6.000,00, hingga sepuluh lembar tisu seharga Rp10.000,00. Penjualan dilakukan secara langsung kepada konsumen, melalui media sosial, serta bekerja sama dengan instansi tertentu untuk menjadikan Dishue sebagai souvenir. Dari hasil penjualan tersebut, telah terjual sebanyak 544 pak Dishue dengan total pendapatan Rp3.128.000,00. Hasil analisis kelayakan usaha dengan menggunakan rasio R/C menghasilkan nilai sebesar 1,23. Konsumen tidak hanya dari kalangan traveller namun juga mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki kesibukan yang cukup padat. Jangkauan pasar Dishue sudah menjangkau Bogor, Jakarta, Depok, Bandung, dan Jember. Untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi penjualan, Dishue berupaya melakukan sertifikasi paten dan PKRT serta membuat konten hasil uji laboratorium mengenai penggunaan Dishue guna meningkatkan kepercayaan dan minat konsumen.
KKN-PPM OPTIMALISASI WISATA PANTAI JATIMALANG DI KABUPATEN PURWOREJO Sarwidi Sarwidi; Dyah Hendrawati
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Jatimalang Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Desa Jatimalang terletak di sekitar Pantai Jatimalang sehingga desa ini memiliki kondisi cuaca yang panas dan lembab. Desa Jatimalang memiliki Pantai Jatimalang yang menjadi dae­rah tujuan wisata yang potensial. Pantai Jatimalang adalah pantai yang memiliki lokasi paling baik di antara pantai yang ada di Kabupaten Purworejo. Pantai Jatimalang ini juga termasuk dalam Kawasan Bahari Terpadu (KBT), sesuai dengan rencana strategi tata ruang nasional dan rencana tata ruang wilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran masyarakat setempat, pengelola dan Dinas terkait dalam pengembangan potensi wisata pantai Jatimalang yang menyebabkan kurang maksimalnya tata ruang wilayah pantai Jatimalang. Oleh karenanya dibutuhkan suatu solusi untuk mendesain tata ruang untuk bersama masyarakat dan pengelola untuk memaksimalkan potensi wisata di Kabupaten Purworejo. Kehadiran mahasiswa KKN UII bertujuan untuk mendorong dan mengotimalkan potensi wilayah Pantai Jatimalang agar terjaga kesinambungan pengelolaannya terutama dalam tata ruang wisata. Solusi yang dibuat untuk menyelesaikan masalah adalah membuat re-desain tata ruang (site plan) dan pengelolaan wisata secara terpadu.
PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA BRUNOSARI Hujair AH Sanaky; Fuad Nashori
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Brunosari Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang kaya akan sumber daya alam khususnya dibidang pertanian. Sebagian besar penduduk Desa Brunosari berprofesi sebagai petani. Kopi  merupakan tanaman yang  berpotensi tinggi  untuk  memajukan kesejahteraan masyarakat Desa Brunosari dalam bidang perekonomian. Mengingat konsumsi kopi oleh masyarakat Indonesia yang kian meningkat, maka dibutuhkan kopi dengan kualitas tinggi dan memiliki keunikan tersendiri agar dapat dicintai oleh  para konsumen kopi yang  ada  di Indonesia. Dengan potensi sumber daya manusia yang ada, seharusnya produksi kopi khas Desa Brunosari dapat ditingkatkan baik dari segi kualitas hingga keunikan rasa khas karakteristik desa. Namun dengan latar belakang penduduk Desa Brunosari   yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan baik dari segi penanaman hingga produksi kopi dengan teknologi modern, sehingga hasil yang dihasilkan dari tanaman kopi yang ada tidak maksimal.Masyarakat Desa Brunosari masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan dan meningkatkan jumlah bahan baku lokal serta pengetahuan dan skillyang minim sehingga perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan.Peningkatan kualitas kopi untuk menjadi komoditi unggulan Desa Brunosari yang efektif adalah denganmengadakan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat mulai dari pemilihan bibit kopi dengan kualitas unggul yang cocok dengan suhu dan kondisi alam desa, pembibitan,penanaman,   penggunaan   bahan   kimia,   pemupukan,   perawatan   hingga pemanenan tanaman kopi. Setelah itu akan dilakukan pelatihan dalam mengolah biji kopi yang dhasilkan menjadi produkkopi berkualitas mulai dari penyortiran, pengeringan, pengupasan, penyangraian, penggilingan/penghalusan biji kopi, pengemasan hingga penyimpanan kopi yang dihasilkan. Melalui model teknologi industri rumah tangga dilakukan peningkatan produkkopi yang dihasilkan sehingga akan diperoleh hasil produk yang berkualitas dan berciri khas desa guna memaksimalkan potensi yang ada. Pola pelaksanaan secara tradisional yang ada dikembangkan menjadi pola pelaksanaan yang lebih modern dengan mengembangkan alat produksi dan pemasaran sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ke arah lebih baik.Pengembangan industri kopi di Desa Brunosari ini akan mempunyai manfaat antara lain meningkatkan perekonomian dari petani kopi dan masyarakat desa karena mereka dapat mengolah tanaman  kopi  menjadi  produk  unggulan yang  memiliki  daya  jual  tinggi  jika dipasarkan. Semakin berkembang produk kelapa ini maka akan semakin besar pula pendapatan petani kopi dan masyarakat sehingga akan menjadi bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat Desa Brunosari. 
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK SARUNG TENUN ATBM GUNA MEWUJUDKAN KABUPATEN GRESIK SEBAGAI KAWASAN INTI INDUSTRI SARUNG TENUN ATBM DI INDONESIA Andi Iswoyo
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program ini adalah memacu pertumbuhan ekspor produk Sarung Tenun UKM di Kabupaten Gresik yaitu UKM “Botol Taiz” dan “Botol Al Multazam” melalui peningkatan kualitas produk dalam rangka menunjang percepatan terwujudnya Kabupaten Gresik sebagai Kawasan Inti Produk Sarung Tenun ATBM. Program ini juga bertujuan mempercepat alih teknologi dan manajemen dari Universitas Wijaya Putra sebagai pelaksana program, kepada UKM mitra sebagai masyarakat industri disamping juga mengembangkan link & match antara Universitas Wijaya Putra, UKM, Pemerintah Kebupaten Gresik dan masyarakat luas. Hasil pelaksanaan di program ini antara lain; 1). Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag, 2) Penambahan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM); 3) Pembuatan Mesin Ekstraktor Cuci Sarung; 4). Perbaikan Tempat Produksi dan Penataan Lantai Produksi; 5). Perbaikan tempat pencucian, pencelupan dan pembuatan pengolahan limbah 6). Perbaikan Proses Produksi dilakukan pada beberapa langkah produksi; 7). Pendampingan SDM, Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan dan 8) Pembuatan standart quality assurance dan Katalog desain produk yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Metode pelaksanaan program ini meliputi: pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan antara lain: pembuatan mesin dan alat produksi, pengadaan peralatan, keikutsertaan dalam pameran, pembuatan web, penataan ruang penyimpanan bahan baku, barang dan show room, menjalin kerja sama dengan BPEN serta pemrosesan HAKI.
UPAYA PENINGKATAN PENGHASILAN UKM DENGAN TERTIB ADMINISTRASI KEUANGAN DI DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN SIDOARJO Taudlikhul Afkar
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam usaha bisnis merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Upaya untuk meningkatkan penghasilan usaha kecil dan menengah diperlukan strategi yang baik dalam perkembangan dunia usaha. Tim dosen Universitas PGRI adi buana surabaya tergerak melaksanakan salah satu tugas dalam tri darma perguruan tinggi yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penghasilan usaha kecil dan menengah dengan memberikan kemampuan pengelolaan keuangan melalui administrasi keuangan yang benar. Program ini dilakukan dengan cara memberikan pemahaman mengenai administrasi keuangan kemudian memberikan pelatihan dengan cara praktik pencatatan keuangan yang benar menurut aturan yang berlaku. Selanjutnya tim dosen dibantu mahasiswa memberikan pendampingan kepada peserta untuk memudahkan melakukan evaluasi mengenai pencatatan administrasi keuangan. Secara keseluruhan memang tidak sesuai dengan target, karena peserta yang datang lebih banyak ibu-ibu rumah tangga meskipun ada juga dari pengusaha kecil dan menengah yang datang mengikuti program ini. Program ini telah memberikan dampak positif bagi peserta di desa kenongo karena telah memberikan kemampuan pengelolaan administrasi keuangan sehingga mampu meningkatkan penghasilan warga desa kenongo
KKN-PPM PENDAMPINGAN DIVERSIVIKASI PRODUK KELAPA DI DESA NGAMPEL KECAMATAN PITURUH PURWOREJO Kamariah Kamariah; Sukirman Sukirman
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngampel Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah merupakan suatu desa yang sebagian warganya merupakan petani. Salah satu komoditi unggulan di Desa Ngampel adalah Pohon Kelapa. Kelapa merupakan tanaman multiguna karena seluruh bagian tanaman ini bermanfaat bagi kehidupan manusia serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Produk-produk yang dapat dihasilkan dari kelapa antara lain virgin coconut oil (VCO), minyak goreng,  bahan kosmetik, asap cair, briket, kerajinan berbahan dasar tempurung kelapa dan nata de coco.Para pelaku usaha masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan dan meningkatkan jumlah bahan baku lokal dan keterbatasan pengetahuan dan skill sehingga perlu dilakukan pengembangan. Pengembangan kelapa yang paling efektif adalah dengan pendampingan dan  pemberdayaan masyarakat melalui model teknologi industri rumah tangga melalui diversifikasi produk kelapa sehingga akan diperoleh hasil produk kelapa yang lebih beranekaragam dan berkembang guna memaksimalkan potensi yang ada. Pola pelaksanaan secara tradisional yang ada dikembangkan menjadi pola pelaksanaan yang lebih modern dengan mengembangkan alat produksi dan pemasaran sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ke arah lebih baik. Model pengembangan industri kecil kelapa secara modern di Desa Ngampel ini akan mempunyai manfaat antara lain meningkatkan nilai tambah dari petani kelapa karena mereka dapat mengolah buah kelapa menjadi banyak produk yang dapat dipasarkan. Semakin besar usahanya akan semakin besar pendapatan petani kelapa sehingga akan menjadi bisnis yang berbasis riil pada masyarakat kecil. Semua kegiatan yang dilakukan dalam pendampingan pada pelaku usaha diperlukan kerja sama dari berbagai pihak yang melibatkan masyarakat desa, pemerintah desa, kecamatan dan tokoh masyarakat yang memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi produk kelapa sebagai unggulan kawasan Desa Ngampel  kecamatan Pituruh. 
KKN-PPM PENGOLAHAN LIMBAH KELAPA DI WATUDUWUR, BRUNO, KABUPATEN PURWOREJO Allwar Allwar; Nurcahyo Iman Prakoso; Soni Laksono
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa pada umumnya hanya dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar bagi rumah tangga yang masih menggunakan kayu bakar. Di daerah penghasil kelapa, sabut kelapa sering dibuang begitu saja tanpa diolah kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih bermanfaat. Melimpahnya limbah kelapa dari desa-desa di sekitar yang memliki perkebunan kelapa dapat diangkat sebagai potensi desa dalam meningkatkan perekonomian desa dengan memanfaatkan limbah lokal menjadi kebutuhan rumah tangga bernilai lebih.Desa Watuduwur, Bruno Purworejo adalah daerah penampung limbah kelapa, tepatnya di Dusun Ketepeng. Hanya saja kurangnya keterampilan dan peralatan yang menunjang menjadi kendala warga dalam pemanfaatan potensi yang ada. Selama ini warga hanya memanfaatkannya sebagai bahan bakar. Program pemberdayaan masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan ini dirancang menggunakan metode pelatihan dengan sistem penyampaian materi secara teori atau sosialisasi dan praktik atas pembelajaran yang telah dilakukan. Perencanaan tersebut seperti pelatihan pengolahan limbah, pelatihan menjahit sarung co-pillow dan matras, sosialisasi tentang pasar dan pemasaran, serta bagaimana pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaranPengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat produksi memberikan peluang yang baik untuk membangun industri rumah tangga. Hal ini perlu adanya dukungan dari beberapa pihak dan dapat melalui beberapa sistem. Salah satunya adalah bermitra dengan perguruan tinggi melalui program pemberdayaan masyarakat. Adanya program pendampingan dalam pemberdayaan masyarakat diharapkan bisa lebih berperan aktif dalam menjalankan serta mengembangkan perekonomian yang ada di Desa Watuduwur dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal. Selain itu masyarakat Desa Watuduwur mampu mandiri mengembangkan usahanya hingga menjadi desa pemroduksi co-pillow dan matras yang dikenal oleh masyarakat luas dengan menjadi tujuan lokasi oleh-oleh saat berwisata ke Purworejo, tepatnya Bruno