cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS" : 8 Documents clear
OPTIMASI PENGGUNAAN PROBIOTIK EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISM-4) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KEPADATAN Spirulina sp. Anwar, Asni; Nurlina, Nurlina
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3143

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui optimasi Penggunaan Probiotik EM-4 dengan dosis yang berbeda terhadap tingkat kepadatan Spirulina Sp. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yang dilakukan di laboraturium BPBAP Takalar dan dikultur dalam skala intermedit. Spirulina sp. yang digunakan sebanyak 200 ml l-1 wadah penelitian. Perlakuan yang diuji A (kontrol), B (dosis 2ml), C(dosis 4 ml ), D (dosis 6 ml).  Hasil penelitian yang dilakukan selama 18 hari menunjukan bahwa probiotik EM-4  memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kepadatan populasi Spirulina sp. dengan tingkat kepadatan 287,300 ind ml-1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik EM-4 dengan dosisis 6 ml  dapat meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan populasi Spirulina sp.
PENGGUNAAN IMUNITAS KERANG HIJAU (Perna viridis) SEBAGAI BIOMARKER UNTUK MENDETEKSI PENGARUH PENGASAMAN LAUT TERHADAP TOKSISITAS LOGAM Pb Kabangnga, Arnold; Yaqin, Khusnul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3144

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengasaman laut terhadap toksisitas logam Pb denganmenggunakan biomarker imunitas kerang hijau (Perna viridis). Penelitian dilaksanakan pada bulan April hinggaMei 2017 di Laboratorium Penangkaran dan Rehabilitasi Ekosistem Laut Fakultas Ilmu Kelautan danPerikanan, Universitas Hasanuddin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial.Kerang hijau dengan ukuran panjang 5-6 cm diberi perlakuan dengan paparan konsentrasi logam Pb 0 mg/l(kontrol), 0.008 mg/l, 0.08 mg/l, 0.8 mg/l, pada kondisi pH (level asidifikasi) air media hidup yaitu 6.2, 7.7, 8.2.Pemaparan dilakukan selama 96 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb dan pH berpengaruhsignifikan (p<0.05) terhadap hemosit kerang yaitu persentase jumlah basofil, eosinofil dan hemosit mati.
NISBAH KELAMIN DAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD BULUBABI Tripneustes gratilla (LINNAEUS 1758) PADA EKOSISTEM LAMUN DAN EKOSISTEM BERPASIR DI PULAU BARRANG LOMPO SULAWESI SELATAN Andi Lawi, Yeni Savitri; G. Sitepu, Farida; Dahlan, M. Arifin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3145

Abstract

Pulau Barrang Lompo terletak di Zona II Kepulauan Spermonde secara administratif termasuk wilayah kecamatan Ujung Tanah, yang berjarak 12, 77 km dari kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi reproduksi bulubabi (Tripneustes gratilla LINNAEUS, 1758) yang hidup pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di perairan Pulau Barrang Lompo, dengan menganalisis aspek reproduksinya antara lain nisbah kelamin dan ukuran pertama kali matang gonad.  Pengambilan sampel dilakukan mulai akhir juli hingga desember 2015 pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di Pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan. Jumlah bulubabi yang diperoleh pada ekosistem lamun sebanyak 273 jantan dan 239 betina pada ekosistem berpasir sebanyak 217 jantan dan 160 betina. Hasil penelitian menunjukkan Nisbah kelamin bulubabi (Tripneustes gratilla Linnaeus 1758) pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan tidak seimbang atau bukan (1:1). Hasil analisis terhadap ukuran pertama kali matang gonad bulubabi pada kedua ekosistem bulubabi jantan mengalami kematangan gonad pertama kali yang lebih cepat pada ukuran 53.6162 mm pada ekosistem lamun dan 55.3639 mm pada ekosistem berpasir sedangkan bulubabi betina pada ekosistem lamun 57.9453 mm dan 57.3778 pada ekosistem berpasir.
POLA KEDATANGAN IKAN PADA AREA PENANGKAPAN BAGAN TANCAP SEKITAR MANGROVE DENGAN TEKNOLOGI HIDROAKUSTIK Angreni, Husni; Sudirman, Sudirman; Kurnia, Muhammad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3146

Abstract

Alat bantu penangkapan ikan dengan metode teknologi hidroakustik bidang penangkapan ikan pada umumnya digunakan untuk mempelajari tingkah laku ikan dan secara khusus mampu mendeteksi keberadaan ikan pada suatu alat tangkap di area penangkapan tertentu. Kajian pola kedatangan dengan metode akustik ini dilakukan untuk mengetahui arah kedatangan ikan di area bagan, berdasarkan kedalaman dan waktu pengamatan. Studi dilakukan dengan metode experimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada satu unit bagan tancap di Perairan Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan pada November 2015 sampai April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan mendatangi sumber cahaya dan alat bantu aktraktor dengan pola gerombolan kecil dan individu (Ikan domersal). Kedatangan ikan mengalami peningkatan jumlah selama penelitian rata-rata pada pukul 20:00-22:00 Wita dan pukul 03:00-04.30 Wita. Kawanan ikan mendatangi sumber cahaya pada kedalaman 2-5 meter dengan pola kedatangan kawanan ikan dari arah kanan (sebelah Barat) berfokus pada pencahayaan dan kiri bagan (sebelah Timur) pada aktraktor. Hal ini dapat dijadikan acuan waktu Hauling yang tepat untuk penarikan jaring lebih efektif.
MAKANAN IKAN PELAGIS PLANKTIVOR PADA BAGAN TANCAP DENGAN INTENSITAS CAHAYA LAMPU NEON Jumrawati, Jumrawati
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3147

Abstract

Zooplankton memegang peranan penting dalam rantai makanan pada ekositem perairan, yakni sebagai konsumer primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi makan memakan ikan pelagis kecil pada bagan tancap dengan intensitas cahaya lampu neon. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan November 2015 sampai Mei 2016 di perairan Desa Tekkolabua Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan pengambilan sampel ikan sebanyak 840 ekor pada alat tangkap bagan tancap. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis plankton dalam usus ikan tembang yaitu Protozoea Penaeus sp 17%, Meganyctiphanes sp 17%, larva annelida 17%, Microsetella sp 16%, dan larva Polychaeta 15%.  Usus ikan selar terdapat Meganyctiphanes sp 34%, Oikopleura 33%, dan larva annelida 33%. Jenis plankton yang dominan dalam usus ikan selar kuning yaitu Meganyctiphanes sp 22%, larva annelida 20%, calanus sp 20% dan larva polychaeta 18%. Sedangkan pada usus ikan kembung terdapat Calanus sp 35%, larva annelida 34% dan Meganyctiphanes sp 31%. Disimpulkan bahwa terdapat model interaksi makan memakan pada alat tangkap bagan tancap yang menggunakan jenis lampu neon. Jumlah zooplankton yang dimakan empat spesies ikan pada bagan tancap dengan lampu Neon sekitar  1.393 individu.
NISBAH KELAMIN CAKALANG DALAM RANGKA PENGELOLAAN PERIKANAN BERTANGGUNG JAWAB DI PERAIRAN LAUT FLORES, SULAWESI SELATAN Susaniati, Warda
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3148

Abstract

Cakalang merupakan salah satu sumberdaya perikanan Laut Flores yang komersil dan bernilai ekonomis penting. Nelayan melakukan berbagai usaha penangkapan untuk meningkatkan produksi. Sumberdaya ikan dapat pulih namun tingkat kecepatan pemulihan dapat saja tidak seimbangan dengan laju pemanfaatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data distribusi stuktur ukuran serta nisbah kelamin berdasarkan waktu pengambilan sampel dan TKG sebagai bahan dalam menyusun pengelolaan perikanan Cakalang di perairan Laut Flores sehingga terwujud pengelolaan perikanan bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah pengukuran dan survey langsung ke lokasi penelitian selama Juni 2013 - Mei 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil beberapa sampel ikan dari berbagai ukuran mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Sampel ikan di bedah untuk pengamatan jenis kelamin dan TKG secara morfologi. Selanjutnya sampel gonad diawetkan untuk dianalisis secara histologi di Laboratorium Balai Veteriner Maros. Rata-rata ukuran Cakalang jantan dan betina yang tertangkap berdasarkan waktu pengambilan sampel dan TKG dominan berukuran < 56 cm dengan kondisi populasi yang tidak seimbang dan dominan jantan. Hasil chi square menunjukkan bahwa antara jantan dan betina tidak terdapat perbedaan pada setiap bulan namun berbeda nyata pada setiap TKG. 
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) UNTIA DI KOTA MAKASSAR Massiseng, Andi Nur Apung; Andi Ummung, Andi Ummung
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3149

Abstract

Kondisi PPN Untia yang tidak optimal saat ini perlu penerapan strategi bagi pengembangannya agar PPN ini mampu menjadi ikon industri perikanan berbasis pelabuhan di Kota Makassar dan memberikan kontribusi sesuai harapan pemerintah yaitu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan termasuk industri dan jasa – jasa terkait dengan usaha perikanan.  Tujuan Penelitian ini adalah memaparkan kondisi terkini kegiatan perikanan yang ada di PPN Untia, mengidentifikasi faktor – faktor pengelolaan yang berpengaruh signifikan terhadap pengembangan industri perikanan di PPN Untia, merumuskan strategi pengembangan industri perikanan PPN Untia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara observasi dan analisis SWOT melalui penggalian informasi secara mendalam terhadap responden serta FGD. Hasil yang diperoleh adalah Fasilitas yang mendukung operasional pelabuhan untia sudah baik tapi belum beroperasi secara maksimal.  Fasilitas yang paling mendasar bagi nelayan yaitu Air, BBM dan Pabrik Es belum berjalan sehingga menjadi kendala bagi kapal yang singgah di pelabuhan Untia, dimana kapal tersebut membawa bahan baku untuk industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.  Penetapan kelas pelabuhan yang belum jelas dan hanya dikelola oleh 3 orang yaitu 1 kepala Unit dan 2 Kepala Sub Unit menyebabkan pengelolaan PPN Untia tidak mampu untuk optimal sebagaimana PPN yang lain di Indonesia.  Mendukung Pengusaha Industri untuk menjalankan kegiatan industri perikanan dengan membuat kebijakan untuk mendatangkan kapal perikanan lebih banyak adalah prioritas strategi yang paling penting untuk menumbuhkan industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.
TINGKAT KEMATANGAN GONAD KERANG SIMPING (Placuna placenta Linnaeus, 1758) SECARA VISUAL DAN HISTOLOGI Khairiyah, Zul; Tresnati, Joeharnani; Bin Andy Omar, Sharifuddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3153

Abstract

Data dan informasi yang pasti mengenai kerang simping di Sulawesi Selatan belum lengkap, sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan mengevaluasi tingkat kematangan gonad kerang simping dibeberapa daerah untuk mengetahui keberadaan kerang ini. Data tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu data dasar dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kerang simping di Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan (Oktober 2015 – Maret 2016) di dua lokasi yaitu di perairan Makassar dan di perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Pengambilan  sampel  kerang  dilakukan saat  surut  terendah  secara  manual. Pengamatan histologi dilakukan di Laboratorium Balai Karantina Makassar dan Balai Besar Veteriner Maros. Pengamatan visual dan histologi menghasilkan klasifikasi tingkat kematangan gonad kerang simping, terdapat empat fase TKG baik jantan maupun betina di semua lokasi penggamatan. Fase TKG I (awal aktif), TKG II (tahap berkembang), TKG III (matang) dan TKG IV tahap pemijahan. Berdasarkan data yang dihasilkan tipe pemijahan kerang simping yang terdapat di perairan Barat Sulawesi Selatan, dapat dikategorikan dalam tipe pemijahan partial spawner atau pemijahan sedikit-demi sedikit, dimana sperma dan telur tidak dikeluarkan dalam satu musim pemijahan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8