cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015): Octopus" : 8 Documents clear
Penggunaan Pupuk di Grow Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Karaginan Rumput Laut Kappaphycus Sp. Akmal Akmal; Andi Elman; Marwan Marwan; Mutmainna Mutmainna; Sugeng Raharjo
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.073 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.568

Abstract

Bertujuan untuk mengetahui penggunaan pupuk DI Grow optimal terhadap meningkatkan pertumbuhan, produksi dan kualitas karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Pemberian pupuk menitikberatkan pemberian dan frekuensi perendaman dengan pupuk organik cair DI. Grow yang berbeda sebelum ditanam dan dibudidayakan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik cair DI Grow yang diperoleh dari pasaran. Frekuensi perendaman terdiri dari; A. 1 kali perendaman; B. 2 kali perendaman; C. 3 kali perendaman. Konsentrasi perendaman pupuk organik cair DI Grow adalah 500 mg/l air laut  sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan dan direndam selama 30 menit. Data yang diamati adalah pertumbuhan biomassa, laju pertumbuhan, dan kandungan karaginan rumput laut yang diberi perlakuan dianalisa secara deskriptif.  Hasil perekayasaan menunjukkan rerata pertumbuhan biomassa rumput laut K. alverezii setiap frekuensi perendaman meningkat sampai hari ke 21 dan mengalami penurunan sampai akhir perekayasaan. Frekuensi perendaman perlakuan B (2 kali) dan C (3 kali) lebih tinggi pertumbuhan biomassa basahnya dibanding dengan perlakuan lainnya.  Frekuensi perendaman 3 kali dengan rerata pertumbuhan biomassa (45,42±14,75 g-1) lebih tinggi jika dibandingkan dengan frekuensi 2 kali, 1 kali, dan kontrol masing-masing (45,08±25,25 g-1), (29,76±6,65 g-1), dan (40,52±9,66 g-1) pada hari yang sama yaitu hari ke 42.  Sedangkan laju pertumbuhan harian tertinggi diperoleh pada perlakuan C (3 kali) yaitu 2,81%/hari-1 dan terendah  perlakuan A (1 Kali) hanya 1,15%/hari-1 dan lebih rendah dibanding dengan perlakuan kontrol dan B (2 kali) masing-masing 1,83%/hari-1 dan 1,64%/hari-1. Tingginya rerata pertumbuhan biomassa dan laju pertumbuhan harian pada frekuensi perendaman 3 kali diduga karena dilakukan perendaman pupuk DI. Grow  yang optimal dan tersedia unsur nitrogen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tallus pada tanaman rumput laut.Kata Kunci:  DI Grow, pertumbuhan, karaginan, rumput laut, K. alvarezii
Pengaruh Perbedaan Dosis Pakan terhadap Laju Pertumbuhan dan Sintasan Lobster Air Tawar Capit Merah (Cherax Quadricarinatus) St. Hadijah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.072 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis pakan yang terhadap laju pertumbuhan dan sintasan lobster air tawar capit merah (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Terpadu, Jurusan Budidaya Perikanan, Universitas Muslim Indonesia. Hewan uji yang digunakan adalah lobster air tawar jenis capit merah yang berumur 1-2 bulan, dengan panjang 2.5 – 4.0 cm dan berat 2 – 3 gr. Lobster tersebut dipelihara dalam akuarium berukuran 50 x 45 x 35 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Ke empat perlakuan tersebut adalah Pemberian pakan dengan dosis 20 %, 40 %, 60 % dan 80 % dari bobot hewan uji, yang masing-masing memiliki kandungan protein ± 40% sesuai dengan kebutuhan lobster air tawar. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sintasannya masing-masing untuk perlakuan A (86.66%), B (93.33%), C (83.33%) dan D (80.00%), sedangkan laju pertumbuhan individu spesifik harian yang dihasilkan masing-masing perlakuan yaitu perlakuan A (4.05%), B (4.45%), C (4.19%) dan D (4.11%). Hasil analisis ragam pertumbuhan dan sintasan lobster air tawar capit merah  menunjukkan bahwa pengaruh dosis pemberian pakan buatan terhadap pertumbuhan dan sintasan lobster air tawar capit merah  memberikan pengaruh yang tidak nyata.Kata Kunci: Lobster air tawar, dosis pakan, pertumbuhan dan sintasan
Optimasi Jarak Tanam Bibit terhadap Pertumbuhan Caulerpa Sp di Perairan Laguruda Kabupaten Takalar Darmawati Darmawati
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.808 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.569

Abstract

Penelitian berlangsung pada bulan April sampai Mei 2015 di Perairan Laguruda Kab Takalar Kec. Sandrobone. Tujuannya adalah penelitian ini untuk menentukan jarak tanam bibit Caulerpa sp yang memberikan pertumbuhan tertinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode long line dengan 3 perlakuan yaitu jarak tanam 20 cm, 30 cm, dan 40 cm dengan berat awal 50 g. Parameter uji pertumbuhan adalah menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian ini, nilai rata – rata pertumbuhan mutlak ( PM ) diperoleh pada jarak tanam 30 cm yaitu ( 3,80 % ) diikuti jarak tanam 40 cm ( 3,25 % ) dan terendah pada jarak tanam 20 cm ( 3,23% ). Hasil pegukuran kualitas air di lokasi penelitian masi dalam kondisi ideal bagi pertumbuhan Caulerpa sp. Kata Kunci: Jarak Tanam, Caulerpa sp dan Takalar
Antibakteria Ekstrak Mengkudu (Morinda Citrifolia L) Sebagai Fitoterapi pada Budidaya Perikanan Endah Soetanti; Alfa Astiana Afandy
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.582 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.570

Abstract

Pengujian awal antibacterial ekstraak mengkudu sebagai fitoterapi pada budidaya perikanan  dilakukan pada  di Laboratorium Uji Kesehatan Ikan dan Udang pada Balai Perikanan Budididaya Air Payau Takalar. Dalam langkah ini pemberian ekstrak buah mengkudu ke media cawan menggunakan kertas cakram dengan menggunakan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 4 kali dengan perlakuan konsentrasi ekstrak mengkudu sebagai berikut P1 : 3 ppt, P2 : 5 ppt, dan  P3 : 8 ppt. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran diameter zona hambat, semua konsentrasi ekstrak buah mengkudu yang diujikan yaitu P1 : 3 ppt  P2 : 5 ppt dan P3 : 8 ppt  memiliki kemampuan hambat terhadap bakteri V.harveyi yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat (clear zone) disekeliling kertas cakram terbentuknya zona hambat bebas bakteri disekeliling kertas cakran membuktikan adanya daya kerja antibakteri dari ekstrak buah mengkudu terhadap V.harveyi. pada perlakuan pemberian P1: 3 ppt ekstrak buah mengkudu dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,33 mm. konsentrasi ekstrak buah mengkudu 3 ppt merupkan nilai MIC (Minimum Inhibitory Consentration). Dengan demikian, konsentrasi ekstrak bauh mengkudu sebesar 3ppt merupakan perlakuan terbaik pada perekayasaan ini.Kata Kunci: Ekstrak mengkudu, anti bakteri, fitoterapi
Analisis Keberlanjutan Perikanan Bagan Tancap Berdasarkan Aspek Biologi dan Ekonomi Kasmawati Kasmawati; Ardiana Ardiana
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.553 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.571

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberlanjutan perikanan bagan tancap berdasarkan aspek biologi, ekologi dan ekonomi di Tanjung Pallette, Kabupaten Bone. Penelitian ini diharapkan sebagai bahan informasi dalam pengembangan perikanan bagan tancap. Penelitian ini dilaksanakan pada 1 Juli sampai 31 Agustus 2014 di Tanjung Palette Kabupaten Bone  Propinsi Sulawesi Selatan pada posisi 4o29’ 42,9” Lintang Selatan (LS) dan 120o 23’ 58,0” Bujur Timur (BT).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang dominan tertangkap berturut-turut adalah  peperek (Leiognatus sp) 31%,  belanak (Mugil sp) 20 %, teri (Stolephours sp) 19%, kuwe (Caranx sexfasciatus) 12%, baronang (Siganus sp)  13%,  dan  udang putih (L. Vannamei) 15%.  Nilai R-C Ratio  ke 20 nelayan bagan tancap berkisar 1,85 sampai dengan 3,58 dengan rata-rata 2,52 sdv: 0,489. Kisaran lama waktu pengembalian modal yang diinvestasikan berkisar 0,22 sampai dengan 0,50 dengan rata-rata 0,35 sdv: 0,080 atau waktu pengembalian modal awal berkisar 2,64 bulan sampai dengan 6 bulan. Usaha bagan tancap akan memperoleh keuntungan setelah melewati tingkat pendapatan pada kisaran antara Rp. 2.919.614 sampai dengan Rp. 5.525.736 dengan rata-rata Rp. 4.231.579 sdv : Rp. 640.304,5. Secara ekonomi penggunaan bagan tancap layak untuk dilanjutkan.Kata Kunci: Bagan Tancap, Aspel Ekologi dan Aspek Ekonomi
Analisis Hubungan Beberapa Faktor Fisika Oseanografi dengan Kerapatan Ekosistem Lamun di Perairan Puntondo Kabupaten Takalar Asmidar Asmidar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.784 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.572

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara faktor fisika oseanografi dengan kerapatan ekosistem padang lamun di perairan Puntondo Kabupaten Takalar, mengidentifikasi jenis-jenis lamun yang terdapat di perairan Puntondo Kabupaten Takalar dan mengetahui penutupan dan kerapatan ekosistem padang lamun di perairan Puntondo Kabupaten Takalar. Penelitian ini di analisis dengan menghitung berapa persen suatu spesies menutupi areal dalam tiap subplot pengamatan. Nilai persen yang diperoleh dikonversi ke dalam nilai 0-5. Hubungan antara kerapatan lamun dengan parameter fisika perairan dan substrat dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Dari hasil tersebut dapat diketahui korelasi masing-masing parameter terhadap kerapatan lamun. Berdasarkan hasil analisis Jumlah jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah 6 jenis dimana 4 spesies dari Famili Hydrocharitaceae dan 2 spesies dari Famili Patomogetonaceae. Kerapatan total komunitas lamun yang ada di Perairan Puntondo Kabupaten Takalar berkisar antara 32.67 ind/m2 - 243.50 ind/m2. Total nilai penutupan komunitas lamun dari keseluruhan areal yang potensial di tumbuhi lamun terbesar adalah 17.05 % dan total nilai penutupan komunitas lamun paling rendah adalah 1.45 %.Kata Kunci: Padang Lamun, kerapatan, penutupan, fisika oseanografi.
Analisis Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Kabupaten Maluku Tengah Achmad Zaky Marasabessy; Najamuddin Najamuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.142 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.567

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Melihat tata kelola sumberdaya perikanan tangkap di Kabupaten Maluku Tengah. Mendesain Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya perikanan tangkap di Kabupaten Maluku Tengah. Hasil penelitian menunjukkan desain kelembagaan  pengelolaan sumberdaya perikanan di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku tengah menunjukan adanya keterkaitan antara pihak pengambil kebijakan dalam hal ini Pemerintah (collective chois level) dengan lembaga pelaksana kebijakan yang (Operasional Choise Level). Aktor-aktor yang telibat secara langsung dalam pengelolaan sumberdaya perikanan di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah adalah Departemen Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Maluku, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tengah, Lembaga Masyarakat yang tergabung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Masyarakat Nelayan, Kelompok pengusaha dan pedagang pengumpul / papalele dan serta polisi perairan dan Angkatan laut.Kata Kunci: Kelembagaan. Sumberdaya. Perikanan.
Perkembangan Populasi Bakteri pada Media Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan Penambahan Sumber Karbon Berbeda Hidayat Suryanto Suwoyo; Bunga Rante Tampangallo
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.297 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan sumber karbon yang berbeda  terhadap perkembangan populasi bakteri pada media budidaya udang vaname (L. vannamei) untuk pembentukan bio-flok. Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname ukuran PL-27 dipelihara dalam bak terkontrol  berukuran 1 x 1 x 0,5 m3  yang dilengkapi dengan sistem aerasi yang memadai dan ditebar tokolan dengan kepadatan 250 ekor/m2.  Udang ini diberi pakan komersial (pellet) dengan kadar protein 35-40%. Perlakuan yang aplikasikan adalah penambahan jenis sumber C-organik yang berbeda untuk pembentukan bio-flok dalam media budidaya udang vaname yaitu (A) Molase,(B) Tepung Tapioka dan (C) kontrol (Tanpa penambahan C-Organik).  Variabel yang diamati meliputi  bakteri Vibrio dan bakteri umum (total bakteri)  dengan melakukan sampling setiap 2 minggu sekali. Sampel untuk isolasi bakteri Vibrio spp dan total bakteri dikumpulkan dengan menggunakan botol sampel steril kemuadian dimasukkan dalam box yang berisi es batu dan selanjutnya dibawa ke Laboratorium Kesehatan ikan dan Lingkungan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP). Perhitungan populasi bakteri Vibrio spp menggunakan  media TCBSA plate sedang total bakteri  menggunakan media TSA plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total Vibrio sp pada kolom air pada awal pemeliharaan berkisar antara 5 x 100 – 2,4 x 102  cfu/mL, kemudian memperlihatkan kecenderungan yang terus meningkat hingga akhir pemeliharan.  Total Vibrio sp pada akhir pemeliharaan di perlakuan A berkisar 1,85-6,8 x 103 cfu/mL, perlakuan B berkisar 3,7-8,3 x 103 dan perlakuan C berkisar 1,3 x 103 – 1,1 x 104. Total populasi bakteri pada awal pemeliharaan berkisar 3,25 x 104 – 1,35 x105, selanjutnya meningkat menjadi 2,20 x 107 cfu/mL pada perlakuan A, sedangkan pada perlakuan B mencapai 6,97 x 106 cfu/mL dan perlakuan C sebesar 2,19 x 106 cfu/mL.  Adanya penambahan sumber karbon kedalam media pemeliharan udang vaname menyebabkan peningkatan populasi bakteri pembentuk bioflokKata Kunci:  bakteri, bioflok, molase, tapioka, udang vaname

Page 1 of 1 | Total Record : 8